Kekeringan di Prambanan Droping Dilakukan Bila Ada Kerusakan Jaringan ke Pemukiman

Sleman – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Drs Juli Setiono Dwi Wasito MHum mengatakan kekeringan yang sudah mulai dirasakan warga di wilayah Kecamatan Prambanan sudah dikoordinasikan antara Pemkab Sleman, Kecamatan, Desa dan OPPA.

Hasilnya droping air untuk membantu kekurangan air bersih di Prambanan dilakukan apabila ada kerusakan jaringan pipa saluran ke pemukiman warga atau terganggunya sistem. Hal ini lantaran sistem distribusi air di Prambanan dinilai masih mencukupi kebutuhan warga.

“Di Prambanan sendiri ada tiga sistem yang beroperasi, yakni Majasem, Bleber dan Grogol. Dan saat ini sudah lebih optimal dan efisien karena menggunakan tenaga listrik dari PLN. Sehingga distribusinya berkesinambungan,” kata Juli Setiono di Sleman, Rabu (29/7).

Menurut Juli Setiono, dari laporan yang diterima oleh BPBD, sistem distribusi di wilayah Kalinongko Lor, Gayamharjo mengalami gangguan. Hal tersebut disebabkan karena adanya kerusakan di salah satu pompa. Dari laporan tersebut akan ditindaklanjuti dengan melakukan droping air sambil menunggu proses perbaikan pompa yang diperkirakan memakan waktu sekitar dua minggu.

“Kami perkirakan perbaikan pompa yang rusak tersebut akan membutuhkan waktu sekitar dua minggu, masalah ini juga sudah kami komunikasikan bersama pemangku wilayah,” kata Juli Setiono.

Selama ini diakui Juli Setiono, untuk mengalirkan air sejak menggunakan listrik sambungan rumah terus bertambah katena tekanan air cukup tinggi. Dengan pelayanan OPPA yang meningkat ini ditambahkan Juli Setiono pada minggu depan akan dilakukan kerjasama dengan PDAM Sleman untuk melakukan pelatihan administrasi dan teknis lapangannya. Sehingga OPPA bisa lebih bagus dalam memberikan pelayanan pada masyarakat.

Sementara Ketua Organisasi Pengelola Pemakai Air (OPPA) Mitra Tirta Pamdes di wilayah Prambanan, Mujimin mengatakan akibat pompa sumur yang rusak di Dusun Gedang Sambirejo sebagian warga harus membeli air. Pompa sumur dalam yang rusak itu mengampu 185 Kepala Keluarga.




Aset BPR Bank Sleman Terbesar se-Indonesia

Bank SlemanSleman– Bank Perkreditan Rakyat  Bank Sleman pada 2015 berhasil memiliki aset terbesar se-Indonesia dan menjadi bank milik pemerintah daerah terbaik.

“Pada Maret 2015 aset BPR Bank Sleman telah menyalip aset Bank Pasar Magelang yang akhir tahun 2014 menjadi nomor satu di Indonesia. Sehingga pada Maret 2015 BPR Bank Sleman mempunyai aset terbesar se Indonesia,” kata Direktur Utama BPR Bank Sleman Muhammad Sigit SE MSi usai mengadakan syawalan bersama karyawan Bank Sleman, Rabu (29/7).

Menurut Sigit, kondisi ini akan terus dipertahankan dan dikembangkan menjadi bank yang sehat, kuat dan mampu menopang pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UKM) dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sleman.

“Aset yang dimiliki BPR Bank Sleman sampai dengan Juli 2015 untuk total aset mencapai Rp 565 miliar. Dana masyarakat dalam bentuk deposito dan tabungan sebesar Rp 403 miliar dan kredit yang disalurkan kepada masyarakat Rp 472 miliar,” kata Sigit.

Dikatakan Sigit, dana masyarakat yang disimpan di BPR Bank Sleman seluruhnya disalurkan dalam bentuk kredit bagi kemajuan perekonomian masyarakat di Kabupaten Sleman. Hal ini dikarenakan saham yang dimiliki 100 persen dari Pemerintah Kabupaten Sleman maka pemanfaatannya sebesar-besarnya untuk kemajuan perekonomian masyarakat Sleman.

Sigit menambahkan, pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran BPR Bank Sleman, yang telah bekerja dengan penuh semangat bahkan hari libur tetap masuk kerja bagi pelaksanaan tugas di BPR Bank Sleman.

“Atas kerja keras seluruh jajaran ini BPR Bank Sleman dapat tumbuh dan berkembang dengan sangat baik menjadi BPR milik Pemda terbaik di Indonesia dan asetnya terbesar di DIY,” katanya.

Sementara Ketua Dewan Pengawas BPR Bank Sleman, dr Sunartono MKes mengatakan bahwa dirinya mengakui keras dalam mengawasi BPR Bank Sleman, namun apa yang dilakukan demi kemajuan Bank Sleman.

“Kami salut dengan semangat jajaran BPR Bank Sleman karena dalam kurun waktu tiga tahun telah mencapai modal sampai Rp 100 miliar. Sementara, tiga tahun yang lalu asetnya hanya Rp 30 miliar dan ke depan mempunyai cita-cita besar menjadi bank umum.




Budaya SATRIYA Diharapkan Perkuat Budaya Organisasi Pemkab Sleman

SatryaSleman – Bupati Sleman berharap, budaya pemerintahan SATRIYA dapat semakin memperkuat budaya organisasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Bidang Administrasi, R Djoko Handoyo SH di hadapan peserta Sosialisasi dan Internalisasi Budaya Pemerintahan “SATRIYA” di lingkungan Pemkab Sleman, Rabu (29/7).

Bupati mengatakan budaya organisasi atau prinsip keyakinan baik dan benar merupakan sesuatu yang harus dimiliki oleh setiap individu dalam institusi. Good Governance menuntut parapenyelenggara pemerintahan atau para aparatur memiliki daya tanggap, akuntabilitas, profesionalisme kerja, serta mampu memberikan pelayanan yang prima.

“Mewujudkan kondisi aparatur yang demikian, memerlukan budaya organisasi yang baik, dalam arti tata nilai dan kerangka kerja yang benar-benar menjadi pedoman tingkah laku sehari-hari setiapaparatur,” kata Sri Purnomo dalam sambutan tertulisnya.

Menurut Bupati budaya “SATRIYA” merupakan nilai-nilai budaya lokal asli masyarakat Jogja dan  telah lama menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Jogja. Nilai-nilai ini sangat strategis bagi peningkatan kinerja aparatur guna semakin mewujudkan tata pemerintahan yang baik di Pemkab Sleman.

Namun demikian lanjutnya, memahami dan mengimplementasikan budaya organisasi menurut Bupati bukanlah perkara mudah, bahkan hal ini merupakan masalah yang mendasar. Perlu waktu, agar budaya pemerintahan ini mampu mendasari pola-pikir, menjadi karakter, sikap dan perilaku setiap aparatur.

Oleh karena itu Bupati berharap, sosialisasi segera diikuti dengan proses sosialisasi dan internalisasi yang kontinyu dan konsekuen. Kegiatan Sosialisasi dan Internalisasi Budaya Pemerintahan”SATRIYA” menghadirkan pembicara diantaranya RM Tirun Marwito SH (KRT Jatiningrat), Ir Yuwana Sri Suwita MM (KRT Widya Anindita).




Merti Dusun dan Pameran Sejarah Perjuangan Digelar di Seyegan

2807 SLEMAN MERTI DUSUNSleman – Bupati Sleman diwakili Camat Seyehan, Budi Sutamba membuka acara Merti Dusun sekaligus Pameran Sejarah Perjuangan Nasional dari Museum Benteng Vrederburg di Dusun Cibok Lor Desa Margoluwih Kecamatan Seyegan, Selasa (28/7). Kegiatan merti dusun yang dilaksanakan setiap 2 tahun ini bekerja sama dengan Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.

Ketua Panitia Merti Dusun, Agus Sulistyo dan  Dra Zaimul Azzah Kepala Museum Benteng Vredeburg Jogja mengatakan bahwa tujuan merti dusun dan pameran untuk menumbuhkembangkan rasa nasionalisme dan melestarikan adat budaya masyarakat.

Dalam pameran kali ini ditampilkan berbagai produk  di stand gubuk-gubukan  hasil UKM  seperti Kerajinan, Batik dan Lurik, Kuliner, Masakan  Tradisional dll yang diselenggarakan mulai tanggal 28 Juli hingga 1 Agustus 2015.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Budi Sutamba mengatakan Bupati menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan pameran keliling Museum Benteng Vrederburg, yang juga turut berperan serta dalam rangka memeriahkan merti dusun Cibuk Lor Desa Margoluwih Kecamatan Seyegan, melalui pameran keliling Museum Benteng Vrederburg.

Penyelenggaraan pameran keliling Museum Benteng Vrederburg ini, merupakan bentuk inovasi sosialisasi, publikasi dan eksibisi kegiatan museum dalam upayanya untuk mendekatkan diri kepada masyarakat. Sejalan dengan perkembangan paradigma ilmu permuseuman, Museum
berusaha mencari peluang untuk dapat lebih melibatkan masyarakat dalam pengembangan museum dan kegiatan-kegiatannya.

Melalui inovasi dan perkembangan keilmuan, museum mulai menerapkan paradigma baru ilmu permuseuman, yaitu paradigma partispatori. Dalam hal ini museum berupaya meningkatkan keterlibatan dan partisipasi mayarakat yang sebelumya sebatas hanya sebagai penerima produk, namun pada paradigma ini, masyarakat sudah diajak untuk membuat produk.

Keterlibatan mereka sudah pada tahap turut merencanakan dan menyusun produk-produk museum. Keberadaan masyarakat dengan berbagai event-event yang dimilikinya dan menjadi unggulan daerahnya menjadi peluang museum untuk mengadakan kerjasama kemitraan dalam berkegiatan.

Salah satu kegiatan yang menjadi unggulan masyarakat di beberapa daerah di Kabupaten Sleman adalah kegiatan merti dusun. Dengan pola pikir seperti itulah maka kegiatan Pameran Keliling Museum di Kabupaten Sleman dilaksanakan dengan menggabungkan event-event yang diselenggarakan oleh masyarakat.

Diharapkan kerjasama antara masyarakat desa dengan museum untuk berkegiatan bersama dalam bentuk kemitraan dapat terlaksana dengan
baik tanpa ada yang kehilangan esensi kegiatannya. Justru sebaliknya kedua kegiatan tersebut saling mendukung satu dengan lainnya.

“Saya berharap agar even pameran keliling museum ini kedepannya bisa dijadikan agenda rutin sehingga tidak hanya menggabungkan diri dengan even-even budaya saja namun juga dapat digabungkan dengan even-even yang lain yang ada di Kabupaten Sleman. Dengan demikian, kegiatan semacam ini, dapat mendukung Kabupaten Sleman sebagai pusat pariwisata, kebudayaan dan  juga edukasi,” kata Sri Purnomo dalam sambutannya.

Menurutnya, museum selain sebagai wahana edukasi juga memiliki fungsi rekreasi.  Museum berpotensi menjadi wahana bagi masyarakat untuk meningkatkan intelektualnya, emosinya dan semangatnya. Disamping itu museum juga berperan sebagai wahana rekreasi /hiburan.

Informasi tentang koleksi-koleksi museum disajikan dalam nuansa edutainment, hiburan yang mendidik atau pendidikan yang menghibur. Museum dapat diartikan sebagai sekolah kedua bagi masyarakat, dimana bedanya dengan sekolah biasa adalah dalam proses belajarnya yang bisa dilakukan dalam nuansa hiburan.

Museum dan masyarakat keberadaanya tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Museum memerlukan partisipasi dan keterlibatan masayarakat dalam tumbuh dan berkembangnya. Demikian juga masyarkat dapat memanfaatkan museum untuk mengembangkan dirinya menuju masyarakat yang guyub dan berkarakter.

Museum dan masyarakat merupakan dua unsur yang saling membutuhkan satu sama lain untuk berkembang.




Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah Berprestasi Audiensi ke Pemkab

Sleman – Bertempat di Ruang Rapat Bupati  Sleman dilaksanakan audiensi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah berprestasi Kabupaten  Sleman 2015 yang akan maju seleksi ke tingkat Nasional, Senin (27/7). Dalam kesempatan tersebut rombongan yang dipimpin oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga,  Arif Haryono SH membawa 5 orang Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah berprestasi yang akan maju seleksi nasional.

Adapun Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah yang akan maju ditingkat nasional lebih dahulu telah diseleksi di tingkat Kabupaten dan di tingkat Provinsi dan memperoleh hasil yang terbaik. Guru yang akan maju ke tingkat Nasional adalah Erna Yuli Agustin Guru TK Indriyasana Babadan Turi, Eni Norhidayati Guru SD Muhammadiyah Kadisoka Kalasan.

Untuk Kepala Sekolah yang akan maju seleksi tingkat nasional adalah Sri Maharjati Kepala TK ABA Sidoharjo Turi dan Mujiyono kepala sekolah SMK negeri 1 Cangkringan, sedangkan untuk pengawas sekolah adalah Sutarta pengawas SMA.

Rombongan tersebut diterima oleh Asisten bidang pembangunan, Dra Suyamsih MPDi. Suyamsih berpesan kepada para nominator yang akan maju ke tingkat pusat agar dapat menjaga diri dan nama baik Sleman dan DIY. Selain itu Suyamsih juga mengingatkan bahwa penilaian ini tidak saja pada administrasi tetapi juga pada perfromance baik prestasi maupun attitude.

Suyamsih juga menghimbau agar selama seleksi di tingkat pusat nominator agar sebelumnya berkoordinasi dengan pihak sekolah agar selama ketugasan penilaian pihak sekolah dapat menunjuk guru lain untuk melaksanakan proses belajar mengajar.

Para nominator yang akan maju seleksi ditingkat nasional ini memeperoleh bantuan transport masing-masing sebesar Rp. ,-. Hasil Seleksi nasional akan diumumkan bertepatan pada hari Guru yaitu di bulan November 2015.