Pengawasan Kinerja Pemkab Harus Ditingkatkan

Sleman – Pengawasan terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman harus ditingkatkan. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, dr Sunartono MKes, mengingat penyerapan APBD 2015 sangat rendah. Antara lain, 33 persen dari Rp 2,1 triliun. Begitu pula dengan realisasi fisik yang baru berjalan 44 persen dari keseluruhan rencana pembangunan yang ada.

“Idealnya pembangunan fisik minimal sudah mencapai 50 persen. Tapi ini masih di bawahnya,” tutur Sunartono di Sleman, Jumat (21/8).

Sunartono juga menuturkan, ada keganjilan pada pengajuan RAPBD Perubahan. Di mana serapan APBD rendah, namun sejumlah SKPD mengajukan anggaran yang lebih besar dari sebelumnya. Padahal seharusnya dengan rendahnya penyerapan, anggaran di setiap SKPD harus dikurangi.

“Saya minta BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) lebih konsern mengawasi hal ini. Kalau ada yang minta anggaran perubahan lebih tinggi, tapi penyerapannya rendah, tolong jangan diloloskan,” kata Sunartono.

Sunartono bahkan meminta BPKAD untuk mencurigai hal tersebut dan melaporkannya pada Inspektorat Sleman. Ia kemudian melanjutkan, agar para Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak merasa risih dengan pengawasan yang diselenggarakan. Sebab menurutnya pengawasan memiliki tiga tujuan yang bermanfaat bagi penyelenggara pemerintahan.

Pertama, untuk mencegah penyimpangan. Kedua, pengawasan berperan sebagai tameng untuk mempertahankan pemerintahan. Di antaranya dengan penyesuaian timeline antara rencana dan aplikasi di lapangan. Ketiga, sebagai pendorong bagi pemerintah untuk meningkatkan kinerja lebih baik.




Sleman Fashion Festival 2015 Terbuka untuk Umum dan Gratis

Sleman – Sleman Fashion Festival 2015 digelar tanggal mulai tanggal 22 – 26 Agustus 2015. Event ini diselenggarakan pertama kalinya oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Ikatan Dimas Diajeng Sleman (IDDS) dan PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko, Jumat (21/8).

Menurut Ayu, gelaran event ini dimaksudkan untuk mempromosikan potensi wisata dan produk ekonomi kreatif khususnya karya batik. Mengingat potensi pekerja ekonomi kreatif khususnya bidang fashion saat ini berkembang sangat pesat. Oleh karenanya perlu adanya wahana untuk memberikan ruang gerak yang seluas-luasnya kepada pelaku fashion untuk terus menciptakan dan mengembangkan produk yang tidak kalah dari segi mode maupun kualitas dengan produk brand kenamaan luar negeri.

“Secara khusus Sleman Fashion Festival 2015 juga dirancang untuk memperkenalkan Batik Sinom Parijotho, batik khas Sleman yang terinspirasi dari tanaman Parijotho yang tumbuh di dearah pegunungan di kawasan lereng Merapi,” kata Ayu.

Ketua panitia Sleman Fashion Festival 2015, Wurandika menambahkan semua rangkaian Sleman Fashion Festival 2015 ini terbuka untuk umum dan tanpa dipungut biaya kecuali untuk mengikuti lomba foto on the spot.

Adapun rangkaian kegiatan tersebut meliputi Bazar Sleman Fashion Festival 2015 pada tanggal 22 – 23 Agustus 2015 Jam – WIB di Pelataran Kinara Kinari Prambanan Resto, Bazar Produk Kreatif Sleman 26 – 30 Agustus 2015 Jam – WIB di Jogja City Mall (Hall Timur – Barat Ground Floor).

Selain itu puncak acara Malam Runway Sleman Fashion Festival 2015 dan Penganugerahan Sleman Creative Award 2015 pada tanggal 23 Agustus 2015 jam – WIB di Kinara Kinari Prambanan Resto. Bersamaan dengan puncak acara ini juga diselenggarakan lomba foto on the spot untuk umum dengan biaya pendaftaran karya.

Sedangkan Seminar Sleman Fashion Festival 2015 “Memperkenalkan Pewarnaan Batik Alami” 26 Agustus 2015 pukul WIB – selesai di Jogja City Mall (Hall Timur – Barat Ground Floor) menampilkan narasumber praktisi fashion Lia Mustapa dan ahli pewarna alam Dr Edia Rahayuningsih MS. Seminar ini juga terbuka untuk umum dan gratis.




Sleman Terima Penghargaan Kearsipan Tingkat Nasional

Sleman – Di Hari Ulang Tahun RI ke 70, Pemerintah Daerah (Pemkab) Sleman kembali menerima penghargaan berupa Anugerah Kearsipan Tingkat Nasional, tidak tanggung-tanggung sebagai juara I dan berhak mengikuti Upacara HUT RI di Istana Negara dan beramah tamah dengan Presiden RI Joko Widodo di Istana Bogor.

Demikian disampaikan Kabag Humas Sleman, Drs Sri Winarti dikantornya, Jumat (21/8). Menurut Sri Winarti, penyerahan penghargaan itu sendiri dilakukan di Kantor Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) pada tanggal  17 Agustus 2015 dan diserahkan langsung oleh Kepala ANRI Dr Mustari Irawan dan diterima langsung Kepala Kantor Arsip Daerah Sleman, Retno Susiati SH MM.

“Penyerahan penghargaan arsiparis dan pengelola arsip teladan tingkat nasional tersebut sebagai salah satu wujut peran serta ANRI dalam memberikan pembinaan terhadap SDM di bidang kearsipan,” kata Sri Winarti.

Yang jelas lanjutnyan  prestasi yang diraih Kepala Kantor Arsip Daerah Kabupaten Sleman memperoleh penghargaan tersebut tidak lepas dari peran Kantor Arsip dalam mengembangkan inovasi kearsipan dan pembinaan yang dilakukan terhadap lembaga/SKPD baik swasta maupun pemerintah.

Sementara Retno Susiati ketika dijumpai dikantornya, Jumat (21/8) menyampaikan bahwa prestasi tersebut tidak lepas dari peran semua pihak dalam pengelolaan arsip, terlebih Kantor Arsip Daerah dengan pengembangan dan inovasi yang dilakukan bukan saja terhadap internal kantor arsip saja, namun juga pengembangan dan pembinaan selalu dilakukan terhadap SKPD yang lain.

Sedang instrumen dalam penilaian  LKD (Lembaga Kearsipan Daerah)  tahun 2015 tersebut antara lain penerapan kebijakan dalam penyelenggaraan kearsipan daerah, kebijakan dalam bidang pengembangan SDM kearsipan, kebijakan dalam bidang sarana prasarana, kebijakan dalam bidang anggaran, dan pembentukan lembaga kearsipan daerah.

Disampaikan Retno Susiati bahwa arah kedepan yang akan dilakukan Kantor Arsip Daerah dalam mewujutkan tata kelola arsip yang baik antara lain terus menerus meningkatkan tata kelola dengan berbagai inovasi di Kabupaten Sleman, melengkapi regulasi kearsipan yang telah ada ,  meningkatkan pembinaan kearsipan terhadap SKPD/ lembaga, mengenalkan khasanah arsip dan penelusuran arsip, meningkatkan  kualitas SDM kearsipan, meningkatkan sarana dan parasarana kearsipan, menjalin kerjasama dengan masyarakat, dan lainnya.




Sumur di Ngemplak Keluarkan Gas dan Asap

IMG-20150820-WA000Sleman– Sebuah sumur milik Samsuri dengan alamat Dusun Koripan, Desa Sindumartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman, Rabu (19/8) sekitar pukul WIB mengeluarkan gas dan asap. Ketika warga menyalahkan lilin dan mendekatkan pada sumur tersebut, nyala lilin tersebut semakin membesar.

Warga yang ketakutan sempat menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY. Namun sebelum upaya penanggulangan dilakukan gas dan asap yang sempat keluar selama 20 menit itu mengecil dan akhirnya tidak tampak lagi.

“Gas dan asap keluar sekitar 20 menit. Tapi setelah itu tidak keluar lagi,” ujar seorang petugas dari BPBD Aryanto Steyn, Kamis (20/8).

Tidak ada aroma yang tercium dari sumur yang selama ini masih digunakan untuk kebutuhan sehari-hari tersebut. Namun ketika ada warga yang mencoba membawa lilin yang bernyala dan mendekatkan pada sumur ternyata nyala lilin semakin membesar.

“Tapi kata warga nyala lilin langsung  mati. Sampai saat ini tidak ada lagi gas dan asap yang keluar dari sumur. Kami berharap warga hati-hati dan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan sewaktu-waktu  jika terjadi lagi segera menghubungi kami,” kata Aryanto.




FKY Kabupaten Sleman Dipusatkan di Mlati

IMG_9380Sleman– Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) tingkat Kabupaten Sleman Tahun 2015 akan dilaksanakan pada hari Jumat – Minggu, (21 – 23/8) pukul WIB hingga selesai di sentralkan di Lapangan Sendangadi Jl. Magelang KM 8 Kecamatan Mlati Sleman. Pembukaan acara tersebut akan dilaksanakan Jumat (21/8) pukul WIB.

Setiap malamnya diagendakan gelar seni dari 17 kecamatan se Kabupaten Sleman secara bergiliran. Tema FKY Kabupaten Sleman 2015 sesuai dengan FKY ke 27 Tahun 2015 yaitu “Dandan” yang secara definitif bahasa Jawa memiliki makna “bersolek” dan berbenah. Maknanya tidak hanya sekedar bermain di tataran sajian dan penampilan seni budaya, akan tetapi juga untuk menciptakan kebersamaan dalam format festival dengan melihat seni budaya secara lebih luas dan terbuka.

Demikian dinyatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM di kantornya, Kamis (20/8). Ayu menambahkan FKY Kabupaten Sleman dimaksudkan sebagai media pelestarian, pembinaan, pengembangan dan pemanfaatan seni.

Sebagai rangkaian pendukung FKY bertujuan sebagai salah satu upaya untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya lokal, sebagai media peningkatan kualitas karya seni melalui kreativitas dan inovasi seni serta menggali potensi seniman seniwati muda berbakat dan mendorong kecintaan masyarakat terhadap seni tradisi lokal yang adiluhung.

Sementara itu Kepala Bidang Kesenian Disbudpar Sleman, Edy Winarya SSn menyampaikan bahwa rangkaian acara seni budaya cukup banyak untuk menghibur masyarakat dan wisatawan.

Jumat 21 Agustus 2015 pukul – dipentaskan Kesenian Jathilan “Arum Melati” dari Glondhong Sendangadi Mlati di Lapangan Sendangadi Mlati, dan pada tanggal yang sama pukul – Kesenian Jathilan “Beksa Among Mudo” dari Mriyan Margomulyo Seyegan di Lapangan Denggung Sleman (lokasi finish pawai seni).

Pembukaan secara resmi dilaksanakan Jumat 21 Agustus 2015 pukul WIB di  Lapangan Sendangadi Mlati dengan diawali gending-gending Soran dan beberapa tarian pembuka dan tarian inti dilanjutkan dengan pawai seni dari 17 kecamatan se Kabupaten Sleman menuju Lapangan Denggung Sleman.

Pada malam harinya mulai pukul hingga WIB di Lapangan Sendangadi Mlati dipentaskan kesenian dari 5 (lima) kecamatan, yaitu Srunthul dari Kecamatan Ngemplak, Mega Ngapak/Kethoprak dari Kecamatan Sleman, Srandul dari Kecamatan Kalasan, Tari/ Angklung dari Kecamatan Moyudan dan Gugur Gunung dari Kecamatan Prambanan.

Pada hari kedua Sabtu 22 Agustus 2015 pukul hingga  WIB di tempat yang sama dipentaskan Kesenian Jathilan Panji Banyu Seta dari Sendowo Sinduadi Mlati, Kesenian Jathilan Hangesti Turonggo Budoyo dari Ngalangan Sardonoharjo Ngaglik dan dilanjutkan dengan kesenian religious, kesenian Kobra Siswo Putro Mudo dari Wonokerto Turi, Kesenian Badui Ria Remaja dari Gerjen Margomulyo Seyegan dan Kesenian Badui Al-Amin dari Maguwoharjo Depok.

Pada malam harinya mulai pukul WIB dipentaskan Tari Sri Ketan dari Kecamatan Seyegan, Trengganon dari Kecamatan Minggir, Rampak Buto/ Ande-Ande Lumut dari Kecamatan Ngaglik, Sholawat dari Kecamatan Pakem dan Gejog Lesung dari Kecamatan Berbah.

Pada hari ketiga Minggu 23 Agustus 2015 pukul – WIB dipentaskan Kesenian Jathilan “Ngesti Turonggo” dari Kragilan Sinduadi Mlati, Kesenian Jathilan “Timbul Retno” dari Nanggulan Sendangagung Minggir, Kobra Siswo “Sinar Mudo” dari Bibis Lumbungrejo empel, Badui “Satria Tama” dari Kopen Wonokerto Turi, Badui “Alimababa” dari Klawisan Margoagung Seyegan.

Pada malam harinya mulai pukul WIB dipentaskan Edan-Edanan/ Wayang Bocah dari Kecamatan Mlati, Kobrasiswo dari Kecamatan Tempel, Srandul dari Kecamatan Cangkringan, Hadroh dari Kecamatan Depok, Nyai Poleng dari Kecamatan Gamping dan kethoprak dari Kecamatan Godean.