Hindari Gesekan KPU Sleman Atur Jadwal Kampanye

Sleman – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman melakukan pengaturan jadwal kampanye bagi masing-masing calon peserta pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di wilayah Sleman untuk menghindari terjadinya gesekan antar pendukung.

“Pengaturan jadwal kampanye, khususnya rapat umum dilakukan untuk menghindari bentrokan antar pendukung. Hal ini dilakukan karena dua pasangan calon di Kabupaten Sleman memiliki massa yang cukup besar,” kata Komisioner Divisi Hukum dan Pengawasan Hubungan Antar Lembaga KPU Sleman, Imanda Yulianto, kemarin.

Menurut Imanda, keputusan pengaturan jadwal tersebut dilakukan setelah pihaknya mengumpulkan tim sukses dari masing-masing calon yang akan berkompetisi pada Pilkada serentak 9 Desember 2015.

“Kami sengaja mengumpulkan masing-masing tim sukses, bersama unsur pemerintah yang diwakili Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Panwaslu Sleman. Pertemuan ini kami maksudkan untuk mengatur jadwal pelaksanaan kampanye dari masing-masing calon,” katanya.

Imanda menambahkan, pengaturan jadwal kampanye ini untuk mempermudah pengawasan dan koordinasi saat pelaksanaan kampanye.

“Tidak kalah pentingnya pengaturan ini adalah untuk menghindari gesekan, karena kedua pasangan memiliki basis massa pendukung yang sama-sama kuat,” kata Imanda.

Sesuai kesepakatan, kampanye dibuat selang seling. Pasangan Sri Purnomo-Sri Muslimatun (SP-SM) mendapatkan giliran di hari pertama. Sedangkan pasangan Yuni Satia Rahayu-Danang Wicaksana Sulistya di hari kedua. Begitu seterusnya hingga masa kampanye berakhir 5 Desember nanti. Sedangkan untuk rapat umum terbuka, waktunya diserahkan kepada tim sukses masing-masing pasangan calon (paslon).

“Sudah sepakat antara kedua timses paslon. Sesuai aturan, kampanye berlangsung pukul WIB. Pasangan lain yang tidak bertepatan dengan jadwal, tetap boleh melakukan kampanye. Namun dilarang mengerahkan massa.

Pilkada di Kabupaten Sleman diikuti dua pasangan, yakni pasangan nomor urut 1 Yuni Satia Rahayu dan Danang Wicaksono yang diusung PDIP dan Gerindra dan didukung PKS, serta pasangan nomor urut 2 Sri Purnomo dan Sri Muslimatu yang diusung PAN, PPP, PKB, Golkar, Nasdem, PBB dan Hanura.




Jamaah Calon Haji Sleman Mulai Diberangkatkan

hajiSleman – Jamaah calon haji Kabupaten Sleman telah diberangkatkan mulai Sabtu (29/8) dari Masjid Agung Sleman menuju Asrama Haji Donohudan Solo. Adapun untuk keberangkatan Kloter 25 SOC dengan jumlah jamaah 118 orang pemberangkatan 29 Agustus 2015 pukul WIB dilepas oleh  Sekda Sleman, dr Sunartono MKes.

Kloter 27 SOC jumlah jamaah 352 orang pemberangkatan Minggu, (30/8) pukul WIB dilepas oleh Penjabat Bupati Sleman Ir Gatot Saptadi, dilanjutkan Kloter 28 SOC jumlah jamaah 105 orang. Sementara untuk Kloter 29 SOC jumlah jamaah 350 orang pemberangkatan juga Minggu ( 30/9)pukul WIB.

Gatot Saptadi  dalam sambutannya menyampaikan ucap­an selamat jalan semoga perjalanan  senantiasa memperoleh perlindungan Allah SWT dan pulang sebagai haji mabrur. Selain itu Gatot juga  berharap agar jamaah haji dapat memanfaatkan kesempatan berhaji dengan niat untuk beribadah kepada Allah SWT semata.

“Untuk itu diharapkan dapat melaksanakan ibadah yang wajib dan yang sunnah dengan baik. Di tanah suci nanti, merupakan wakil dari Kabupaten Sleman khususnya, sekaligus duta bangsa Indonesia,” kata Gatot.

Pada kesempatan tersebut Gatot juga mengingatkan untuk senantiasa menjaga kondisi fisik dalam menjalankan aktifitas ibadah haji nanti, karena berdasarkan informasi yang diperoleh dari Kementerian Kesehatan RI, cuaca musim haji tahun ini diprediksi cukup ekstrim, disebabkan adanya gelombang udara panas yang melanda Arab Saudi, khususnya di Makkah.

Jamaah dihimbau untuk menjaga asupan air selama menjalankan aktifitas ibadah untuk mencegah dehidrasi, karena saat musim haji nanti suhu di Makkah bisa mencapai 50 derajat Celsius. Mengakhiri sambutannya Gatot  berpesan agar para jamaah haji tidak  terpengaruh dengan hal-hal yang dapat mengurangi kualitas ibadah, jika mengalami kesulitan saat  menjalankan ibadah haji bersabarlah dan sebisa mungkin hindari untuk marah, agar niat beribadah tidak tercemar.

Laksanakanlah apa yang selama ini diberikan oleh pembimbing haji, apabila terdapat kesulitan selama menjalankan ibadah haji, jangan segan dan malu untuk bertanya kepada petugas/pembimbing haji.




Museum Akan DiJadikan Destinasi Unggulan

Sleman – Wakil Badan Musyawarah Museum (Barahmus) DIY, Mayor Ayi Supriyadi menginginkan museum menjadi destinasi unggulan kedepan dapat terwujud sekaligus untuk menunjang sektor pariwisata. Untuk itu pihaknya mendukung penuh upaya yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman melalui Kegiatan Pembinaan Tenaga Teknis Museum yang ditujukan kepada 20 peserta tenaga teknis museum se Kabupaten Sleman.

“Kegiatan pembinaan tersebut dilaksanakan selama 2  hari tanggal 26 – 27 Agustus 2015 di Museum Pendidikan Indonesia (MPI) UNY,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman , Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM dikantornya, Jumat (28/8).

Menurut Ayu bahwa untuk mewujudkan keinginan museum menjadi destinasi unggulan merupakan tantangan yang positif dan memerlukan kerja keras serta komitmen yang kuat dari para pengelola museum. Mengingat selama ini museum belum menjadi tujuan utama dalam berwisata. Padahal sebenarnya museum menyimpan koleksi yang memiliki daya dukung terhadap aspek pendidikan bagi para pangunjungnya.

Oleh karena itu dikatakan Ayu bahwa untuk menghadapi tantangan tersebut hendaknya para pengelola dituntut untuk mengemas koleksi dan lingkungan museum menjadi kawasan yang menarik bagi wisatawan. Selain itu juga perlu adanya peningkatan performa SDM pengelola dan tenaga tehnis museum menjadi SDM yang profesional yang mampu memberikan pelayanan prima kepada pengunjung. Dengan demikian tentunya museum akan menjadi destinasi yang berkelas dan menjadi pilihan bagi pengunjung.

Dalam pembinaan peserta mendapat  materi pembinaan  meliputi Kebijakan Koleksi dan Proses Pendataan Koleksi oleh Sektiadi MHum, Pendokumentasian Koleksi Museum oleh Asnan Arifin, Tehnik Fotografi untuk Pendokumentasian Koleksi oleh Benny Sugito BSc, Kegunaan Record Data Koleksi Museum dan Pembuatan Label Koleksi Museum dan Praktek Pendataan dan Pelabelan Koleksi Museum oleh Mayor Ayi Supriyadi, serta Microsoft Excel untuk Pendataan Koleksi oleh Pengurus AKMI.




Pilkades Selomartani Dilakukan Penghitungan Ulang

Sleman – Bertempat di Ruang Rapat Sekda B Kabupaten Sleman, Jumat (28/8) dilaksanakan sidang Penyelesaian Hasil Pemilihan Kepala Desa Selomartani Kecamatan Kalasan yang dihadiri oleh tiga Calon Kepala Desa Selomartani, Camat beserta Muspika, Panitia Pilkades Desa,  BPD Desa Selomartani, dan masing-masing saksi dari calon Kepala Desa. 

Dan dipimpin Kepala Bagian Pemerintahan Desa Sleman Drs Mardiyana MM selaku Ketua Pilkades Kabupaten Sleman dan disaksikan Sekretaris Daerah (Sekda) dan para Asisten Sekda dalam mengadakan penghitungan ulang hasil Pilkades Desa Selomartani khususnya di  TPS  XI Padukuhan Pondok, Desa Selomartani yang dipermasalahkan.

Dari  pelaksanaan penghitungan ulang  di TPS XI Padukuhan Pondok diperoleh hasil sebagai berikut calon pertama Joko Santosa mendapatkan  3 suara,  calon kedua  Sigit Tri Suhartoyo memperoleh 92 suara  dan calon ketiga Nur Widayati SH 405 suara. Untuk Jumlah suara di TPS XI  Padukuhan Pondok suara sah 500,  suara tidak sah 6, dan yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 506 orang.

Untuk jumlah pemilih di Desa Selomartani sebanyak   orang  pemilih, yang hadir menggunakan hak pilihnya sebanyak orang, suara sah mencapai ,  suara gugur 98, tidak menggunakan hak pilihya sebanyak orang, jumlah yang menggunakan hak pilihnya mencapai 86,71 %. Hasil dari pemilihan Kepala Desa Selomartani secara keseluruhan calon Kepala Desa Joko Santosa mendapatkan 98 Suara, calon Kepala Desa Sigit Suhartoyo memperoleh suara, dan calon Kepala Desa  Nur Widayati SH mendapatkan suara.

Setelah dilaksanakan penghitungan ulang hasil dari TPS XI  Padukuhan Pondok tetap  sesuai dengan hasil yang telah dilaksankan oleh KPPS XI Padukuhan Pondok, sehingga  Pantia Pemilihan Kepala Desa Selomartani akan mengusulkan penetapan Kepala Desa Selomartani yang mendapatkan suara terbanyak atas nama Nur Widayati SH dengan keunggulan menang 12 suara dan  hasil penghitungan di TPS XI Padukuhan Pondok sudah ditandatangi oleh ketiga calon dan Panitia Pemilihan Kepala Desa disaksikan Panitia.




Hasil Kunjungan Ke Pangkal Pinang Bangka Belitung Pemkab Sleman Belajar Penerapan e-Kinerja

Kunjungan Pangkal PinangSleman – Jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dipimpin Sekretaris Daerah, dr Sunartono MKes melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung pada hari Rabu (26/8) lalu, berikut hasilnya. Kunjungan jajaran Pemkab Sleman tersebut dimaksudkan untuk mempelajari sistem penilaian kinerja secara elektronik (e-kinerja) yang diterapkan bagi kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Jajaran Pemkab Sleman terdiri dari Staf Ahli Bupati, Dishubkominfo, Bagian Administrasi Pembangunan, Humas Setda Sleman, Bagian Umum dan belasan wartawan. Rombongan diterima langsung oleh Sekda Pangkal Pinang, Nafiri dan jajaran pejabat dari instansi terkait.

Dalam paparannya, Asisten Pembangunan dan Kesra Pangkal Pinang, Fitriansyah menguraikan secara detail latar belakang hingga aplikasi e-kinerja. Rencananya, sistem ini akan dilaunching pada 17 September 2015 mendatang.

Meski diakui masih ada beberapa kendala yang dialami terutama untuk persamaan aplikasi SKPD sebab dalam e-kinerja ini sebagai tolok ukur beban kerja PNS dan untuk penilaian pemberian tunjangan atau pemberian insentif.

Tahap uji coba masih terbatas dilaksanakan di tujuh SKPD yakni Setda, BKD, DPPKAD, Disdukcapil, dan Dinkes. “Diharapkan pada akhir tahun 2015, seluruh SKPD sudah bisa menggunakan aplikasi ini,” kata Fitriansyah.

E-kinerja ini lanjutnya merupakan program adopsi dari Pemkot Banda Aceh yang menggunakan jaringan LPSE. Untuk penerapannya, Pemerintah Pangkal Pinang tetap menggandeng ahli dari Banda Aceh. Anggaran yang disiapkan sebesar Rp 300 juta dengan alokasi Rp 200 juta pengembangan infrastruktur, dan sisanya diperuntukan honorarium tim.

Lewat e-kinerja ini, setiap PNS diharuskan menginput kegiatan dan membuat laporan kerja harian. Aplikasi ini disusun sederhana sehingga seluruh pegawai nantinya bisa melakukan input data. Diterangkan, ada dua modul dalam sistem ini yakni analisa jabatan yang bisa dilihat semua orang, dan modul analisa beban kerja yang hanya bisa diakses oleh pengawai bersangkutan. Ke depan, hasil penilaian e-kinerja ini akan dijadikan indikator dalam pemberian insentif bagi PNS.

“Secara paralel, kami sedang menyiapkan Peraturan Wali Kota sebagai landasan pemberian tunjangan tersebut. Nantinya, insentif akan dihitung secara proporsional berdasar kinerja masing-masing pegawai,” terang Fitriansyah yang ditunjuk sebagai koordinator pengembangan aplikasi e-kinerja.

Sementara Sekda Sleman, Sunartono mengaku tertarik dengan sistem penilaian berbasis elektronik ini karena diharapkan bisa meningkatkan kinerja aparatur pemerintahan. Saat ini, aplikasi e-kinerja yang dibuat Pemkab Sleman masih sebatas di tingkat organisasi. Dalam waktu dekat ditargetkan bisa menyasar perorangan atau PNS.