Jambore Daerah DIY 2015 Ditutup

Tari Masal Ritual Rasulan Bersih DesaSleman – Berbagai tarian tradisonal ditampilkan oleh perwakilan kontingen dari Bantul dalam rangka penutupan Jambore Daerah Tahun 2015 yang diselenggarakan oleh Kwarda DIY di Bumi Perkemahan Taman Tunas Wiguna Babarsari, Caturtunggal, Depok, Sleman, Sabtu (7/11). Upacara penutupan di hadiri oleh unsur Kwarnas, Kwarda, Pembina Parmuka, Andalan dan peserta jambore.

Jambore Daerah tahun 2015 yang diselenggarakan dari tanggal 3 – 7 November mengangkat tema “Membangun Rasa Cinta Alam dan Persahabatan Guna Mewujudkan Generasi Yang Berbudaya, Berkarakter dan Mandiri” dengan tetap memegang semboyan pramuka “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan”.

Jambore Daerah 2015 telah berhasil melakukan kegiatan kegiatan berupa pembentukan karakter dan wawasan kebangsaan dengan melakukan kunjungan ke kunjungan ke museum, ceramah wawasan kebangsaan dan kerukunan hidup berbangsa.

Diskusi dengan topik NAPZA, kesehatan reproduksi dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Selain itu juga meningkatkan ketrampilan peserta jambore dengan diberikan bimbingan ketrampilan berupa keterampilan pengelolaan sampah, budidaya tanaman, multimedia, fotografi, aplikasi teknologi tepat guna, kerajinan tradisional dan kewirausahaan.

Gubernur DIY dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY selaku Pembina Upacara menyampaikan bahwa jambore kali ini merupakan salah satu wahana pendidikan yang perlu terus dikembangkan. Melalui gerakan jambore membentuk wadah pembinaan dan pengembangan karakter  anak anak dan para remaja.

Peserta jambore dilatih untuk menggembangkan rasa saling pengertian dan persabahatan antar anggota pramuka penggalang, serta sebagai perekat bangsa. Gubernur juga berharap Jambore Daerah kali ini dijadikan momentum untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, tercapianya suasana persabatan yang akrab, semangat kekeluargaan dan gotong royong yang lebih mantap dan mendapatkan ketrampilan yang berguna bagi pramuka dan masyarakat.

Sementara  Drs Arifin Budiharjo selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa pelaksanaan Jambore Daerah kali ini berjalan dengan lancar dan aman terkendali. Peserta yang berjumlah 2099 orang berhasil mengikuti acara jambore dari awal sampai akhir. Dalam jambore ini telah dibentuk tim penelitian dan evaluasi yang akan mengevaluasi semua kegiatan jambore daerah tahun 2015.




Masih Ada 10 Desa di Sleman Belum Cairkan Dana Desa Tahap Dua‬

Sleman – Berdasarkan hasil monitoring Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, masih ada 10 desa yang belum melakukan pencairan dana desa tahap kedua. Masih lemahnya kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam menyusun laporan penggunaan anggaran diduga menjadi salah satu penyebabnya.‬

‪”Monitoring terakhir tinggal 10 desa yang belum melakukan pencairan termin kedua, tinggal nunggu waktulah, salah satunya karena faktor SDM,” kata Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi, Sabtu (7/11).‬

‪Meski demikian menurut Gatot, kondisi itu tidak mempengaruhi pencairan termin ketiga. Gatot juga berharap, seluruh dana desa termin kedua bisa dicairkan secepatnya agar realisasi serapan bisa mencapai 80 persen. Jika hal itu bisa tercapai maka Gatot optimis, hingga akhir tahun 2015 seluruh dana desa bisa dicairkan.‬

‪Apalagi saat ini, penyusunan laporan pertanggungjawaban lebih disederhanakan agar tidak menghambat penyaluran, karena secara umum tinggal satu termin saja.‬

‪”Saya jamin bisa terserap semuanya, karena uang sudah diluncurkan dan mesti habis, tinggal laporannya seperti apa,” jelas Gatot.

Sementara meski termin ketiga dana desa sudah bisa dicairkan pada bulan November ini, tetapi Desa Argomulyo Cangkringan Kabupaten Sleman hingga kini belum melakukan pencairan, karena masih menyelesaikan realisasi penggunaan anggaran termin kedua dari pusat itu sebesar Rp 126 juta.‬

‪Kepala Desa Argomulyo Dardjono mengatakan, dari total alokasi yang diperoleh mencapai Rp 326 juta , masih ada sisa yang belum dicairkan sebesar Rp 74 juta.

“Kami belum mencairkan, karena dana termin kedua masih dalam proses pelaksanaan,” kata Dardjono.

‪Ia juga  menjelaskan, dana termin pertama dan termin kedua yang telah dicairkan dengan besaran sama, digunakan untuk melaksanakan pekerjaan fisik yaitu perbaikan prasarana jalan sesuai kebutuhan masyarakat.‬

‪Sebelum mencairkan dana desa yang masih tersisa untuk tahap ketiga, pihaknya terlebih dahulu akan menyelesaikan penggunaan alokasi anggaran termin sebelumnya.

“Pencairan termin ketiga menunggu laporan termin kedua, meski mendekati akhir tahun Insya Allah bisa dilaksanakan,” katanya.‬

Dardjono juga mengapresiasi upaya dari pemerintah, yang melakukan penyederhanaan penyusunan laporan pertanggungjawaban penggunaan dana desa tahap dua, sebagai syarat pengajuan untuk tahap berikutnya. Dardjono mengaku, akan mematuhi segala prosedur yang berlaku.‬

‪”Pengajuan termin ketiga kita tetap sesuai prosedur, meski aturannya disederhanakan karena kita kan berharap melaksanakan sesuai ketentuan dan tepat waktu,” tambahnya.‬




Bakti Sosial Dharma Wanita Sleman Adakan Bazar di Prambanan

IMG_8416Sleman – Dalam rangka Dies Natalis UGM ke 66 Dharma Wanita Persatuan UGM menggandeng Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sleman untuk mengadakan Bakti Sosial di Balai Desa Sumbeharjo Prambanan, Sabtu, (7/11).

Bakti sosial diwujudkan dalam bentuk bazar sembako sejumlah 300 paket senilai Rp 75 ribu dan dijual Rp 25 ribu, berupa 2 kg beras, 1 liter minyak goreng, 1 kg gula pasir, kecap, teh dan mie instan dan pakaian pantas pakai serta peralatan rumah tangga nilai berkisar Rp – Rp ,- .

Menurut Ketua Dharma Wanita Persatuan UGM, Ny  Suwarni Rahayu Muktar kegiatan bazar ini tidak dilaksanakan secara gratis untuk memberikan pendidikan yang baik bagi  masyarakat sehingga mereka tidak hanya sekedar menerima namun ada imbal balik yang akan digulirkan dan dimanfaatkan ditempat lain yang juga membutuhkan.

Hadir dalam kesempatan ini anggota kehormatan Dharma Wanita Persatuan UGM Ny Ida Pratikno dan Ketua Dies Natalis ke 66 UGM serta Ketua Dewan Pembina Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sleman Ny Hj Sri Wahyuni Gatot Saptadi dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sleman.

Pembukaan bazar ditandai dengan penyerahan secara simbolis kepada 5 orang warga serta anjang sana untuk mengantar bantuan bagi 5 orang warga yang karena sakit tidak bisa datang ke Balai Desa. Dalam kesempatan ini PKK Desa Sumberharjo juga menampilkan bazar potensi produk lokal seperti makanan olahan dan minuman tradisional serta aneka kerajinan dan kain batik.

Setelah dihitung hasil bazar untuk pakaian pantas pakai dan peralatan rumah tangga diperoleh uang sebesar Rp 2,33 juta dan hasil sembako sebesar Rp 7,5 juta yang langsung diserahkan kepada Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sleman untuk digulirkan kembali dalam acara bazar berikutnya.