Kecamatan Pakem Gelar Lomba Keluwesan

Sleman – Lomba keluwesan dalam rangka peringatan Hari Ibu ke 87 tahun 2015  Kecamatan Pakem dibanjiri peserta ibu-ibu, meskipun tiap desa di Kecamatan Pakem sesuai ketentuan hanya mengirimkan 5 orang, namun pesertanya melebihi ketentuan. Peserta dalam lomba keluwesan yang diadakan PKK Kecamatan Pakem tersebut diikuti lebih dari 35 peserta. Lomba  dilakukan di Pendopo Kecamatan Pakem Sleman, Kamis (26/11).

Bertindak sebagai juri pada lomba keluwesaan tersebut Alex Mulyo Suharyo, Nuke, dan Uki Wira Atmaja. Dalam laporannya Ketua PKK Kecamatan Pakem, Siwi Yuniati yang sekaligus ketua panitia menyampaikan bahwa tujuan lomba keluwesan tersebut  untuk melestarikan  budaya Jawa, terutama dalam berbusana (kebaya).

Disamping itu dengan lomba tersebut diharapkan generasi muda bisa lebih menghargai  kebudayaan Jawa khususnya kebaya yang memperlihatkan keanggunan wanita Indonesia walaupun mengikuti trend saat ini.

Disampaikan pula bahwa para pemenang juara I – 5 akan mendapatkan trophy dan uang pembinaan. Sementara itu Ketua TP PKK Kabupaten Sleman, Ny Sri Wahyuni Gatot  Saptadi yang membuka lomba keluwesan tersebut dalam sambutannya menyampaikan bahwa peran perempuan/ibu saat ini sangat menonjol dibanding dengan jaman dulu, untuk itu perlu penguasaan diri termasuk keluwesan dalam berbusana.

Karena tugas perempuan/ibu saat ini cukup banyak yaitu sebagai isteri pendamping suami, pendidik dan pendamping anak-anak, sebagai penerus keturunan, membantu pendapataan keluarga lewat peningkatan perekonomian daan juga sebagai anggota masyarakat.

Menurut Sri Wahyuni bahwa dalam lomba tersebut bukan bertujuan untuk mendapatkan trophy dan hadiah bagi peserta, namun yang lebih penting adalah  sebagai pendorong untuk meningkatkan kreativitasnya, dengan harapan  melalui lomba tersebut dapat mendidik dan menunjukkan  kepada generasi muda/anak-anak , bagaimana cara berpakaian yang sopan, serasi dan menarik.

“Yang jelas berpakaian tidak harus mewah dan mahal, namun yang penting adalah pakaian tersebut yang nyaman dipakai dan sopan,” tutur Sri Wahyuni.

Hadir pada kesempataan tersebut antra lain Camat Pakem Djoni Suhartono SH, Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman. Setelah melalui penjurian yang cukup ketat, karena pesertanya kemampuaannya hampir sama, maka juri menentukan sebagai juara I Indra Kirana, juara II Sulastri, juaara III Tin Sugeng, juara harapan I  Rusmihati, dan juara harapan II Hariyani Astuti.




Peran Guru Makin Penting Diera Tanpa Batas

IMG_1105Sleman– Memasuki dunia era tanpa batas, peran guru semakin penting dalam menunjang pembentukan sumberdaya manusia berkualitas. Apalagi tiap tahun  pemerintah melalui Dirjen PMPTK melakukan sertifikasi guru sehingga diharapkan menjadi guru yang profesional dan bermartabat. 

Seorang guru yang profesional akan mendapatkan sertifikat sekaligus tambahan kesejahteraan. Ini sesuatu yang membanggakan sekaligus  suatu tantangan bagi seorang guru yang profesional. Demikian disampaikan Penjabat Bupati Sleman Ir Gatot Saptadi pada acara resepsi HUT PGRI ke 70 dan hari Guru Nasional 2015. Resepsi dilaksanakan di Gedung Serbaguan Sleman, Kamis (26/11).

Dikatakan Gatot, predikat sebagai guru profesional bukan ditentukan oleh tambahan kesejahteraan atau sertifikat yang diperolehnya akan tetapi ditentukan oleh kemampuan guru untuk mengaktualisasikan dan mengoptimalkan seluruh potensi mental dan intelektual yang dimiliki untuk memberikan bekal kepada anak didik dalam bertindak, belajar dan mengatur masa depan sendiri secara aktif dan mandiri.

“Guru adalah  sebagai tulang punggung  pendidikan. Oleh karena itu guru harus mampu menciptakan masyarakat yang berpendidikan (Learning Society),” kata Gatot.

Guru harus mengembangkan jati dirinya sebagai sosok guru profesional, bermartabat, berkompetensi dan memiliki komunikasi yang baik dengan anak didik serta memiliki komitmen yang kuat  terhadap profesinya. Tugas guru bukan lagi knowledge based tetapi lebih menekankan competency based yaitu penguasaan konsep keilmuan dan perekayasaan yang berdasarkan nilai-nilai etika  dan moral.

Konsekuensinya, seorang guru tidak lagi menggunakan komunikasi satu arah yang selama ini dilakukan, melainkan menciptakan suasana kelas yang kondusif sehingga terjadi komunikasi dua arah secara demokratis.




Pemkab Jalin Kerjasama dengan UPN Dibidang Pendidikan

Bertukar Berita AcaraSleman – Penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) antara Pemkab Sleman dengan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) ”Veteran” Yogyakarta telah berlangsung di Ruang Rapat Setda B Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Kamis (26/11). Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi melakukan penandatanganan naskah kesepakatan kerjasama dilanjutkan oleh Sari Bahagiarti selaku Rektor UPN ”Veteran”.

Dalam acara tersebut ikut hadir Dekan Fakultas Ekonomi, Dekan Fakultas Fisip, Wakil Dekan II Fakultas pTeknik Mineral, Ka. Prodi Informatika, Sekretaris LPPM, Ka. Pusat pengabdian masyarakat serta Kabag Kerjasama dan Alumni. Serta dari jajaran aparat Pemerintah Kabupaten Sleman, yakni Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, serta Staf Ahli Bidang Pembangunan.

Penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) antara Pemkab Sleman dengan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) ”Veteran” Yogyakarta dilakukan sebagai komitmen bersama sekaligus menjadi payung hukum bagi kedua belah pihak dalam menjalankan kerja sama.

Ruang lingkup kerjasama yang tertuang dalam nota kesepakatan meliputi, pendidikan dan pelatihan, penelitian, pengkajian dan pengembangan sumber daya, pengabdian kepada masyarakat dan praktek kerja lapangan, kuliah kerja nyata, dan atau kegiatan dengan nama lain yang sejenis.

Dalam sambutannya Gatot  menyampaikan, bahwa dengan ditandatanganinya MoU ini, Pemkab Sleman menaruh harapan besar kepada Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta sebagai salah satu universitas di wilayah Kabupaten Sleman atas kontribusinya dalam pembangunan di Kabupaten Sleman.

“Semoga pertemuan ini, menjadi momentum peningkatan pembangunan bagi Pemerintah Kabupaten Sleman dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta kedepan,” kata Gatot.

Sedang Rektor UPN Sari Bahagiarti menyampaikan bahwa kerja sama antara Pemkab Sleman dan UPN sudah berlangsung sejak lama, sehingga diharapkan dengan adanya penandatanganan kerja sama (MoU) ini dapat menjadi payung hukum bagi pelaksanaan kerja sama yang telah, sedang dan akan dilakukan.

Beliau juga menyampaikan bahwa UPN “Veteran” bertempat di Kabupaten Sleman sehingga UPN “Veteran” akan berkontribusi dalam  pembangunan Kabupaten Sleman sesuai kemampuan dan ranah/porsinya sesuai dengan tata aturan yang berlaku.