Tim Dari Dirjen Peternakan Lakukan Verifikasi Kelompok Ternak di Berbah

Sleman – Tim Verifikasi Pusat dari Dirjen Peternakan Kementrian Pertanian RI yang dipimpin oleh Suwarjono bersama 5 anggota tim mengadakan verifikasi pada Kelompok Ternak Andini Mulyo di Semoya Desa Tegaltirto  Kecamatan Berbah  Sleman, kemarin. Verifikasi dilakukan langsung di kandang kelompok yang berdiri sejak  10 Mei 1996.0708 SLEMAN TERNAK

Menurut Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Sleman, Ir Widi Sutikno MSi, kelompok ternak Andini Mulyo Berbah kegiatannya mengembangkan usaha bibit  sapi potong dengan populasi sapi 142 ekor, terdiri dari sapi dewasa jantan 24 ekor, betina 68 ekor, pedet jantan 26 ekor, pedet betina 24 ekor. Kelompok juga melakukan kegiatan  Unit Usaha Pupuk Organik.

Dalam melakukan kegiatannya kelompok ternak Andini Mulyo bermitra dengan KP4 UGM untuk usaha kompos, usaha tetes tebu dengan PT Ajinomoto, pemasaran pupuk dengan Gapoktan Tegal Mulyo, dan asosiasi produsen pupuk organik Sleman di Wonorejo Sariharjo Ngaglik, Pemasaran Sapi Naryo (pedagang ternak ) dari Bintaran Srimulyo Piyungan Bantul, pengadaan pakan (bekatul, pollard, kleci)
Wahadi ( kios pakan ternak ) Tegalrejo Tegaltirto Berbah dan Fakultas Kedokteran Hewan UGM.
Kelompok Andini Mulyo menempati lahan tanah kas desa Tegaltirto Berbah yakni untuk kandang perkampungan 6000 m2 Usaha produksi pupuk 200 m2, lahan hijauan pakan ternak  2,5 Ha, sedangkan luas lahan milik anggota kelompok Lahan sawah  23,6 Ha.

Prestasi yang pernah diraih yakni Juara I tingkat Kabupaten Evaluasi Agribisnis Peternakan Sapi Potong 2014, dan Juara I tingkat DIY Evaluasi Agribisnis Peternakan Sapi Potong 2014. Berdasarkan prestasi itulah tim pusat mengadakan Verifikasi bersama 8 kelompok ternak lainnya di Indonesia.

Sementara Tim pusat begitu tiba di lokasi langsung melakukan peninjauan ke kandang kelompok dan memeriksa populasi sapi yang dimiliki kelompok serta mengadakan penelitian administrasi kelompok. Ketua Tim Verifikasi Manajemen usaha kelompok peternak Pusat, Suwarjono mengaku terkesan dengan yang disaksikan di kelompok ternak Andini Mulya Berbah.

Sapi semua dalam kondisi sehat ini merupakan tanda keberhasilan kelompok dan ada inovasi lain semua dapat dimanfaatkan serta dengan pengolahan pupuk kerjasama dengan pihak ke tiga sehingga apa yang dilakukan kelompok bisa menjadi acuan kelompok lain untuk ditiru karena keberhasilannya.

Menurut Suwarjono ada dua hal yang bisa dicapai para peternak yakni bagaimana mengubah sebagai pengusaha sapi dari punya sapi sedikit menjadi bertambah banyak atau mengajak tetangga sebelah sehingga satu desa menjadi peternak sapi sehingga menjadi desa ternak sapi.

“Kalau ini bisa dicapai maka swasembada daging tentu akan dapat tercapai,” kata Suwarjono.




BPBD DIY Siapkan 50 Tangki Air Bersih Bagi Warga Prambanan

Sleman – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menyiapkan 50 tangki air bersih untuk mengatasi kekeringan di perbukitan Prambanan. Air tersebut langsung disalurkan bagi warga yang memang mulai kekurangan air.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BPBD) DIY Dwiarto Setyabudi menuturkan, dipilihnya Prambanan sebagai lokasi droping air berdasarkan pemetaan. Baik dari BPBD DIY maupun BPBD Sleman telah memetakan jika wilayah Sleman yang krisis air bersih di musim kemarau adalah Prambanan.

”Kami koordinasikan dengan BPBD Sleman mengenai lokasi yang akan mendapatkan bantuan.‬ Sesuai peta kekeringan. Untuk wilayah Kabupaten Sleman memang berada di Kecamatan Prambanan,” katanya.

BPBD DIY juga telah mengajukan tambahan dana untuk penanggulangan darurat kekeringan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Itu juga berdasar laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta jika tahun ini akan ada kemarau panjang. Akibat dari awan El Nino.

”Begitu dapat laporan dari BMKG, kita langsung mengirim proposal ke pusat. Meski kita belum menetapkan status darurat kekeringan di wilayah DIY,” tegasnya.