Pemasangan Atribut Kampanye Pilkada Sleman Harus Taat Aturan

Sleman – Anggota Panwaslu Kabupaten Sleman, Sutoto Jatmiko menghimbau kepada seluruh tim sukses dan simpatisan pasangan calon kepala daerah peserta Pilkada, agar mematuhi aturan pemasangan atribut kampanye.

Sutoto mengaku prihatin, terkait hasil operasi penertiban oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat pada pekan kemarin, yang menemukan 500 buah alat peraga kampanye ilegal terpasang di area terlarang, yaitu pada pepohonan.

“Sesuai aturan yang ada, siapapun paslon (pasangan calon)  atau tim kampanye tidak boleh memproduksi dan memasang atribut kampanye sendiri,” kata Sutoto di Sleman, Kamis (19/11).

Sutoto juga mengungkapkan, bahwa  untuk meminimalisir terulangnya pelanggaran serupa, pihaknya menerapkan larangan bagi tim sukses dan simpatisan mengambil atribut kampanye ilegal yang disita, jika seluruh tahapan Pilkada belum selesai dilaksanakan.

“Karena kemarin pernah terjadi ketika mau ada penertiban atribut diambil sendiri oleh yang punya, kemudian hari berikutnya dipasang, sehingga atribut yang sudah dirazia ditunda pengambilannya,” tambahnya.

Sementara terkait persoalan sosialisasi pelaksanaan Pilkada kepada masyarakat, sebetulnya sudah tercukupi melalui fasilitasi pembuatan alat peraga kampanye yang dibiayai pemerintah, misalkan pembuatan leaflet berisi visi-misi kontestan Pilkada yang dibagikan kepada masing-masing kepala keluarga. ‪Kemudian pembuatan 172 spanduk untuk desa dan lima buah baliho bergambar pasangan calon kepala daerah.

“Apalagi masing-masing paslon juga sudah melakukan kampanye tatap muka dengan masyarakat sejak empat bulan silam,” kata Sutoto.




Pejabat Sleman Ikut Lomba Masak Nasi Goreng

Lomba MasakSleman – Suasana Rumah Dinas Bupati Sleman terlihat berbeda dengan hari biasanya. Karena dilakukan lomba masak nasi goreng antara pejabat eselon III dan IV dari SKPD  Pemerintah Kabupaten Sleman dalam rangka HUT Korpri ke 44 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Kamis (19/11). 

Jumlah peserta lomba memasak sebanyak 30 orang terdiri dari perwakilan dari setiap SKPD, turut serta memasak nasi goreng Penjabat Bupati Sleman Ir Gatot Saptadi, Pj Sekda Drs Iswoyo Hadiwarno dan  Asisten Sekda Bidang Administrasi Djoko Handoyo, dan pejabat lainnya.

Menurut laporan Panitia Lomba Drs Pustopo bahwa  lomba memasak nasi goreng oleh bapak-bapak pejabat  yang akan dinilai dari cita rasa, kreatifitas, penyajian, penampilan serta alokasi waktu yang memenuhi selama 20 menit. Dalam lomba memasak nasi goreng ini masing-masing peserta diberikan kebebasan untuk dapat memilih bumbu – bumbu yang telah disediakan oleh panitia di meja depan.

Dalam sambutannya Gatot Saptadi  mengatakan lomba memasak ini merupakan peringatan HUT Korpri Ke 44 Kabupaten Sleman. Gatot juga  sangat  mengapresiasi kegiatan lomba masak nasi goreng yang diselenggarakan tiap tahun sebagai ajang refresing karena setiap hari sudah disibukan dengan kegiatan dinas dan pelayanan.

“Lomba masak ini dapat memupuk bakat serta hobi memasak bapak-bapak, agar bisa mengantikan ibu di rumah apabila sedang berhalangan, untuk dapat memasakan anak-anaknya,” tutur Gatot.

Lomba ditandai dengan penyematan celemek kepada salah satu peserta sebagai tanda dimulainnya lomba memasak oleh Penjabat Bupati Sleman. Dan hasil dari lomba memasak nasi goreng ialah Juara I dari  Perwakilan Unit Korpri Setda,  Juara 2 unit Korpri  Badan Kepegawaian Daerah, Juara III dari RSUD Prambanan, Juara Harapan I Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, Juara Harapan II dari unit Korpri  Kecamatan Mlati.




229 PNS Sleman Terima SK Pensiun

Serahkan SK PensiunSleman – Sebanyak 229 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menerima SK pensiun TMT 1 Januari hingga 1 Juni 2016 di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Kamis (19/11). Dengan perincian per 1 Januari 29 orang, per 1 Februari 39 orang, per 1 Maret 14 orang, per 1 April  51 orang, per 1 Mei 46 orang dan per 1 Juni 50 orang.

Sementara untuk PNS terbanyak dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Sleman mencapai 177 orang, sisanya dari SKPD di Kabupaten Sleman. SK pensiun diserahkan oleh Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi didampingi Kepala BKD Sleman Drs Iswoyo Hadiwarno dan Pemimpin Bank BPD Sleman yang juga memberikan bingkisan kepada para penerima SK pensiun.

Gatot menyampaikan bahwa seluruh prestasi baik dalam pembangunan, kesejahteraan dan keamanan masyarakat yang telah dicapai hingga saat ini, merupakan hasil dari kerja keras bersama PNS penerima SK pensiun kali ini. Melewati masa-masa hingga menerima SK pensiun seperti pada saat ini merupakan anugerah yang patut disyukuri.

Banyak pula PNS yang terpaksa mengajukan pensiun dini dikarenakan sakit atau alasan lain. Tidak sedikit pula PNS yang harus diberhentikan dengan tidak hormat karena melakukan pelanggaran berat.

Namun demikian, menurut Gatot  purna tugas bagi PNS bukanlah akhir dari suatu pengabdian, melainkan merupakan wujud keberhasilan pengabdian dalam melaksanakan amanah sebagai pamong projo. Menjalani masa pensiun atau purna tugas perlu direncanakan dengan baik, karena melalui perencanaan masa pensiun yang baik akan dapat membantu mengatasi berbagai tantangan hidup di masa pensiun.

“Masa pensiun juga bukan berarti bahwa segala aktifitas terhenti, namun hendaknya dapat dimaknai sebagai suatu awal untuk mengabdi pada masyarakat dengan waktu yang lebih lama, bapak/ibu dapat tetap produktif dalam berkegiatan, dengan memberi sumbangsih ide, gagasan, pemikiran serta secara aktif membangun lingkungan masyarakat masing-masing,” kata Gatot.

Berbagai pengalaman selama bekerja sebagai PNS baik keberhasilan, prestasi maupun hambatan yang pernah dihadapi dapat menjadi modal untuk berkarya di tengah masyarakat. Bahkan para pensiunan dapat fokus mengembangkan hobi tersebut sebagai sebuah usaha yang menjanjikan. Dengan terus berkegiatan dan beraktifitas baik secara fisik maupun mental dalam lingkungan sosial dapat mendinamiskan kehidupan di masa pensiun.