Disbudpar Ajak 160 Siswa SMA-SMK Kunjungi Museum

Kunjungan ke Museum GempaSleman – Dalam rangka untuk mengimplementasikan program nasional “Gerakan Nasional Cinta Museum 2010-2015”, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman mengajak 160 siswa dan 40 guru pendamping dari 40 sekolah SMA dan SMK se Kabupaten Sleman mengunjungi beberapa museum.

“Kunjungan tersebut dibagi dalam 2  kunjungan, yakni Selasa dan Rabu, 29-30 September 2015 kemarin,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman, Ir AA Ayu Laksmi Dewi TP MM dikantornya, Kamis (1/10).

Adapun museum yang dikunjungi adalah Museum UGM, Museum Pendidikan Indonesia (MPI), Museum Dirgantara Mandala, Museum Gempa Prof Dr Sarwidi dan Museum Gunungapi Merapi (MGM).

Dikatakan Ayu bahwa program tersebut untuk mengimplementasikan “Gerakan Nasional Cinta Museum 2010-2015” yang telah dicanangkan pada tahun 2010 di Kabupaten Gianyar Bali.

Melalui kunjungan tersebut diharapkan para siswa akan dapat mengambil manfaat secara optimal fungsi museum. Bahwa museum bukan hanya sekedar koleksi benda semata, namun untuk memberikan penyadaran bahwa museum memiliki nilai-nilai keutamaan yang patut diserap oleh para siswa sebagai generasi muda bangsa.

Selain itu diharapkan akan dapat menanamkan mindset bahwa museum sebagai wahana belajar sekaligus berwisata. Bahwa setelah mengunjungi museum para siswa akan terhibur sekaligus dapat memetik khikmah pelajaran yang terkandung didalamnya.

“Yang diharapkan akan menumbuhkan proses internalisasi nilai-nilai keutamaan yang diperoleh dari kunjungan ke museum, para siswa juga diwajibkan untuk menulis karya tulisan dalam bentuk essay. Karya tersebut nantinya akan dinilai dan diambil para pemenangnya,” tambah Ayu.




Pemkab Akan Perbaiki Jalan di KRB II

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman akan memperbaiki jalan rusak di Kawasan Rawan Bencana (KRB) II Gunung Merapi di jalur Glagah-Sidorejo meski jalur tersebut bukan termasuk jalur evakuasi untuk bencana.

“Pemkab akan melakukan perbaikan jalan yang melewati beberapa dusun di Kecamatan Cangkringan tersebut, meski bukan jalur evakuasi bencana. Karena perbaikan jalan tersebut merupakan tanggung jawab Pemkab Sleman,” kata Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi di Sleman, Kamis (1/10).

Menurut Gatot, secara prinsip status jalan Kabupaten ataupun jalan desa tetap menjadi tanggung jawab pemerintah setempat.

“Tanggung jawab tersebut di antaranya melakukan pemeliharaan. Jika jalan rusak harus diperbaiki, sesuai dengan kewenangannya. Apalagi, jalan tersebut merupakan alternatif dari Klaten ke Sleman. Meski bukan sebagai jalur evakuasi, penting untuk menunjang aktivitas masyarakat setempat,” kata Gatot.

Sementara Kepala Desa Kepuharjo, Cangkringan Heri Suprapto, mengatakan memang jalan yang rusak hampir sekitar empat kilometer tersebut bukan termasuk jalur evakuasi.

“Jalan tersebut memang bukan jalur evakuasi karena arahnya dari timur ke barat dan sebaliknya. Kalau jalur evakuasi dari utara ke selatan,” katanya.

Heri mengatakan, meski demikian jalan tersebut cukup penting, karena selain sebagai alternatif jalan yang menghubungkan dua kabupaten, juga siswa sekolah selalu menggunakannya.

“Ada beberapa sekolah juga di sana. Itu untuk kepentingan anak sekolah juga,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, beberapa jalan beraspal di KRB II Gunung Merapi di Kecamatan Cangkringan yang saat ini kondisinya rusak parah akibat lalu lalang truk angkutan pasir, sengaja dibiarkan rusak dan belum akan diperbaiki.