Sleman Dorong Pembentukan Desa Tangguh Bencana

Sleman – Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi mengatakan kondisi Kabupaten Sleman yang rawan bencana membutuhkan masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi musibah alam seperti gempa, angin ribut, banjir, erupsi Merapi, tanah longsor dan lainnya. Untuk itu, pembentukan desa tangguh bencana  perlu terus didorong.

Sepanjang tahun 2015 ini sudah ada lima desa yang dikukuhkan tangguh bencana yakni Desa Pakembinangun, Purwobinangun, dan Hargobinangun di Kecamatan Pakem, Desa Glagaharjo Kecamatan Cangkringan, serta Desa Donoharjo  Kecamatan Ngaglik.

“Setelah terbentuk,  desa tangguh bencana harus tetap dibina bahkan pelatihan penanggulangan bencana sebaiknya dimulai sejak dini,”  kata Gatot, Jumat (4/9).

Gatot yang sebelumnya menjabat Kepala BPBD DIY ini menambahkan, makna tanggap terhadap ancaman bencana tidak hanya pada masa darurat tapi juga saat pra dan pasca bencana. Hal ini sesuai ketentuan UU Nomer 24 Tahun 2007.

Mengacu aturan  tersebut lanjutnya, paradigma penanggulangan bencana tidak lagi di titik beratkan pada penanganan kedaruratan, namun lebih pada upaya pengurangan resiko bencana. Di sisi lain tambah Gatot, hal ini menuntut kesiapsiagaan masyarakat.

Dan untuk memudahkan upaya tanggap darurat tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) telah menyusun Rencana Manajemen Pengelolaan Lingkungan (RMPL) dan melakukan pemetaan potensi kerawanan bencana. Langkahnya dengan pemasangan early warning system di  13 lokasi yang dianggap rawan terdampak erupsi Merapi.




Dibuka, Lomba Film Pendek Destinasi Java Promo

Film PendekSleman – Java Promo bekerjasama dengan insan wisata menyelenggarakan Lomba Film Pendek “Pesona Java Promo” terbuka untuk umum mulai 1 September – 10 Oktober 2015. Lomba film ini diselenggarakan dalam rangka untuk mengenalkan potensi wisata yang tersebar di Kabupaten/ Kota Jateng – DIY yang tergabung dalam Java Promo kepada khalayak luas.

Selain itu juga untuk meningkatkan kreativitas masyarakat khususnya insan multimedia dan audio visual dalam memanfaatkan media sebagai sarana promosi pariwisata. Demikian dikatakan Sekretaris Java Promo, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM  di Kantor Sekber Java Promo Jl. Parasamya Beran Tridadi Sleman, Jumat (4/9).

Menurut Ayu ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mengikuti lomba ini diantaranya  mengisi formulir pendaftaran yang dapat diunduh dari website , film pendek berdurasi minimal 3 menit hingga maksimal 10 menit, diunggah pada periode 1 September hingga 10 Oktober 2015. Info selengkapnya dapat dilihat di website .

Dikatakan Ayu, Java Promo terdiri atas 16 Kabupaten/ Kota di Jateng- DIY, yaitu Kabupaten Sleman, Bantul, Gunungkidul, Kulonprogo, Kota Yogyakarta, Kabupaten Klaten, Karanganyar, Boyolali, Kabupaten dan Kota Magelang, Kabupaten Temanggung, Wonosobo, Banjarnegara, Purworejo, Kebumen dan Kabupaten Semarang. Dalam lomba ini setiap peserta bebas untuk memilih berbagai destinasi wisata di masing-masing kabupaten/ kota anggota Java Promo tersebut.

“Juri yang dihadirkan dalam lomba ini adalah juri-juri profesional yaitu Videografer Sutikno Tekno Bolang, Cinematografer dan  Direktur Epic Java Film – Embara Films Febian Saktinegara dan dari insan wisata,” kata Ayu.

Dalam lomba ini akan dipilih 3 pemenang dan 2 pemenang favorit yang akan mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan, trophy dan piagam. Juara 1 memperoleh Rp 4 juta, Juara 2 Rp 3 juta, Juara 3 Rp 2 juta dan 2 favorit masing-masing mendapatkan Rp 1 juta.  Pemenang lomba akan diumumkan pada tanggal 17 Oktober 2015.