Pemkab Selalu Dukung Program Perikanan Sleman

Sleman – Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman selalu berupaya untuk memberikan dukungan dalam pelaksanaan program dan kegiatan di bidang perikanan.
Seperti dukungan dalam bentuk alokasi anggaran dari Pemkab Sleman, selain itu dukungan alokasi anggaran juga dikucurkan oleh Pemerintah Pusat melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kemernterian Kelautan dan Perikanan.
Untuk program Pengelolaan Sumberdaya perikanan dimana salah satu kegiatannya adalah percontohan budidaya ikan dengan padi/mina padi dan percontohan budidaya nila.
Menurut Gatot, pengelolaan kawasan perikanan dengan pengembangan budidaya perikanan dan pembinaan petani ikan di Sleman selama ini dilakukan dengan sistem kelompok, dimana dengan sistem tersebut diharapkan pelaksanaan transfer pengetahunan dan transfer teknologi dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien.
“Tingginya animo masyarakat di Kabupaten Sleman untuk ikut serta dalam kelompok pengelola perikanan, dapat dilihat dari peningkatan yang terjadi, tercatat hingga saat ini terdapat 552 kelompok,” kata Gatot ketika menghadiri acara Temu Lapang Petani di Pokdapan Mina Murakabi Cibuk Kidul Desa Margoluwih Kecamatan Seyegan Sleman, Kamis (13/8).
Temu lapang petani ikan ini untuk melihat percontohan mina padi ikan nila dan panen ikan serta upacara wiwit sebelum panen padi. Hadir pada acara tersebut Kadinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Sleman Ir Widi Sutikno, Camat Seyegan, Kades dan Muspika Kecamatan Seyegan.
Dikatakan Gatot dengan meningkatnya kelompok pengelola perikanan membuat produksi perikanan di Kabupaten Sleman juga meningkat, yakni pada tahun 2013 sebesar ton meningkat menjadi ton di tahun 2014. Diungkapkan Gatot, menurut data yang ada, tercatat pada tahun 2014 sektor pertanian menyerap tenaga kerja terbanyak yaitu mencapai 23,56% dari jumlah penduduk Sleman yang mencapai jiwa.
Sektor pertanian juga menjadi penyumbang PDRB primer terbesar di Kabupaten Sleman yaitu sebesar 12,59% pada tahun 2014, hal ini didukung dengan luas lahan pertanian di Kabupaten Sleman yang mencapai ha, dimana didalamnya termasuk areal perikanan seluas 874,85 ha atau sebesar 3,9 %.
Besarnya potensi di sektor perikanan Kabupaten Sleman juga dapat terlihat dari peningkatan benih ikan yang dihasilkan yakni sebesar ekor di tahun 2014, sehingga Sleman mampu menyumbang 80% dari kebutuhan benih ikan di Daerah Istimewa Yogyakarta dan 55% untuk kebutuhan konsumsi di DIY.
Sementara Kelompok Mina Murakabi, Timbul Prasetyo mengatakan bahwa lahan pertanian dengan luas M2 akan menghasilkan gabah/padi 8-9 kwital gabah dan ditaburi benih ikan nila 6,5 kg akan mengasilkan panen ikan nila sebesar 5 kwintal (0.5 ton) dengan demikian langkah para petani yang mempunyai lahan dan cukup air irigasi.
Dengan tambah modal sedikit untuk bibit ikan dan pakan (tanam padi dan dipelihara bibit nila), namun juga diberikan makan berupa pelet dan pupuk sesuai dengan takaran, pola mina padi ikan ini memberikan nilai tambah penghasilan bagi para petani, karena pada saat ini pasar untuk ikan nila banyak diminati oleh masyarakat.