Audit Lingkungan Layak Dilakukan

Syawalan GubernurSleman – Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mengatakan Kabupaten Sleman sebagai gudangnya kaum intelektual, dimana sumber kearifan berbasis ilmu pengetahuan berada, diharapkan kebijakan Pemda dibidang pembangunan bisa menjadi percontohan daerah lain.

“Audit lingkungan layak dilakukan agar pembangunan tidak melebihi ambang batas daya dukung alam dan sosial. Sebab pembangunan hari ini harus melindungi anak cucu kita nanti. Artinya pembangunan bukan hanya PAD yang dicecar, tetapi kepentingan generasi yang kemudian juga harus dikejar,” kata Sultan ketika menghadiri syawalan Gubernur dan jajaran Pemkab Sleman, tokoh masyarakat, kepala sekolah dan lainnya di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (4/8).

Dengan demikian Sultan mengajak menajamkan kepekaan hati dan kepedulian sosial, bahwa saat berlebih ingat yang kekurangan dan saat gembira ingat yang susah dan menderita, saat bertindak hari ini demi kemanfaatan masa depan.

Sementara Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI berharap bahwa syawalan juga merupakan saat yang tepat untuk melakukan instrospeksi dan koreksi diri baik dalam melaksanakan tugas sehari-hari maupun dalam melaksanakan ibadah kepada Allah SWT serta dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan demikian  setelah syawalan ini umat Islam, seluruh masyarakat dan aparat Pemkab Sleman berharap akan mampu mencapai peningkatan dalam berbagai  aspek kehidupan.

Dihadapan Gubernur, Sri Purnomo juga melaporkan bahwa dalam kurun waktu lima tahun kepemimpinannya, telah mencapai sejumlah perkembangan pembangunan. Realisasi APBD Tahun 2014, pendapatan mencapai Rp 2,076 trilyun atau 105,46% dari target, belanja mencapai Rp 1,908 trilyun atau 83,39% dari target, sedangkan pembiayaan penerimaan sebesar Rp 431,35 miliar dan pembiayaan pengeluaran sebesar Rp 111,97 miliar sehingga pembiayaan netto mencapai Rp 319,38 miliar.

Dikatakan Sri Purnomo bahwa hasil pembangunan di Kabupaten Sleman selama lima tahun terakhir ini berkat kebersamaan dan kerjasama antara seluruh masyarakat dengan Pemkab Sleman, pelaksanaan pembangunan di Sleman telah menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Hal tersebut terlihat dari hasil penghitungan IPM.

Selama kurun waktu 5 tahun kualitas hidup penduduk berhasil ditingkatkan. Peningkatan nilai IPM masing-masing komponen selama lima tahun, yaitu untuk kesehatan dari sebesar 82,38 menjadi 84,65, pendidikan dari sebesar 83,44 menjadi  86,85 dan pendapatan dari sebesar 65,90 menjadi 68,41.

Berkaitan dengan upaya peningkatan kualitas hidup dalam indeks pembangunan juga diupayakan melalui peningkatan kesejahteraan sosial. Salah satu tantangan selama lima tahun dalam peningkatan kualitas kehidupan masyarakat adalah dapat menurunkan angka pengangguran terbuka. Pada tahun 2010 angka pengangguran sebesar 8,21%, setiap tahun dapat diturunkan sehingga menjadi 6,17% pada tahun 2014.

Peningkatan jumlah perusahaan yang ada di Kabupaten Sleman sebagai salah satu lapangan kerja masyarakat, dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Jumlah perusahaan pada tahun 2010 tercatat sebanyak 983 meningkat menjadi perusahaan pada akhir tahun 2014. Hal ini diiringi oleh peningkatan jumlah tenaga kerja yang terserap pada tahun 2010 sebesar  orang menjadi orang pada tahun 2014 atau naik 61,12%.




Lahan Pertanian di Sleman Mulai Alami Kekeringan

Sleman– Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Sleman, Ir Widi Sutikno MSi mengatakan lahan pertanian diwilayah Kabupaten Sleman saat ini sudah mulai ada yang mengalami kekeringan. Sedikitnya sudah ada 3 hektare (ha) lahan pertanian di wilayah Kecamatan Ngemplak, Ngaglik dan Kalasan yang mengalami kekeringan. 

“Kemungkinan luas lahan yang akan mengalami kekeringan akan bertambah karena sekarang ini belum memasuki puncak musim kemarau. Dan lahan pertanian yang mengalami kekeringan adalah 1 ha di Jetis Widodomartani Ngemplak, 1 ha di Ngalangan Donoharjo Ngaglik dan 1 ha di Gantalan Tirtomartani Kalasan,” kata Widi, Senin (3/8).

Menurut Widi, dari data yang ada di Dinas Pertanian, baru 3 ha yang sudah mengalami kekeringan. Untuk daerah lainnya masih dalam taraf pemantau. Lahan yang mengalami kekeringan tersebut sebelumnya ditanami padi. Namun karena tidak ada aliran irigasi, akhirnya mengalami kekeringan. Jika di daerah lain juga kesulitan air irigasi dan tetap menanam padi, tidak menutup kemungkinan tejadi kekeringan dan gagal panen.

Dikatakan Widi musim kemarau diperkirakan masih beberapa bulan. Kalau para petani menanam palawija, justru aman karena tidak membutuhkan air irigasi. Selain itu bisa juga memperbaiki struktur tanan dan mencegah adanya hama tikus. Ada beberapa lahan pertanian di Sleman yang rawan kekeringan karena tidak ada sumber air kebanyakan berada di Sleman bagian timur. Sedangkan untuk Sleman bagian barat tidak begitu pengaruh karena ada saluran Selokan Mataram dan Saluran Van der Wijck.

“Untuk Sleman bagian barat masih banyak petani yang menama padi karena saluran irigasinya masih ada meskipun sedikit. Kalau di daerah timur, sempat ada yang tanam padi, tapi langsung ganti palajiwa,” kata Widi.

Untuk mengatasi kekeringan lahan pertanian ini diakui Widi langkah yang akan dilakukan oleh dinas adalah dengan meminjamkan pompa air untuk wilayah yang memiliki sumber mata air. Dengan harapan, pompa air itu bisa mengalirkan air ke daerah pertanian.

“Kami memiliki 60 pompa air yang bisa dimanfaatkan oleh petani untuk menghadapi musim kemarau. Syaratnya di wilayah itu harus ada sumber mata air,” jelas Widi.

Bagi kelompok tani yang ingin mengajukan pinjaman pompa air, bisa melalui UPT terdekat. Kemudian, UPT akan melakukan survai ke apangan untuk menentukan persetujuan.***




Sleman Lestarikan Seni Budaya Melalui Pembinaan Sanggar

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman memiliki komitmen yang tinggi untuk melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya lokal. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mewujudkan komitmen tersebut adalah kegiatan pembinaan sanggar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman. 

Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Sri Murni Rahayu, SH, MM terkait dengan telah dilakukannya pembinaan sanggar tahun 2015 bersamaan dengan pembinaan sanggar yang perdana di Sanggar Tari “Sekar Laras” di Pondok Wonolelo Widodomartani Ngemplak Sleman, Senin (3/8).

Sri Murni Rahayu juga mengungkapkan bahwa keberadaan sanggar memiliki peran yang strategis dalam upaya untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya lokal. Upaya pelestarian dan pengembangan seni budaya lokal menjadi suatu hal yang penting saat berbicara masalah globalisasi. Dalam hal ini melalui pendalaman dan kecintaan terhadap seni dan budaya lokal akan dapat menjadi filter yang kuat terhadap derasnya pengaruh arus globalisasi.

“Oleh karenanya kesadaran dan kecintaan terhadap seni budaya lokal hendaknya ditanamkan sedini mungkin kepada generasi muda,” kata Sri Murni.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman, Ir AA Ayu Laksmi Dewi TP MM menambahkan dalam pembinaan sanggar yang pertama kali tersebut juga ditampilkan beberapa kesenian diantaranya Hadroh, Tari Gambyong, Tari Pudyastuti, Tari Klana Radja, Srandul, Karawitan Remaja, Jathilan dan Fragmen “Babad Alas Malelo”.

Dikatakan Ayu pembinaan sanggar berikutnya akan dilakukan tanggal 11 Agustus 2015 di Sanggar Karawitan “Luhur Wiromo Budoyo Krajan Sidoluhur Godean, 14 Agustus 2015 di Sanggar Tari Cakra Kembang” Pangukan Tridadi Sleman, 15 Agustus 2015 di Sanggar Kobra Siswa “Tunas Muda” Gadung Bangunkerto Turi, dan 25 Agustus 2015 di Sanggar Kethoprak “Mudho Budhoyo” Ngrajeg Wetan Tirtoadi Mlati.




Paskibraka Sleman Tahun 2015 Mulai Lakukan Latihan

PaskibrakaSleman – Anggota Paskibraka Kabupaten Sleman tahun 2015 mulai mengadakan lahitan dan pembukaan pelatihan Paskibraka tersebut telah dilakukan di Pendopo Parasamya Pemkab Sleman, Senin (3/8).

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Sleman, Arif Haryono SH menyampaikan bahwa para peserta terdiri dari Kelompok Pasukan 17 dan 8 adalah peserta unsur Pelajar SMA/SMK/MA yang telah terpilih melalui Pemilihan Calon Paskibraka 2015, yang sebelumnya 18 putra dan 18 putri.

Sementara Kelompok Pasukan 45 adalah peserta unsur TNI-AD dari KODIM 0732 Sleman, Yonif 403 Jogja, Brimob Polda DIY,  TNI-AU dari LANUD Adisucipto, TNI-AL dari Lanal Jogja  dan dari Polres Sleman.

“Tujuan penyelenggaraan adalah memupuk semangat kebangsaan, nasionalisme dan jiwa patriotisme serta rasa cinta tanah air dikalangan pemuda sebagai salah satu unsur generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa,” kata Arif.

Selain itu untuk meningkatkan kesadaran nasional dikalangan pemuda untuk dapat mensyukuri dan mengisi nikmat kemerdekaan serta mempertahankan NKRI, membina dan mengembangkan sikap tertib dan disiplin serta jiwa kepemimpinan, mempersiapkan pasukan pengibar duplikat Bendera Pusaka Merah Putih pada upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Ke 70 dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman.

Menurut Arif, secara keseluruhan kegiatan pelatihan sudah dimulai bulan Juni dan Juli di halaman Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga kemudian mulai tanggal 3 Agustus hingga 18 Agustus pasukan Paskibraka unsur pelajar di karantina di Youth Centre. Pelatihan meliputi Materi Teori dan Praktik Baris berbaris dengan formasi Pelaksanaan Pengibaran maupun Penurunan Duplikat Bendera Pusaka Merah Putih.

Serta materi lain yakni Public speaking, pengembangan kepribadian, karakter dan motivasi, pembinaan budaya, kepemimpinan, penanggulangan bahaya narkoba, patriotisme dan nasionalisme, kebijakan umum pendidikan di Kabupaten Sleman, sistem pendekatan desa bahagia dan mengenal bendera pusaka Merah Putih dan Lagu Indonesia Raya.

Pelatih dan nara sumber dari  Kodim 0732 Sleman, Lanud Asisucipto, Lanal Jogja, Polres Sleman, Korem 072 Pamungkas, PPI Sleman, BNNK Sleman, Dinas Budpar, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Sleman Sementara Sekda Sleman, dr Sunartono MKes menyampaikan dengan pelatihan Paskibraka ini diharapkan dapat mengambil nilai-nilai positif yang diperlukan guna mengembangkan kepribadian dan pembentukan karakter generasi muda.

“Bimbingan dan pembinaan dari para pelatih merupakan salah satu upaya meningkatkan kesiapan fisik dan mental. Hal ini merupakan tantangan agar fisik dan mental yang selama ini telah terbentuk dalam semakin dapat diaktualisasikan baik dalam melaksanakan tugas menjadi Paskibraka maupun berkegiatan sosial di masyarakat,” kata Sunartono.***




Antisipasi Kekeringan BPBD Siapkan 100 Tangki Air

Sleman – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Drs Juli Setiono Dwi Wasito MHum mengatakan kantor BPBD Sleman telah menyiapkan  100 tangki air sebagai antisipasi bencana kekeringan yang melanda wilayah setempat. Droping air tersebut akan diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.

“Proses pendistribusian air untuk droping ini dilakukan berdasarkan pengajuan dari masyarakat melalui pemerintah desa. Hal tersebut dilakukan agar bantuan droping sampai kepada masyarakat yang sangat membutuhkan,” kata Juli Setiono, Minggu (1/8).

Menurut Juli Setiono sebagai persiapan, apabila ada masyarakat yang membutuhkan dapat mengajukan ke BPBD melalui desa dan akan segera dilakukan droping, terutama lokasi yang belum tersambung instalasi air bersih. Namun air yang didroping ini untuk memenuhi kebutuhan hidup saja, bukan sebagai pengairan lahan. Juli Setiono juga menyampaikan puncak kemarau diprediksi dalam kurun Agustus-September. Selama masa tersebut, pihaknya akan terus memantau wilayah-wilayah rawan kekeringan.

Sedang peta wilayah rawan kekeringan di Sleman  antara lain di Prambanan dan sebagian Gamping. Namun untuk Gamping dapat diantisipasi dengan  adanya instalasi air bersih dari PDAM Sleman dan cadangan air dari sejumlah embung.

Kendati demikian, Juli Setiono menyatakan darurat kekeringan belum diberlakukan. Pasalnya meski musim kemarau telah berlangsung, namun ancaman kekeringan di wilayah Sleman dinilai masih belum signifikan. Pasalnya di wilayah yang menjadi langganan kekeringan masih mendapatkan suplai air bersih.

Terutama lanjut Juli Setiono, di Prambanan sejauh ini masyarakat masih dapat mengakses air bersih dari sistem sumur yang dibangun di sana. Saat ini, pasokannya masih lancar dan jumlah debit air masih mencukupi.