Pemkab Terus tingkatkan Kualityas Pelayanan Masyarakat

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik dapat ditunjukkan pula dengan peningkatan ketertiban masyarakat dan menciptakan stabilitas keamanan.

“Kesadaran masyarakat terhadap tertib administrasi kependudukan selama lima tahun semakin baik. Hal tersebut terlihat dari kesadaran untuk mencatatakan administrasi kependudukanya. Cakupan penerbitan KTP tahun 2014 sebesar 98,00%, sedangkan cakupan pelayanan KK tahun 2014 mencapai 100%,” kata Asisten Bidang Administrasi Sleman, Djoko Handoyo SH disela-sela menerima studi banding dari DPRD Kabupaten Tambrauw Provinsi Papua Barat di Pemkab Sleman, Senin (16/11).

Dikatakan Djoko Handoyo bahwa Pelayanan terhadap akta kependudukan dan pencatatan sipil terus diupayakan. Jumlah pelayanan kependudukan Kebijakan pemerintah dengan pengembangan KTP elektronik, dilakukan dengan mempersiapkan infrastruktur dan sistem pengelolaanya. Perekaman data dalam sistem e-KTP mencapai 98,54% dari data penduduk wajib perekaman.

Upaya yang dilakukan selain sosialisasi juga dengan sistem jemput bola bagi warga yang rentan fisik. Proses ini berjalan cukup baik, didukung dengan sistem pelaporan dan data base kependudukan Kabupaten Sleman yang telah dilakukan dengan sistem online di semua kecamatan.

Disampaikan pula bahwa misi memantapkan pengelolaan prasarana dan sarana, sumberdaya alam, dan lingkungan hidup ditujukan untuk mewujudkan ketersediaan prasarana dan sarana publik, dan meningkatkan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup yang lestari.

Untuk pengembangan kehutanan di Sleman lebih diorientasikan untuk perlindungan dan konservasi sumberdaya alam. Hal ini karena konsekuensi wilayah Sleman sebagai wilayah resapan air.

Kebijakan yang diambil adalah pemulihan lahan kritis, mengintensifkan penghijauan dengan berbagai gerakan di masyarakat dan memperbanyak pembuatan ruang terbuka hijau. Luas lahan kehutanan selama kurun waktu 5 tahun (2010-2014) berhasil ditingkatkan sebesar  25,58% dari 5,05 ribu ha menjadi 6,34 ribu ha.

Adapun upaya-upaya untuk pemulihan lahan kritis juga menunjukkan hasil yang cukup signifikan terutama pasca Erupsi Merapi tahun 2010. Lahan kritis yang telah dipulihkan pada tahun 2010 seluas  ,17 ha meningkat menjadi ,51 ha pada tahun 2011 . Keberhasilan ini disebabkan karena partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan kehutanan secara berkelanjutan serta pemberdayaan masyarakat dan kelompoktani kehutanan dalam pembangunan.***




12 Tim Ikuti Sepak Bola Pelajar

Tendang BolaSleman – Sebanyak 12 tim ikut sepak bola pelajar SMP, SMA dan SMK tingkat Kabupaten Sleman. Kejuaraan tersebut secara resmi dubuka di Stadion Tridadi Sleman, Senin (16/11) dan dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah Drs Iswoyo Hadiwarno mewakili Bupati Sleman. Hadir pada acara tersebut Ketua Koni, Pengurus PSSI, Kadinas Pendididkan, Guru olah raga dan peserta lomba.

Dalam laporannya Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga  Kabupaten Sleman, Arif Haryono SH mengatakan pertandingan sepakbola pelajar tersebut diikuti oleh 6 Tim dari SMA/SMK  dan 6 Tim dari SMP. Untuk pertandingan Tim SMA/SMK di stadion Tridadi Sleman dan untuk Tim SMP bertempat di Lapangan Pendowoharjo, Sleman.

Pertandingan diselenggarakan setengah kompetisi, serta sudah diawali pertandingan pada tanggal 15 November 2015, Tim SMK Muh Moyudan VS SMK Diponegoro Depok dimenangkan SMK Diponegoro dari Depok 2-0.

Menurut Arif, tujuan pertandingan  sepak bola pelajar  SMP/SMA/SMK  ini untuk menyeleksi tim sepak bola Kabupaten Sleman baik SMP maupun SMA/SMK  untuk  mewakili kejuaraan tingkat Provinsi DIY. Sekaligus mencari bibit  atlet sepak bola yang handal serta  ajang silaturahmi  pelajar pemain sepak bola.

Sementara Iswoyo dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa penyelenggaraan kejuaraan olah raga ini seyogyanya merupakan media bagi para peserta untuk dapat menyalurkan dan menggali bakat serta potensi yang dimiliki serta menjadi ajang penempaan mental. Kegiatan ini juga menjadi media seleksi dan pembentukan calon-calon atlet khususnya pada bidang sepakbola, sekaligus menjadi media mempererat silahturahmi dan persaudaraan antar siswa sekolah di Kabupaten Sleman.

“Keberhasilan pembinaan atlet-atlet tidak hanya dipengaruhi faktor latihan dan sarana-prasarana latihan saja, namun juga adanya kesempatan untuk bertanding dan berkompetisi guna mempraktekkan ilmu dan wawasan yang telah diperoleh guna menambah pengalaman dan mema­tangkan teknik dan strategi yang telah diberikan pelatih,” kata Iswoyo.

Dengan seringnya mengikuti berbagai kejuaraan maka men­tal para atlet akan terlatih dalam menghadapi berbagai tekan­an, baik dari lawan maupun para suporternya. Sehingga akan membentuk  mental yang kuat dan tangguh, maka seorang atlet akan le­bih fokus dalam menghadapi strategi lawan dan pertandingannya. Iswoyo mengharapkan kepada para pemain sepakbola agar dapat mempersembahkan performa terbaiknya dalam kejuara ini.

“Semoga melalui kegiatan ini dapat membuka peluang kesempatan yang lebih besar kedepannya. Dan  menghimbau kepada adik-adik peserta kejuaraan sepak bola tingkat Kabupaten Sleman untuk dapat menjaga nama baik sekolah masing-masing, mengingat adik-adik sekalian merupakan duta sekolah, bertandinglah secara sportif dan maksimal,” pesan Iswoyo.