Jamda 2015 Bangun Rasa Cinta Alam dan Persahabatan

IMG_3334Sleman – Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DIY akan menggelar Jambore Daerah tahun 2015 (Jamda 2015) di Bumi Perkemahan Taman Tunas Wiguna Babarsari, Caturtunggal, Depok, Sleman, DIY pada Selasa – Sabtu, 3 – 7 November 2015. Jambore Daerah tahun 2015 diikuti peserta dari tingkat Pramuka Penggalang yang berusia 11 – 15 tahun. Peserta berasal dari kontingen cabang yang berjumlah 2893 orang. Peserta Pramuka Jamda 2015 terbagi dalam 342 regu dengan rincian 171 pramuka putra dan 171 putri.

Ketua Panitia Jamda 2015, Arifin Budiharjo berharap dengan digelarnya Jamda 2015 ini mampu membangun rasa cinta alam dan persahabatan guna mewujudkan generasi yang berbudaya, berkarakter, dan mandiri. Jamda 2015 juga merupakan wujud nyata dari motto kegiatan kepramukaan yaitu “Satya Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan”, tambahnya, Senin (26/10)

Peserta Pramuka Jamda 2015 berasal dari kwartir Kulonprogo, Bantul, Gunungkidul, Sleman, Kota Yogya. Anggaran Jamda 2015 dari Bantuan Pemerintah, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DIY, Iuran Peserta, dan Usaha lain yang tidak bertentangan dengan AD/ART Gerakan Pramuka.

Kegiatan Jamda 2015 dikemas dengan 2 kegiatan meliputi kegiatan diluar ruangan (80%) dan kegiatan didalam ruangan (20%). Seluruh kegiatan akan dikemas dengan metode permainan, pengamatan, praktik, penugasan, ceramah, diskusi, simulasi, studi kasus, dan demonstrasi.

Adapun rincian jenis kegiatan dalam Jamda 2015 ialah Kegiatan Umum meliputi upacara pembukaan, keagamaan, apel, olahraga, anjangsana, sosial dan bina lingkungan, api unggun dan Upacara Penutupan. Untuk Kegiatan Patr iotisme dan Wawasan Kebangsaan meliputi kunjungan museum (Dirgantara, Geologi, Benteng Vredeburg), ceramah  wawasan kebangsaan dan kerukunan hidup berbangsa dan bernegara.

Sedangkan untuk Kegiatan Wawasan Kepramukaan dan Umum meliputi pengenalan Satuan karya Pramuka (SAKA), Forum penggalang dan simulasi kode kehormatan, ceramah dan diskusi (Napza, Kesehatan Reproduksi, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). Untuk Kegiatan Keterampilan Hidup dan Wawasan Lingkungan meliputi keterampilan pengelolaan sampah, budidaya tanaman, multimedia, fotografi, aplikasi teknologi tepat guna, kerajinan tradisional, dan kewirausahaan.

Untuk Kegiatan Petualangan meliputi wide game, peta kompas, jelajah malam, pioneering, Outbond, PPGD, Bivak Survival, dan Mitigasi Bencana. Dan untuk Kegiatan Bakti dan Peduli Lingkungan meliputi aksi peduli kebersihan dan vandalisme, rehabilitasi fisik serta penghijauan.




Sleman Akan Tertibkan Penutupan Drainase Oleh Warga

Sleman – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Kabupaten Sleman akan menertibkan penutupan drainase atau saluran air hujan yang dilakukan warga.

“Penutupan drainase yang banyak dilakukan warga menghambat kelancaran pembuangan air saat turun hujan sehingga banyak yang mengakibatkan terjadinya genangan,” kata Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (DPUP) Kabupaten Sleman, Ir Jenu Santosa, Senin (26/10).

Menurut Jenu, penutupan drainase juga menyulitkan dalam pemeliharaan, khususnya jika terjadi pendangkalan atau tersumbat akan sulit untuk membersihkannya. Sebenarnya lanjut Jenu, masyarakat yang hendak melakukan penutupan drainase maupun saluran irigasi harus mengajukan izin terlebih dahulu ke DPUP.

“Kalau mengajukan izin lebih dulu maka kami bisa mengarahkan, bagaimana menutup drainase yang benar. Misalnya untuk jarak berapa meter harus diberi pintu kontrol untuk memudahkan pemeliharaan drainase,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini banyak warga yang menutup total saluran drainasi tanpa ada pintu kontrol, bahkan ada yang tidak memberi lubang akses masuknya air dari limpahan hujan.

“Ada yang menutup sampai panjangnya puluhan meter, baik yang kemudian dimanfaatkan untuk dasaran berjualan atau yang hanya sekadar untuk akses kendaraan,” tutur Jenu.

Jenu mengatakan, ke depan pihaknya akan melakukan penertiban terhadap pentupan drainase ini agar dapat berguna sesuai fungsinya.

“Jika penutupan sudah berdampak menjadikan genangan air dan banjir, maka kemungkinan besar akan kami bongkar agar air bisa kembali lancar,” tambahnya.

Diakui Jenu, pihaknya juga telah mengidentifikasi sejumlah titik yang rawan genangan pada musim hujan. Diantaranya ruas Jalan Jambon, dan Seturan.

“Upaya penanganannya, tim telah melakukan perbaikan. Di wilayah Jambon, drainase sepanjang 125 meter telah selesai ditangani hingga menembus Sungai Winongo. Diharapkan, pekerjaan ini bisa selesai pada tahun 2016 dengan target 800 meter,” katanya.

Sedang Kepala Seksi Drainase Bidang Permukiman, DPUP Sleman Zaini Anwar mengimbau masyarakat ikut membersihkan saluran air di lingkungannya secara berkala. Jika tidak diantisipasi, luapan air dapat mengganggu aktivitas warga.

“Jika ada saluran yang tersumbat gulma, warga bisa melapor ke DPUP. Nantinya, petugas akan terjun untuk melakukan pembersihan,” katanya.




Antisipasi Hujan BLH Sleman Petakan Pohon Rawan Tumbang

Sleman – Mengantisipasi  datangnya musim hujan yang diprediksi akan terjadi pada November mendatang, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sleman sudah mulai melakukan pemetaan dan pemangkasan terhadap pohon perindang yang rawan tumbang.

“Pemangkasan pohon yang rawan tumbang dilakukan untuk menekan kecelakaan yang disebabkan pohon yang sudah rapuh,” kata Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan BLH Sleman, Indra Darmawan di Sleman, Senin (26/10).

Dikatakan Indra,  pada awal musim hujan biasanya ada kecenderungan terjadinya angin kencang, terutama saat masa pergantian musim. Kondisi pohon yang sudah rapuh dinilai membahayakan. Saat musim kemarau banyak pohon yang meranggas, bahkan kering. Kondisi ini membuat pohon menjadi rapuh, baik dahan maupun akarnya sehingga rawan tumbang jika diterpa angin kencang.

Ditambahkan Indra sekarang ini  pihaknya mulai melakukan pemilahan dan dilanjutkan pada pemangkasan pohon perindang yang dinilai rapuh. Penanganan pohon rawan tumbang tersebut dilakukan secara bertahap lantaran banyaknya pohon perindang yang harus ditangani. Di Sleman sendiri tercatat ada sekitar 22 ribu pohon perindang milik Pemkab Sleman. Dan sebagai upaya pencegahan pohon tumbang, pihaknya akan menebang 50 pohon. Usia pohon berkisar 10 tahun ke atas.

“Untuk lokasinya diprioritaskan di tempat-tempat publik dan tepi jalan. Penanganan dilakukan bertahap dan akan dilihat kondisi pohon di lokasi-lokasi tertentu,” kata Indra.

Beberapa lokasi rawan pohon tumbang di antaranya wilayah Kecamatan Ngemplak,  Cangkringan, dan Jalan Magelang.

“Untuk itu kami menghimbau kepada masyarakat yang mengetahui pohon yang rapuh dan berada di dekat pemukiman untuk segera melaporkan. Begitu ada laporan tim akan segera diterjunkan untuk melakukan penanganannya,” kata Indra.




1.545 Jiwa di Sleman Mengalami Gangguan Katarak

Sleman – Gangguan terhadap penglihatan banyak terjadi, mulai dari gangguan ringan hingga gangguan yang berat yang dapat mengakibatkan kebutan dua penyebab terbanyak adalah gangguan refraksi dan katarak. Menurut hasil survey Riskesdas tahun 2013, prevalensi katarak menurut Provinsi tahun 2013, DIY sebesar 2,0 %.

“Jumlah kasus katarak di Kabupaten Sleman tahun 2014 berdasarkan laporan LB 1 Puskesmas yang masuk ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman adalah kasus dari total jumlah penduduk jiwa, meliputi kunjungan kasus baru dan kasus lama,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr Mafilindati Nuraini MKes di Sleman, Senin (26/10).

Menurut Linda, upaya mencegah dan menanggulangi gangguan penglihatan dan kebutaan perlu mendapatkan perhatian. Banyak kasus katarak berkembang secara lambat dan tidak mengganggu pandangan mata pada awalnya. Tetapi ketika noda putih pada lensa mulai muncul, maka kenyamanan penglihatan akan terganggu.

“Awalnya cahaya yang terang dan kacamata dapat membantu penglihatan mata, tetapi jika hal ini sangat mengganggu kegiatan sehari-hari, maka operasi merupakan prosedur yang dibutuhkan,” tutur Linda.

Oleh karena itu lanjut Linda, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman akan menyelenggarakan Operasi Katarak Gratis bagi warga Kabupaten Sleman yang menderita gangguan katarak. Operasi katarak gratis ini merupakan kerjasama Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman bersama dengan Yayasan Bhakti Jogja, BUMN Perum Perumnas Pusat, dan PERDAMI ini akan dilaksanakan pada tanggal 28 dan 29 Oktober 2015 di Puskesmas Mlati II.

Hal ini merupakan bentuk nyata dari penanggulangan kasus katarak di masyarakat, khususnya wilayah Kabupaten Sleman. Sasaran dari kegiatan ini adalah seluruh warga masyarakat Kabupaten Sleman dengan kriteria memiliki kasus katarak.

Menurut Linda rangkaian kegiatan itu terdiri dari dua tahap, yaitu hari pertama, Rabu (28/10) adalah skrining untuk penentuan warga atau pasien yang bisa dioperasi, kemudian hari kedua, Kamis (29/10) adalah pelaksanaan operasi katarak bagi warga yang sudah diskrining sebelumnya. Pelaksana operasi adalah tim medis dari PERDAMI.

Linda berharap agar kegiatan ini dapat menjadi salah satu langkah awal dalam mengurangi kasus katarak di Indonesia, khususnya Kabupaten Sleman. Selanjutnya diharapkan akan ada kegiatan-kegiatan lain yang mendukung penanggulangan kasus katarak untuk mengurangi prevalensi kebutaan di Indonesia. Untuk informasi kegiatan, masyarakat dapat menghubungi Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman.




Dikpora Sleman Gelar Pelatihan Penulisan Tata Naskah Dinas

IMG_3320Sleman – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman menggelar pelatihan penulisan naskah dinas untuk Kepala Sekolah SD Negeri di SKB Sleman, Senin (26/10). Pelatihan diikuti sebanyak 332 peserta dari sekolah dasar se Kabupaten Sleman.

Pelatihan penulisan naskah dilaksanakan selama 4 hari, yaitu tanggal 21,26, 28, dan 29 Oktober 2015. Pelatihan penulisan naskah tahun ini merupakan tahap lanjutan dari pelaksanaan pelatihan di tahun 2010. Pelatihan penulisan naskah dinas kali ini diperuntukkan kepada sekolah – sekolah negeri saja, karena sekolah swasta memiliki kebijakan tersendiri.

Disampaikan Kasubag Umum Dikpora, Bawa Krisnandita,  bahwa Pelaksanaan pelatihan penulisan naskah dinas dirasa perlu, karena penulisan dan pengelolaan naskah dinas yang masih beragam di sekolah – sekolah belum sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 5 Tahun 2015.

Setelah selesai pelatihan penulisan naskah dinas kedepannya Dikpora Sleman akan menggelar bimbingan teknis kearsipan. Kearsipan yang sudah berjalan saat ini di sekolah – sekolah masih belum sesuai dengan harapan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman.