Margomulyo Peringati Hari Jadi ke – 69

IMG_9417Sleman – Karnaval dan upacara adat meriahkan acara puncak peringatan hari jadi ke – 69 Desa Margomulyo di Lapangan Margomulyo Seyegan Sleman, Kamis (12/11). Hari jadi Desa Margomulyo jatuh pada tanggal 12 November. Peserta upacara adat dan karnaval diikuti oleh 13 padukuhan yang ada di Desa Margomulyo.

Desa Margomulyo merupakan hasil penggabungan dari 3 kelurahan lama yaitu Gerjen, Sompokan, dan Jamblangan. Dengan luas lebih kurang 517 ha Desa Margomulyo terbagi menjadi 13 padukuhan. Padukuhan terserbut ialah Sawahan, Jumeneng, Gerjen, Ngemplak, Kamal Kulon, Sompokan, Kregolan, Mangsel, Daplokan, Kasuran, Mriyan, Jingin dan Jamblangan.

Ketua II, Agung Dwi Hartono mengatakan selain memperingati hari jadi Desa Margomulyo ke 69, kegiatan ini juga untuk mengajak seluruh elemen masyarakat untuk peduli, mencintai, dan mengembangkan potensi yang ada di Desa margomulyo.

Peringatan hari jadi ke – 69 Desa Margomulyo dimulai sejak Sabtu 31 Oktober sampai dengan 14 November 2015. Adapun rangkaian acaranya adalah pameran potensi daerah, lomba menggambar dan mewarnai, jalan sehat, colour fun, serta puncak acara digelar karnaval budaya dan upacara adat. Karnaval peringatan Desa Margomulyo ke – 69 diawali dari Lapangan Margomulyo selanjutnya mengelilingi sepertiga wilayah desa dan kembali lagi ke Lapangan Margomulyo untuk pelakasanaan upacara adat.***




BLH Lakukan Pemetaan Pohon Perindang Rawan Tumbang

Sleman – Menghadapi musim hujan ini Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sleman mulai melakukan pemetaan terhadap pohon perindang yang rawan tumbang serta melakukan pemangkasan ranting pohon. Hal tersebut dilakukan untuk menekan kecelakaan yang disebabkan pohon yang sudah rapuh. Demikian antara lain disampaikan Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan BLH Sleman, Indra Darmawan di Sleman, Kamis (12/11).

Menurut Indra, pada awal musim hujan terdapat kecenderungan terjadinya angin kencang, terutama saat masa pergantian musim. Kondisi pohon yang sudah rapuh dinilai membahayakan.

“Pada musim kemarau kita ketahui  banyak pohon yang meranggas, bahkan kering. Kondisi ini membuat pohon menjadi rapuh, baik dahan maupun akarnya sehingga rawan tumbang jika diterpa angin kencang,” kata Indra.

Menurutnya saat ini pihaknya mulai melakukan pemilahan dan dilanjutkan pada pemangkasan pohon perindang yang dinilai rapuh. Penanganan pohon rawan tumbang itu, katanya, dilakukan secara bertahap lantaran banyaknya pohon perindang yang harus ditangani.

“Ada sekitar 20 ribu pohon perindang milik Pemkab Sleman dan tersebar di seluruh wilayah,” tuturnya.

Indra mengatakan saat ini sebagai upaya pencegahan pohon tumbang, pihaknya akan menebang 50 pohon. Usia pohon berkisar 10 tahun ke atas. Untuk lokasinya diprioritaskan di tempat-tempat publik dan tepi jalan. Penanganan dilakukan bertahap dan akan dilihat kondisi pohon di lokasi-lokasi tertentu.




Selama 2015 Sleman Tidak Salurkan Dana Hibah

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman selama 2015 tidak menyalurkan dana hibah bantuan sosial karena adanya perubahan aturan yang mewajibkan penerima bantuan berbadan hukum.

“Pemberian hibah pada 2015 belum dapat direalisasi, hal ini dikarenakan adanya perubahan aturan dimana penerima hibah harus berbadan hukum seperti yang tertuang dalam Perbup No 32.1 Tahun 2015,” kata Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Sleman, Drs Hery Sutapa MM usai menerima kunjungan Pemkab Jember, Kamis (12/11).

Menurut Hery, pemberian hibah dan bantuan sosial dilakukan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah, setelah memprioritaskan pemenuhan belanja urusan wajib.

“Pemberian hibah ditujukan untuk menunjang pencapaian sasaran program dan kegiatan pemerintah daerah berdasarkan program perencanaan pembangunan daerah,” katanya.

Hery menambahkan, hibah atau bantuan sosial terencana diajukan satu tahun sebelumnya oleh pemohon sesuai dengan sistem dan prosedur yang tertuang dalam Peraturan Bupati No 32.1 Tahun 2015 tentang Hibah dan Bantuan Sosial.

“Sedangkan untuk bantuan sosial yang mengacu pada Perbup No 32.1 Tahun 2015, terbagi atas bantuan sosial terencana dan tidak terencana,” kata Hery.

Hery mengatakan, untuk bantuan sosial terencana pada 2015 dianggarkan sebesar Rp 1,196 miliar dengan realisasi hingga Oktober 2015 sebesar Rp 998,5 juta.

“Sedangkan untuk bantuan sosial tidak terencana dianggarkan sebesar Rp183,7 miliar dan belum terealisasi,” katanya.

Ia mengatakan, untuk membiayai kegiatan pemerintahan dan pembangunan Kabupaten Sleman pada 2015, APBD Kabupaten Sleman untuk belanja sebesar Rp 2,19 triliun, dengan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 551 miliar.

“Sementara itu penerimaan PAD Kabupaten Sleman sampai dengan Juli 2015 adalah sebesar 362,7 miliar yang berasal dari pajak daerah dan retribusi lain,” tuturnya.