Sumur di Ngemplak Keluarkan Gas dan Asap

IMG-20150820-WA000Sleman– Sebuah sumur milik Samsuri dengan alamat Dusun Koripan, Desa Sindumartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman, Rabu (19/8) sekitar pukul WIB mengeluarkan gas dan asap. Ketika warga menyalahkan lilin dan mendekatkan pada sumur tersebut, nyala lilin tersebut semakin membesar.

Warga yang ketakutan sempat menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY. Namun sebelum upaya penanggulangan dilakukan gas dan asap yang sempat keluar selama 20 menit itu mengecil dan akhirnya tidak tampak lagi.

“Gas dan asap keluar sekitar 20 menit. Tapi setelah itu tidak keluar lagi,” ujar seorang petugas dari BPBD Aryanto Steyn, Kamis (20/8).

Tidak ada aroma yang tercium dari sumur yang selama ini masih digunakan untuk kebutuhan sehari-hari tersebut. Namun ketika ada warga yang mencoba membawa lilin yang bernyala dan mendekatkan pada sumur ternyata nyala lilin semakin membesar.

“Tapi kata warga nyala lilin langsung  mati. Sampai saat ini tidak ada lagi gas dan asap yang keluar dari sumur. Kami berharap warga hati-hati dan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan sewaktu-waktu  jika terjadi lagi segera menghubungi kami,” kata Aryanto.




FKY Kabupaten Sleman Dipusatkan di Mlati

IMG_9380Sleman– Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) tingkat Kabupaten Sleman Tahun 2015 akan dilaksanakan pada hari Jumat – Minggu, (21 – 23/8) pukul WIB hingga selesai di sentralkan di Lapangan Sendangadi Jl. Magelang KM 8 Kecamatan Mlati Sleman. Pembukaan acara tersebut akan dilaksanakan Jumat (21/8) pukul WIB.

Setiap malamnya diagendakan gelar seni dari 17 kecamatan se Kabupaten Sleman secara bergiliran. Tema FKY Kabupaten Sleman 2015 sesuai dengan FKY ke 27 Tahun 2015 yaitu “Dandan” yang secara definitif bahasa Jawa memiliki makna “bersolek” dan berbenah. Maknanya tidak hanya sekedar bermain di tataran sajian dan penampilan seni budaya, akan tetapi juga untuk menciptakan kebersamaan dalam format festival dengan melihat seni budaya secara lebih luas dan terbuka.

Demikian dinyatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM di kantornya, Kamis (20/8). Ayu menambahkan FKY Kabupaten Sleman dimaksudkan sebagai media pelestarian, pembinaan, pengembangan dan pemanfaatan seni.

Sebagai rangkaian pendukung FKY bertujuan sebagai salah satu upaya untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya lokal, sebagai media peningkatan kualitas karya seni melalui kreativitas dan inovasi seni serta menggali potensi seniman seniwati muda berbakat dan mendorong kecintaan masyarakat terhadap seni tradisi lokal yang adiluhung.

Sementara itu Kepala Bidang Kesenian Disbudpar Sleman, Edy Winarya SSn menyampaikan bahwa rangkaian acara seni budaya cukup banyak untuk menghibur masyarakat dan wisatawan.

Jumat 21 Agustus 2015 pukul – dipentaskan Kesenian Jathilan “Arum Melati” dari Glondhong Sendangadi Mlati di Lapangan Sendangadi Mlati, dan pada tanggal yang sama pukul – Kesenian Jathilan “Beksa Among Mudo” dari Mriyan Margomulyo Seyegan di Lapangan Denggung Sleman (lokasi finish pawai seni).

Pembukaan secara resmi dilaksanakan Jumat 21 Agustus 2015 pukul WIB di  Lapangan Sendangadi Mlati dengan diawali gending-gending Soran dan beberapa tarian pembuka dan tarian inti dilanjutkan dengan pawai seni dari 17 kecamatan se Kabupaten Sleman menuju Lapangan Denggung Sleman.

Pada malam harinya mulai pukul hingga WIB di Lapangan Sendangadi Mlati dipentaskan kesenian dari 5 (lima) kecamatan, yaitu Srunthul dari Kecamatan Ngemplak, Mega Ngapak/Kethoprak dari Kecamatan Sleman, Srandul dari Kecamatan Kalasan, Tari/ Angklung dari Kecamatan Moyudan dan Gugur Gunung dari Kecamatan Prambanan.

Pada hari kedua Sabtu 22 Agustus 2015 pukul hingga  WIB di tempat yang sama dipentaskan Kesenian Jathilan Panji Banyu Seta dari Sendowo Sinduadi Mlati, Kesenian Jathilan Hangesti Turonggo Budoyo dari Ngalangan Sardonoharjo Ngaglik dan dilanjutkan dengan kesenian religious, kesenian Kobra Siswo Putro Mudo dari Wonokerto Turi, Kesenian Badui Ria Remaja dari Gerjen Margomulyo Seyegan dan Kesenian Badui Al-Amin dari Maguwoharjo Depok.

Pada malam harinya mulai pukul WIB dipentaskan Tari Sri Ketan dari Kecamatan Seyegan, Trengganon dari Kecamatan Minggir, Rampak Buto/ Ande-Ande Lumut dari Kecamatan Ngaglik, Sholawat dari Kecamatan Pakem dan Gejog Lesung dari Kecamatan Berbah.

Pada hari ketiga Minggu 23 Agustus 2015 pukul – WIB dipentaskan Kesenian Jathilan “Ngesti Turonggo” dari Kragilan Sinduadi Mlati, Kesenian Jathilan “Timbul Retno” dari Nanggulan Sendangagung Minggir, Kobra Siswo “Sinar Mudo” dari Bibis Lumbungrejo empel, Badui “Satria Tama” dari Kopen Wonokerto Turi, Badui “Alimababa” dari Klawisan Margoagung Seyegan.

Pada malam harinya mulai pukul WIB dipentaskan Edan-Edanan/ Wayang Bocah dari Kecamatan Mlati, Kobrasiswo dari Kecamatan Tempel, Srandul dari Kecamatan Cangkringan, Hadroh dari Kecamatan Depok, Nyai Poleng dari Kecamatan Gamping dan kethoprak dari Kecamatan Godean.




Pemkab Sleman Tindak 9 PNS Indisipliner

DSC_0171 NilaSleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman tidak segan-segan untuk menindak Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tidak disiplin dalam bekerja. Pada tahun 2015 ini sampai bulan Juli tercatat sebanyak 9 PNS Sleman yang mendapatkan sanksi indisipliner. Hukuman diberikan bagi PNS yang bekerja tidak sesuai aturan dan etika. Demikian disampaikan Penjabat Bupati Sleman Ir Gatot Saptadi dalam Gelar Pengawasan Daerah (Larwasda) Kabupaten Sleman di Lantai III Pemkab Sleman, Kamis (20/8).

Menurut Gatot, sanksi yang diberikan kepada 9 PNS tersebut meliputi 2 orang mendapat sanksi ringan, 3 orang mendapat sanksi sedang dan 4 orang mendapat sanksi berat. Sementara itu pada tahun 2014 , terdapat 28 orang PNS di lingkungan Pemkab Sleman yang mendapatkan sanksi indisipliner. Sanksi yang diberikan terdiri dari 15 hukuman ringan, 7 hukuman sedang dan 6 hukuman berat.

“Sanksi yang diberikan tersebut merupakan salah satu bentuk pembinaan, agar jajaran aparat Pemkab Sleman mentaati peraturan,” kata Gatot.

Untuk itu Gatot berharap dengan pemberian sanksi ini akan mendorong terwujudnya birokrasi yang kuat. Gatot mengatakan untuk mewujudkan birokrasi yang kuat dituntut tegaknya aturan. Oleh karena itu dengan pengawasan yang maksimal dan optimal, maka diharapkan akan tegaknya aturan dan etika dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

Gatot menambahkan pelaksanaan larwasda tahun 2015 ini merupakan upaya Pemkab Sleman dalam menciptakan dan menjaga terselenggaranya tata pemerintahan yang baik dan menjadi bagian dari upaya Pemkab Sleman untuk mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian dalam LHP dari BPK. Esensi penyelenggaraan larwasda ini adalah untuk melihat, mengevaluasi dan menjadi media komunikasi antar SKPD, dalam pening­katan kapasitas aparat dan birokrasi, khususnya dibidang pengawasan.

Kegiatan ini juga merupakan upaya strategis untuk menge­tahui hambatan maupun permasalahan yang dihadapi, dalam pelaksanaan manajemen pemerintah­an dan pembangunan. Melalui larwasda, diharapkan mampu mengurangi penyimpangan dan kesalahan serta mampu meningkatkan kinerja pemerintah.

Untuk menanggulangi terjadinya penyimpangan, Gatot mengingatkan kembali pentingnya dlibentuk SOP dan Standard Pelayanan dalam pelaksanaan birokrasi sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Bupati No. 19 Tahun 2013 yang mengatur tentang penyelenggaraan pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman.

Gatot juga berharap agar setiap SKPD mampu mengimplementasikan Perbup 22 Tahun 2013 tentang pedoman penyusunan SOP administrasi pemerintah dan Perbup 23 Tahun 2013 tentang pedoman penyusunan, penetapan dan penerapan Standard Pelayanan di lingkungan Pemkab Sleman. Implementasi aturan-aturan tersebut merupakan bentuk komitmen aparat pemerintah menuju akuntabilitas pemerintahan.




Sleman Layak Diferivikasi Tim Kabupaten Sehat Pusat

DSC_0999bernas Tim saat di TK Budi Mulia 2Sleman – Setelah mempelajari laporan pelaksanaan kegiatan Kabupaten Sehat di Kabupaten Sleman, maka tim merasa bahwa Kabupaten Sleman layak untuk di ferivikasi Tim Kabupaten Sehat Pusat. Hal tersebut disampaikan Edison Siagian selaku ketua Tim Kabupaten Sehat Pusat saat diterima Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi sebelum melakukan ferivikasi ke lapangan, di  Pemkab Sleman, Rabu (19/8)

Tim ferivikasi Kabupaten Sehat Pusat terdiri dari Kementrian Kesehatan dan Kementrian Dalam Negeri. Untuk itu kesempatan ferivikasi ini  digunakan tim untuk mencocokan data yang telah disampaikan dengan kenyataan yang ada di lapangan, apakan benar, apakah lebih baik dari kenyataannya atau sebaliknya.

Karena selama ini terjadi laporan yang disampaikan tentu dibuat dan disusun dengan sebaik-baiknya namun setelah diferivikasi dilapangan hasilnya beda, namun ada pula laporan yang karena waktunya mendesak sehingga tidak bisa dibuat maksimal ternyata di lapangan malah lebih bagus.

Sementara  Gatot Saptadi menyampaikan selama ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus berupaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dengan mencanangkan program dan kegiatan yang dapat mendukung terwujudnya masyarakat Sleman yang sehat.

Beberapa program dan kegiatan yang dilakukan disamping untuk penjaminan kesehatan masyarakat, difokuskan pada peningkatan sarana prasarana pelayanan, pengelolaan sampah serta peningkatan peran serta dan kemandirian masyarakat. Namun tidaklah cukup keinginan mewujudkan masyarakat Sleman sehat jika tidak didukung dengan  kesadaran dan dukungan masyarakat Sleman sendiri, untuk itu dibutuhkan kesadaran masyarakat akan pola hidup yang sehat.

Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat ini ditempuh dengan cara gerakan masyarakat sehingga pembangunan kesehatan dilaksanakan oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Gatot juga menyampaikan kegiatan ini merupakan kali keempat kunjungan Tim Verifikasi ke Kabupaten Sleman dalam penilaian Kabupaten Sehat.

Pada tahun 2009 lalu Kabupaten Sleman memperoleh Swasti Saba Padapa untuk Kabupaten Sehat klasifikasi pemantapan dengan tatanan yang terpilih yaitu ketahanan pangan dan gizi serta kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri, kemudian pada tahun 2011 Kabupaten Sleman memperoleh Swasti Saba, dengan klasifikasi pembinaan (Wiwerda) untuk 4 tatanan terpilih yaitu ketahanan pangan dan gizi, kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri, kawasan permukiman sarana prasarana sehat dan  kawasan pariwisata sehat.

Pada tahun 2013 Kabupaten Sleman kembali memperoleh Swasti Saba Wiwerda dengan 5  tatanan yang terpilih yaitu kawasan permukiman sarana prasarana sehat, ketahanan pangan dan gizi, kawasan pariwisata sehat, kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri serta kehidupan sosial yang sehat.

Pada tahun 2015 ini Kabupaten Sleman berupaya agar memperoleh Swasti Saba untuk Kabupaten Sehat. Klasifikasi pengembangan (Wistara) dengan mengajukan 7  tatanan yaitu, kawasan permukiman sarana prasarana sehat, kawasan tertib lalu lintas dan transportasi, kawasan pariwisata sehat, kawasan industri dan perkantoran sehat, ketahanan pangan dan gizi, kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri, serta kehidupan sosial yang sehat.

Ketujuh tatanan tersebut masing-masing memiliki program unggulan yang telah dilaksanakan dan telah memenuhi indikator yang telah ditetapkan dalam pedoman penyelenggaraan Kabupaten Sehat, selain itu masing-masing dari tatanan tersebut telah memperoleh penghargaan dari berbagai pihak.

Seperti untuk kawasan permukiman sarana prasarana sehat, Pemkab Sleman memperoleh penghargaan MDG award dalam kategori layanan air bersih dan sanitasi serta penghargaan dalam tatanan lainnya. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan paparan oleh Ketua Forum Kabupaten Sehat Sleman Drs P Suyanto, tentang pelaksanaan Kabupaten Sleman.

Selanjutnya tim melakukan ferivikasi ke lapangan yakni 7 tatanan sebagai program unggulan. Untuk unggulan tatanan lalu lintas tertib dan transportasi dengan program unggulan pelayanan pemeriksaan kendaraan atau kir di Dinas Perhubungan Kominfo dilanjutkan ke ketatanan kehidupan sosial yang sehat dengan lokasi unggulan di TPA An Nur Triharjo Sleman.

Tatanan permukiman sarana dan prasarana sehat dengan lokasi TK Budi Mulia 2 Condongcatur dan pelayanan pos pembinaan terpadu di pasar sehat Sambilegi Depok. Tatanan Industri dan perkantoran sehat yang diunggulkan yakni Khansa snak di Condongcatur Depok yakni industri olahan abon tuna, lele, bakso, nugget dan otak-otak, kemudian tatanan kehidupan masyarakat sehat yang mandiri dengan PIK R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja) Genderang Kecamatan Ngaglik.

Pengelolaan lingkungan permukiman di Nglempong Surodadi Girikerto Turi (pengelolaan sampah mandiri). Untuk tatanan ketahanan pangan dan gizi dengan program unggulan budidaya tanaman hortikultura oleh kelompok masyarakat di dusun Cancangan Wukirsari Cangkringan. Dan yang terakhir tatanan pariwisata sehat dengan unggulan desa wisata Pulesari Wonokerto Turi.