Pansus DPRD Sleman Observasi Destinasi Wisata

Candi BokoSleman – Sebanyak 16 orang anggota Pansus I DPRD Kabupaten Sleman yang dipimpin oleh Budi Sanyata melakukan kunjungan kerja keberbagai destinasi wisata di Kabupaten Sleman, kemarin. Destinasi yang dikunjungi tersebut adalah Candi Ratu Boko, Dusun Bakalan (area terdampak erupsi Merapi 2010), Desa Wisata Pentingsari, Museum Gunungapi Merapi (MGM) dan Agrowisata Bangunkerto Turi.

Pansus I DPRD Kabupaten Sleman yang membidangi pembahasan Raperda Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan (RIPK) tersebut didampingi oleh instansi terkait di Pemkab Sleman yaitu Bappeda, Badan Lingkungan Hidup, Bagian Hukum, Bagian Perekonomian, Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPMPPT), Dinas Perindagkop, Dinas Hubkominfo, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan, Dinas SDEAM, Dinas Pertanian, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, dan Sekretariat Dewan Budi Sanyata.

Pansus I DPRD diterima oleh Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Laily Prihatiningtyas dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM.K

Kunjungan lapangan tersebut Pansus I DPRD Sleman bermaksud untuk memperoleh informasi yang valid tentang fenomena dan permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan kepariwisataan di Kabupaten Sleman, khususnya pada destinasi yang dikunjungi yaitu Candi Ratu Boko, Dusun Bakalan (area terdampak erupsi Merapi 2010), Desa Wisata Pentingsari, Museum Gunungapi Merapi (MGM) dan Agrowisata Bangunkerto Turi.

Setelah memperoleh informasi dan berbagai permasalahan, pihaknya akan melakukan upaya pemetaan dan solusi permasalahan bersama dengan pemerintah daerah khususnya instansi terkait. Dalam hal ini masukan – masukan tersebut akan dipetakan dalam pembahasan Rencana Peraturan Daerah tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Sleman.




Tim Inspektorat DIY Lakukan Pemeriksaan di Sleman

Sleman – Tim Pemeriksa Inpektorat DIY melakukan pemeriksaan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman. Tim pemeriksa dipimpin langsung Inspektur Inspektorat DIY, Sumadi yang membawa rombongan tim sebanyak 28 orang personil. 

Sumadi beserta rombongan diterima oleh Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pembangunan, Dra Suyamsih MPDi yang di dampingi oleh Inspektur Inspektorat Kabupaten Sleman Suyono SH, Kepala BKD Drs Iswoyo Hadiwarno, Sekretaris Dipenda Haris Sutarto, Kepala Bidang Pembukuan dan Pelaporan Bidang Pembukuan Eka Priastana Putra, Kepala Bagian Hukum Hery Dwikuryanto dan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Endang Widowati di ruang Rapat B Pemkab Sleman, Rabu (28/7) lalu.

Dalam kesempatan tersebut Inspektorat DIY melakukan pemeriksaan khusus dalam rangka berakhirnya masa jabatan Bupati Sleman Periode 2010 – 2015.

“Pemeriksaan dimulai pada tanggal 29 Juli hingga 5 Agustus 2015.  Pemeriksaan tersebut meliputi 4 aspek yaitu aspek kebijakan daerah, aspek pengelolaan Sumber Daya Manusia, aspek pengelolaan barang daerah dan aspek Pengelolaan Keuangan Daerah,” kata Kabag Humas Sleman, Dra Sri Winarti dikantornya, Jumat (31/7).

Menurut Sri Winarti, pemeriksaan tersebut sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri No 24 Tahun 2007 tentang pedoman pemeriksaan dalam rangka berakhirnya masa jabatan Kepala Daerah dan Keputusan Gubernur DIY tentang penetapan program kerja pengawasan tahunan tahun 2015.




Sleman Kirim Lima Pelajar Seniman ke Korea

Sleman – Kabupaten Sleman mengirimkan lima seniman yang berstatus pelajar untuk misi kebudayaan dalam rangka diplomasi budaya ke Korea Selatan dalam acara “Gang Neung International Junior Art Korea” awal Agustus 2015.

“Kelima seniman yang semuanya masih berstatus pelajar usia 17 dan 18 tahun tersebut diberangkatkan bersama dengan perwakilan Kabupaten/Kota lain se DIY,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM di Sleman, Kamis (30/7).

Kelima pelajar tersebut adalah Danu Anggada Bimantara, Indra Tirta Wijaya, Erina Dwi Yoga, Bayu Probo Prasopo Aji dan Farid Imam Rahmanto. Mereka akan menampilkan tari garapan gaya Jogja dan musik acapela.

Menurut Ayu, pengiriman misi kebudayaan tersebut difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan DIY melalui dana keistimewaan DIY.

“Mereka adalah duta-duta yang terbaik sehingga dipilih untuk mewakili Sleman dalam event internasional. Mereka mengemban misi besar sebagai duta bangsa di kancah internasional dalam rangka diplomasi budaya,” kata Ayu.

Ayu menambahkan, kesempatan yang bagus tersebut, mereka diharapkan benar-benar siap dan dapat tampil dengan sebaik-baiknya.

“Selain itu yang tidak kalah pentingnya adalah menjaga sikap, perilaku sopan santun budaya Jawa,” tutur Ayu.

Ayu mengatakan, sebagai duta budaya di kalangan masyarakat mereka juga memiliki peran yang strategis untuk menunjukkan dan membuktikan bahwa generasi muda memiliki kecintaan yang tinggi terhadap budaya lokal di tengah-tengah derasnya pengaruh arus globalisasi.

“Kesadaran untuk tetap `nguri-uri` budaya lokal harus tetap dipertahankan dan ditularkan kepada generasi muda yang lain di tengah masyarakat. Demikian sehingga generasi muda akan memiliki filter yang kuat dan bangga terhadap budaya sendiri,” katanya.




122 Orang Calon Kades Mendapat Pembekalan

Sleman – Calon – calon Kepala Desa (Kades) diharapkan dapat memperoleh bekal yang dibutuhkan untuk mengemban tugas dan tanggungjawab selama menjabat sebagai Kades nantinya. Tugas sebagai Kades merupakan tugas dan tanggungjawab yang tidak ringan karena Kades merupakan ujung tombak pelaksanaan pembangunan dan pelayanan masyarakat Kabupaten Sleman di wilayah desa. 

“Kepala Desa dituntut untuk siap melaksanakan tugas melayani masyarakat selama 24 jam. Untuk melaksanakan tugas dan amanah ini sudah barang tentu dibutuhkan dukungan dari banyak pihak baik dari Pemerintah Kabupaten maupun elemen masyarakat lainnya,” kata Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI saat membuka pembekalan bagi calon Kades yang diselenggarakan Pemkab Sleman di Bappeda, Rabu (29/7).

Menurut Sri Purnomo bahwa Kades merupakan aparatur pemerintah yang bersinggungan langsung dengan masyarakat, diharapkan para aparatur Desa mampu merangkum dan memfasilitasi aspirasi dari masyarakat, menyelesaikan masalah yang timbul dimasyarakat, serta mampu menginspirasi masyarakat diwilayahnya agar dapat maju baik secara ekonomi maupun sosial.

Disampaikan pula bahwa serangkaian tahapan dalam pemilihan Kepala Desa serentak sedang dilaksanakan dan telah ditetapkan 122 orang sebagai kandidat Kades dari 35 Desa yang akan melakukan pemungutan suara secara serentak pada tanggal 9 Agustus 2015 mendatang.

Terkait dengan masa pemilihan serentak yang sebentar lagi akan dilaksanakan Sri Purnomo menghimbau agar para calon Kades dapat menjaga situasi dan kondisi agar tercipta suasana yang kondusif sebelum dan sesudah pemilihan maupun saat masa tenang berlangsung.

Selain itu agar para calon Kades dapat mempergunakan masa kampaye yang telah disediakan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

Sri Purnomo juga berharap agar para calon Kades dapat arif dan bijaksana dalam menyikapi proses dan masa kampanye yang sebentar lagi akan dilaksanakan agar selalu tercipta keharmonisan, ketentraman dan ketertiban di  masyarakat khususnya pada daerah-daerah pemilihan.

Kepada para panitia pelaksana pemilihan juga diingatkan untuk dapat mengantisipasi masalah-masalah teknis yang mungkin timbul saat masa pemilihan, seperti selalu mengingatkan masyarakat kapan waktu berlangsungnya pemilihan, sehingga dapat dilaksanakan tepat waktu.

“Panitia juga harus proaktif dalam mensosialisasikan kepada masyarakat akan hak pilih mereka sehingga di harapkan tidak ada pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya. Dan yang tidak kalah penting, Panitia pemilihan juga agar dapat bersikap netral dalam masa pemilihan ini,” kata Sri Purnomo.

Usai pembekalan yang disampaikan ketiga nara sumber tersebut bakal calon Kepala Desa melakukan pembacaan Ikrar dan menandatangani Ikrar di halaman Aula Bappeda.

Sedangkan Kepala Bagian Pemerintahan Desa Drs Mardiyana melaporkan bahwa maksud dan tujuan pembekalan tersebut  untuk memberikan pemahaman dan kesadaran bagi seluruh  calon dan semua pihak untuk menciptakan situasi yang kondusip, aman dan damai sebelum pemilihan Kades maupun pasca pemilihan, juga bagi calon Kades bisa mendapatkan pembekalan dari Forum Koordinasi pimpinan daerah Kabupaten Sleman.

Bertindak sebagai nara sumber dalam pembekalan tersebut dari Polres Sleman, Kodim 0732 Sleman dan Kepala Kejaksaan Negeri Sleman. Adapun peserta pembekalan diikuti oleh 175 peserta yang terdiri panitia Pemilihan Kades tingkat Kabupaten, camat se Kabupaten Sleman, Ketua panitia pemilihan Kades, dan calon Kades se Kabupaten Sleman.

Ditambahkan Mardiyana bahwa calon terbanyak ada di  desa Sendangadi Mlati, Tridadi Sleman, Margorejo Tempel dan Wonokerto Turi masing-masing 5 calon dan paling sedikit di Desa Ambarketawang Gamping, Sumberarum, Sumbersari Moyudan, Jogotirto Berbah, Madurejo Prambanan, Bimomartani Ngemplak, Sardonoharjo Ngaglik, Donoharjo Ngaglik, Lumbungrejo Tempel, masing-masing hanya dua calon.




Pengumpulan Dana PMI 2015 Tak Penuhi Target

Sleman – Pengumpulan dana PMI lewat kegiatan Bulan Dana PMI Kabupaten Sleman tahun 2015 tidak memenuhi target. Target perolehan Bulan Dana PMI tahun 2015 sebesar 1 miliar, tetapi selama 4 bulan pelaksanaannya Panitia Bulan dana PMI Kabupaten Sleman berhasil mengumpulkan dana dari masyarakat sebesar  Rp juta. Kegiatan Bulan Dana PMI 2015 ini sudah dilakukan penutupan oleh Asisten Sekda Bidang Administrasi, R Djoko Handoyo SH, Rabu (29/7).

Menurut laporan Saridjan, Sekretaris  PMI Kabupaten Sleman bahwa sasaran pemungutan Dana PMI dari Pajak STNK, Balik Nama Sertifikat, Pelayanan Perizinan, pemohon SIM, PNS dan swasta, DPRD, Kades dan Perangkat Desa, uji KIR Kendaraan, pengunjung wisata, rumah makan dan hotel, jembatan timbang, Bank BPD dan Bank Sleman, Koperasi dan Masyarakat umum.

Sementara Djoko Handoyo mengucapkan selamat kepada PMI Cabang Sleman yang telah menyelesaikan tugasnya untuk menggalang dana kemanusiaan. Diucapkan terimakasih juga kepada seluruh warga masyarakat Sleman dan masyarakat luas yang telah berperan serta mendukung kegiatan bulan dana PMI Cabang Sleman.

“Kita patut bersyukur bahwa kegiatan pengumpulan dana  bulan dana PMI Kabupaten Sleman tahun 2015 mencapai Rp 720,010 juta. Meskipun belum bisa memenuhi target perolehan namun hal tersebut patut disyukuri. Saya harap dana yang terkumpul tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat yang membutuhkan,” kata Djoko Handoyo.

Dengan selesainya kegiatan bulan dana PMI tersebut, lanjut Djoko bukan berarti tugas dan kewajiban PMI Cabang Sleman selesai namun justru diperlukan kinerja yang maksimal dari PMI Cabang Sleman dalam menggunakan dana tersebut agar kepercayaan dan amanah yang diberikan masyarakat kepada PMI Kabupaten Sleman dapat dijaga.

Pemanfaatan dari dana tersebut juga harus dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya kepada masyarakat. Hal ini merupakan salah satu tantangan bagi PMI cabang Sleman dalam kinerjanya untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat khususnya bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.