Tegaltirto Berbah Dikukuhkan Jadi Kampung Siaga Bencana

Sleman – Desa Tegaltirto Kecamatan Berbah Sleman dikukuhkan sebagai Kampung Siaga Bencana. Pengukuhan dilakukan Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi bersamaan dengan dilakukannya gladi lapang penanggulangan bencana gempa bumi dan angin puting beliung di Tegaltirto Berbah, Minggu (20/9).
Dalam gladi lapang digambarkan sebanyak 30 orang mengalami luka berat dan 40 orang luka ringan dan sedang, sementara puluhan rumah mengalami rusak berat dan ringat saat terjadi gempa bumi dan puting beliung di Tegalterto Berbah. Saat gempa terjadi sekitar pukul WIB suasanya di Tegaltirto Berbah betul-betul kacau, masyarakat banyak yang menyelamatkan diri tanpa membawa bekal, bahkan ada sebagian keluarga yang lupa penyelamatkan anaknya yang masih balita.
Beruntung sebagin besar anak yang masih balita selamat dari bencana tersebut. Sebagian besar masyarakat menyelamatkan diri di lapangan Tegaltirto, namun tidak sedikit masyarakat yang menyelamatkan diri di pinggir jalan, dengan harapan ada relamat yang menyelamatkan mereka. Beruntung saat kejadian tersebut tidak ada hewan peliharaan yang menjadi korban.
Selain banyak yang luka, banyak pula bangunan dan rumah yang roboh, juga banyak rumah yang gentengnya beterbangan akibat puiting beliung tersebut. Karena suasana saat itu gelap disertai hujan lebat, bahkan masyarakat kebingungan harus menyelamatkan diri kemana.
Hadir sekaligus menjadi Inspektur pada gladi lapang tersebut Gatot Saptadi, yang pada kesempatan tersebut didampingi antara lain Kepala Dinas Sosial DIY, Drs Untung Sukaryadi, dan Kepala Dinas Nakersos, Drs Untoro Budiharjo.
Menanggapi dikukuhkannya Kampung Siaga Bencana Desa Tegaltirto Berbah, Gatot menyampaikan bahwa menjadi tantangan agar Desa Tegaltirto lebih siap dalam menghadapi kemungkinan terjadi bencana, disamping itu dengan pengukuhan tersebut Tegaltirto harus selalu menempa diri dengan berbagai latihan penanggulangan bencana, terutama kesiapan masyarakatnya.
Dikatakan Gatot bahwa kampung siaga bencana tersebut jangan hanya sebagai seremonial belaka, namun harus betul-betul siap termasuk menerima menerima limpahan pengungsi dari daerah lain. Termasuk persiapan beberapa divisi seperti divisi Shelter, Bankam, Logistik, pertolongan pertama, TRC maupun dapur umum.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan peninjauan lumbung logistik desa tegaltirto yang isinya cukup lengkap, Gatot pada kesempatan tersebut minta agar lumbung logistik tersebut dikelola dengan baik.
“Yang jelas saat terjadi bencana jangan mengharapkan bantuan dan kehadiran saat itu juga, karena penanganan bencan ujung tombaknya adalah masyarakat,” tambah Gatot.
Sedangkan Kepala Dinas Sosial DIY, Untung Sukaryadi melaporkan bahwa maksud penyelanggaraan Kampung Siaga Bencana tersebut untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari resiko dan ancaman bencana. Sedang Gladi lapang tersebut bertujuan memberikan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang bahaya dan resiko bencana, mengorganisir potensi masyarakat terlatih dalam penaggulangan bencana, dan lainnya.
Peserta dalam gladi lapang dan pembentukan KSB tersebut sebanyak 250 orang yang terdiri Dinas Sosial DIY, instansi sosial Kabupaten/Kota, aparatur desa dan warga masyarakat desa Tegaltirto Berbah. Ditambahkan Untung Sukaryadi bahwa nilai lumbung logistik tersebut senilai Rp 252 juta. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis isi lumbung logistik oleh penjabat Bupati Sleman.
