KPU Sleman Pastikan Penyandang Disabilitas Bisa Mencoblos

AswinoSleman – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman menjamin para penyandang disabilitas bisa menggunakan hak suara mereka dalam Pilkada serentak 9 Desember mendatang. 

Anggota KPU Sleman, Aswino Wardhana mengatakan, sejak awal tahapan Pilkada pihaknya telah memberikan bimbingan teknis kepada badan adhoc yang ada, seperti Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) terkait dengan pemilih penyandang disabiltas.

Menurutnya, hal itu dilakukan agar para petugas tersebut mengetahui cara memperlakukan para penyandang disabilitas ketika berada di Tempat Pemungutan Suara (TPS), sehingga mereka bisa menggunakan hak pilihnya.

Bahkan, kata Aswino, pada formulir C1 untuk merekap hasil penghitungan suara, sudah dimasukkan kolom khusus untuk mendata jumlah pemilih difabel di masing-masing TPS. Dari orang pemilih tetap di Kabupaten Sleman, sekitar 2% merupakan pemilih penyandang disabilitas.

“Sejak awal kami sudah memberikan bimbingan teknis kepada badan adhoc, PPK, PPS dan KPPS bagaimana mereka itu nantinya memperlakukan para penyandang disabilitas dalam Pilkada,” kata  Aswino di kantornya, Kamis (29/10).

Sementara untuk memberi kemudahan bagi para penyandang Tuna Netra, KPU Sleman, lanjut  Aswino, telah melakukan pengadaan template atau alat bantu pencoblosan yang jumlahnya mencapai 600-an buah atau separuh dari jumlah total TPS yang mencapai 1969 buah.

Para pemilih penyandang disabiltas juga diperbolehkan memakai pendamping ketika melakukan pencoblosan, bisa dari petugas KPPS atau dari pihak keluarga dan nantinya KPU akan memfasilitasi formulir C3 untuk mengisi identitas pendamping.




Pemkab Sleman Bangun Karakter Pemuda

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mulai merintis dilakukannya pembangunan karakter generasi muda Jogja yang istimewa untuk Indonesia. Hal itu dilakukan karena terus terjadinya disorientasi karakter dan kepemimpinan generasi muda. 

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman, dr Sunartono MKes  pembangunan karakter generasi muda tersebut kini sudah dimulai pada proses belajar mengajar di sekolah dengan memasukkan ajaran budaya Jawa.

Karena itu  lanjut Sunartono dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2015 ini diharapkan program tersebut dapat lebih diaktualisasikan, sehingga ke depan dari Kabupaten Sleman dapat dimunculkan figur generasi muda yang tangguh dengan disertai  budi pekerti Jawa yang adiluhung.

”Mulai kita lakukan untuk membangun karakter itu dari tingkat sekolah yang bermuatan lokal yang benar-benar lokal ada di wilayah kita dan kita terapkan adalah budaya Jawa. Tetapi bukan Jawaisme, tetapi di sana terkandung makna budi pekerti yang sangat adiluhung”, kata Sunartono, Kamis (29/10).

Langkah yang ditempuh Pemkab Sleman tersebut, dijelaskan Sunartono, bukan merupakan program Jawanisasi, namun justru dengan basis budaya Jawa,  Jogja siap diperuntukkan bagi perekat kesatuan dan persatuan bangsa.

Program ini meski diyakini Sunartono belum akan terlihat dalam waktu dekat, akan tetapi harus dilakukan. Apalagi jika melihat kondisi generasi muda saat ini banyak yang tidak lagi peduli dengan karakter dan identitas bangsa sendiri.



50 Orang Ikut Donor Darah Hari Jadi PDAM Sleman

Donor DarahSleman – Menyongsong hari jadi PDAM Kabupaten Sleman ke 23 tahun 2015 di halaman kantor PDAM Sleman diadakan donor darah, Kamis (29/10). Kegiatan ini selain diikuti karyawan PDAM beserta keluarga juga diikuti PNS Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman serta masyarakat umum.

Sekda Sleman dr Sunartono MKes yang juga Ketua PMI Sleman juga turut menyumbangkan darahnya dalam kegiatan ini. Jumlah peserta yang mendaftar sebanyak 75 orang dan berhasil diambil darahnya sebanyak 50 orang.

Kegiatan ini menurut Direktur PDAM Sleman, Dwi Nurwata sebagai wujud kepedulian perusahaan kepada masyarakat dalam bentuk donor darah dan memberikan kesempatan pada karyawannya maupun masyarakat umum untuk ikut dalam aksi donor darah yang sangat dibutuhkan bagi masyarakat lain.



25 Orang Ikut Operasi Katarak Gratis

Operasi KatarakSleman – Sebanyak 25 orang mendapatkan fasilitas operasi katarak gratis  di Puskesmas Mlati II Sleman, Kamis (29/10). Kegiatan ini dikemas dalam Bhakti Sosial dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke-51 tahun 2015.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Sleman, dr Mafilindati Nuraini MKes sebenarnya warga masyarakat yang mengikuti screening ada 239 namun yang mampu ditangani di Puskesmas Mlati II hanya 25 orang dan sisanya perlu penanganan lebih lanjut untuk di rujuk di rumah sakit.

Dikatakan Linda, kegiatan bhakti sosial operasi katarak ini juga didukung oleh Yayasan Bhakti Jogja dan Perumnas, serta Perdami (Persatuan Dokter Ahli Mata Indonesia) Cabang Jogja.

Dalam kesempatan tersebut juga diberikan bantuan uang tunai dari Yayasan Bhakti Jogja dan Perumnas masing sebesar Rp 5 juta kepada Perdami yang diterima dr Agus Supartoto. Serta penyerahan hibah kepada Puskesma Mlati II berupa 3 unit AC 1 dalam kesempatan ini Penjabat Bupati Sleman Ir Gatot Saptadi,  Ketua Yayasan Bhakti Jogja Djoko Sidif Permono beserta jajaran pengurusnya, Imam Djoko Putranto Manajer Perumnas Cabang Jogja.

Sementara Gatot menyampaikan kegiatan Bhakti sosial berupa Operasi katarak, merupakan salah satu kegiatan untuk memeriahkan dan menyemarakkan Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke  51 tahun 2015. Penyelenggaraan kegiatan ini, merupakan wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terhadap para masyarakat khususnya penderita katarak.

Dengan terbebasnya dari katarak, maka diharapkan penderita katarak akan lebih maksimal dan optimal dalam melakukan kegiatan sehari-hari, bekerja dan berkarya mewujudkankesejahteraan diri dan keluarga. Yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan seluruh masyarakat Sleman.

Dikatakan Gatot, operasi katarak adalah salah satu upaya untuk mengatasi katarak. Namun masalahnya adalah operasi katarak merupakan tindakan medis yang memerlukan biaya yang tidak sedikit, yang mungkin sangat berat bagi masyarakat kurang mampu. Karena ini dengan kegiatan bhakti sosial operasi katarak gratis sangat membantu masyarakat.




Pelatihan Pengelolaan Website Untuk SKPD di Sleman

IMG_3586Sleman – SKPD se Kabupaten Sleman mengikuti pelatihan pengelolaan website subdomain yang digelar oleh Bagian Humas di Ruang Sekda Kabupaten Sleman, Kamis (29/10). Pelatihan digelar untuk menindaklanjuti komplain dari masyarakat akan informasi yang belum up to date dimasing – masing website SKPD. Pelatihan diikuti oleh operator pengelolaan website subdomain masing – masing SKPD dilingkup Kabupaten Sleman.

Kabag Humas, Dra. Sri Winarti menyampaikan setiap badan publik wajib menyajikan data informasi publik baik secara serta merta dan berkala. Informasi dasar seperti ruang lingkup, fungsi, struktur, profil, dan pelayanan publik belum begitu jelas mendasari pelatihan pengelolaan website kali ini, tambahnya.

Sesuai dengan UU No. 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik bahwa informasi merupakan kebutuhan pokok setiap orang bagi pengembangan pribadi dan lingkungan sosialnya serta merupakan bagian penting bagi ketahanan nasional.  Maka, wajib untuk setiap SKPD untuk menyajikan informasi untuk publik karena informasi publik merupakan sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik terhadap penyelenggaraan negara dan Badan Publik lainnya dan segala sesuatu yang berakibat pada kepentingan publik

Materi pelatihan pengelolaan website untuk SKPD meliputi dasar – dasar pengoperasian penyajian informasi publik. Seperti, pembuatan menu, penambahan widget, mengubah desain gambar header, dan pengisian konten berita/informasi di website yang dikelola. Sedangkan untuk narasumber Bagian Humas Kabupaten Sleman berkerja sama dengan Dinas Hubkominfo Sleman.