Sleman Dapat Jatah Asuransi Sawah 6.000 Hektare

TanamSleman – Program asuransi untuk lahan pertanian, khususnya lahan tanam padi di Kabupaten Sleman akan segera direalisasikan oleh pemerintah. Rencana tersebut merupakan terusan program nasional yang direalisasikan tahun 2015 ini.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan (DPPK) Sleman, Ir Widi Sutikno MSi di Sleman, Senin (2/11). Menurut Widi, program pemerintah pusat tersebut akan direalisasikan pada November ini. Melalui asuransi tersebut, petani memiliki jaminan saat mengalami gagal panen.

“Sleman diberi jatah hektare dari total sekitar hektare lahan tanam padi. Ada kriteria tertentu lahan yang akan dimasukan dalam asuransi,” kata Widi.

Asuransi tersebut tambahnya akan diberikan melalui kelompok petani namun polish yang diberikan menyasar lahan perorangan Widi menambahkan pihaknya masih mensosialisasikan program tersebut kepada petani terkait dengan mekanisme dan pelaksanaan program.

“Saat ini masih kami sosialisasikan terkait pelaksanaan program tersebut agar petani dapat memahami pentingnya asuransi ini,” ujarnya.

Dijelaskan Widi melalui program ini petani yang mengalami gagal panen akan mendapatkan ganti rugi Rp 6 juta. Namun klaim asuransi tersebut berlaku apabila lahan yang rusak mencapai 75 persen.

Dalam pelaksanaanya, polish yang dibayarkan oleh petani sebesar 20 persen, sementara 80 persen sisanya akan dipihaki oleh pemerintah. Polish tersebut akan dibebankan kepada perorangan. Di bawah itu tidak dapat dilakukan klaim.

“Ini merupakan persyaratan yang disampaikan oleh pihak rekanan,” tutur Widi.

Asuransi tersebut diberikan dengan beberapa kriteria seperti lokasi sawah yang dekat dengan irigasi. Asuransi ini diterapkan untuk masa tanam Oktober hingga Maret. Namun realisasinya dilaksanakan pada November ini.




Peserta MTQ Sleman Naik 200 Persen

penutupan mtqSleman  – MTQ tingkat Kabupaten Sleman untuk tahun 2015 pesertanya meningkat 200 % dari tahun lalu, yakni diikuti 405 kafilah sementara untuk tahun lalu hanya 170 kafilah. Hal tersebut disampaikan Drs Hery Suptop MM, Kabag Kesra Sleman saat pembukaan MTQ tingkat Kabupaten Sleman yang diselenggarakan di Balai Desa Bokoharjo Prambanan, Minggu (1/11). Hadir membuka MTQ penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi.

Gatot dalam sambutannya mengatakan Penyelenggaraan MTQ ini menjadi begitu penting maknanya bagi kaum muslimin, karena Al Qur’an merupakan sumber ilmu pengetahuan yang tak habis-habisnya untuk digali dan dikaji.

“Untuk itu kajian-kajian Al Qur’an perlu digiatkan dilingkungan masyarakat kita, menuju pada pemahaman yang utuh dan benar, serta memerlukan bimbingan dari para ulama yang berkompeten dibidangnya. Dalam Al Quran terkandung nilai-nilai akhlaqul karimah yang seharusnya menjadi perilaku setiap muslim,” kata Gatot.

Gatot juga mengajak kepada seluruh pihak untuk memberikan perhatian serius terhadap pengembangan dan pemasyarakatan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.  Terutama dengan meningkatkan  fungsi dan peranan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Tingkat Kecamatan, menyusun program dengan baik, bukan hanya  bisa membaca tapi bisa memahami serta mampu mengimplementasikan dan mengembangkannya melalui peningkatan kualitas.

Pembukaan MTQ ditandai dengan pelantikan dewan Hakim yang diketuai oleh Drs H Sagimin A Hasbi, MPdi oleh Kepala Kantor Kementrian Agama Sleman dan pemukulan Bedog oleh Penjabat Bupati di dampingi Kabag Kesra dan Kepala KanKementrian Agama Sleman serta Camat Prambanan. Sementara pentupan oleh Kabag Kesra Hery Sutapa dilanjutkan penyampaian hadiah berupa piagam, trophy dan uang pembinaan.

Adapun yang menjadi juara umum yakni Kecamatan Prambanan juara I ada 7 kejuaraan  disusul Kecamatan Tempel juara I  ada 5 kejuaraan dan Ngaglik juara I ada 3 kejuaraan.