Sleman Gelar Pelangi Budaya Bumi Merapi



Sleman– Dusun Joho Desa Condongcatur Kecamatan Depok Sleman adalah sentra produksi topi, emblem bordir, jaket dan kaos serta tas. Adalah Jupriyono yang merupakan Kepala Dukuh Joho yang memulai produksi topi di tahun 1975-an. Produksi topi semula hanyalah sebatas perorangan, namun lama kelamaan berkembang menjadi sebuah produksi massal. Tenaga kerja yang direkrut adalah dari lingkungan keluarga. Hingga saat ini terdapat sekitar 30 pengrajin topi dan bordir dengan 2 kelompok yaitu Bordir Mandiri dan Bordir Koprinka.
Sementara untuk pemasaran produk Joho ini, Jupriyono menjelaskan bahwa tidak menghadapi kendala yang berarti. Selama ini warga Joho memperoleh order yang berskala nasional, bahkan Papua pun pernah memesan produk dari Joho.
Pada tahun 2002, kelompok bordir di Joho memperoleh hibah berupa mesin senilai Rp 450 juta, sehingga produk topi berkembang menjadi berbagai produk lainnya seperti emblem/logo perusahaan dan instansi. Sayangnya saat ini mesin tersebut tidak dioperasikan karena operator mesin sedang keluar kota.
“Hal ini merupakan satu kemajuan mengingat sebelum menggunakan mesin, pengrajin Joho harus membordir topi dan produk lainnya di luar daerah. Dengan mesin bermata jarum 12, warga Joho mampu memproduksi topi dan produk lainnya dalam jumlah ribuan,” kata Jupriyono, Selasa (22/9).
Sedang Supriyono, ketua kelompok bordir menjelaskan bahwa produk yang cukup menguntungkan adalah topi pet, yaitu topi yang dipakai TNI. Order di Joho biasanya padat di bulan Agustus yang merupakan tahun ajaran baru. Pesanan bisa mencapai puluhan ribu item. Dalam satu hari warga Joho bisa memproduksi 3000 topi.
Hingga saat ini, juga masih ada perajin yang mengerjakan topi sulam dengan cara manual. Kebetulan mereka yang mengerjakan topi sulam manual ini adalah para difabel.

Sleman – Sebanyak 200 siswa SD yang merupakan perwakilan dari 17 Kecamatan di Kabupaten Sleman mengikuti Lomba Lukis. Lomba tersebut dimaksudkan untuk menggali potensi anak Sekolah Dasar melalui seni dan budaya, menumbuhkembangkan sikap peduli terhadap seni dan budaya bangsa, memperkenalkan ikan sejak usia dini dan mengetahui manfaatnya bagi kesehatan dan kecerdasan, serta pengenalan produk hasil perikanan kepada masyarakat melalui lomba lukis.
Lomba terbagi dalam dua kategori yaitu kategori A untuk siswa Sekolah Dasar Klas I-III, kategori B untuk siswa Sekolah Dasar klas IV-VI. Lomba lukis itu sendiri dilaksanakan di KPI Mina Taruna Garongan Wonokerto Turi, Selasa (22/9). Bertindak sebagai juri dalam lomba lukis tersebut P4TK Sani dan Budaya Jogja.
Para masing-masing kategori akan mendapatkan hadiah berupa juara I mendapat Trophy Bupati dan 1 buah sepeda lipat, juara II Trophy Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman dan 1 buah sepeda MTB, juara III Trophy Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan 1 buah meja belajar.
Sedang kategori B juara I mendapat Trophy bupati sleman dan 1 buah sepeda lipat, juara II trophy Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan kabupaten sleman dan 1 buah sepada MTB, dan juara III Trophy Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan 1 buah meja belajar.
Sementara Sekretaris Dinas Pertanian, Perikanan dan Kabupaten Sleman, Ir Dwi Anta Suidibya MT menyampaikan bahwa lomba lukis tersebut lomba lukis untuk tingkat SD tersebut sebagai salah satu upaya dalam mengkampanyekan gemar makan ikan. Disamping itu juga untuk mengembangkan bakat di bidang seni dan budaya bagi anak-anak sejah usia dini, karena dengan bakat tersebut bisa menjadi faktor keberhasilan dimasa datang.
Setelah melalui penjurian maka untuk lomba lukis tingkat SD Kategori A juara I Labdawara Nirbana SD Suryo III Sleman, Juara II Afifah Zahrani SD Klenggung Tempel, Juara III Maulana Farel Neal, SDN Sleman I Sedang kategori B sebagai juara I Mifka Alivia D SDN Klenggung Tempel, Juara II Laila Farha Paini SD Muh Kronggahan, Gamping dan Juara III Amelia Syahla A SDN Bener Gamping.