Sleman Terbuka Untuk Usaha Budidaya Ikan

Sleman – Kepala Bidang Perikanan Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman, Ir Suparmono MM mengatakan usaha budidaya ikan/udang di Kabupaten Sleman hingga saat ini masih cukup terbuka lebar mengingat permintaan ikan masih cukup tinggi, Jumat (18/9). Hal ini terbukti para petani ikan di Sleman dari tahun ke tahun terus berkembang bahkan dengan budidaya ikan ternyata mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
“Hanya saja para petani/kelompok ikan masih kurang berani untuk menambah permodalan dengan mengajukan pinjaman di perbankan,” kata Suparmono.
Sedangkan perbankan maupun dinas lanjut Suparmono masih terbuka untuk memberikan pinjaman penguatan modal. Dikatakan Suparmono, bahwa pada musim kemarau ini produksi ikan memang menurun, dan itu mengakibatkan harga ikan lebih mahal. Dan itu wajar mengingat persediaan air yang berkurang hingga untuk budidaya ikan agak terganggu.
Meskipun harga ikan naik lanjutnya, namun kenaikannya tidak terlalu besar. Untuk harga ikan nila mengalami kenaikan yang dulunya Rp naik menjadi Rp , guramih dari Rp /kg naik menjadi Rp , lele dari Rp naik menjadi Rp .
Sementara jumlah produksi ikan di Sleman pada tahun 2014 sebanyak 30 ribu ton, dan target tahun 2015 sebanyak 32 ribu ton. “Dari jumlah tersebut paling banyak ikan nila yaitu 30 % sendiri, lainnya berupa ikan guramih, lele, bawal, dan lainnya,” kata Suparmono.
