PD BPR Bank Sleman Buka Cabang Di Godean

2809 SLEMAN BANK SLEMANSleman – PD BPR Bank Sleman membuktikan dirinya untuk dekat dengan nasabahnya dengan membuka kantor Cabang Godean. Hal itu disampaikan Dirut PD BPR Bank Sleman, Moh Sigit SR MSi ketika peresmian Kantor Cabang Godean PD BPR Bank Sleman, Senin  (28/9).

“BPR Bank Sleman juga  akan tetap kerja keras, semangat dan fokus serta tidak galau dalam menyikapi kondisi perekonomian yang kurang kondusif seperti sekarang ini,” kata Sigit.

Sigit juga menyampaikan perkembangan kinerja keuangan Bank Sleman sampai dengan Bulan Agustus 2015 untuk total Aset mencapai  Rp 578,6 miliar tumbuh 27,36 persen dibandingkan tahun lalu,  Dana masyarakat Rp 413,13 mi;oar, tumbuh 30,71 persen dibanding tahun lalu,  kredit yang disalurkan Rp 472,5 miliar tumbuh  22,79 persen dibanding tahun  lalu sedangkan laba mencapai Rp 16,6 miliar, tumbuh 17,73 persen dibanding tahun lalu.

Disampaikan Sigit bahwa Kantor Cabang Godean ini berada di Jalan Godean atau  timur pasar Godean sekitar 500 meter dan merupakan kantor cabang yang pertama dalam rangka meningkatkan jaringan pelayanan, yang kedepannya diharapkan dapat menjadi ujung tombak layanan Bank Sleman, khususnya di wilayah Sleman Barat. dalam penghimpunan dana dan penyaluran kredit kepada UMKM.

”Sampai dengan saat ini Bank Sleman telah memiliki 16 Kantor Kas yang tersebar hampir di setiap kecamatan di wilayah Kabupaten Sleman. Ke depan akan disusul dengan adanya cabang-cabang selanjutnya dalam rangka peningkatan jaringan layanan di wilayah Kabupaten Sleman dan sekitarnya,” tutur Sigit.

Peresmian dihadiri Penjabat Bupati Sleman Ir Gatot Saptadi, Sekda Sleman dr Sunartono, selaku Ketua Dewan Pengawas PD BPR Bank Sleman, serta anggotanya, Assek  & II, Perwakilan BI, OJK DIY dan lainnya.

Sementara Gatot Saptadi menyampaikan dengan perluasan jaringan yang dilakukan PD BPR Bank Sleman dapat mengukuhkan eksistensi PD BPR Bank Sleman sebagai Bank Perkreditan Rakyat yang memiliki visi Mewujudkan Bank yang sehat, Profesional dan Berdaya Saing. Ekspansi jaringan ini merupakan salah satu upaya dalam memberikan pelayanan prima secara luas dalam perbankan sehingga mampu menjangkau masyarakat di Kabupaten Sleman dengan merata.

PD BPR Bank Sleman yang pada awalnya berperan untuk memberikan pelayanan membantu kebutuhan pinjaman dana dari masyarakat golongan ekonomi menengah terutama para pedagang pasar dan pegawai, seiring dengan perkembangan PD. Bank Perkreditan Rakyat Bank Sleman sebagai perusahaan perbankan mengedepankan profesionalisme dalam menjalankan operasional perusahaan.

Berkenaan dengan hal tersebut Pemerintah Kabupaten Sleman berupaya agar PD BPR Bank Sleman menjadi lokomotif perekonomian daerah, khususnya dalam pemberdayaan perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen dalam mengembangkan PD BPR Bank Sleman dengan cara penyertaan Modal Pemerintah Daerah yang anggarannya dialokasikan dalam APBD Kabupaten Sleman.

Peresmian Kantor Cabang yang baru ini merupakan capaian dalam perluasan jaringan sekaligus tantangan bagi jajaran PD BPR Bank Sleman untuk dapat mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi dan kinerja dalam memberikan pelayanan perbankan  bagi nasabah.

Gatot juga mengingatkan pada seluruh jajaran keluarga besar PD. BPR Bank Sleman agar dapat mengutamakan kesolidan dan kekompakan dalam menjalankan tugas yang diemban dengan mengedepankan visi dan misi korporasi, sehingga tujuan korporasi dapat tercapai.

Serta yang tidak kalah penting adalah terus berinovasi dalam penyediaan layanan perbankan sesuai dengan perkembangan dan tuntutan pasar saat ini, serta melakukan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagi motor penggerak dalam penyelenggaraan pelayanan perbankan.




Antisipasi Kebakaran Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Sleman– Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Drs Juli Setiono SH MM mengatakan  dalam kondisi musim kemarau yang cukup panjang seperti sekarang I ni masyarakat di Kabupaten Sleman diminta untuk terus meningkatkan kewaspadaannya. Sebab dalam musim kemarau yang berkepanjangan ini membuat lahan hutan rakyat diwilayah Kabupaten Sleman menjadi sangat kering, yang dampaknya menjadikan lahan hutan rakyat mudah terbakar.

“Dengan kondisi musim kemarau dan suaca seperti sekarang ini, kami minta   masyarakat  untuk meningkatkan kewaspadaan. Di antaranya dengan tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan. Terutama di lahan maupun hutan, baik yang jauh ataupun berdekatan dengan pemukiman. Karena api mudah tersebar dan menjadi besar bila terkena angin sehingga sulit dipadamkan,” kata Juli di Sleman, Senin (28/9).

Juli juga menghimbau warga tidak membuang puntung rokok dalam kondisi menyala dan dibuang disembarang tempat. Pasalnya bara yang masih menyala pada puntung rokok seringkali menjadi pemicu kebakaran besar.

Apalagi  lanjut Juli, rumput yang berada di tepi jalan raya kondisinya sudah sangat kering. Jika terbakar dapat merambat ke pemukiman sehingga dampak kebakaran semakin luas dan tidak terdeteksi.

Sementara dari data yang ada d Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadaman Kebakaran (Damkar) Sleman,  tercatat  ada tiga kecamatan di Kabupaten Sleman menjadi wilayah paling rentan terjadi kebakaran hutan. Hal ini lantaran banyaknya tanaman yang kering seiring terjadinya kemarau panjang di tahun ini. Dan ketiga kecamatan tersebut  adalah Kecamatan Prambanan, Cangkringan, serta ketiga wilayah tersebut, terdapat lahan yang berupa hutan rakyat yang cukup luas. Saat musim kemarau seperti ini, banyak daun kering berserakan di lahan tersebut. Dipicu api kecil saja sudah bisa mengakibatkan kebakaran yang serius.

Tidak hanya lahan dan hutan saja yang frekuensi kebakaran nya meningkat tetapi juga di pemukinan . Di tahun ini, hingga September lebih dari 75 kejadian kebakaran yang ditangani oleh UPT Damkar.
Peningkatan cukup signifikan terjadi mulai puasa lalu. Wilayah padat penduduk, seperti Depok, Ngaglik, dan Godean menjadi daerah yang riskan terjadi kebakaran.



Jalan KRB II Merapi Dibiarkan Rusak

Sleman – Beberapa ruas jalan beraspal di Kawasan Rawan Bencana (KRB) II Gunung Merapi di Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman  kondisinya rusak parah akibat lalu lalang truk angkutan pasir, dibiarkan belum akan diperbaiki.

“Beberapa jalan memang kondisinya rusak parah, jalan yang sebelumnya beraspal saat ini sudah seperti jalan tanah. Namun kerusakan jalan itu sengaja dibiarkan, karena jika diperbaiki nantinya tidak akan bertahan lama, mengingat masih digunakan lalu-lalang truk penambangan pasir,” kata Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (DPUP) Kabupaten Sleman, Mirza Anfansury, di Sleman, Minggu (27/9).

Menurut Mirza, kondisi jalan yang rusak tersebut memang banyak dikeluhkan, terutama di sebelah timur Hunian Tetap (Huntap) Pagerjurang Desa Kepuharjo. Selain itu, beberapa jalur yang ada di Desa Glagaharjo dan Umbulharjo juga banyak yang rusak, katanya lagi.

Mirza menjelaskan, pada 2012 DPUP Kabupaten Sleman sempat memperbaiki kondisi jalan yang rusak akibat aktivitas penambangan pasir, namun jalan yang sudah mulus beraspal lagi tersebut juga tidak berusia lama.

“Pada tahun 2012 kami sempat melakukan perbaikan setelah jalan rusak parah akibat lalu-lintas truk pasir, namun pada 2013 jalan mulai rusak lagi karena digunakan untuk akses truk pengangkut pasir,” katanya pula.

Mirza mengatakan, pihaknya selama ini sudah menyarankan agar aktivitas truk pengangkut pasir tidak melewati jalur tersebut, namun saran tersebut tidak dilaksanakan.

“Kami sudah sarankan, tapi tetap saja dilewati. Sekarang pun masih, meski tak sebanyak dulu. Ya sudah, perbaikan jalan ditunda dulu. Kalau pun nantinya diperbaiki, hanya akan sia-sia saja, kami sampai kini belum akan melangkah. Tidak tahu pasti akan sampai kapan,” katanya lagi.

Selain itu, untuk melakukan perbaikan jalan di Kecamatan Cangkringan, sesuai prosedur harus diusulkan terlebih dahulu oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Kesepakatan ini sudah berlangsung setelah bencana erupsi Gunung Merapi 2010.

“Seluruh jalan di Cangkringan, kesepakatannya harus diusulkan oleh BPBD dulu jika akan melakukan perbaikan jalan,” katanya.

Kepala Desa Kepuharjo, Heri Suprapto mengatakan, jalan yang rusak tersebut dirasakan cukup penting karena selain untuk akses warga Sleman, juga merupakan jalur alternatif dari Klaten.

“Jalan tersebut juga digunakan untuk akses transportasi siswa sekolah. Kerusakannya sekitar empat kilometer,” katanya pula.




34 Bregada Prajurit Menghipnotis Pengunjung

bregadaSleman – Kirab Bregada Prajurit yang merupakan agenda hari kedua dalam event Pelangi Budaya Bumi Merapi 2015 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman mampu menghipnotis pengunjung. Sebanyak 34 kontingen Bregada Prajurit dari 17 kecamatan se Kabupaten Sleman masing-masing menampilkan suguhan yang berbeda.

Selain melakukan kirab sepanjang 1 kilometer, masing-masing bregada juga melakukan display di hadapan dewan juri dan pengunjung, Sabtu (26/9) di panggung Lapangan Denggung Sleman.

Suguhan dari 17 kecamatan tersebut adalah Bregada Kyai Bokeri dari Kecamatan Bregada Kecamatan Mlati, Bregada Kyai Ganjur dari Kecamatan Sleman, Bregada Kismo Kuncoro dari Kecamatan Godean, Bregada Sastro Wilogo dari Kecamatan Moyudan, Bregada Gandrung Arum dari Kecamatan Cangkringan, Bregada Songsong Wirosuto dari Kecamatan Gamping.

Bregada Kyai Rebyug dari Kecamatan Mlati, Bregada Turonggo Suro dari Kecamatan Ngemplak, Bregada Ngrowhod dari Kecamatan Turi, Bregada Condongcatur dari Kecamatan Depok, Bregada Gotri Selo Aji dari Kecamatan Kalasan, Bregada Buana Aji dari Kecamatan Godean, Bregada Tunggulwulung dari Kecamatan Minggir, Bregada Joyo Dino dari Kecamatan Prambanan.

Bregada Tunggularum dari Kecamatan Turi, Bregada Tirto Muncar dari Kecamatan Ngaglik, Bregada Wirotani dari Kecamatan Gamping, Bregada Jonggrang dari Kecamatan Prambanan, Bregada Tlogo Sandhang dari Kecamatan Berbah, Bregada Bahu Dendho dari Kecamatan Tempel, Bregada Surenglogo Tohino dari Kecamatan Sleman.

Bregada Kyai Kelir dari Kecamatan Minggir, Bregada Tambak Kali dari Kecamatan Cangkringan, Bregada Hargo Merapi dari Kecamatan Pakem, Bregada Mbah Prembun dari Kecamatan Ngaglik, Bregada Kromodipo dari Kecamatan Pakem, Bregada Umbul Kamulyan dari Kecamatan Kalasan, Bregada Purboyo dari Kecamatan Seyegan.

Bregada Wonolelo dari Kecamatan Ngemplak, Bregada Mertoyudan dari Kecamatan Tempel, Bregada Ki Angklung dari Kecamatan Moyudan, Bregada Gadung Mlati dari Kecamatan Seyegan, Bregada Sentono Rejo dari Kecamatan Berbah, dan Bregada Kudha Karengga dari Kecamatan Depok.

Dilanjutkan pukul WIB dengan pentas seni angklung di Panggung Utara Lapangan Denggung dan pukul WIB dengan atraksi Pentas Musik Pensil Alis dan Pentas Anang Batas di Panggung Utama Lapangan Tennis di Jl. KRT Pringgodiningrat Tridadi Sleman.

Hari ketiga, Minggu (27/9) pukul – WIB merupakan acara puncak yang berupa Karnaval Pelangi Budaya Bumi Merapi yang melibatkan lebih dari 50 kontingen dengan kekuatan lebih dari personil dari berbagai elemen komunitas seni budaya dan stakeholder pariwisata yaitu hotel, restoran, museum, perguruan tinggi, desa wisata, upacara adat.

Bahkan komunitas mahasiswa luar daerah juga akan bergabung dalam event ini, diantaranya komunitas mahasiswa Bali, Banjarnegara, Kalimantan Barat dan kontingen dari Surabaya.




Depok Gelar Kegiatan Prokasih dan Penghijauan

Sleman – Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi memimpin langsung kegiatan program kali bersih atau prokasih dan penghijauan di wilayah Sungai Pelang, Gandok, Kecamatan Depok, Sabtu (26/9).

Kegiatan tersebut juga diikuti  oleh Camat Depok Drs Budiharjo dan segenap anggota forum komunikasi pimpinan Kecamatan Depok. Kegiatan diawali dengan apel bersama persiapan kegiatan prokasih dan juga penyerahan secara simbolis peralatan kebersihan.

Dalam sambutannya Gatot memberikan apresiasi kepada Kecamatan Depok atas usahanya untuk menghijaukan kembali serta menggerakkan masyarakat dalam membersihkan sungai dari sampah yang menghambat aliran sungai pelang di Padukuhan Gandok.

Gatot juga berharap  kegiatan ini tidak hanya dapat mengembalikan daya dukung Sungai Gandok bagi kelestarian alam namun juga memberikan contoh bagi masyarakat di daerah sekitar sungai lainnya untuk melakukan kegiatan serupa.  Gatot juga menghimbau agar, selain dengan upaya membersihkan sungai ini juga harus dilakukan dengan penghijauan.

“Saat ini kelestarian peraian sungai dapat terancam oleh banyaknya sampah dan limbah yang dibuang ke aliran sungai,” kata Gatot.

Menurut Gatot, tingginya sampah di sungai berbanding terbalik dengan kebutuhan air bersih yang terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah dan kepadatan penduduk. Gatot juga mengingatkan agar sungai itu dijadikan halaman depan rumah kita, sehingga jangan  menjadi lokasi untuk membuang sampah.

“Bila kelestaraian dan kebersihan sungai dapat terjaga bukan tidak mungkin nantinya juga dapat menjadi obyek wisata,” tutur Gatot.

Upaya menjaga kelestarian dan kebersihan sungai ini tentunya butuh dukungan semua pihak, baik itu pemerintah, masyarakat dan swasta, oleh karena itu one river one management harus diwujudkan, jadi pengelolaan sungai tidak terikat oleh batas wilayah.