KPU Tetapkan Dua Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sleman

Sleman – Setelah melalui proses tahapan Pemilihan Bupati (Pilbup), Komisi Pemilihan Umum  (KPU) Sleman telah  menetapkan 2 pasangan bakal calon (balon) Bupati dan Wakil Bupati Sleman yang sebelumnya telah mendaftar ke KPU dinyatakan lolos dan ditetapkan sebagai calon untuk maju dalam Pilbup Sleman pada bulan Desember 2015 mendatang.

Penetapan calon Bupati dan Wakil Bupati tersebut dilakukan oleh Ketua KPU Sleman, Ahmad Shidqi disaksikan jajaran KPU dan dari perwakilan calon dikantor KPU Sleman, Senin (24/8). Kedua pasangan yang ditetapkan sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Sleman dan berhak mengikuti Pilbup 9 Desember mendatang adalah pasangan Yuni Satia Rahayu SS MHum dan Danang Wicaksono Sulistyo SE dengan pasangan Drs H Sri Purnomo MSI dan Dra Sri Muslimatun.

Sementara Ahmad Shidqi menyatakan setelah diumumkan  pasangan calon Bupati/Wakil Bupati  jika masih ada pasangan calon tetap yang kurang administrasinya, bisa dilengkapi selama enam puluh hari berikutnya.

“Masih ada enam puluh hari waktu untuk melengkapi berkas administrasi,” kata Ahmad Shidqi. Namun, jika hingga batas waktu itu masih ada syarat yang tidak dilengkapi maka calon itu gagal.

Menurut Ahmad Shidqi, kedua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sleman tersebut sudah memenuhi persyaratan. Hanya untuk calon Wakil Bupati Sri Muslimatun masih harus memenuhi persyaratan yaitu harus melengkapi dengan menyerahkan SK Pemberhentian sebagai anggota DPRD Sleman dari PDI Perjuangan, karena itu Sri Muslimatun diberi waktu hingga 60 hari setelah ditetapkan sebagai calon.




Kemarau Panjang, Anggrek Merapi Diinfus

Sleman – Kemarau panjang yang melanda wilayah Sleman sekitar dua bulan terakhir, turut berimbas terhadap budidaya anggrek Vanda Tri Color.  Untuk menjaga kelangsungan hidup tanaman endemik Merapi ini, petani memberikan infus air yang diambil dari Bukit Turgo. Penginfusan anggrek ini dilakukan sejak satu bulan terakhir, dan hasilnya cukup efektif.

“Airnya, langsung diambil dari mata air berjarak tiga kilometer dari sini, dan sudah terhubung pipa. Jadi tidak perlu naik-turun untuk mengambil air,” kata Musimin (45), salah satu pembudidaya anggrek asal Dusun Turgo, Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman, Selasa (24/8).

Infus anggrek ini membutuhkan air sebanyak lima liter per minggu. Sampai saat ini sudah ada sekitar 23 tanaman anggrek Merapi yang diadopsi oleh penduduk. Dia menyarankan kepada masyarakat yang ingin mengadopsi anggrek Vanda Tri Color agar menunggu musim hujan tiba.