Sleman Gelar Apel Siaga Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana

DSC_9506bernasSleman – Sebagai daerah rawan bencana Kabupaten Sleman perlu selalu meningkatkan kesiapsiagaan bencana. Kondisi cuaca di wilayah Sleman saat ini masuk musim pancaroba dengan gejala alam yang menonjol yakni hujan deras, petir, dan angin kencang.

Hal itu menurut Drs Julisetiono Dwi Wasito,  Kepala BPBD Sleman yang mendasari diadakannya Apel siaga di lapangan Pemkab Sleman, Sabtu (14/11). Apel siaga diikuti oleh personil dari BPBD Sleman, Kodim, Polres, SKPD terkait, Kecamatan, desa, PMI, Tagana, relawan dari 39 komunitas, Basarnas, RSUD.

Bertindak selaku Pembina apel Penjabat Bupati Sleman Ir Gatot Saptadi yang sekaligus mengukuhkan Unit Operasional Penanggulangan Bencana dan unit pelaksana penanggulangan bencana ditingkat kecamatan dan desa, yang ditandai dengan penyematan kartu identitas relawan.

Sampai saat ini terdapat 39 komunitas dan relawan dan terbagi dalam 9 klaster berdasarkan kecakapan masing-masing yakni klaster kesehatan, SAR, Logistik, dapur umum, komunikasi dan informasi, perlindungan pengungsian, pendidikan, relawan pos komando dan kaji cepat.

Dalam sambutannya Gatot Saptadi mengatakan dalam menghadapi musim penghujan ini perlu mewaspadai segala macam dampak yang mungkin timbul dari perubahan cuaca ekstrim. Perlu perhatian untuk mengantisipasi masalah banjir, kemungkinan tanah longsor di daerah bukit atau lereng, pohon tumbang, angin kencang serta penyebaran penyakit yang sering muncul pada musim penghujan.

Untuk itu diperlukan pula upaya untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam meningkatkan kualitas lingkungan, terlebih pada masyarakat yang bermukim di daerah-daerah yang rawan banjir dan tanah longsor melalui sosialisasi maupun himbauan dalam penjagaan kelestarian lingkungan dan kesiapsiagaan masyarakat.

Berkaca dari dampak yang ditimbulkan oleh bencana pada tahun-tahun lalu, menjadi tanggungjawab bersama untuk dapat mengantisipasi kemungkinan resiko bencana yang mungkin terjadi pada tahun ini, untuk itu diperlukan kesiapsiagaan semua jajaran, baik pemerintah, swasta dan tentu saja masyarakat dalam upaya pengurangan resiko bencana.

Melalui apel siaga kesiapsiagaan ini seluruh pihak dapat mengoptimalkan upaya mitigasi bencana bukan hanya pada masa terjadinya bencana namun juga secara periodik sebagai upaya pengurangan resiko bencana di Kabupaten Sleman.

Dalam upaya mitigasi ini diperlukan kerjasama dan langkah-langkah konkrit dari seluruh pihak, baik institusi Pemerintah, maupun swasta, baik yang berada ditingkat Kabupaten, Kecamatan maupun Desa, seluruh jajaran keamanan, kesehatan dan SKPD terkait untuk dapat merapatkan barisan.

Serta meningkatkan koordinasi secara terencana, terpadu, dan berkesinambungan, agar semua pihak mampu bekerjasama dan berperan secara maksimal sesuai dengan kapasitasnya masing-masing dalam menghadapi cuaca extrim sebagai upaya memberikan perlindungan masyarakat dari ancaman dan dampak bencana yang mungkin akan terjadi.

Usai apel dilanjutkan dengan peninjauan peralatan dan kendaraan operasional yang sering digunakan untuk penanggulangan bencana yang dipamerkan di lapangan pemkab Sleman seperti sepatu, peralatan kerja, senso, tenda pengungsi, ambulan, kendaraan dapur umum dan lainnya.




Perubahan Cuaca 2015 Cukup Ekstrim

Sleman – Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi mengatakan pada tahun ini  telah merasakan perubahan cuaca yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Beberapa waktu yang lalu  mengalami musim kemarau panjang akibat  dari gangguan pola keteraturan iklim, disusul dengan musim pancaroba dengan perubahan cuaca berupa angin kencang, petir dan hujan lebat dan kemudian saat ini  telah memasuki musim penghujan.

“Dalam menghadapi musim penghujan ini kita perlu mewaspadai segala macam dampak yang mungkin timbul dari perubahan cuaca tersebut, perlu perhatian untuk mengantisipasi masalah banjir, kemungkinan tanah longsor didaerah bukit atau lereng, pohon tumbang, angin kencang serta penyebaran penyakit yang sering muncul pada musim penghujan,” kata Gatot Saptadi Apel Siaga Kesiapsiagaan Cuaca Ekstrim tahun 2015 di Sleman, Sabtu (14/11).

Menurut Gatot, untuk itu diperlukan pula upaya untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam meningkatkan kualitas lingkungan, terlebih pada masyarakat yang bermukim di daerah-daerah yang rawan banjir dan tanah longsor melalui sosialisasi maupun himbauan dalam penjagaan kelestarian lingkungan dan kesiapsiagaan masyarakat.

“Perubahan cuaca yang kita alami pada tahun ini terbilang ekstrim. Berkaca dari dampak yang ditimbulkan oleh bencana pada tahun-tahun lalu, menjadi tanggungjawab kita bersama untuk dapat mengantisipasi kemungkinan resiko bencana yang mungkin terjadi pada tahun ini, untuk itu diperlukan kesiapsiagaan semua jajaran, baik pemerintah, swasta dan tentu saja masyarakat dalam upaya pengurangan resiko bencana,” kata Gatot.

Ditambahkan Gatot, sesuai dengan Undang – Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, seluruh pemangku kepentingan dan elemen masyarakat, harus tanggap terhadap ancaman bencana bukan hanya saat terjadi tanggap darurat bencana, tetapi juga pada pra bencana dan pasca bencana.

Penanggulangan bencana, tidak lagi di titik beratkan hanya pada penanganan kedaruratan, namun lebih pada upaya pengurangan resiko bencana, yang menuntut adanya kesiapsiagaan seluruh pihak.

Oleh karena itu dikatakan Gatot,  melalui apel siaga kesiapsiagaan ini saya menghimbau kepada seluruh pihak untuk dapat mengoptimalkan upaya mitigasi bencana bukan hanya pada masa terjadinya bencana namun juga secara periodik sebagai upaya pengurangan resiko bencana di Kabupaten Sleman.***




5000 Orang Ikut Sepeda Gembira dan Senam Sehat Bank Sleman

DSC_9563bernasSleman – Dalam rangka memeriahkan hari Jadi Bank Sleman yang ke 34 diselenggarakan sepeda gembira dan senam sehat di Lapangan Denggung Sleman, Minggu (15/11).

Acara dikemas bersepeda dan senam sehat ”Gempita Mutiara Bank Sleman 2015” dalam rangka HUT ke 34 PD BPR Bank Sleman. Untuk senam sehat dilaksanakan di Lapangan Denggung sementara sepeda gembira start dilepas oleh Penjabat Bupati Sleman Ir Gatot Saptadi didampingi Dirut Bank Sleman Muh Sigit SE MSi di depan gedung kesenian Sleman.

Menempuh jarak sekitar 10 km dengan rute Denggung Jalan Magelang, Pasar Sleman, Cimpling keselatan sampai Cebongan kembali ke Utara pangukan dan finish lapangan Denggung.

Menurut Muh Sigit, senam dan sepeda gembira diikuti lebih dari 5000 orang. Sigit juga menyampaikan berkat dukungan semua pihak Bank Sleman dapat berkembang dengan baik yang assetnya mencapai Rp 500 miliar lebih.

Sementara Gatot Saptadi mengatakan momentum ulang tahun menjadi momen refleksi dan evaluasi atas kinerja, prestasi serta pencapaian yang telah ditorehkan oleh PD BPR Bank Sleman selama tahun-tahun ke belakang.

Serta menjadi titik tolak PD BPR Bank Sleman untuk terus berinovasi dalam perencanaan program dan kegiatan untuk tahun yang akan datang, yang berorientasi pada kemajuan PD BPR Bank Sleman.

Perayaan HUT PD BPR Bank Sleman ini dapat menjadi suntikan semangat bagi seluruh jajaran serta keluarga besar PD BPR Bank Sleman untuk dapat terus meningkatkan pelayanan prima di bidang perbankan bagi seluruh masyarakat.

Gatot juga menyampaikan Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen dalam mengembangkan PD BPR Bank Sleman dengan cara penyertaan Modal Pemerintah Daerah yang anggarannya dialokasikan dalam APBD Kabupaten Sleman.

Hal ini tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 20 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 2 Tahun 2008 tentang Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat Bank Sleman.

PD BPR Bank Sleman meraih 7 penghargaan pada tahun 2014 yakni kategori BPR Terbaik ke-1, CEO BUMD Terbaik I, Manajemen SDM BUMD Terbaikke-1, Keuangan BUMD Terbaik ke-3, Manajemen Kinerja BUMD Terbaik ke-4 dan BUMD Terbaik ke-3.

Dalam kesempatan ini Gatot Saptadi, Ketua DPRD, Sekda, Assekda berkesempatan untuk menarik undian hadiah Gempita Mutiara dengan pemenang 1 Riyanto Raharjo Ny Hj/Suciyati 1 Unit Mobil Toyota All New AGYA, pemenang 2 Sri SM QQ Hanifa Fatika S 1 Unit Mobil Daihatsu AYLA.

Sementara untuk hadiah motor Drs Damanhuri MBA MM 1 Unit Motor Suzuki NEX (Merah Hitam), Irwan Prasetyo 1 Unit Motor Suzuki NEX (Putih Biru), Waskito Hari Utomo 1 Unit Motor Suzuki NEX (Putih Hijau), Zahrotun Ni’mah 1 Unit Motor Suzuki NEX (Putih Kuning).

Sementara hadiah Lainya 5 Unit TV LED, 5 Unit Mesi Cuci, 5 Unit Lemari ES, 10 Tabungan Mutiara @500 untuk door price senam dan sepeda gembira hadiah utama 3 motor Zuzuki, untuk Zuzuki Next diraih Agus Kristanto Aribowo Ngawen Sidokarto Godean, Zuzuki Shooter diraih Sariyem Durenan Triharjo Sleman, Zuzuki Addres diraih Kasidi Dukuh Tridadi Sleman.

Serta masih ada hadiah lain berupa 5 unit televise, 5 unit lemari es, 5 unit sepeda gunung, 8 unit kompor gas, 8 unit magic com, 8 unit dispenser dan 20 tabungan mutiara Rp 250 ribu.