FKY ke 27 Sleman

IMG_1982Sleman– Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) Sleman ke 27 digelar Jumat (21/8) dilapangan Sendangadi Mlati Sleman, dibuka oleh Penjabat Bupati Sleman Ir Gatot Saptadi. Acara dihadiri juga oleh Sekda Sleman, Anggota DPRD Sleman, Kadin Budpar, Camat dan pejabat Sleman lainnya.

Gatot  dalam sambutannya mengatakan penyelenggaraan FKY tingkat Kabupaten Sleman ini merupakan upaya  dalam melestarikan, mengembangkan serta memperkenalkan kesenian yang ada di wilayah Sle­man kepada masyarakat luas. Selain itu penyelenggaraan FKY merupakan salah satu media bagi para seniman untuk menampilkan kreativitasnya.

Sehingga diharapkan kesenian yang ada di Sleman akan mampu bertahan dan berkembang ditengah-tengah gempuran budaya dari manca negara.

“Terlebih, kita akan segera memasuki era Komunitas ASEAN, dimana seluruh bangsa-bangsa ASEAN akan menjadi satu komunitas yang saling terbuka satu sama lain. Tidak hanya terbuka dalam hal akses ekonomi, namun juga terbuka dalam hal akses budaya. Jangan sampai, budaya dan kesenian lokal kita, tenggelam di bawah dominasi budaya dan kesenian asing,” kata Gatot.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu sarana untuk menggali, mengenalkan, memasyarakatkan, dan mengukuhkan budaya dan kesenian Sleman, yang juga merupakan bagian dari ruh keistimewaan Yogyakarta. Dengan demikian, di era Komunitas ASEAN mendatang, budaya dan kesenian kita tetap mampu bertahan bahkan mampu menjadi daya tarik bagi bangsa lain untuk berkunjung ke Kabupaten Sleman.

FKY ini juga dapat dimanfaatkan untuk melakukan refleksi bagi seniman dalam berkesenian, sehingga diharapkan kedepannya para seniman dan pelaku seni akan menghasilkan ide atau konsep berkeseniaan secara lebih baik lagi. Dengan terlibatnya semua seniman atau pelaku seni yang ada di Sleman, kegiatan FKY akan menjadi lebih bergema di tengah masyarakat, dengan demikian masyarakat dapat tergerak untuk mengapresiasi kegiatan tersebut dengan datang ke tempat penyelengaraan FKY.

Diharapkan kedepannya FKY dapat terselenggara tidak hanya sebagai event pemerintah, namun dapat menjadi event bersama antara pemerintah, para pelaku seni dan masyarakat. Untuk merealisasikan hal tersebut sudah barang tentu diperlukan kepedulian, dukungan dan keterlibatan dari berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat maupun para pelaku seni itu sendiri.

“Oleh karena itu saya berharap agar para pelaku seni terus berkolaborasi dan menjalin relasi agar FKY menjadi agenda rutin wisata Sleman di masa-masa mendatang dan menjadi ajang pagelaran kekayaan budaya dan  seni warga Sleman,” tutur Gatot.

Penjabat Bupati Sleman membuka FKY dengan memukul gong kemudian menyaksikan kirab kesenian dari 17 kecamatan dari lapangan Sendangadi dan berakhir di lapangan Denggung dan dilanjutkan dengan peninjauan pameran seni dan budaya di seputaran lapangan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman , Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM mengatakan FKY digelar selama 3 hari mulai 21 s/d 23 Agustus digelar siang, sore hingga malam hari. Pada siang dan sore menampilkan potensi seni dan budaya sementara pada malam harinya juga ditampilkan atraksi seni budaya yang dimiliki oleh 17 kecamatan.




Pengawasan Kinerja Pemkab Harus Ditingkatkan

Sleman – Pengawasan terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman harus ditingkatkan. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, dr Sunartono MKes, mengingat penyerapan APBD 2015 sangat rendah. Antara lain, 33 persen dari Rp 2,1 triliun. Begitu pula dengan realisasi fisik yang baru berjalan 44 persen dari keseluruhan rencana pembangunan yang ada.

“Idealnya pembangunan fisik minimal sudah mencapai 50 persen. Tapi ini masih di bawahnya,” tutur Sunartono di Sleman, Jumat (21/8).

Sunartono juga menuturkan, ada keganjilan pada pengajuan RAPBD Perubahan. Di mana serapan APBD rendah, namun sejumlah SKPD mengajukan anggaran yang lebih besar dari sebelumnya. Padahal seharusnya dengan rendahnya penyerapan, anggaran di setiap SKPD harus dikurangi.

“Saya minta BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) lebih konsern mengawasi hal ini. Kalau ada yang minta anggaran perubahan lebih tinggi, tapi penyerapannya rendah, tolong jangan diloloskan,” kata Sunartono.

Sunartono bahkan meminta BPKAD untuk mencurigai hal tersebut dan melaporkannya pada Inspektorat Sleman. Ia kemudian melanjutkan, agar para Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak merasa risih dengan pengawasan yang diselenggarakan. Sebab menurutnya pengawasan memiliki tiga tujuan yang bermanfaat bagi penyelenggara pemerintahan.

Pertama, untuk mencegah penyimpangan. Kedua, pengawasan berperan sebagai tameng untuk mempertahankan pemerintahan. Di antaranya dengan penyesuaian timeline antara rencana dan aplikasi di lapangan. Ketiga, sebagai pendorong bagi pemerintah untuk meningkatkan kinerja lebih baik.




Sleman Fashion Festival 2015 Terbuka untuk Umum dan Gratis

Sleman – Sleman Fashion Festival 2015 digelar tanggal mulai tanggal 22 – 26 Agustus 2015. Event ini diselenggarakan pertama kalinya oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Ikatan Dimas Diajeng Sleman (IDDS) dan PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko, Jumat (21/8).

Menurut Ayu, gelaran event ini dimaksudkan untuk mempromosikan potensi wisata dan produk ekonomi kreatif khususnya karya batik. Mengingat potensi pekerja ekonomi kreatif khususnya bidang fashion saat ini berkembang sangat pesat. Oleh karenanya perlu adanya wahana untuk memberikan ruang gerak yang seluas-luasnya kepada pelaku fashion untuk terus menciptakan dan mengembangkan produk yang tidak kalah dari segi mode maupun kualitas dengan produk brand kenamaan luar negeri.

“Secara khusus Sleman Fashion Festival 2015 juga dirancang untuk memperkenalkan Batik Sinom Parijotho, batik khas Sleman yang terinspirasi dari tanaman Parijotho yang tumbuh di dearah pegunungan di kawasan lereng Merapi,” kata Ayu.

Ketua panitia Sleman Fashion Festival 2015, Wurandika menambahkan semua rangkaian Sleman Fashion Festival 2015 ini terbuka untuk umum dan tanpa dipungut biaya kecuali untuk mengikuti lomba foto on the spot.

Adapun rangkaian kegiatan tersebut meliputi Bazar Sleman Fashion Festival 2015 pada tanggal 22 – 23 Agustus 2015 Jam – WIB di Pelataran Kinara Kinari Prambanan Resto, Bazar Produk Kreatif Sleman 26 – 30 Agustus 2015 Jam – WIB di Jogja City Mall (Hall Timur – Barat Ground Floor).

Selain itu puncak acara Malam Runway Sleman Fashion Festival 2015 dan Penganugerahan Sleman Creative Award 2015 pada tanggal 23 Agustus 2015 jam – WIB di Kinara Kinari Prambanan Resto. Bersamaan dengan puncak acara ini juga diselenggarakan lomba foto on the spot untuk umum dengan biaya pendaftaran karya.

Sedangkan Seminar Sleman Fashion Festival 2015 “Memperkenalkan Pewarnaan Batik Alami” 26 Agustus 2015 pukul WIB – selesai di Jogja City Mall (Hall Timur – Barat Ground Floor) menampilkan narasumber praktisi fashion Lia Mustapa dan ahli pewarna alam Dr Edia Rahayuningsih MS. Seminar ini juga terbuka untuk umum dan gratis.




Sleman Terima Penghargaan Kearsipan Tingkat Nasional

Sleman – Di Hari Ulang Tahun RI ke 70, Pemerintah Daerah (Pemkab) Sleman kembali menerima penghargaan berupa Anugerah Kearsipan Tingkat Nasional, tidak tanggung-tanggung sebagai juara I dan berhak mengikuti Upacara HUT RI di Istana Negara dan beramah tamah dengan Presiden RI Joko Widodo di Istana Bogor.

Demikian disampaikan Kabag Humas Sleman, Drs Sri Winarti dikantornya, Jumat (21/8). Menurut Sri Winarti, penyerahan penghargaan itu sendiri dilakukan di Kantor Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) pada tanggal  17 Agustus 2015 dan diserahkan langsung oleh Kepala ANRI Dr Mustari Irawan dan diterima langsung Kepala Kantor Arsip Daerah Sleman, Retno Susiati SH MM.

“Penyerahan penghargaan arsiparis dan pengelola arsip teladan tingkat nasional tersebut sebagai salah satu wujut peran serta ANRI dalam memberikan pembinaan terhadap SDM di bidang kearsipan,” kata Sri Winarti.

Yang jelas lanjutnyan  prestasi yang diraih Kepala Kantor Arsip Daerah Kabupaten Sleman memperoleh penghargaan tersebut tidak lepas dari peran Kantor Arsip dalam mengembangkan inovasi kearsipan dan pembinaan yang dilakukan terhadap lembaga/SKPD baik swasta maupun pemerintah.

Sementara Retno Susiati ketika dijumpai dikantornya, Jumat (21/8) menyampaikan bahwa prestasi tersebut tidak lepas dari peran semua pihak dalam pengelolaan arsip, terlebih Kantor Arsip Daerah dengan pengembangan dan inovasi yang dilakukan bukan saja terhadap internal kantor arsip saja, namun juga pengembangan dan pembinaan selalu dilakukan terhadap SKPD yang lain.

Sedang instrumen dalam penilaian  LKD (Lembaga Kearsipan Daerah)  tahun 2015 tersebut antara lain penerapan kebijakan dalam penyelenggaraan kearsipan daerah, kebijakan dalam bidang pengembangan SDM kearsipan, kebijakan dalam bidang sarana prasarana, kebijakan dalam bidang anggaran, dan pembentukan lembaga kearsipan daerah.

Disampaikan Retno Susiati bahwa arah kedepan yang akan dilakukan Kantor Arsip Daerah dalam mewujutkan tata kelola arsip yang baik antara lain terus menerus meningkatkan tata kelola dengan berbagai inovasi di Kabupaten Sleman, melengkapi regulasi kearsipan yang telah ada ,  meningkatkan pembinaan kearsipan terhadap SKPD/ lembaga, mengenalkan khasanah arsip dan penelusuran arsip, meningkatkan  kualitas SDM kearsipan, meningkatkan sarana dan parasarana kearsipan, menjalin kerjasama dengan masyarakat, dan lainnya.