Disbudpar Sleman Beri Kejutan Kepada Partisipan Medsos

Sleman – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar)Kabupaten Sleman memberikan kejutan kepada partisipan di media sosial (medsos) Instagram @wisatasleman dan Facebook Disbudpar Sleman.

“Saat ini terpilih dua orang yang beruntung memperoleh surprise hadiah tersebut, yaitu follower Instagram @wisatasleman ke 600 atas nama @yednaistiraharsi dan friend Facebook Disbudpar Sleman atas nama Yunarti Suryoko,” kata Kepala Disbudpar Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM, Kamis (8/10).

Menurut Ayu, kedua partisipan media sosial Disbudpar Sleman tersebut berhak atas hadiah berupa voucher gratis masuk wahana di Sindu Kusuma Edupark (SKE),

“Selain itu, mereka juga mendapatkan buku `The Thousand Temple Tours of Sleman` dan buku Sejarah Monumen Jogja Kembali (Monjali),” katanya.

Hadiah kejutan tersebut dapat diambil di kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Jalan KRT Pringgodiningrat Beran Tridadi Sleman pada jam kerja. Ayu mengatakan, pemilihan partisipan media sosial Disbudpar Sleman tersebut memang sengaja tidak diinformasikan sebelumnya kepada publik.

“Hal ini untuk melihat apresiasi dan partisipasi spontan dari masyarakat umum terhadap keberadaan media sosial yang dikelola Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman,” tambah Ayu.

Ayu mengatakan, partisispasi masyarakat di media sosial Disbudpar Sleman sangat membanggakan sehingga diharapkan dapat membantu meningkatkan pariwisata di Sleman.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada para pelaku dan pengelola media sosial lain yang telah berpartisipasi turut mempromosikan destinasi wisata, potensi seni, budaya dan event-event pariwisata Kabupaten Sleman,” tuturnya.




Jamaah Haji Sleman Kloter 25 SOC Tiba di Sleman

DSC_0701Sleman – Pada musim haji kali ini sedikit berbeda dengan musim haji sebelumnya. Beberapa kejadian yang terjadi selama musim haji ini menorehkan memori yang begitu membekas bagi jamaah haji. Dari mulai cuaca yang extrem, jatuhnya crane di Masjidil Haram serta kejadian di Mina.

“Dimana salah satu saudara kita menjadi korban dalam kejadian tersebut. Begitu berat dan banyaknya kejadian selama menjalani ibadah haji yang lalu menjadi moment penempaan spriritual bagi para jamaah haji,” kata Sekretaris Daerah Sleman, dr Sunartono MKes ketika menerima kepulangan jamaah haji Sleman kloter 25 S00C di serambi Masjid Agung, Kamis (8/10).

Lebih lanjut disampaikan Sunartono bahwa setiap kejadian dapat diambil hikmah agar diri ini semakin tunduk dan taat, karena sesungguhnya  tiada daya upaya melainkan atas kehendakNya. Serta dapat berbagi hikmah dan ilmu yang diperoleh selama menjalani ibadah haji kepada sanak saudara, kerabat dan lingkungan sehingga dapat menularkan nilai-nilai positif guna peningkatan keimanan.

“Begitu banyak hikmah ibadah haji yang diperoleh, baik meningkatkan kedisiplinan, meningkatkan ibadah dan rasa solidaritas juga memunculkan kesabaran,” tambah Sunartono.

Pada kesempatan tersebut Sunartono mengucapkan terimakasih atas kesabaran dan keikhlasan  jamaah haji Sleman dalam menerima pelayanan dari para pembimbing dan petugas haji. Semoga kesabaran dan keikhlasan tersebut mendapatkan pahala yang setimpal dari Allah SWT.

Jamaah Haji kloter 25 SOC yang kembali di Sleman sesuai keberangkatan sebanyak 119 jamaah, namun dua diantaranya tidak sampai di Masjid Agung Sleman, tetapi dari Asrama Haji Donohudan langsung dijemput keluarganya dengan ambulance karena dalam kondisi sakit. Dua jamaah haji tersebut  Boedi Santosa dan Noer Dody Irmawati keduanya beralamat di Kembang Maguwoharjo Depok Sleman.




Pemkab Sleman Kebut Entry Data Keluarga

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan pendataan keluarga yang berdomisili di wilayah Sleman. Saat ini, proses entry data masih berlangsung karena baru selesai 45 persen. Ditargetkan, akhir Oktober 2015  semua data sudah di-input.

“Dari hasil pendataan, ada 295 ribu KK di wilayah Sleman. Sampai sekarang baru sebagian yang diproses entry, tapi petugas kami akan mempercepat agar akhir bulan ini semua bisa rampung,” ungkap Kepala Badan Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Pemberdayaan Perempuan (KB-PMPP) Sleman, dr Nurul Hayah MKes, Kamis (8/10).

Proses entry data itu dilaksanakan oleh 86 petugas lapangan KB yang disebar di seluruh wilayah kecamatan. Sasaran kegiatan ini salah satunya untuk memetakan keluarga miskin. Sehingga ke depan, bantuan dari pemerintah bisa lebih tepat sasaran.

Sementara itu, saat melakukan kunjungan ke kantor KB-PMPP Sleman, Kepala BKKBN Pusat, Surya Chandra Surapaty menjelaskan pentingnya program pendataan keluarga ini. Nantinya, data yang disajikan akan menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan.

Data tersebut diyakini cukup valid karena didasarkan by name dan by address. Dalam pemrosesannya, data disajikan secara lengkap berdasar nama, alamat, jumlah anggota keluarga, pekerjaan, dan penghasilan. Dari situ bisa diketahui mana keluarga yang miskin, mana keluarga yang perlu bantuan.

Mengingat pentingnya proses tersebut, Surya meminta instansi berwenang di tingkat daerah agar segera menyelesaikan entry data sesuai kondisi lapangan.