Perubahan Cuaca 2015 Cukup Ekstrim

Sleman – Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi mengatakan pada tahun ini  telah merasakan perubahan cuaca yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Beberapa waktu yang lalu  mengalami musim kemarau panjang akibat  dari gangguan pola keteraturan iklim, disusul dengan musim pancaroba dengan perubahan cuaca berupa angin kencang, petir dan hujan lebat dan kemudian saat ini  telah memasuki musim penghujan.

“Dalam menghadapi musim penghujan ini kita perlu mewaspadai segala macam dampak yang mungkin timbul dari perubahan cuaca tersebut, perlu perhatian untuk mengantisipasi masalah banjir, kemungkinan tanah longsor didaerah bukit atau lereng, pohon tumbang, angin kencang serta penyebaran penyakit yang sering muncul pada musim penghujan,” kata Gatot Saptadi Apel Siaga Kesiapsiagaan Cuaca Ekstrim tahun 2015 di Sleman, Sabtu (14/11).

Menurut Gatot, untuk itu diperlukan pula upaya untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam meningkatkan kualitas lingkungan, terlebih pada masyarakat yang bermukim di daerah-daerah yang rawan banjir dan tanah longsor melalui sosialisasi maupun himbauan dalam penjagaan kelestarian lingkungan dan kesiapsiagaan masyarakat.

“Perubahan cuaca yang kita alami pada tahun ini terbilang ekstrim. Berkaca dari dampak yang ditimbulkan oleh bencana pada tahun-tahun lalu, menjadi tanggungjawab kita bersama untuk dapat mengantisipasi kemungkinan resiko bencana yang mungkin terjadi pada tahun ini, untuk itu diperlukan kesiapsiagaan semua jajaran, baik pemerintah, swasta dan tentu saja masyarakat dalam upaya pengurangan resiko bencana,” kata Gatot.

Ditambahkan Gatot, sesuai dengan Undang – Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, seluruh pemangku kepentingan dan elemen masyarakat, harus tanggap terhadap ancaman bencana bukan hanya saat terjadi tanggap darurat bencana, tetapi juga pada pra bencana dan pasca bencana.

Penanggulangan bencana, tidak lagi di titik beratkan hanya pada penanganan kedaruratan, namun lebih pada upaya pengurangan resiko bencana, yang menuntut adanya kesiapsiagaan seluruh pihak.

Oleh karena itu dikatakan Gatot,  melalui apel siaga kesiapsiagaan ini saya menghimbau kepada seluruh pihak untuk dapat mengoptimalkan upaya mitigasi bencana bukan hanya pada masa terjadinya bencana namun juga secara periodik sebagai upaya pengurangan resiko bencana di Kabupaten Sleman.***




5000 Orang Ikut Sepeda Gembira dan Senam Sehat Bank Sleman

DSC_9563bernasSleman – Dalam rangka memeriahkan hari Jadi Bank Sleman yang ke 34 diselenggarakan sepeda gembira dan senam sehat di Lapangan Denggung Sleman, Minggu (15/11).

Acara dikemas bersepeda dan senam sehat ”Gempita Mutiara Bank Sleman 2015” dalam rangka HUT ke 34 PD BPR Bank Sleman. Untuk senam sehat dilaksanakan di Lapangan Denggung sementara sepeda gembira start dilepas oleh Penjabat Bupati Sleman Ir Gatot Saptadi didampingi Dirut Bank Sleman Muh Sigit SE MSi di depan gedung kesenian Sleman.

Menempuh jarak sekitar 10 km dengan rute Denggung Jalan Magelang, Pasar Sleman, Cimpling keselatan sampai Cebongan kembali ke Utara pangukan dan finish lapangan Denggung.

Menurut Muh Sigit, senam dan sepeda gembira diikuti lebih dari 5000 orang. Sigit juga menyampaikan berkat dukungan semua pihak Bank Sleman dapat berkembang dengan baik yang assetnya mencapai Rp 500 miliar lebih.

Sementara Gatot Saptadi mengatakan momentum ulang tahun menjadi momen refleksi dan evaluasi atas kinerja, prestasi serta pencapaian yang telah ditorehkan oleh PD BPR Bank Sleman selama tahun-tahun ke belakang.

Serta menjadi titik tolak PD BPR Bank Sleman untuk terus berinovasi dalam perencanaan program dan kegiatan untuk tahun yang akan datang, yang berorientasi pada kemajuan PD BPR Bank Sleman.

Perayaan HUT PD BPR Bank Sleman ini dapat menjadi suntikan semangat bagi seluruh jajaran serta keluarga besar PD BPR Bank Sleman untuk dapat terus meningkatkan pelayanan prima di bidang perbankan bagi seluruh masyarakat.

Gatot juga menyampaikan Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen dalam mengembangkan PD BPR Bank Sleman dengan cara penyertaan Modal Pemerintah Daerah yang anggarannya dialokasikan dalam APBD Kabupaten Sleman.

Hal ini tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 20 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 2 Tahun 2008 tentang Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat Bank Sleman.

PD BPR Bank Sleman meraih 7 penghargaan pada tahun 2014 yakni kategori BPR Terbaik ke-1, CEO BUMD Terbaik I, Manajemen SDM BUMD Terbaikke-1, Keuangan BUMD Terbaik ke-3, Manajemen Kinerja BUMD Terbaik ke-4 dan BUMD Terbaik ke-3.

Dalam kesempatan ini Gatot Saptadi, Ketua DPRD, Sekda, Assekda berkesempatan untuk menarik undian hadiah Gempita Mutiara dengan pemenang 1 Riyanto Raharjo Ny Hj/Suciyati 1 Unit Mobil Toyota All New AGYA, pemenang 2 Sri SM QQ Hanifa Fatika S 1 Unit Mobil Daihatsu AYLA.

Sementara untuk hadiah motor Drs Damanhuri MBA MM 1 Unit Motor Suzuki NEX (Merah Hitam), Irwan Prasetyo 1 Unit Motor Suzuki NEX (Putih Biru), Waskito Hari Utomo 1 Unit Motor Suzuki NEX (Putih Hijau), Zahrotun Ni’mah 1 Unit Motor Suzuki NEX (Putih Kuning).

Sementara hadiah Lainya 5 Unit TV LED, 5 Unit Mesi Cuci, 5 Unit Lemari ES, 10 Tabungan Mutiara @500 untuk door price senam dan sepeda gembira hadiah utama 3 motor Zuzuki, untuk Zuzuki Next diraih Agus Kristanto Aribowo Ngawen Sidokarto Godean, Zuzuki Shooter diraih Sariyem Durenan Triharjo Sleman, Zuzuki Addres diraih Kasidi Dukuh Tridadi Sleman.

Serta masih ada hadiah lain berupa 5 unit televise, 5 unit lemari es, 5 unit sepeda gunung, 8 unit kompor gas, 8 unit magic com, 8 unit dispenser dan 20 tabungan mutiara Rp 250 ribu.




Humas Gelar Pameran Foto Potensi UKM dan Pariwisata di Amplaz

Sleman – Dalam rangka lebih mengenalkan Komuditas UKM dan obyek wisata Kabupaten Sleman, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Bagian Humas Sekretariat Daerah bekerjasama dengan Jogja Shutter Camp (JSC) menyelengarakan Pameran Fotografi dengan yang mengangkat “Potensi UKM dan Pariwisata Lereng Merapi 2015”.

“Penyelenggaraan Pameran ini disupport oleh PD BPR Bank Sleman dan Plaza Ambarrukmo Management sebagai bentuk dukungan terhadap upaya tumbuh kembangnya berbagai produk UKM di Kabupaten Sleman serta Pengenalan Obyek-obyek Wisata Sleman kepada masyarakat luas melalui media foto,” kata Kabag Humas, Dra Sri Winarti dikantornya, Jumat (13/11).

Menurut Sri Winarti, penyelenggaraan pameran ini dimaksudkan sebagai ajang pengenalan identitas diri dari fotografer serta untuk lebih mengenalkan potensi-potensi UKM dan destinasi wisata Kabupaten Sleman kepada masyarakat. Event Pameran Potensi UKM dan Pariwisata Lereng Merapi 2015 akan digelar di Hall B Lantai II Mall Plaza Ambarukmo, pada hari Selasa 17 November sampai dengan Sabtu 21 November 2015 dengan menggelar 50 foto pemenang dan nominator empat kategori lomba fotografi.

“Event pameran foto diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman bekerjasama dengan JSC,” kata Sri winarti.

Foto- foto yang dipamerkan adalah 20 pemenang dari 4 kategori lomba dan 30 foto nominator lomba. Empat kategori tersebut adalah kategori Cagar Budaya dan Bangunan Haritage, kategori Proses Produksi UKM, Kategori Ragam Pesona Wisata Sleman, dan kategori On The Spot Obyek Wisata Lereng Merapi.

Lima puluh foto hasil kejuaraan tersebut dibidani oleh 3 juri yaitu Dwi Oblo Prasetyo (Pewarta Foto Indonesia), Surya Adi Lesmana (Pewarta Foto) dan Tosan Tri Putro (Akademisi dan Praktisi Fotografi). Ketiga juri tersebut selain memberi penilaian kriteria teknik dan montase fotografi juga mengapresiasi foto-foto yang menyajikan obyek maupun moment-moment yang belum banyak dieksplore atau dilihat oleh masyarakat luas.

Dalam event pameran ini kepada pengunjung akan disajikan tester salah satu komuditas unggulan khas Kabupaten Sleman yaitu Kopi Merapi pada setiap harinya, dan untuk menyempurnakan suasana santai pada venue pameran juga akan dihibur oleh music akustik Kilimanjaro Band pada akhir pekan penyelenggaraan pameran.

“Kami berharap kegiatan pameran fotografi ini mendapatkan dukungan dan respon yang sangat positif dari berbagai pihak khususnya masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta, dan kami juga mengharapkan melalui event ini dapat lebih mengenalkan potensi serta aktivitas-aktivitas yang ada pada destinasi wisata dan UKM di Kabupaten Sleman,” tambahnya.




100 Siswa SMA/SMK Dapat Pembinaan Karakter dan Wawasan Kebangsaan

Memakaikan TopiSleman – Sebanyak 100 siswa SMA/SMK di Kabupaten Sleman mendapat pembinaan karakter dan wawasan kebangsaan. Pembinaan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman berlangsung di Aula Lantai III Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) Sleman, Jumat (13/11).

Asekda Bidang Pembangunan, Dra Suyamsih Mpd menyampaikan bahwa penyelenggaraan sosialisasi wawasan kebangsaan dan pemantapan ideologi negara ini merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan serta memperkokoh ide­o­logi negara dan rasa kebangsaan bagi anak-anak. Terlebih bagi generasi muda yang merupakan penerus langkah pembangunan dimasa depan.

Dikatakan Suyamsih, memudarnya nasionalisme dan patriotisme disebabkan oleh tiadanya penghayatan atas arti perjuangan para pahlawan kemerdekaan. Perayaan hari Sumpah Pemuda, yang sebenarnya adalah modal awal persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia jauh sebelum kemerdekaan, kini seolah hanya merupakan pelajaran sejarah yang tidak pernah dihayati dan diamalkan.

Disampaikan bahwa semangat dan jiwa kebangsaan yang ditanamkan melalui Kebangkitan Nasional harus dijadikan momentum untuk melakukan penataan-penataan diberbagai bidang seraya terus meningkatkan komitmen dari seluruh bangsa dan rakyat Indonesia untuk mewujudkan Indonesia yang damai, adil dan sejahtera.

“Oleh karena itu Pemkab Sleman  menaruh harapan besar di pundak generasi muda  untuk mengkonstruksikan masa depan kita bersama. Tentu saja apa yang kita tata dan bangun kembali ini tetap bertumpu dan merujuk serta mengacu pada nilai, jati diri, dan konsensus dasar kebangsaan, yaitu Pancasila, yang diletakkan oleh para pendiri negara kita ini,” tutur Suyamsih.

Sementara Kepala Dikpora, Sleman Arif Haryono melaporkan bahwa tujuan pembinaan tersebut antara lain untuk mendidik , mendampingi, mengarahkan kepada peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, beraklak muliam sehat, berilmu, cakap, kreatif dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Mengembangkan potansi siswa secara optimal dan terpadu yang meliputi bakat, minat dan kreativitas.

Haasil yang diharapkan dari pembinaan tersebut adalah terbentuknya forum komunikasi siswa SMA/SMK, terselenggaranya kegiatan kolaboratif diantara para siswa daan tersedianya fasilitasi ekspresi kompetensi diri siswa baik di bidang akademis maupun non akademis.

Ditambahkan Arif Haryono bahwa sebagai kegiatan pendukung dalam pembinaan karakter tersebut antara lain pembinaan pemuda pelopor, sweeping siswa pada jam-jam efektif belajar, lomba paduan suara lagu-lagu perjuangan untuk siswa SD, SMP, SMA/SMK, gerakan pembersihan corat coret vandalisme, dan lainnya.




Semua Kecamatan di Sleman Rawan Angin Ribut

Sleman – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Drs Julisetiono Dwi Wasito  SH MM mengatakan memasuki peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, warga Sleman dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaannya. Sebab pada  pergantian musim tersebut biasanya diiiringi bencana musiman seperti angin kencang dan longsor.

“Untuk mengantisipasinya BPBD Sleman sudah melakukan pemetaan terhadap daerah-daerah yang rawan terdampak bencana,” kata Julisetiono, Jumat (13/11).

Adapun bencana yang paling sering terjadi saat masa pancaroba antara lain angin kencang, sambaran petir, tanah longsor, dan banjir.

“Yang paling sering terjadi adalah angin puting beliung.  Dan potensinya ada di 17 kecamatan,” kata Julisetiono.

Menurutnya dengan kondisi geografis Kabupaten Sleman yang sebagian besar berupa lembah, sangat memungkinkan menjadi titik pertemuan angin. Kondisi itu membuat bencana angin ribut sulit diprediksi.

“Sleman diapit oleh pegunungan, sehingga sangat memungkinkan terjadi angin kencang karena adanya pertemuan angin dari beberapa titik,” tuturnya.

Meski sulit diprediksi, Julisetiono menambahkan masyarakat dapat mengenali tanda-tanda alam yang berpotensi terjadinya angin ribut. Tanda-tanda awal terjadinya angin ribut antara lain terjadinya gumpalan awan pekat disertai perubahan suhu yang signifikan.

Terlebih jika pagi hingga siang panas menyengat tapi menjelang sore cuaca berubah menjadi mendung dan berpotensi hujan. Jika mengetahui tanda-tanda tersebut, warga harap mengurangi aktifitas di luar ruang lantaran angin puting beliung dapat sewaktu-waktu terjadi.

“Jika sudah terjadi angin kencang, warga diminta berlindung di dalam rumah atau bangunan yang kokoh,” tambah Julisetiono.

Untuk menanggulangi bencana di musim hujan ini  BPBD Sleman juga sudah mulai melakukan mitigasi bencana angin kencang. Upaya yang dilakukan adalah dengan memangkas dahan pada pohon perindang di sisi jalan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi resiko saat terjadi angin kencang.