SMAN 1 Seyegan Terima Sertifikat ISO 9001 – 2008

ISOSleman – Sekolah di Sleman kembali terima sertifikat ISO yaitu SMA N 1  Seyegan  dalam Ulang Tahun  Ke 32  menerima penghargaan Iso 9001-2008 dari TUV Rheinland Indonesia,  penyerahan sertifikat ISO dari  TUV diserahkan langsung oleh Cornelius Tono Infantrianto kepada Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Sleman Arif Haryono SH dan Kepala Sekolah SMA N 1 Seyegan. 

Hadir pada acara tersebut Muspika dan tokoh masyarakat setempat serta  dimeriahkan dengan Pagelaran Wayang Kulit dalang  Sunaryo Guru SMA N 1 Seyegan. Dalam laporannya Kepala Sekolah SMA N 1 Seyegan, Drs Samija MM bahwa sertifikat ISO 9001 -2008 merupakan anugrah karena Sertifikat ISO yang ke tiga diberikan kepada SMA  yang ada di Kabupaten Sleman setelah SMA 1 Kalasan dan SMA I Depok, bahwa untuk merintis mendapatkan ISO mulai dipersiapkan sejak tahun 2010, namun baru mendapat sertifikat ISO di tahun 2015.

Rasa bahagia dalam ulang tahun ke-32 SMA N 1 Seyegan mewakili DIY untuk maju kejuaran Nasional Sepak Bola dan diselanggarakan jalan santai dengan hadiah sepeda motor dan hadiah hiburan untuk warga sekitar.

Sementara Sri Purnomo mengucapkan selamat kepada SMA N 1 Seyegan dengan menerimanya sertifikat ISO 9001 : 2008. Penerimaan ISO ini merupakan suatu pengakuan secara  tertulis akan kualitas dari SMA N 1 Seyegan dan  berharap, prestasi yang telah diraih SMA N 1 Seyegan ini, dapat menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah lainnya di wilayah Kabupaten Sleman untuk dapat pula meningkatkan kualitasnya.

Dengan diterimanya sertifikat ISO ini, hendaknya dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan manajemen sekolah dengan kualitas yang lebih baik kedepannya. Sri Purnomo mengharapkan dengan diperolehnya pengakuan secara tertulis melalui sertifikat ISO ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh keluarga besar SMA N 1 Seyegan untuk dapat terus berusaha semaksimal mungkin dalam mempertahankan dan meningkatkan kualitas pendidikannya.

“Guru, karyawan maupun para siswa harus mampu menunjukkan kualitas sekolahnya melalui penciptaan lulusan yang unggul dan berdaya saing. Oleh karena itu, seluruh guru dan pembina sekolah memiliki tanggungjawab lebih dalam mendidik siswa dan siswinya sehingga memiliki kompetensi dan profesionalisme,” kata Sri Purnomo.

Hal ini lanjutnya dikarenakan tantangan yang dihadapi kedepan oleh dunia pendidikan justru semakin berat. Tantangan tersebut tidak lagi sebatas pada peningkatan kualitas proses kegiatan belajar mengajar (KBM) saja tetapi juga pada kualitas lulusannya. Dengan sertifikasi ISO, SMA N 1 Seyegan  harus dapat membuktikan bahwa lulusannya merupakan generasi yang mampu bersaing dengan lulusan sekolah-sekolah lainnya untuk meneruskan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi.

Selain itu yang tidak kalah penting adalah para lulusan SMA N 1 Seyegan  ini hendaknya juga memiliki visi dan misi ke depan sebagai generasi yang inovatif dan berdaya juang tinggi,  yang siap bersaing dengan lulusan-lulusan sekolah berprestasi lainnya, karena generasi yang baik bukan hanya generasi yang cerdas dan kreatif namun juga harus memiliki etika kepribadian yang baik dalam meraih masa depan.




Bupati dan Wabup Sleman Masih Kompak

Bupati WabupSleman – Meski dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) serentak pada tanggal 9 Desember 2015 mendatang keduanya akan bersaing, namun Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI dan Wakil Bupati Yuni Satia Rahayu SS MHum masih terlihat kompak ketika mendampingi Gubernur DIY Sri Sultan HB X dalam syawalan yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (4/8).

Bahkan Sri Purnomo dan Yuni juga sempat menghantarkan Sultan hingga memasuki mobil setelah selesai mengadakan syawalan dengan jajaran Pemkab Sleman, tokoh masyarakat, kepala sekolah dan lainnya. Pada kesempatan tersebut Sri Purnomo juga sempat menyampaikan kata pamitannya sehubungan dengan akan berakhirnya masa jabatanBupati dan Wakil Bupati Sleman.

“Sehubungan dengan akan berakhirnya masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati seminggu ke depan, pada kesempatan yang baik ini kami mohon maaf atas kesalahan-kesalahan yang telah kami perbuat selama masa kepemimpinan kami. Semoga apa yang telah kami laksankan dapat diteruskan oleh pucuk pimpinan yang akan datang,” kata Sri Purnomo.

Kepada wartawan Sri Purnomo dan Yuni mengaku memang harus kompak meski harus bersaing dalam Pilbup 2015 mendatang. Ketika ditanya tentang keterlambatan dalam melengkapi persyaratan pendaftaran calon Bupati Sleman di KPU Sleman yang belum lengkap, baik Sri Purnomo maupun Yuni mengaku belum dilengkapinya persyaratan karena faktor kesibukan.

“Nanti akan segeta kita lengkapi persyaratan yang kurang,” kata Sri Purnomo.

Sementara Yuni menyampaikan kekurangan persyaratan terkait dengan legalisir ijazah S3 yang dari Malaysia. Yang sebelumnya harus legalisir di Malaysia ternyata sekarang bisa dilegalisir di Indonesia.

“Setelah semuanya selesai kekurangan persyaratan akan segera dilengkapi,” tutur Yuni.




Audit Lingkungan Layak Dilakukan

Syawalan GubernurSleman – Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mengatakan Kabupaten Sleman sebagai gudangnya kaum intelektual, dimana sumber kearifan berbasis ilmu pengetahuan berada, diharapkan kebijakan Pemda dibidang pembangunan bisa menjadi percontohan daerah lain.

“Audit lingkungan layak dilakukan agar pembangunan tidak melebihi ambang batas daya dukung alam dan sosial. Sebab pembangunan hari ini harus melindungi anak cucu kita nanti. Artinya pembangunan bukan hanya PAD yang dicecar, tetapi kepentingan generasi yang kemudian juga harus dikejar,” kata Sultan ketika menghadiri syawalan Gubernur dan jajaran Pemkab Sleman, tokoh masyarakat, kepala sekolah dan lainnya di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (4/8).

Dengan demikian Sultan mengajak menajamkan kepekaan hati dan kepedulian sosial, bahwa saat berlebih ingat yang kekurangan dan saat gembira ingat yang susah dan menderita, saat bertindak hari ini demi kemanfaatan masa depan.

Sementara Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI berharap bahwa syawalan juga merupakan saat yang tepat untuk melakukan instrospeksi dan koreksi diri baik dalam melaksanakan tugas sehari-hari maupun dalam melaksanakan ibadah kepada Allah SWT serta dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan demikian  setelah syawalan ini umat Islam, seluruh masyarakat dan aparat Pemkab Sleman berharap akan mampu mencapai peningkatan dalam berbagai  aspek kehidupan.

Dihadapan Gubernur, Sri Purnomo juga melaporkan bahwa dalam kurun waktu lima tahun kepemimpinannya, telah mencapai sejumlah perkembangan pembangunan. Realisasi APBD Tahun 2014, pendapatan mencapai Rp 2,076 trilyun atau 105,46% dari target, belanja mencapai Rp 1,908 trilyun atau 83,39% dari target, sedangkan pembiayaan penerimaan sebesar Rp 431,35 miliar dan pembiayaan pengeluaran sebesar Rp 111,97 miliar sehingga pembiayaan netto mencapai Rp 319,38 miliar.

Dikatakan Sri Purnomo bahwa hasil pembangunan di Kabupaten Sleman selama lima tahun terakhir ini berkat kebersamaan dan kerjasama antara seluruh masyarakat dengan Pemkab Sleman, pelaksanaan pembangunan di Sleman telah menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Hal tersebut terlihat dari hasil penghitungan IPM.

Selama kurun waktu 5 tahun kualitas hidup penduduk berhasil ditingkatkan. Peningkatan nilai IPM masing-masing komponen selama lima tahun, yaitu untuk kesehatan dari sebesar 82,38 menjadi 84,65, pendidikan dari sebesar 83,44 menjadi  86,85 dan pendapatan dari sebesar 65,90 menjadi 68,41.

Berkaitan dengan upaya peningkatan kualitas hidup dalam indeks pembangunan juga diupayakan melalui peningkatan kesejahteraan sosial. Salah satu tantangan selama lima tahun dalam peningkatan kualitas kehidupan masyarakat adalah dapat menurunkan angka pengangguran terbuka. Pada tahun 2010 angka pengangguran sebesar 8,21%, setiap tahun dapat diturunkan sehingga menjadi 6,17% pada tahun 2014.

Peningkatan jumlah perusahaan yang ada di Kabupaten Sleman sebagai salah satu lapangan kerja masyarakat, dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Jumlah perusahaan pada tahun 2010 tercatat sebanyak 983 meningkat menjadi perusahaan pada akhir tahun 2014. Hal ini diiringi oleh peningkatan jumlah tenaga kerja yang terserap pada tahun 2010 sebesar  orang menjadi orang pada tahun 2014 atau naik 61,12%.