Sleman Potensial Untuk Investasi Usaha Kreatif

Sleman– Kabupaten Sleman memiliki berbagai keunggulan dan kemudahan untuk investasi pengembangan usaha-usaha kreatif. Demikian disampaikan Staf Ahli Bupati Sleman Bidang Ekonomi dan Keuangan, Dra Sudarningsih MSi  di Sleman, Kamis (17/9). 

Menurut Sudarningsih potensi Kabupaten Sleman meliputi berbagai bidang usaha yang didukung ketersediaan tenaga kerja terampil dan terdidik. Dikatakan Sudarningsih,  Sleman juga memiliki potensi masyarakat yang ramah, heterogen, keamanan yang kondusif, kemudahan aksesibilitas serta ketersediaan infrastruktur jalan, listrik dan air yang dibutuhkan investor dalam kapasitas sangat memadai.

“Kondisi tersebut diharapkan dapat menjadi keunggulan tersendiri bagi Sleman dalam penanaman investasi,” kata Sudarningsih.

Kabupaten Sleman masih berpotensi bagi pengembangan usaha-usaha kreatif. Berdasarkan data yang ada di Kabupaten Sleman pada 2015, nilai investasi Penanaman Modal Asing (PMA) meningkat menjadi kurang lebih 231,963 juta US Dollar, sedangkan nilai investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp1,945 miliar.

“Peningkatan tersebut tentu saja cukup menggembirakan namun juga perlu dibenahi pula hal-hal yang berkaitan dengan perizinan dan sebagainya. Jangan sampai investor yang menanamkan modalnya di Sleman menjadi terkendala dengan perizinan dan berbagai dokumen yang diperlukan untuk berinvestasi,” tambah Sudarningsih.

Dijelaskan Sudarningsih bahwa kemudahan untuk mengajukan pengurusan izin PMDN yang sekarang bisa dilakukan di Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) juga merupakan salah satu wujud dukungan bagi komitmen pemerintah untuk memperbaiki bentuk pelayanan bagi para investor.

“Kami juga mengimbau agar perusahaan-perusahaan yang telah memperoleh perizinan penanaman modal juga semakin tertib menaati Perka BKPM Nomor 5 Tahun 2013 khususnya dalam hal pelaporan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) secara berkala kepada BPMPTSP Kabupaten/Kota, BKPMPTSP Provinsi dan BKPM RI,” katanya.

Ia mengatakan, ketertiban penyampaian LKPM dapat dilihat dari data yang dihimpun BPMPPT Sleman yaitu dari 90 investor, baru 55 persen yang menyampaikan LKPM.

“Ketertiban untuk menyampaikan LKPM merupakan salah satu dukungan untuk mewujudkan iklim investasi yang kondusif,” katanya.



Pemkab Atasi Kekeringan di Prambanan

Antri Air BersihSleman – Musim kemarau sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman sudah sejak awal memberlakukan sikap waspada terhadap kemungkinan terjadinya kekurangan air bersih di wilayah perbukitan Prambanan, Kamis (17/9).

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Drs Julisetiono SH MM  untuk mengatasi problema air bersih di wilayah Prambanan, pihaknya masih tetap mengandalkan pada fasilitas jaringan pipa air bersih yang sudah terpasang di wilayah perbukitan yang rawan krisis air bersih pada musim kemarau.

Wilayah Prambanan yang sangat rawan kekeringan, saat ini masih terdapat sejumlah titik di wilayah Desa Wukirharjo dan Gayamharjo Prambanan. Sehingga untuk kawasan tersebut Pemkab Sleman tetap mengalokasikan droping air sejak dua bulan lalu, karena belum terjangkau jaringan pipa air bersih.

“Dari BPBD Sleman tahun ini menyiapkan sekitar 150 tangki air untuk  droping di Prambanan,”  kata Julisetiono.

Sementara penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi mengatakan guna  menindaklanjuti minimnya sumber air bersih di Kecamatan Prambanan pada musim kemarau ini sejumlah upaya telah dilakukan oleh Pemkab Sleman untuk pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat Prambanan secara berkesinambungan.

Salah satunya adalah pengembangan jaringan air bersih desa yang dikelola oleh masyarakat. Jaringan air tersebut sudah terpasang di 5 desa di wilayah prambanan ini yaitu di Sambirejo, Gayamharjo, Wukirharjo, Sumberharjo dan Bokoharjo. Namun demikian infrastruktur tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan air ketika musim kemarau panjang seperti ini.

“Penanganan krisis air di musim kemarau seperti ini memerlukan komitmen dan langkah bersama, antara pemkab Sleman, swasta dan masyarakat,” kata Gatot.

Langkah tersebut tidak sekadar pemberian bantuan berupa droping air, tetapi lebih dititikberatkan pada upaya bagaimana menjaga kesinambungan jaringan air bersih yang mampu menjangkau masyarakat sepanjang waktu.

Hal ini dikarenakan  penyediaan air bersih melalui Paguyuban Pengelola Air Minum Perdesaan atau disingkat Perpamdes lebih murah dibandingan dengan droping air dari bawah ke atas.

Air memang merupakan kebutuhan pokok semua makluk hidup, oleh karena itu diharapkan  masyarakat di Kecamatan Prambanan ini dapat mengelola pemakaian air dengan hemat dan jangan sampai rebutan air dengan sesama warga.

Gatot juga minta  peran organisasi pengelola pemakai air harus lebih dioptimalkan. Jika terjadi permasalahan hendaknya dapat diselesaikan dengan cara baik-baik, dirembug dan diupayakan secara musyawarah kekeluargaan.

Sementara menghadapi kemarau panjang tahun ini, Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan (DP2K) Kabupaten Sleman telah menyiapkan 60 pompa air. Pompa tersebut akan disalurkan ke kelompok tani salak di beberapa kecamatan sentra budidaya. Diantaranya wilayah Turi, Tempel, Pakem, dan Kaliurang.

“Kalau sampai dua bulan mendatang tidak juga turun hujan, pompa akan langsung kami drop ke kelompok tani,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, DPPK Sleman, Edi Sriharmanto, kemarin.

Kemarau panjang akibat pengaruh El Nino ini dikhawatirkan berimbas terhadap budidaya salak. Jika dibiarkan kekeringan, tanaman salak bisa gagal berbuah. Resiko gagal panen ini terutama pada lahan salak yang ditanam tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Kalau yang sudah mengacu SOP, kecil kemungkinannya terkena pengaruh El Nino. Fokus kita terutama kebun salak yang belum sesuai standar,” ujarnya.

Jika petani sudah mengacu SOP, biasanya tidak terlalu tergantung musim. Mereka selalu melakukan persiapan untuk panenan berikutnya.

Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Tanaman Pangan dan Hortikultura DP2K Sleman, Ananta mengatakan, penanggulangan dampak El Nino memang perlu penanganan khusus agar hasil produksi salak bisa terjaga. Terlebih awal November mendatang diperkirakan sudah mulai panen.

“Sekarang sedang musim berbunga. Sebaiknya petani sudah mulai melakukan pengairan terutama yang menggunakan sumber mata air, agar hasil panenan bisa optimal,” katanya.




Masyarakat Diminta Manfatkan Lahan Kosong

Tanam PohonSleman – Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi meminta masyarakat Sleman untuk dpat  memanfaatkan lahan pekarangan kosong guna menanam tanaman produktif yang memiliki nilai ekonomis. Gatot menyampaikan hal tersebut saat melaunching  Sistem Tanaman Tabungan Sekolah (STTS) bagi warga dan siswa didik di  Dusun Sumber Gamol, Desa Balecatur Kecamatan Gamping Sleman, Kamis (17/9).

Launching ditandai dengan penanaman pohon buah oleh penjabat Bupati Sleman dan dari  PT Pertamina (Persero) TBBM Rewulu didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga Sleman, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Sleman, Camat serta Kepala Desa Balecatur. Juga dilakukan penanaman pohon jahe di polibax yang dilanjutkan penanamannya oleh siswa-siswi SD di Balecatur.

Dikatakan Gatot melalui kegiatan penanaman dengan Sistem Tanaman Tabungan Sekolah (STTS) bagi warga dan siswa didik ini dapat meningkatkan taraf kesejahteraan dan pendidikan pada masyarakat Dusun Sumber Gamol, mengingat di Sumber Gamol dengan 235 KK , 75 KK masih rentan miskin.

Ditambahkan  Gatot bahwa  sektor pertanian masih menjadi sektor unggulan di Kabupaten Sleman, hal tersebut dapat dilihat dari masih tingginya masyarakat Kabupaten Sleman yang masih menggantungkan mata pencahariannya dari sektor pertanian.

Pada tahun 2014 sektor pertanian menyerap tenaga kerja terbanyak  yang mencapai 23,56% dari jumlah penduduk Sleman yang mencapai jiwa.  Sektor pertanian juga menjadi penyumbang PDRB primer terbesar di Kabupaten Sleman yaitu sebesar 12,59% pada tahun 2014.

“Melalui program ini, diharapkan para petani memperoleh alternatif aktifitas pertanian dengan memanfaatkan pekarangan yang ada. Sehingga penerapan program ini tidak terbatas pada kepemilikan lahan yang luas namun cukup memanfaatkan perkarangan dengan mengaplikasikan metode yang sesuai dengan lahan tanam,” tutur Gatot.

Sejalan dengan kegiatan tersebut, lanjutnya diharapkan para petani di Dusun Sumber Gamol dapat memanfaatkan kegiatan ini sebaik mungkin. Sehingga para petani memiliki pengetahuan tentang perilaku budidaya pertanian yang ramah lingkungan serta tujuan dari STTS dapat tercapai, yakni meningkatnya pendapatan petani sekaligus anak petani di Dusun Sumber Gamol dapat memiliki tabungan sekolah.

Melalui kegiatan ini semua anak di Dusun Sumber Gamol memiliki tabungan sekolah, sekaligus dapat menjadi tambahan pemasukan dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Dusun Sumber Gamol,  Desa Balecatur Gamping.