Sendratari Ramayana Semarakkan HUT RI Ke 70

sendratari ramayanaSleman – Sambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke 70, PT. Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, & Ratu Boko gelar pentas Sendratari Ramayana di Open Theater Ramayana Ballet Candi Prambanan, Senin (17/8). Pagelaran Sendratari Ramayana kali ini merupakan kegiatan dari PT TWC Borobudur , Prambanan, & Ratu Boko dan sesuai himbauan Kementrian BUMN guna berpartisipasi aktif mewujudkan “BUMN Hadir Untuk Negeri”.

Dalam rangka menyukseskan kegiatan Bumn Hadir Untuk Negeri, PT TWC Prambanan memberikan sebanyak tiket gratis pementasan Sendratari Ramayanan kepada pengunjung. Sendratari Ramayana pada tanggal 17 Agustus 2015 dipersembahkan untuk masyarakat agar bisa menikmati kebudayaan Indonesia yang adi luhung.

Selain itu, PT TWC  Borobudur, Prambanan, & Ratu Boko juga memberikan tiket gratis masuk candi bagi pemilik kartu Veteran, potongan harga khusus rombongan pelajar (HTM Rp. 5000/anak), dan potongan harga khusus 30% makan di Manohara Resto kecuali menu paket hemat, breakfast dan coffee break selama periode 17 Agustus – 17 Semptember 2015.

PT TWC Borobudur, Prambanan, & Ratu Boko adalah Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dalam usaha pengelolaan obyek wisata candi, berdiri pada tanggal 15 Juli 1980 berdasarkan akte Notaris Soeleman Ardjasasmita, SH Nomor 19. Visi PT TWC Borobudur, Prambanan, & Candi Borobudur menjadi perusahaan yang unggul dalam pengelolaan taman dan lingkungan cagar budaya sebagai upaya pelestarian warisan budaya bangsa.

Sedangkan Misi PT TWC Borobudur, Prambanan, & Ratu Boko adalah mengelola taman dan lingkungan sekitar Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko dalam upaya pelestaruan warisan budaya bangsa, mengkomunikasikan nilai – nilai luhur cagar budaya dengan menyediakan pelayanan wisata budaya yang berkualitas, mendukung pemberdayaan masyarakat lokal sebagai upaya pelestarian dan pengembangan perekonomian, meningkatkan nilai perusahaan secara berkelanjutan.

Di hari kemerdekaan sekaligus bertepatan dengan usia perusahaan PT TWC Borobudur, Prambanan, & Ratu Boko ke 35, diharapkan bisa menjadi agenda rutin sehingga BUMN dapat terus eksis ditengah – tengah lingkungan masyarakat.




Detik – Detik Proklamasi di Denggung

DSC_1810bernasSleman – Upacara Detik Detik Proklamasi Pengambilan Bendera Pusaka Sang Merah Putih di Pendopo Parasamya Sleman menandai dimulainya Upacara Detik Detik Proklamasi dan pengibaran bendera dalam rangka Peringatan HUT ke 69 Proklamasi Kemerdekaan RI di Kabupaten Sleman yang dilaksanakan di Lapangan Denggung, Senin, (17/8).

Bendera Pusaka diserahkan oleh Sekda Sleman dr Sunartono MKes dan diterima oleh Anggota Paskibraka, yang kemudian dibawa ke Lapangan Denggung untuk juga dibacakan Surat Keputusan penentuan petugas yakni kelompok Angkasa yang bertugas pagi hari dengan komandan kelompok Maxzara Dolly Matungga SMA N Pakem, pembawa baki Cynthia Atika Dewi  SMAN I Kalasan, dan pengiring baki Felecia Ratri Prameswari S.

Untuk Perentang bendera L Herwin Etby S, SMAN I Mlati, pengerek bendera Ahmad Priawan SMA Angkasa. Sementara untuk kelompok Dirgantara yang bertugas sore hari dengan komandan kelompok Benediktus Jati K SMA N I Mlati dan pembawa baki Eksanti Wahyu Sri Widayati SMKN I Depok dan pengiring baki Sabila Yasaroh, pelipat bendera Naufal Hanif Andira SMA N I Kalasan dan pengerek bendera Bagas Priyo Nugroho SMA N 2 Sleman.

Bertindak sebagai Komandan Pasukan yakni Kapten CHB Rejo Mulya Danramil Tempel. Dalam upacara yang berlangsung dengan hikmat tersebut Penjabat Bupati Sleman Ir Gatot Saptadi, menjadi Inspektur Upacara. Tepat pukul WIB bunyi sirine meraung-raung menandai upacara detik-detik Proklamasi dilanjutkan dengan pembacaan teks proklamasi oleh Ketua DPRD Sleman Haris Sugiarto. Kemudian dilanjutkan pengibaran Bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Kabupaten Sleman.

Upacara diikuti oleh pasukan dari berbagai unsur diantaranya dari pasukan PNS, TNI Polri,  pelajar SLTP dan SLTA, karyawan perusahaan, organisasi dan lainnya. Nampak hadir di kursi tamu undangan Unsur pimpinan Daerah, Sekda, Assekda, Unsur  anggota DPRD dan pejabat Sleman, mantan Bupati Sleman yang hadir 2 orang yakni Drs H Samirin beserta isteri dan mantan Wakil Bupati Sleman H Zaelani SPd MPDI dan para Veteran.

Untuk sore harinya dilaksanakan aubade dan bertindak selaku Irup Kapolres diawali dengan parade penampilan Paduan Suara lagu-lagu perjuangan, pentas biola dan Drumband  SD Al Azhar dan drama kolosal dari MAN 3 Sleman.




157 Napi Terima Remisi 17 Agustus

Sleman – Penjabat Bupati Sleman Ir Gatot Saptadi bersama unsur Pimpinan Daerah dan pejabat Sleman, seusai upacara peringatan detik-detik Proklamasi 1945 di lapangan Denggung, memberikan remisi kepada warga binaan lembaga pemasyarakatan Narkotika kelas IIA Jogja dan  Lapas Kelas  IIB Cebongan Sleman secara simbolis, Senin (17/8).

Dalam laporannya Kepala Lapas Sleman, Supriyanto mengatakan bahwa Lapas Sleman pada saat ini memiliki warga binaan 303 orang, yang seharusnya kapasitas lapas hanya 163 orang. Napi yang langsung bebas karena mendapat remisi  umum II yakni 8 orang, sementara yang mendapat remisi umum I  132 orang. Sedangkan yang mendapat remisi khusus dasawarsa  sebanyak 17 orang.

Menteri Hukum dan HAM dalam sambutan yang dibacakan Penjabat Bupati Sleman mengatakan pemberian remisi bukanlah suatu bentuk kemudahan bagi warga binaan pemasyarakatan untuk dapat cepat bebas, tetapi merupakan instrumen dan wahana normatif untuk meningkatkan kualitas pembinaan, mendorong motivasi diri.

Sehingga warga binaan mempunyai kesempatan, kesiapan, berdaya adaptasi tinggi dalam proses Reintegrasi Sosial melakukan internalisasi dan implementasi nilai-nilai pembinaan yang diperoleh sebagai modal untuk kembali di lingkungan masyarakat secara tepat dan nyata.

Melalui remisi juga dapat mempercepat proses kembalinya nara pidana dalam kehidupan masarakat, agar narapidana mempunyai kesempatan menginternalisasikan nilai-nilai masyarakat secara tepat. Percepatan kembalinya narapidana dalam kehidupan di masyarakat juga akan memperbaiki kualitas hubungan narapidana dengan keluarganya.

Karena bagaimanapun seorang nara pidana merupakan bagian yang tak terpisahkan dari keluarga. Narapidana mempunyai kewajiban untuk menjalankan perannya sebagai anggota keluarga sehingga akan tercapai tujuan dari sistem pemasyarakatan.




Ribuan Pelanggan PDAM Sleman Terganggu Pengaruh Kemarau

Sleman – Sedikitnya Kepala Keluarga di Kabupaten Sleman  mengalami gangguan layanan Perusahaan Daerah Air Minum terutama yang menggunakan sumber air sumur dalam, akibat kemarau panjang di wilayah Sleman.

“Distribusi air PDAM di beberapa wilayah di Sleman terganggu karena sumbernya mengalami penurunan debit tapi tidak sampai terhenti total. Salah satu solusinya dengan sistem giliran,” kata Direktur PDAM Sleman, Dwi Nurwata, Minggu (17/8).

Menurut dia, berdasarkan pantauan, penyusutan debit air dari sumur dalam, mencapai kisaran 10 hingga 20 persen.

“Kekeringan cukup parah antara lain terjadi di Kecamatan Ngemplak, Ngaglik, Prambanan, Gamping, dan Minggir,” katanya.

Dwi Nurwata mengatakan, pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, salah satunya dengan menyediakan pompa air.

“Pengalaman tahun lalu, bantuan pompa difungsikan selama dua bulan dengan alokasi biaya sekitar Rp 400 juta hingga Rp 500 juta,” katanya.

Sementara Penjabat Bupati Sleman Ir Gatot Saptadi mengatakan, kondisi sumber air sejauh ini masih relatif stabil.

“Sampai saat ini sejumlah sumber air di Sleman masih stabil tapi perlu diwaspadai penurunan debit sumur air dalam,” katanya.

Gatot mengatakan, keseluruhan ada 117 desa di DIY yang masuk kategori potensi kekeringan. Untuk Sleman, terutama di wilayah Kecamatan Prambanan dan sebagian Gamping, namun masih bisa tertangani.