Sleman– Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) tingkat Kabupaten Sleman Tahun 2015 akan dilaksanakan pada hari Jumat – Minggu, (21 – 23/8) pukul WIB hingga selesai di sentralkan di Lapangan Sendangadi Jl. Magelang KM 8 Kecamatan Mlati Sleman. Pembukaan acara tersebut akan dilaksanakan Jumat (21/8) pukul WIB.
Setiap malamnya diagendakan gelar seni dari 17 kecamatan se Kabupaten Sleman secara bergiliran. Tema FKY Kabupaten Sleman 2015 sesuai dengan FKY ke 27 Tahun 2015 yaitu “Dandan” yang secara definitif bahasa Jawa memiliki makna “bersolek” dan berbenah. Maknanya tidak hanya sekedar bermain di tataran sajian dan penampilan seni budaya, akan tetapi juga untuk menciptakan kebersamaan dalam format festival dengan melihat seni budaya secara lebih luas dan terbuka.
Demikian dinyatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM di kantornya, Kamis (20/8). Ayu menambahkan FKY Kabupaten Sleman dimaksudkan sebagai media pelestarian, pembinaan, pengembangan dan pemanfaatan seni.
Sebagai rangkaian pendukung FKY bertujuan sebagai salah satu upaya untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya lokal, sebagai media peningkatan kualitas karya seni melalui kreativitas dan inovasi seni serta menggali potensi seniman seniwati muda berbakat dan mendorong kecintaan masyarakat terhadap seni tradisi lokal yang adiluhung.
Sementara itu Kepala Bidang Kesenian Disbudpar Sleman, Edy Winarya SSn menyampaikan bahwa rangkaian acara seni budaya cukup banyak untuk menghibur masyarakat dan wisatawan.
Jumat 21 Agustus 2015 pukul – dipentaskan Kesenian Jathilan “Arum Melati” dari Glondhong Sendangadi Mlati di Lapangan Sendangadi Mlati, dan pada tanggal yang sama pukul – Kesenian Jathilan “Beksa Among Mudo” dari Mriyan Margomulyo Seyegan di Lapangan Denggung Sleman (lokasi finish pawai seni).
Pembukaan secara resmi dilaksanakan Jumat 21 Agustus 2015 pukul WIB di Lapangan Sendangadi Mlati dengan diawali gending-gending Soran dan beberapa tarian pembuka dan tarian inti dilanjutkan dengan pawai seni dari 17 kecamatan se Kabupaten Sleman menuju Lapangan Denggung Sleman.
Pada malam harinya mulai pukul hingga WIB di Lapangan Sendangadi Mlati dipentaskan kesenian dari 5 (lima) kecamatan, yaitu Srunthul dari Kecamatan Ngemplak, Mega Ngapak/Kethoprak dari Kecamatan Sleman, Srandul dari Kecamatan Kalasan, Tari/ Angklung dari Kecamatan Moyudan dan Gugur Gunung dari Kecamatan Prambanan.
Pada hari kedua Sabtu 22 Agustus 2015 pukul hingga WIB di tempat yang sama dipentaskan Kesenian Jathilan Panji Banyu Seta dari Sendowo Sinduadi Mlati, Kesenian Jathilan Hangesti Turonggo Budoyo dari Ngalangan Sardonoharjo Ngaglik dan dilanjutkan dengan kesenian religious, kesenian Kobra Siswo Putro Mudo dari Wonokerto Turi, Kesenian Badui Ria Remaja dari Gerjen Margomulyo Seyegan dan Kesenian Badui Al-Amin dari Maguwoharjo Depok.
Pada malam harinya mulai pukul WIB dipentaskan Tari Sri Ketan dari Kecamatan Seyegan, Trengganon dari Kecamatan Minggir, Rampak Buto/ Ande-Ande Lumut dari Kecamatan Ngaglik, Sholawat dari Kecamatan Pakem dan Gejog Lesung dari Kecamatan Berbah.
Pada hari ketiga Minggu 23 Agustus 2015 pukul – WIB dipentaskan Kesenian Jathilan “Ngesti Turonggo” dari Kragilan Sinduadi Mlati, Kesenian Jathilan “Timbul Retno” dari Nanggulan Sendangagung Minggir, Kobra Siswo “Sinar Mudo” dari Bibis Lumbungrejo empel, Badui “Satria Tama” dari Kopen Wonokerto Turi, Badui “Alimababa” dari Klawisan Margoagung Seyegan.
Pada malam harinya mulai pukul WIB dipentaskan Edan-Edanan/ Wayang Bocah dari Kecamatan Mlati, Kobrasiswo dari Kecamatan Tempel, Srandul dari Kecamatan Cangkringan, Hadroh dari Kecamatan Depok, Nyai Poleng dari Kecamatan Gamping dan kethoprak dari Kecamatan Godean.