Kenaikan Kedelai Tak Pengaruhi Tempe Secara Signifikan
Sleman – Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi (Disperindakop) Sleman, Drs Pustopo menyampaikan kenaikan harga kedelai impor tidak mempengaruhi harga tempe secara signifikan. Sebab di Sleman sendiri sempat terjadi penurunan harga kedelai. Sehingga kenaikan saat ini tidak begitu terasa memberatkan.
“Beberapa bulan lalu kan sudah pernah Rp sampai Rp , lalu turun jadi Rp . Sekarang kan naik sedikit, jadi tidak terlalu terasa dampaknya,” kata Pustopo , Rabu (26/8).
Pustopo menilai harga kedelai dan tempe saat ini masih stabil, meskipun para perajin mulai berinisiatif mengurangi ukurannya. Hingga sekarang Disperindakop masih memantau kondisi perindustrian tempe. Jika memang terjadi hambatan produksi karena kenaikan harga kedelai impor akibat melemahnya nilai rupiah, Pemkab Sleman akan segera melaporkannya pada pemerintah Provinsi DIY.
Pustopo menyampaikan, sebelumnya Disperindakop sempat mengadakan operasi pasar (OP) saat harga kedelai sedang tinggi-tingginya. Namun saat ini kebijakan tersebut belum bisa dilaksanakan.
“Sekarang masih normal jadi belum perlu OP. Yang penting persediaannya di pasaran masih aman,” katanya.
Sementara itu, salah satu perajin tempe di Dusun Krajan, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Arifin Saputra (42) mengaku sudah merasakan dampak kenaikan harga kedelai impor. Saat ini, harga kedelai berada di kisaran per kg dari sebelumnya per kg.
“Meskipun baru naik Rp 400, ukurannya mulai kita kurangi sedikit saja,” tuturnya.
Menurut Arifin kenaikan harga kedelai terjadi sejak Jumat pekan lalu. Meski begitu pasokan kedelai dan tempe tetap tersedia. Perajin pun tidak menaikan harga tempe. Hingga saat ini kedelai impor masih menjadi pilihan utama bahan baku tempe. Karena ukurannya yang lebih besar. Kualitas kedelai lokal pun sebenarnya bagus. Namun persediaannya sedikit.
“Kalau pemerintah bisa merangkul petani kedelai, kita pasti bisa menghasilkan ribuan ton per hari,” ujar Arifin.
Ia mengungkapkan perajin tempe baru kelimpungan jika harga kedelai mencapai Rp per Kg. Kalau sudah begitu terpaksa perajin harus menaikan harga tempe.
