Pemkab Akan Merelokasi 7 Rumah Rawan Longsor

Sleman – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman akan merelokasi 7 rumah yang rawan longsor di perbukitan Kecamatan Prambanan Sleman. Dari 7 rumah yang akan direlokasi tersebut 6 rumah berada di Dusun Nglengkong Desa Sambirejo dan satu rumah di Dusun Lemah Bang Desa Gayamharjo. Kepala BPBD Kabupaten Sleman, Drs Julisetiono Dwi Wasito SH menuturkan, ketujuh rumah ini merupakan korban longsor yang terjadi pada bulan Februari dan Maret 2015 lalu. 

“Khusus di Dusun Nglengkong korban hanya satu rumah. Namun lima rumah lainnya saling berdekatan dan rawan terkena longsor. Sebab ketika hujan turun, tanahnya bergerak. Akhirnya kita musyawarah dan memberikan pilihan agar mereka bersedia direlokasi. Mereka ternyata sepakat dan ditandai dengan surat pernyataan,” kata Julisetiono.

Untuk merelokasi 7 warga tersebut telah dipilihkan lokasi relokasi yang hanya berjarak 500 meter dari tempat tinggal warga, karena berdasarkan rekomendasi dari Badan Geologi.

“Menurut Badan Geologi, potensi longsor ditempat ini relatif lebih kecil dibanding lokasi lain,” kata Julisetiono.

Pembangunan rumah relokasi ini sendiri anggarannya berasal dari BPBD DIY. Tiap rumah mendapatkan alokasi dana Rp 27 juta yang diwujudkan dalam bentuk material dan upah tenaga.

Lahan yang disiapkan sebagai relokasi merupakan tanah kas desa seluas m2, sedangkan rumah yang dibangun berupa bangunan tipe 36. Setiap KK akan mendapatkan tanah seluas 150 m2 untuk rumah dan pekarangan.




Gatot Siap Laksanakan Tugas Bupati Sleman

IMG_0875Sleman– Setelah dilantik Gubernur DIY, Sri Sultan HB X di Bangsal Kepatihan, Senin (10/8) pagi, Ir Gatot Saptadi siap melaksanakan tugas Bupati Sleman. Gatot ditunjuk sebagai Penjabat Bupati Sleman menggantikan Drs H Sri Purnomo MSI yang sudah habis masa jabatannya tanggal 10 Agustus.

“Atas nama masyarakat Sleman saya mengucapkan terima kasih atas pengabdian Bupati dan Wakil Bupati periode 2010 – 2015 dalammeneyelenggarakan pemerintahan sehingga selama 5 tahun ini Sleman telah banyak mendapat berbagai penghargaan baik dari Perintah Provinai maupun Pemerintah Pusat,” kata Gatot usai melakukan setijab di Pendopo Parasamya Pemkab Sleman, Senin (10/8) siang.

Sertijab ditandai dengan penyerahan memori tugas Bupati Sleman dan Wakil Bupati Sleman periode 2010 – 2015. Dikatakan Gatot, selama ini prestasi Kabupaten Sleman sudah cukup membanggakan diantaranya prestasi opini wajar tanpa pengecualian selama 4 tahun berturut – turut dan tahun 2014 mendapatkan WPT dari BPK tanpa paragraf.

Karena itu sebagai penjabat Bupati Sleman, Gatot meminta perangkat daerah di Kabupaten Sleman untuk tetap dapat melaksanakan tugas semaksimal mungkin.

“Walau dalam masa transisi harus tetap melaksanakan tugas dengan baik,” kata Gatot.

Gatot juga menyampaikan ada 2 tugas pokoknya sebagai penjabat Bupati Sleman yaitu harus tetap menyelenggarakan pemerintahan di Sleman dan membantu pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati.

Selain itu juga tetap solit menjalankan pemerintahan dan profesionalitas dan netralitas PNS harus tetap dijaga.

“PNS harus bebas dari suara politik manapun, bebas dari intervebsi politik dan KKN dan mampu melaksanakan tugas yang dibebankan dengan baik,” tutur Gatot.

Gatot juga mengajak semua stakeholder untuk menjaga situasi politik yang stabil dan aman di Kabupaten Sleman. Sementara Sri Purnomo menyampaikan selama 5 tahun menjabat sebagai Bupati Sleman bersama SKPD telah banyak mengalami berbagai macam rintangan dan ujian. Namun semuanya bisa dilalui dengan baik berkat kedisiplinan bersama prestasi banyak diraih Sleman.

“Banyak hal telah dilaksanakan karena kekompakan masyarakat, aparat pemerintah baik dari desa sampai Kabupaten dan juga SKPD, sehingga hasilnya Sleman menjadi lebih maju,” kata Sri Purnomo.

Sri Purnomo juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat jika selama kepemimpinannya ada kesalahan. Ke depan dengan penjabat Bupati Sleman yang baru bisa mendukung pembangunan Sleman lebih maju lagi.