Kesbang Gelar Silaturahmi Penyelenggara Pilbup

IMG_0638Sleman – Dalam rangka mendukung sukses Pemelihan Bupati (Pilbup) tahun 2015 di Kabupaten Sleman, serta antisipasi konflik sosial, Kantor Kesatuan Bangsa (Kesbang) Sleman mengadakan forum silaturahmi Forum Pimpinan Daerah dengan para penyelenggara Pilbup, jajaran aparat keamanan dan ormas.

Menurut Kepala Kantor Kesbang, Drs Ardani, acara ini dikemas dalam bentuk pengarahan dari Kapolres Sleman yang menyampaikan materi peran masyarakat dalam menciptakan kamtibmas yang kondusif menjelang Pilbup/Wabub.

Dandim Sleman menyampaikan materi Deteksi dan cegah dini potensi ancaman Pilbup/wabub, Ketua KPU  Ahmad Shidqi dengan materi tahapan dan permasalahan aktual Pilbup/Wabup Sleman, dan Ketua Panwaslu menyampaikan materi pengawasan Pilbub/Wabup menuju demokrasi yang bermartabat.

Yang diundang dalam acara ini personil dari Polres Sleman, Kodim Sleman, Danramil, Kapolsek, Camat, Ketua PPK di 17 Kecamatan, Ketua Panwascam di 17 Kecamatan, PPS di 86 desa, parpol, tokoh masyarakat, tokoh agama, Forum Kemitraan Masyarakat, Organisasi Pemuda dan Desk Pilkada DIY.

Sementara itu Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi mengatakan pada akhir tahun 2015 ini, masyarakat Kabupaten Sleman memiliki agenda besar dalam tahap demokrasi yakni Pemilihan Kepala Daerah. Sehubungan dengan hal tersebut banyak hal yang harus dipersiapkan terkait dengan komitmen untuk menyelenggarakan Pilbup yang jujur dan bersih.

Kesuksesan dan kelancaran pelaksanaan Pilbup 2015 merupakan penentu kesinambungan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Sleman ke depan. Keberhasilan penyelenggaraan Pilbup 2015 tidak hanya diindikasikan dengan seberapa besar warga yang punya hak pilih dapat menggunakan hak suaranya saja.

Keberhasilan Pilbup juga diindikasikan dengan pelaksanaanya yang lancar dan tertib, serta situasi dan kondisi yang tetap kondusif, aman dan nyaman, di semua tahapan Pilbup 2015 ini.

Kegiatan Forum Silaturahmi Pemerintah Daerah, Pimpinan Parpol,  Ormas, OKP, LSM, Tokoh  Agama Dan Tokoh Masyarakat Kabupaten Sleman   merupakan sarana diskusi dan silaturahmi  yang mengedepankan peningkatan partisipasi semua unsur pimpinan  dalam menjaga dan meningkatkan ketertiban, kenyamanan dan keamanan menuju Kabupaten Sleman yang lebih kondusif terutama menjelang diadakannya Pilbup 2015.

Gatot menekankan untuk menyelenggarakan Pilbup sesuai dengan asas-asas Demokrasi Pancasila. Pemilihan Kepala Daerah harus diselenggarakan dengan baik sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku dan menjunjung tinggi nilai kejujuran, adil, bersih dan tanpa ada paksaan dari oknum-oknum tertentu.

Kondisi keamanan dan ketertiban di DIY termasuk wilayah Sleman menjadi barometer keamanan dan ketertiban Nasional. Oleh karena itu, Pilbup sebagai awal demokrasi rakyat kita selenggarakan sebaik-baiknya dan memiliki keistimewaan.

“Kita  tunjukan bahwa kita sebagai masyarakat DIY memiliki kesadaran politik dan melaksanakannya sesuai  demokrasi  Pancasila. Marilah kita tampilkan pelaksanaan  pemilihan Kades yang memperlihatkan kecerdasan calon yang dipilih dan yang memilih,” kata Gatot.




Polres Sleman Petakan Titik Rawan Kampanye Pilbup

Sleman – Kepolisian Resort Sleman memetakan sejumlah titik rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat saat pelaksanaan kampanye Pemilihan Bupati (Pilbup) Sleman khususnya kegiatan yang mengerahkan massa.

“Titik yang dipetakan kerawanan saat kampanye meliputi wilayah Kecamatan Sleman, Gamping, Godean dan wilayah perbatasan Tempel dan Prambanan, termasuk kerawanan adanya mobilisasi masa pendukung dari luar wilayah,” kata Kapolres Sleman AKBP Faried Zaulkarnaen, kemarin.

Menurut Faried, tindakan tegas akan dilakukan pada simpatisan pasangan calon yang melanggar seperti larangan pawai/ arakan-arakan, baik helm, kelengkapan kendaraan dan knalpot blombongan.

“Kami akan melakukan razia sebelum kampanye di bengkel tempat memasang/mengganti knalpot blombongan,” katanya.

Ia mengatakan, selain itu pihaknya juga akan melaksanakan cipta kondusif dengan melakukan razia penjualan minuman keras.

“Ada dugaan biasanya ada kebiasaan massa kampanye yang minum minuman keras saat kampanye, yang bisa menimbulkan gesekan,” katanya.

Faried mengatakan, kekuatan personel yang disiapkan jajarannya disesuaikan dengan pentahapan Pilbup.

“Saat kampanye disiapkan 700 personel dibantu dengan aparat keamanan lainnya, saat pemungutan suara melibatkan bantuan dari Polda DIY sebanyak personel dibagi di masing-masing TPS,” katanya.

Ia mengatakan, ancaman setiap tahapan kemungkinan terjadinya gesekan antar pendukung, adanya kampanye hitam maupun perusakan alat peraga kampanye dan serangan fajar untuk mendapatkan suara.

“Kami juga mengupayakan cara bertindak yang efektif dan antisipasi bentrok masa dan bentuk-bentuk pelanggaran Pilbup, lakukan terus langkah-langkah preventif dengan meningkatkan kesadaran berbagai pihak agar tidak melakukan tindakan kekerasan dan melanggar hukum,” katanya.

Koordinasi dengan aparat keamanan lainnya, dan penyelenggara pemilu serta pemangku kepentingan untuk menyelesaikan permasalahan pada Pilbup.

“Yang tidak kalah penting tetap waspadai serangan teror terhadap personel atau markas personel,” katanya.




Darma Wanita Sleman Antusias Kunjungi Destinasi Wisata

Dharma Wanita SlemanSleman – Sebanyak 40 orang anggota Darma Wanita Persatuan Kabupaten Sleman yang dipimpin oleh Nanik Hermawati Sunartono melakukan pengenalan wisata ke berbagai destinasi wisata di Kabupaten Sleman, kemarin. Destinasi yang dikunjungi tersebut adalah UMKM di Huntap Pagerjurang, Desa Wisata Pentingsari, Museum Gunungapi Merapi (MGM) dan Taman Anggrek “Titi Orchid”. 

Menurut Nanik, kunjungan ke beberapa destinasi yang dikemas dalam bentuk famtrip dengan difasilitasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman memberikan kesempatan yang luas bagi anggota Darma Wanita Kabupaten Sleman untuk mengenal lebih dalam terkait dengan destinasi wisata di Kabupaten Sleman. Dan ternyata dari sekian banyak anggota sebagian besar belum pernah mengunjungi destinasi kunjungan, sehingga jelas program ini sangat bermanfaat bagi mereka.

Nanik tidak menyangka ternyata bila masyarakat di Huntap Pagerjurang Cangkringan memiliki UMKM aktif yang bergerap dalam industri rumah tangga pembuatan bakpia telo, minuman instan, budidaya sapi perah, kripik jamur, abon lele, dsb. Ini tentunya dapat meningkatkan perekonomian warga masyarakat. Begitu pula warga masyarakat Pentingsari yang mampu menunjukkan kreativitasnya mengelola desa wisata, sehingga aktivitas ekonomi dapat meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat setempat.

Koleksi Museum Gunungapi Merapi (MGM) memberikan pembelajaran yang berharga tentang kegunungapian dan kegempaan bagi pengunjung, khususnya film “Mahaguru Merapi” yang memberikan gambaran riil tentang Gunung Merapi. Yang paling berkesan bagi peserta adalah Taman Anggrek “Titi Orchid” sehingga para peserta dapat mengenal dan belajar langsung tentang budidaya anggrek.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Priwisata Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM saat menemui peserta famtrip di Desa Wisata Pentingsari Cangkringan mengharapkan agar anggota Darma Wanita peserta famtrip menularkan pengalaman dan ilmunya kepada teman, sahabat dan keluarganya.

Sehingga diharapkan destinasi wisata yang ada di Kabupaten Sleman dapat dipromosikan secara positif berdasarkan testimoni yang dapat dipercaya berdasarkan pengalaman langsung berkunjung.