Sumber Air di Sleman Mulai Mengalami Penurunan Debit

Sleman – Sejumlah sumber air yang digunakan sebagai suplai air bersih di wilayah Kabupaten Sleman pada musim kemarau saat ini sudah mulai mengalami penurunan debit. Kondisi tersebut akibat kemarau disertai El Nino yang memasuki puncaknya pada bulan  Agustus ini.

“Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sleman mencatat rata-rata penurunan debit di sumber air bersih sekitar 20 persen dibandingkan sebelum kemarau,” kata Direktur PDAM Sleman, Dwi Nurwata, Selasa (18/8).

Adapun penurunan debit air dari sekitar 280 liter per detik menjadi 250 liter per detik.

“Ada penurunan 30 liter per detiknya jika dibandingkan saat musim hujan lalu,” kata Dwi Nurwata.

Menurut Dwi Nurwata, akibat penurunan debit air tersebut berdampak pada layanan yang terganggu Tercatat layanan yang terdampak sebanyak sambungan yang tersebar di wilayah Kecamatan Ngemplak, Prambanan, Gamping, sebagian Ngaglik, serta Minggir.

“Jumlah sambungan itu setara pelanggan PDAM,” katanya

Kondisi tersebut tidak dapat dihindari lantaran kemarau berlangsung lebih panjang dengan adanya El Nino. Bukan hanya beberapa sumber air alami yang mengalami penurunan debit, kondisi yang sama juga terjadi pada sebagian sumur dalam yang digunakan sebagai perluasan layanan air bersih.

“Meski demikian, kami berusaha mengoptimalkan layanan yang ada,” tambah Dwi Nurwata.

Optimalisasi tersebut dilakukan dengan menggunakan sumber air Umbul Lanang dan Umbul Wadon di wilayah Cangkringan. Hal ini dilakukan karena kondisi kedua umbul tersebut relatif stabil meski pada kemarau panjang Debit Sumber Air di Sleman Turun

“Dinas Sumber Daya Air Energi dan Mineral (SDAEM) telah mencatat ada peningkatan debit untuk Umbul Lanang dan Umbul Wadon. Karena itu dengan sumber tersebut dioptimalkan layanan yang ada. Namun tetap harus bijaksana karena yang memanfaatkan bukan hanya PDAM,” kata Dwi Nurwata.




37 Pompa Sumur Dalam Disiapkan Untuk Atasi Kekeringan

Sleman – Guna membantu mengatasi kekurangan air bersih akibat kekeringan musim kemarau sekarang ini  Dinas Sumber Daya Air Energi Mineral (SDAEM) Sleman telah menyiapkan 37 unit pompa sumur dalam. Pompa tersebut disiapkan di wilayah Kecamatan Ngaglik dan Kalasan.

“Pompa ini dioperasikan untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan. Terutama untuk suplai air bersih,” kata Kepala Dinas SDAEM Sleman, Ir Sapto Winarno, Selasa (18/8).

Menurut Sapto, selain untuk memenuhi kebutuhan air bersih, pompa tersebut dapat diberdayakan untuk membantu pengairan lahan pertanian.

“Selain itu, sejumlah embung dapat dimanfaatkan sebagai pengairan di di sektor pertanian. Kapasitasnya juga masih mencukupi,” kata Sapto.

Selain pertanian, kekeringan juga berdampak pada sektor perikanan. Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Sleman, Ir Widi Sutikno MSi menyampaikan di beberapa sentra produksi ikan, petani sudah melakukan panen dini untuk menekan dampak dari berkurangannya debit air.

“Beberapa petani ikan juga sudah kami minta mengganti komoditasnya. Dari yang biasanya, nila menjadi lele yang tidak banyak membutuhkan air namun tetap menghasilkan,” kata Widi.