Yuni nomor 1, Sri Purnomo nomor 2

DSC_1906undianSleman – Setelah sehari sebelumnya, Senin (24/8) dibacakan pengesahan 2 pasangan balon Bupati dan Wakil Bupati Sleman, maka dilanjutkan dengan pengundian nomor urut peserta, Selasa (25/8) bertempat di Auditorium Monumen Jogja Kembali. Acara pengundian nomor urut peserta dilakukan dalam rapat paripurna terbuka KPU Sleman yang di hadiri 4 komisioner KPU Sleman karena salah satunya sedang sakit dan di rawat di RS Sarjito.

Ketua KPU Sleman Ahmad Shidqi STh.I, MHum membuka sidang dan membacakan tata tertib bahwa sebelum mengambil nomor undian calon Wakil Bupati mengambil bola bernomor yang mendapat nomor besar berhak mengambil nomor undian terlebih dahulu dan setelah itu nomor undian diambil oleh Calon Bupati.

Setelah dilakukan pengambilan bola ternyata pasangan Yuni- Danang mendapat nomor besar sehingga berhak mengambil nomor undian terlebih dahulu dan setelah Yuni mengambil undian mendapat nomor urut 1. Sementara Sri Purnomo dan Sri Muslimatun mendapat nomor urut 2. Nomor urut peserta Pemilihan Bupati (Pilbup) ini menurut Ketua KPU Sleman akan menjadi dasar dalam mencetak surat suara, peraga kampanye dan pelaksanaan kampanye.

Dalam kesempatan ini juga dilakukan ikrar kampanye damai oleh kedua pasangan dan dilakukan penandatanganan ikrar yang disaksikan oleh Penjabat Bupati Sleman, Kapolres Sleman, Ketua Panwas dan Kodim Sleman.

Selanjutnya pasangan calon juga diberi kesempatan menyampaikan pidato politiknya. Yuni mengatakan nomor urut 1 menjadi pertanda baik untuk bisa menang dalam pilkada 9 Desember yang akan datang dan meskipun berbeda-beda tetapi tetap satu. Pasangan ini mempunyai satu tujuan persatuan Indonesia dan menjadi pemersatu warga masyarakat Sleman.

Sementara Sri Purnomo pun akan membawa Sleman dalam melanjutkan prestasi yang telah dicapai dengan prinsip santun yakni mengaajak kerja sama dengan siapapun juga. Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi mengatakan selain pengundian dan penetapan nomor urut juga dilaksanakan Pembacaan dan Penandatanganan Naskah Deklarasi Kampanye Damai.

Hal ini menandakan bahwa seluruh peserta Pilkada 2015 memiliki semangat dan komitmen dalam menyukseskan pelaksanaan Pilkada 2015. Sehingga pemilihan Kepala Daerah harus terlaksana demokratis, jujur dan adil. Sukses tidaknya Pilbup 2015 yang akan datang merupakan tolak ukur dan bagian tak terpisahkan dari upaya Sleman mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

Oleh karena itu untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Pilbup 2015 sangat diperlukan dukungan dari berbagai pihak baik penyelenggara, peserta maupun calon terpilih dan dari para pemilih. Penjabat Bupati juga berharap kepada Cabup dan Cawabup agar mampu memotivasi para pendukungnya untuk bersikap dewasa dan sportif dalam menyikapi hasil pelaksanaan Pilbup.

Menjaga agar dalam masa kampanye nanti jangan terjadi bentrokan antar pendukung kampanye peserta Pilbup 2015 maupun kampanye antar Cabup dan Cawabup di segala level. Gatot  juga mengajak kepada seluruh masyarakat Sleman untuk tetap menjaga persatuan, kerukunan, dan harmoni dan menggunakan hak pilih sebijaksana mungkin.




Ekskavasi Situs Karangbajang Dihentikan

Sleman – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BCPB) DIY akan menghentikan ekskavasi situs Karangbajang di Desa Tlogoadi, Kecamatan Mlati, Sleman. Pasalnya sampai hari ke tujuh proses penggalian tetap tidak membuahkan hasil yang signifikan.

Ekskavasi awal ini dilaksanakan sejak Senin (10/8), dan berakhir pada Rabu (19/8). Dengan dihentikannya ekskavasi, tim BPCB selanjutnya akan menutup lubang bekas galian. Total, ada 23 lubang yang digali dengan ukuran masing-masing 2 x 2 meter. Namun dari 23 kotak yang dianalisis, hanya tiga yang berisi temuan berupa batuan diduga bagian talud candi,

“Sampai hari terakhir, kami tidak memperoleh temuan yang signifikan jadi ekskavasi diputuskan untuk dihentikan,” kata Ketua Kelompok Kerja Perlindungan BPCB DIY Muhammad Taufik, kemarin.

Lokasi penggalian ini terletak di lahan milik salah satu warga. Total luasannya diperkirakan berukuran 36×36 meter, namun tidak semuanya digali hanya titik-titik yang diduga terdapat benda cagar budaya saja. Namun meski sudah menggali sampai 23 titik, belum juga diperoleh temuan cagar budaya yang dinilai layak.

“Kalau ada laporan dari warga, kami upayakan tindak lanjut ekskavasi dengan beberapa pertimbangan. Karena tugas BPCB adalah melakukan penyelamatan,” kata Taufik.

Sebenarnya, pihak BPCB merencanakan ekskavasi di dua lokasi. Selain lahan pemukiman warga yang sekarang digali, pihaknya juga berencana melakukan ekskavasi di tengah areal persawahan Karangbajang. Sebab, di lokasi ini pernah ditemukan ambang pintu candi.

“Rencananya, ekskavasi kedua bulan Oktober nanti. Sementara masih menargetkan situs Karangbajang yang di areal sawah, tapi itu jika diizinkan oleh pemilik lahan,” kata Taufik.

Saat ini, BPCB masih menunggu laporan temuan situs dari masyarakat. Meski sudah ada beberapa laporan yang masuk, namun situs tersebut dirasa tidak layak untuk dilakukan ekskavasi.***