Pelajar Sleman Deklarasikan Anti Politik Uang

Sleman – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman, Rabu (12/8) menggelar sosialisasi pelaksanaan Pemilihan Bupati (Pilbup) Sleman 9 Desember 2015. Sosialisasi itu ditujukan untuk kalangan guru Pendidikan Kewarga-Negaraan (PKN) SMA/MA dan SMK se Kabupaten  dan perwakilan siswa SMA/MA/SMK se Kabupaten Sleman. Bertempat di Kantor Bupati Sleman, para pelajar ini kemudian mendeklarasikan anti politik uang dan siap menjadi agen sosialisasi pelaksanaan Pilbup 2015.

Salah satu pelajar, Novan Julitusta kepada wartawan mengatakan, mereka ini merupakan pelajar yang baru pertama kali  mendapatkan hak pilih. Ia mengemukan, kalangan pelajar sangat mendukung pelaksanaan Pilbup tanpa politik uang.

“Para pelajar ingin Pilbup Sleman bisa menjadi percontohan sebagai Pilbup yang bersih, jujur dan berkualitas,” kata pelajar kelas XI SMK Penerbangan AAG Adisutjipto, Depok, Sleman.

Menurut Novan, untuk menghasilkan pemimpin yang berkualitas, tidak bisa jika calon pemimpin itu naik kalau melalui politik uang. Novan juga mengungkapkan, kalangan generasi muda saat ini berharap pemimpinnya adalah yang tidak korupsi, yang amanah dan yang sanggup memajukan Sleman.

Sebagai bagian dari generasi muda, tambahnya, pelajar harus berani menolak politik uang. Tidak hanya itu, tambahnya kalangan pelajar di Sleman terutama yang akan menjadi pemilih mula ini akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat secara luas.

Sementara Komisioner KPU Sleman Wino Wardhana menjelaskan, para pelajar ini perlu mengetahui secara tepat dan benar tentang Pilbup. Dengan memahami secara tepat dan benar, pelaksanaan Pilbup akan terus membaik dan KPU Sleman bisa meningkatkan partisipasi pemilih.

“Paling tidak seperti pada Pilpres lalu, yang mana tingkat partisipasi pemilih mencapai 80 persen,” katanya.

Sedang Ketua KPU Sleman, Ahmad Shidqi mengatakan, selain pelajar, KPU memandang para Guru PKN memiliki peran strategis untuk menyukseskan pelaksanaan Pilbup Kabupaten Sleman.

Menurut dia, para Guru PKN akan menjadi nara sumber bagi para siswanya yang ingin memahami tentang penggelaran Pemilu termasuk Pilbup.

“Karena itu, Guru PKN harus mendapat pemahaman yang cukup agar bisa memberikan penjelasan kepada para siswanya,” katanya. Karena itu yang diundang bukan Guru Matematika, Fisika atau yang lain.

“Guru PKN-lah yang bersentuhan langsung dengan pengertian Pilbup,” jelas Ahmad Shidqi.

Ahmad Shidqi menambahkan, para Guru PKN ini juga akan menjadi sasaran bertanya ketika berada di sekitar lingkungan tempat tinggalnya. Tanpa bekal pemahaman yang memadai, lanjutya dipastikan tidak akan mampu memberikan penjelasan yang sesuai.

“Harus dipahami pula bahwa Pilkada tidak hanya pada tanggal sembilan Desember 2015. Tetapi ada serangkaian kegiatan yang sudah berjalan sebelumnya dan kegiatan sesudahnya,” katanya.

Sosialisasi ini, katanya lagi juga untuk menjelaskan   tahapan-tahapan yang akan dilalui pada proses penggelaran Pilbup.




Aksi Untuk Sinabung

Sleman – Taman Nasional Gunung Merapi (TMGM) berencana menggelar Peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke 70 berssama pendaki di kawasan Pasar Bubrah pada tengah malam 17 Agustus 2015 serta akan mengajak pendaki melakukan pengumpulan dana untuk korban bencana erupsi Gunung Sinabung.

“Kami akan mengadakan penggalangan dana peduli bencana Sinabung. Para pendaki diajak untuk berpartisipasi,” kata Kasubag Tata Usaha TNGM, Tri Atmojo kepada wartawan, Rabu (12/8).
Selain itu, dalam rangka peringatan HUT RI, TNGM juga mengajak pendaki untuk melakukan bersih-bersih lokasi sekitar gunung. Mereka diminta memungut sampah yang ditemukan di sepanjang rute pendakian. Namun demikian, pendaki diingatkan agar tetap mematuhi aturan bahwa batas akhir hanya sampai di Pasar Bubrah. Untuk pengawasan pendakian, TNGM bekerjasama dengan SAR DIY, SAR Klaten, PMI Boyolali, dan Barameru SAR Boyolali.
“Peringatan 17 Agustus biasanya banyak warga yang melakukan pendakian. Kami nilai ini momentum yang tepat untuk meningkatkan kesadaran sekaligus edukasi kepada pendaki agar mematuhi aturan,” kata Tri.
Dalam pengamanan nanti, pihaknya juga akan bekerjasama dengan instansi lainnya. Diantaranya seperti Barameru SAR Boyolali, SAR Klaten, SAR DIY, serta PMI Boyolali. Ditegaskan, jalur pendakian resmi hanya melalui pos Selo di Boyolali. Untuk event tertentu seperti peringatan HUT RI, kuota pendaki dibatasi sebanyak orang. Dia menambahkan, sampai saat ini jalur pendakian Merapi masih normal, meski pada Selasa (11/8) ada peristiwa guguran material vulkanik di lereng Merapi sisi barat laut.
“Pendakian tetap dibuka seperti biasa. Guguran kemarin cuma kecil, dan tidak berada di jalur pendakian,” terangnya.
Terpisah, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogja, I Gusti Made Agung Nandaka menegaskan, rekomendasi pendakian Merapi tidak berubah yakni hanya sampai Pasar Bubrah. Pihaknya juga siap menerjunkan petugas untuk memantau pendaki yang biasanya jumlahnya melonjak saat peringatan HUT RI.



Kekeringan di Sleman Belum Mengkhawatirkan

Sleman – Meski kekeringan di Kabupaten Sleman sudah termasuk kategori ekstrim akibat dampak El Nino, namun kekeringan di wilayah Kabupaten Sleman belum sampai mengkhawatirkan baik untuk sektor air bersih maupun sektor pertanian dan perikanan.

“Kekeringan di wilayah Sleman sampai saat ini memang belum sampai tahap yang mengkhawatirkan. Kebutuhan air bersih maupun air untuk pertanian dan perikanan masih dapat diupayakan meskipun tidak melimpah,” kata Kepala Dinas Sumber Daya Air, Energi dan Mineral (SDAEM) Kabupaten Sleman, Ir Sapto Winarno kepada wartawan di Sleman, Rabu (12/8).

Dikatakan Sapto memang ada fenomena yang cukup aneh di sumber air “Umbul Wadon” di hulu Sungai Kuning di Umbulharjo Kecamatan Cangkringan yang debitnya justru meningkat pada musim kemarau ini.

“Memang ada peningkatan debit air di `Umbul Wadon`, pada Mei lalu debit air hanya 300 meter kubik per detik, namun saat kami lakukan pemantauan pada 5 Agustus, debit air justru meningkat menjadi 557 meter kubik per detik,” kata Sapto.

Menurut Sapto, dengan kondisi peningkatan debit air “Umbul Wadon” ini maka diharapkan pasokan air bersih untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sleman tidak mengalami masalah.

Dengan terpenuhinya air pasokan untuk PDAM Sleman ini maka diharapkan distribusi air bersih kepada pelanggan juga tidak terganggu dan tetap lancar. Sapto mengatakan, sedangkan untuk 27 lokasi sumber air lainnya saat ini masih dalam kondisi normal dan belum mengalami penurunan debit yang signifikan.

Dengan kondisi seperti ini maka diharapkan, 27 sumber air tersebut tetap dapat dimanfaatkan untuk irigasi pertanian masyarakat. Sedangkan sejumlah embung saat ini juga masih dalam kondisi normal di atas batas minimum.

Sapto menambahkan mengingat dampak El Nino mengakibatkan kemarau panjang, maka diharapkan masyarakat untuk membatasi penggunaan air, terutama untuk sektor pertanian dan perikanan.

“Sektor pertanian dapat menerapkan pola tanam yang minim air seperti beralih menanam palawija dulu, begitu juga sektor perikanan juga harus membatasi penggunaan air dan mengganti budi daya ikan yang tidak banyak membutuhkan pergantian air, semisal budidaya lele atau nila,” tutur Sapto.