Humas Gelar Pameran Foto Potensi UKM dan Pariwisata di Amplaz

Sleman – Dalam rangka lebih mengenalkan Komuditas UKM dan obyek wisata Kabupaten Sleman, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Bagian Humas Sekretariat Daerah bekerjasama dengan Jogja Shutter Camp (JSC) menyelengarakan Pameran Fotografi dengan yang mengangkat “Potensi UKM dan Pariwisata Lereng Merapi 2015”.

“Penyelenggaraan Pameran ini disupport oleh PD BPR Bank Sleman dan Plaza Ambarrukmo Management sebagai bentuk dukungan terhadap upaya tumbuh kembangnya berbagai produk UKM di Kabupaten Sleman serta Pengenalan Obyek-obyek Wisata Sleman kepada masyarakat luas melalui media foto,” kata Kabag Humas, Dra Sri Winarti dikantornya, Jumat (13/11).

Menurut Sri Winarti, penyelenggaraan pameran ini dimaksudkan sebagai ajang pengenalan identitas diri dari fotografer serta untuk lebih mengenalkan potensi-potensi UKM dan destinasi wisata Kabupaten Sleman kepada masyarakat. Event Pameran Potensi UKM dan Pariwisata Lereng Merapi 2015 akan digelar di Hall B Lantai II Mall Plaza Ambarukmo, pada hari Selasa 17 November sampai dengan Sabtu 21 November 2015 dengan menggelar 50 foto pemenang dan nominator empat kategori lomba fotografi.

“Event pameran foto diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman bekerjasama dengan JSC,” kata Sri winarti.

Foto- foto yang dipamerkan adalah 20 pemenang dari 4 kategori lomba dan 30 foto nominator lomba. Empat kategori tersebut adalah kategori Cagar Budaya dan Bangunan Haritage, kategori Proses Produksi UKM, Kategori Ragam Pesona Wisata Sleman, dan kategori On The Spot Obyek Wisata Lereng Merapi.

Lima puluh foto hasil kejuaraan tersebut dibidani oleh 3 juri yaitu Dwi Oblo Prasetyo (Pewarta Foto Indonesia), Surya Adi Lesmana (Pewarta Foto) dan Tosan Tri Putro (Akademisi dan Praktisi Fotografi). Ketiga juri tersebut selain memberi penilaian kriteria teknik dan montase fotografi juga mengapresiasi foto-foto yang menyajikan obyek maupun moment-moment yang belum banyak dieksplore atau dilihat oleh masyarakat luas.

Dalam event pameran ini kepada pengunjung akan disajikan tester salah satu komuditas unggulan khas Kabupaten Sleman yaitu Kopi Merapi pada setiap harinya, dan untuk menyempurnakan suasana santai pada venue pameran juga akan dihibur oleh music akustik Kilimanjaro Band pada akhir pekan penyelenggaraan pameran.

“Kami berharap kegiatan pameran fotografi ini mendapatkan dukungan dan respon yang sangat positif dari berbagai pihak khususnya masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta, dan kami juga mengharapkan melalui event ini dapat lebih mengenalkan potensi serta aktivitas-aktivitas yang ada pada destinasi wisata dan UKM di Kabupaten Sleman,” tambahnya.




100 Siswa SMA/SMK Dapat Pembinaan Karakter dan Wawasan Kebangsaan

Memakaikan TopiSleman – Sebanyak 100 siswa SMA/SMK di Kabupaten Sleman mendapat pembinaan karakter dan wawasan kebangsaan. Pembinaan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman berlangsung di Aula Lantai III Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) Sleman, Jumat (13/11).

Asekda Bidang Pembangunan, Dra Suyamsih Mpd menyampaikan bahwa penyelenggaraan sosialisasi wawasan kebangsaan dan pemantapan ideologi negara ini merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan serta memperkokoh ide­o­logi negara dan rasa kebangsaan bagi anak-anak. Terlebih bagi generasi muda yang merupakan penerus langkah pembangunan dimasa depan.

Dikatakan Suyamsih, memudarnya nasionalisme dan patriotisme disebabkan oleh tiadanya penghayatan atas arti perjuangan para pahlawan kemerdekaan. Perayaan hari Sumpah Pemuda, yang sebenarnya adalah modal awal persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia jauh sebelum kemerdekaan, kini seolah hanya merupakan pelajaran sejarah yang tidak pernah dihayati dan diamalkan.

Disampaikan bahwa semangat dan jiwa kebangsaan yang ditanamkan melalui Kebangkitan Nasional harus dijadikan momentum untuk melakukan penataan-penataan diberbagai bidang seraya terus meningkatkan komitmen dari seluruh bangsa dan rakyat Indonesia untuk mewujudkan Indonesia yang damai, adil dan sejahtera.

“Oleh karena itu Pemkab Sleman  menaruh harapan besar di pundak generasi muda  untuk mengkonstruksikan masa depan kita bersama. Tentu saja apa yang kita tata dan bangun kembali ini tetap bertumpu dan merujuk serta mengacu pada nilai, jati diri, dan konsensus dasar kebangsaan, yaitu Pancasila, yang diletakkan oleh para pendiri negara kita ini,” tutur Suyamsih.

Sementara Kepala Dikpora, Sleman Arif Haryono melaporkan bahwa tujuan pembinaan tersebut antara lain untuk mendidik , mendampingi, mengarahkan kepada peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, beraklak muliam sehat, berilmu, cakap, kreatif dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Mengembangkan potansi siswa secara optimal dan terpadu yang meliputi bakat, minat dan kreativitas.

Haasil yang diharapkan dari pembinaan tersebut adalah terbentuknya forum komunikasi siswa SMA/SMK, terselenggaranya kegiatan kolaboratif diantara para siswa daan tersedianya fasilitasi ekspresi kompetensi diri siswa baik di bidang akademis maupun non akademis.

Ditambahkan Arif Haryono bahwa sebagai kegiatan pendukung dalam pembinaan karakter tersebut antara lain pembinaan pemuda pelopor, sweeping siswa pada jam-jam efektif belajar, lomba paduan suara lagu-lagu perjuangan untuk siswa SD, SMP, SMA/SMK, gerakan pembersihan corat coret vandalisme, dan lainnya.




Semua Kecamatan di Sleman Rawan Angin Ribut

Sleman – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Drs Julisetiono Dwi Wasito  SH MM mengatakan memasuki peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, warga Sleman dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaannya. Sebab pada  pergantian musim tersebut biasanya diiiringi bencana musiman seperti angin kencang dan longsor.

“Untuk mengantisipasinya BPBD Sleman sudah melakukan pemetaan terhadap daerah-daerah yang rawan terdampak bencana,” kata Julisetiono, Jumat (13/11).

Adapun bencana yang paling sering terjadi saat masa pancaroba antara lain angin kencang, sambaran petir, tanah longsor, dan banjir.

“Yang paling sering terjadi adalah angin puting beliung.  Dan potensinya ada di 17 kecamatan,” kata Julisetiono.

Menurutnya dengan kondisi geografis Kabupaten Sleman yang sebagian besar berupa lembah, sangat memungkinkan menjadi titik pertemuan angin. Kondisi itu membuat bencana angin ribut sulit diprediksi.

“Sleman diapit oleh pegunungan, sehingga sangat memungkinkan terjadi angin kencang karena adanya pertemuan angin dari beberapa titik,” tuturnya.

Meski sulit diprediksi, Julisetiono menambahkan masyarakat dapat mengenali tanda-tanda alam yang berpotensi terjadinya angin ribut. Tanda-tanda awal terjadinya angin ribut antara lain terjadinya gumpalan awan pekat disertai perubahan suhu yang signifikan.

Terlebih jika pagi hingga siang panas menyengat tapi menjelang sore cuaca berubah menjadi mendung dan berpotensi hujan. Jika mengetahui tanda-tanda tersebut, warga harap mengurangi aktifitas di luar ruang lantaran angin puting beliung dapat sewaktu-waktu terjadi.

“Jika sudah terjadi angin kencang, warga diminta berlindung di dalam rumah atau bangunan yang kokoh,” tambah Julisetiono.

Untuk menanggulangi bencana di musim hujan ini  BPBD Sleman juga sudah mulai melakukan mitigasi bencana angin kencang. Upaya yang dilakukan adalah dengan memangkas dahan pada pohon perindang di sisi jalan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi resiko saat terjadi angin kencang.