‪Masih Ada Logistik Pilkada Sleman Yang Belum Sampai ke KPU‬

Sleman – Anggota KPU Kabupaten Sleman Bidang Logistik dan Keuangan, Aswino Wardhana mengatakan, hingga kini masih ada logistik untuk pelaksanaan Pilkada tanggal 9 Desember 2015  mendatang yang belum sampai ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman.‬

‪”Logistik yang belum sampai karena masih dalam proses pengadaan oleh pihak ketiga melalui mekanisme penunjukan langsung, berupa alat kelengkapan untuk tempat pemungutan suara,” kata Aswino, Minggu (22/11).‬

‪Menurut Aswino yang belum sampai ke KPU antara lain alat kelengkapan TPS, diantaranya seperti alat coblos, bantalan untuk mencoblos surat suara dan id card (tanda pengenal, red) bagi petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS).‬

‪Aswino juga menjelaskan, kebutuhan logistik yang masih dalam proses pengadaan ini, ditargetkan sampai ke kantor KPU Sleman sebelum akhir November. Sedangkan logistik yang sudah sampai ke lembaganya meliputi surat suara, tinta, segel hologram, serta buku panduan bagi petugas KPPS, di masing-masing TPS.‬

‪”Rencananya distribusi logistik bagi 1969 tempat pemungutan suara, baru akan dilaksanakan pada tanggal 7 dan 8 Desember mendatang,” tambah Aswino.




Sleman Jadi Lokasi Pilot Proyek Mina Padi

IMG_0743Sleman – Kabupaten Sleman tahun ini menjadi lokasi pilot proyek Mina Padi dari badan Pangan dunia.  Proyek Mina Padi atau Rice Fish tersebut, mengambil lokasi lahan sekitar  25 hektar di Kandangan Margodadi dan Cibuk Margoluwih Kecamatan Seyegan.

“Pilot proyek mina padi yang merupakan program  FAO di Indonesia tersebut. Diujicobakan pada lahan sekitar 25 hektar, masing-masing di dusun Cibuk Margoluwih dan dusun Kandangan Margodadi Seyegan,” Kata Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Sleman, Ir Widi Sutikno MSi di Sleman, Minggu (22/11).

Menurut Widi, proyek budidaya mina padi pada kolam dalam tersebut bertujuan meningkatkan produktivitas tanaman padi sekaligus budidaya perikanan. Uji coba mina padi kolam dalam tersebut, kini suda berlangsung  dan diharapkan pada Desember mendatang  sudah panen dan dapat dijadikan lokasi kunjungan rombongan Badan Pangan Dunia.

Dikatakan Widi Pemkab Sleman siap menyukseskan, terkait kegiatan tersebut merupakan event internasional.  Uji coba mina padi yang dikembangkan FAO tersebut, kedepan, tidak hanya diharapkan meningkatkan taraf perekonomian petani. Akan tetapi juga dapat menjadi daya tarik wisata minat khusus di Kabupaten Sleman.




Pendakian Merapi Ditutup Selama November

Sleman – Jalur pendakian Gunung Merapi ditutup selama bulan November 2015 ini. Rencananya, pendakian baru akan dibuka pada 30 November mendatang. Larangan ini berlaku untuk aktivitas menginap di dalam kawasan hutan Merapi.

Menurut Kepala Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Edy Sutiyarto, alasan penutupan ini demi keamanan pengunjung dan ekosistem hutan. Mengingat selama musim kemarau lalu, kerap terjadi kebakaran hutan.

“Pendakian ditutup sejak tanggal 2 November lalu. Ketika itu terjadi kebakaran hutan yang masuk wilayah Selo, Boyolali,” katanya, Minggu (22/11).

Upaya pemadaman waktu itu membutuhkan waktu hingga beberapa hari, bahkan meski telah diturunkan petugas gabungan TNGM, SAR, relawan, pihak kepolisian, dan TNI. Sementara Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan TNGM, Dhany Suryawan mengatakan, kebakaran hutan yang terjadi beberapa waktu lalu, sebagian masuk kawasan TNGM sementara sisanya merupakan lahan penduduk.

Dari hasil pantauan, luasan lahan yang terbakar mencapai lebih dari 20 hektare.

“Kebakaran beberapa waktu lalu itu, sumber apinya berasal dari lahan warga kemudian merembet ke kawasan TNGM,” katanya.

Pasca kejadian kebakaran, pihak TNGM langsung mengeluarkan larangan pendakian ke Merapi khususnya dari wilayah Selo.




Sleman Bike Tour 2015 Diikuti 600 Peserta

Sleman Bike TourSleman – Sleman Bike Tour 2015 yang berlangsung Minggu (22/11) dengan  startnya dilakukan di lapangan Pemda Sleman  hanya diikuti 600 an peserta dari target 1000. Tidak terpenuhinya target tersebut dimungkinkan banyak acara yang bersamaan di hari Minggu, namun demikian acara tetap berlangsung meriah, karena finish dadakan di desa wisata Sorowolan Purwobinangun Pakem. 

Hadir pada kesempataan tersebut antara lain Penjabat Bupati Sleman Ir Gatot Saptadi sekaligus melakukan pengibasan bendera start. Selain Penjabat Bupati hadir pula Asekda Bidang Pembangunan Dra Suyamsih, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata  Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM, Dirut Bank Sleman Muhammad Sigit SE, Pimpinan BPD Sleman dan lainnya.

Gatot dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Sleman bike tour 2015 tersebut merupakan ajang silaturahmi antara masyarakat dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Sleman, juga sebagai sarana olahraga, sarana rekreasi  dan yang tidak kalah penting bagi peserta adalah doorprize utama yang berupa sebuah sepeda motor.

Lebih lanjut disampaikan bahwa rute yang ditempuh dalam Sleman bike tour tersebut beberapa desa wisata yang ada di Kabupataen Sleman, tentu  hal tersebut dimaksudkan agar masyarakat lebih mengenal desa wisata yang ada di Sleman. Dan natinya bisa memanfaatkan desa wisata tersebut untuk rekreasi bersama keluaga dan masyarakat.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM mengatakan bahwa  salah satu tujuan Sleman bike tour 2015 tersebut  untuk menggairahkan sektor pariwisata di Kabupaten Sleman, sebagai sarana rekreasi  sekaligus sebagai saran olahraga yang murah. Lebih lanjut disampaikan bahwa rute dalam Sleman bike tour 2015 tersebut  menempuh jarak 10 km dan  ditempuh dalam waktu dua jam.

Rute start di lapangan Pemda-menuju perempatan Denggung- desa wisata Pajangan-Karang Kepuh-Karang Tanjung-perempatan Brayut keutara SGI-menuju dusun jetis suruh-Kadilobo dan finish di Sorowolan.




Ngayogjazz 2015, Bhineka Tunggal Jazz-nya

nagyogjazzSleman – Sejumlah musisi jazz menampilkan karyanya lewat Ngayogjazz yang digelar di Desa Wisata Pandowoharjo, tepatnya di Dusun Karangtanjung dan Karang Kepuh, Sabtu (21/11). Ngayogjazz merupakan event tahunan yang telah diadakan sejak tahun 2007 di Padepokan Bagong Kusudihardjo.

Ngayogjazz 2015 ke – 9 ini mengusung tema “Bhineka Tunggal Jazz-nya”. Artinya, meskipun beragam musisi dan gaya bermainnya namun saat dimainkan bersamaan bisa menjadi satu spirit yang memunculkan harmonisasi yang indah.

Ngayogjazz 2015 digelar tidak hanya di satu panggung saja melainkan di enam panggung berbeda yang terserbar di Desa Karangtanjung dan Karang Kepuh. Panggung – panggung tersebut dinamai dengan beberapa tokoh pewayangan seperti Panggung Puntadewa, Janaka, Werkudara, Nakula, Lokananta, dan Sadewa.

Ngayogjazz 2015 dimeriahkan oleh beberapa musisi terkenal seperti Trie Utami & Kua Etnika, Syaharani and Queenfireworks, Indro Harjodikoro and Friends, Yuri Jo Collectve,  Nita Aartsen, Megan O Donoghue with Gemati, dan Ina Ladies.

Juga dimeriahkan oleh Vickay with Roedyanto “Emerald BEX”, Yuri and Ganggeng, AbsurdNation, Three Song, Adie Until & The Bawor, Indra Aryadi ruang akustik feat Khrisna Balagita & Zoltan Renaldi, Ketzia & Yusri Dinuth, Dexter Band dan Panjul, Ansambel Musik Grha Kreatif, Hariono’s Project, Tigasisi Jazz Concept, IDC Ethnic Music, Musikanan, Jalu,Komunitas Suling Bambu Nusantara, Huaton Dixie, Funky Bob, Subkultur, dan Mlenuk Voice.

Selain itu Ngayogjazz juga dimeriahkan oleh komunitas musik jazz seperti Jazz mBen Senen, Etawa Jazz Club, Gubuk Jazz Pekanbaru, Pekalongan Jazz Society, Jes Udu Purwokerto, Jazz Ngisor Ringin Semarang, Solo Jazz Society, Sepanjang Kali Malang, dan Jogja Blues Forum.

Pengunjung baik lokal maupun dari luar kota dan bahkan wisatawan asing nampak memadati sejumlah panggung-panggung dan berbagai sudut di Desa Wisata Budaya Pandowoharjo ini. Selain panggung jazz, pengunjung bisa mengunjungi pasar jazz, oleh – oleh jazz, dolanan jazz dan kopi jazz.