Lomba Bakiak Meriahkan Hari Jadi Korpri 44

bakiak (1)Sleman – Untuk menyemarakkan Hari Ulang Tahun Korpri ke 44 tahun 2015 ini Sekretariat Korpri Kabupaten Sleman bekerjasama Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Sleman mengadakan kegiatan olah raga berupa pertandingan Sepak Takrow, Gobag Sodor, Bakiak dan Egrang antar Dinas, Badan, Kantor, BUMD, Kecamatan dan UPT se Kabupaten Sleman. Pertandingan dan lomba tersebut berlangsung di lapangan Pemda Jumat (6/11).

Olah raga yang dipertandingkan tersebut, untuk cabang Sepak Takrow diikuti 20 tim, Gobag Sodor diikuti 32 tim dan hanya kusus Putri, Bakiak diikuti lebih dari 25 tim khusus untuk putra dan egrang diikuti lebih dari 25 peserta juga khusus untuk putra. Salah satu panitia Drs Agus Supatmoko MM saat dijumpai di lapangan Pemda antara lain menyampaikan bahwa lomba dan pertandingan olh raga tersebut dalam rangka menyemarakkan hari jadi Korpri ke 44.

Lebih lanjut disampaikan bahwa lomba tersebut dimaksudkan sebagai sarana silaturahmi  dan meningkatkan kesehatan dengan jalan olah raga. Disamping itu juga sebagai pelestarian olahraga tradisional yang saat ini sudah jarang diadakan. Padahal oleh raga tersebut biayanya sangat murah, namun hasilnya dalam rangka peningkatan kesehatan sangat luar biasa.

Disamping itu juga sebagai sarana pelestarian olahraga tradisional , agar generasi muda saat ini dan yang akan datang lebih mencintai olah raga tersebut. Ditambahkan pula bahwa para pemenang lomba dan pertandingan tersebut akan menerima trophy dan uang pembinaan.

Hasil lomba dan pertandingan tersebut, untuk cabang Bakiak juara I BNNK Sleman, juara II UPT Moyudan, juara III Pol PP I cabang Egrang juara I Basuni dari UPT Cangkringan, juara II Andi Bardan dari UPT Ngaglik dan juara III Agus Turohman dari UPT Pakem.




Kemarau Air Embung Susut 30 Persen

Sleman – Selama kemarau panjang yang berlangsung saat ini berdampak pada cadangan air di wilayah Kabupaten Sleman. Air yang tersimpan di sejumlah embung di Sleman mulai menyusut cukup drastis.

“Berdasarkan kajian dari Bidang Penyediaan dan Pembinaan Sumber Daya Air (PPSDA) Dinas Sumber Daya Air Energi dan Mineral (SDAEM) Sleman, sebanyak 27 embung mengalami penurunan volume. Penurunan yang terjadi sekitar 20 hingga 30 persen,” kata Kepala Bidang PPSD Dinas SDAEM, Warsono, Kamis (5/11).

Warsono juga menyontohkan Embung Pajangan yang memiliki volume sekitar 80 meter kubik menjadi 60 meter kubik atau mengalami penurunan sekitar 20 meter kubik selama musim kemarau ini. Kondisi tersebut sangat mempengaruhi irigasi di pertanian lantaran tidak terpenuhi kebutuhan pengairannya.

“Sebagian besar embung berfungsi sebagai penyanggah sistem irigasi,” kata Warsono.

Menurutnya selain embung, kemarau panjang yang terjadi juga berdampak pada penyusutan mata air yang ada di Sleman. Dari 218 sumber mata air yang ada, seluruhnya turun debit kecuali Umbul Wadon yang justru mengalami kenaikan debit. Debit normal sekitar 540 meter kubik per hari, saat ini kondisinya menjadi 670 meter kubik per hari.




SMAN 1 Godean Gelar Doa Bersama Minta Turun Hujan

20151106_073908_resized (1024 x 768)Sleman – SMAN 1 Godean melakukan doa bersama antara siswa, komite dan para guru untuk minta hujan, Jumat (6/11). Doa bersama dilakukan dalam dua kelompok yaitu kelompok agama Kristiani, doanya dilakukan di ruang kelas yang dipimpin guru agama Katolik di sekolah setempat. 

Sedang untuk kelompok kedua yaitu kelompok agama Islam melakukan sholat istisqa dihalaman sekolah setempat dengan iman dan khotib, Ahmad Fauzi Satriya dari KUA Kecamatan Godean.

Selain melakukan doa bersama dan sholat istisqa, guru, karyawan, komite dan siswa SMAN 1 Godean juga mengumpulkan infaq dan dananya akan digunakan untuk membantu daerah yang kekurangan air di musim kemarau ini.

Sedang Kepala Sekolah SMAN 1 Godean Sleman, Drs Shobariman MPd mengatakan kegiatan doa bersama ini dilakukan sudah beberapa kali setiap ada musibah maupun bencana.

Menurut Shobarimann kegiatan ini juga untuk melatih amal dan budi pekerti bagi siswa sehingga siswa menjadi anak yang cerdas, memiliki etika dan memiliki kepedulian dan keprihatinan terhadap sesama seperti terjadinya kekeringan di beberapa daerah akibat kemarau panjang.

Diakui Shobariman, meski sudah ada hujan tapi kekurangan air masih dialami oleh sejumlah warga, karena hujannya belum deras. Dengan doa bersama ini diharapkan hujan segera turun.***




Masyarakat Diharap Turut Mengawasi Pembangunan di Sleman

terimaSleman – Menanggapi terjadinya kebakaran hutan di wilayah Taman Nasional Gunung Merapi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman terus menggalang koordinasi dengan berbagai pihak termasuk diantaranya adalah Forum Pengurangan Resiko Bencana Sleman.

Dalam waktu dekat ini, BPBD Sleman akan menggelar apel siaga bencana yang rencananya akan dihadiri langsung oleh Pejabat Bupati, Ir Gatot Saptadi pada Sabtu, (7/11). Demikian yang disampaikan Gatot Saptadi ketika menerima audiensi dengan Forum Pengurangan Resiko Bencana  di Kantor Sekretariat Daerah Sleman, Jumat (6/11).

Terkait masih ditemukannya kegiatan penambangan pasir di wilayah Gunung Merapi, Sekretaris Dinas Sumber Daya Air dan Mineral (Dinas SDAEM), Aji Wulantoro SH menjelaskan bahwa setiap laporan mengenai pelanggaran izin penambangan akan diteruskan ke Dinas SDAEM Pemda DIY yang saat ini memiliki kewenangan dalam menindak pelanggaran penambangan.

Berdasar UU No. 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah maka peran Dinas SDAEM di Kabupaten Sleman lebih berperan sebagai katalisator. Meski kewenangan penindakan pelanggaran ada di tingkat Provinsi namun Aji menegaskan bahwa setiap Dinas SDAEM Sleman tetap akan meneruskan setiap keluhan yang disampaikan.

Dalam kesempatan tersebut Mart Widarto dari Forum Pengurangan Resiko Bencana juga menanggapi sejumlah pembangunan apartemen di wilayah Sleman. Terkait hal ini Sekertaris Badan Penanaman Modal, dan Pelayanan Perijinan Terpadu, I Wayan Gundana menjelaskan bahwa perizinan di Sleman diatur sebagaimana legal formal yang telah ditentukan.

“Untuk itu diharapkan masyarakat juga memberikan feedback positif atas upaya pemerintah memberikan pelayanan perizinan yang transparan dan akuntabel dengan turut mengawasi pembangunan-pembangunan di Sleman,” tambah Gatot Saptadi.