Sleman Canangkan Kegiatan PKK KB Kesehatan

Sleman – Untuk meningkatkan peran serta masyarakat  untuk memperkuat dan mempercepat sasaran program kegiatan PKK KB Kesehatan, dilakukan pencanangan kegiatan PKK KB Kesehatan di tingkat Kabupaten Sleman. Demikian  disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman, Hj Sri Wahyuni Gatot Saptadi saat acara pencanangan  PKK KB Kesehatan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman. Selasa (3/11).

Menurut Sri Wahyuni untuk memotivasi pelaksanaan yang dilaksanakan berjenjang mulai dari Tingkat Kabupaten, Kecamatan, Desa hingga dasa wisma, juga diadakan 4 jenis lomba yakni untuk Pelaksana terbaik kegiatan PKK KB Kesehatan, Pelaksana terbaik Posyandu, LBS dan PHBS. Untuk Evaluasi tingkat Kabupaten akan dimulai 2 November hingga 2 Desember 2015.

Sementara oleh Assek II Bidang Pembangunan, Dra Suyamsih MPd mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus berupaya meningkatkan kualitas keluarga masyarakat Sleman, melalui keterpaduan kebijakan dan pelaksanaan program di berbagai bidang. Dengan program yang terintegrasi dan sinergis diharapkan upaya-upaya di bidang KB, Kesehatan dan pemberdayaan perempuan dapat semakin meningkatkan capaian kesejahteraan masyarakat.

Meskipun angka kematian bayi dan kematian ibu serta derajat kesehatan masyarakat sudah cukup baik namun masih diperlukan usaha keras untuk memberikan pemahaman bahwa kaum ibu, baik yang tergabung dalam PKK maupun ibu rumah tangga lainnya memiliki peran yang cukup dominan dalam peningkatan kualitas keluarga.

Suyamsih juga menyampaikan kesadaran masyarakat Sleman dalam melaksanakan program KB juga semakin tinggi. berdasarkan pendataan bidang keluarga berencana pada tahun 2014 jumlah  jumlah  jiwa dalam setiap keluarga yaitu 3,44 jiwa. Sampai dengan tahun 2014 prevalensi KB dapat dipertahankan di atas 97%. Pada akhir tahun 2014 jumlah peserta KB aktif sebanyak peserta dengan jumlah peserta baru sebanyak peserta dan jumlah pasangan usia subur (PUS) tercatat pasangan.

Perkembangan keikutsertaan KB pria dan wanita mengalami peningkatan. Jumlah KB pria pada tahun 2014 meningkat 16,19% dibandingkan kondisi tahun 2010. Sedangkan peserta KB wanita meningkat 11,74% dari orang menjadi pada tahun 2014.




Penggunaan Dana Desa Harus Bisa Dipertanggungjawabkan

Sleman – Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi mengatakan terkait dengan  pelaksanaan  dana desa yang merupakan  dana yang berasal dari APBN sedang menjadi insyu hangat dalam pelaksanannya di daerah-daerah. Sebagai sumber dana yang berasal dari rakyat maka penggunaannya harus benar-benar dapat dipertanggungjawabkan melalui mekanisme pengelolaan keuangan yang benar.

“Sehingga kedepan tidak ada Kepala Desa atau Perangkat Desa yang terjerat kasus hukum dikarenakan  dalam penggunaan dana desa yang menyalahi peraturan perundang-undangan,” kata Gatot dalam  sosialisasi Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan (TP4) oleh tim TP4 Kejaksaan Negeri Sleman di lantai III Pemkab Sleman, Selasa (3/11).

Dikatakan Gatot bahwa kepada para Kepala Desa agar terus belajar, dan kepada SKPD, dan para Camat untuk selalu mendampingi  dan memberikan pengawasan serta memberikan fasilitas dalam pengelolaan keuangan desa sehingga dapat diterapkan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan yang akuntabel.

Ditambahkan Gatot bahwa  pada tahun anggaran  2015 Kabupaten Sleman mendapatkan alokasi sejumlah Rp 28,048 miliar dan telah dialokasikan ke seluruh desa di Kabupaten Sleman sebanyak 86 desa . Pengalokasian dana tersebut dengan formulasi pembagian berdasarkan jumlah penduduk, jumlah penduduk miskin, luas wilayah dan indeks kesulitan geografis , setiap desa mendapatkan rata-rata Rp 300 juta, dengan nilai terendah Rp. 308,780 juta dan tertinggi Rp 363,285.

Yang jelas lanjut Gatot dana tersebut pada tahap I telah diterima dari pemerintah pusat pada tanggal 18 Mei 2015 dan telah disalurkan/transfer ke desa sebesar 40 %  sejumlah Rp 11,219 miliar dari rekening kas daerah ke rekening kas desa melalui pemindahbukuan pada tanggal 9 Juli 2015.

Penyaluran dana tahap II dari pemerintah pusat sebesar Rp 28,048 miliar juga telah diterima Pemkab Sleman per Agustus 2015 dan telah disalurkan ke desa-desa  yang telah menyampaikan  laporan realisasi semester I. Sedangkan jumlah desa yang telah menyampaikan laporan realisasi semester I  sebanyak  74 desa dengan dana desa tersalurkan  sebanyak Rp 9,514 miliar (84,80 %).




Penandatangan MOU Pemkab Sleman Dengan Bank Mandiri

Sleman – Penandatangan MOU antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman  dengan Bank Mandiri Tbk tentang  kerjasama penyelenggaraan pelayanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan Perkotaan (PBB P2) telah dilakukan di Rumah Makan Pringsewu, Senin (2/11).

Pemkab Sleman pada kesempatan tersebut diwakili Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi dan Kepala Dinas Pendapatan Daerah Hardo Kiswoyo SE MSi, sedangkan Bank Mandiri diwakili Region CIO PT Bank Mandiri Persero Tbk Jacob Johanes Maitimu. Hadir pada kesempatan tersebut antara lain Asekda bidang Administrasi Djoko Handoyo SH, Camat Godean Ahmad Yuno Nurkaryadi dan pejabat lainnya.

Pada kesempatan tersebut Gatot Saptadi  menyampaikan bahwa Pemkab Sleman berterima kasih kepada Bank Mandiri yang telah bersedia menjadi salah satu bank tempat pembayaran PBB P2 Kabupaten Sleman. Upaya Pemkab Sleman terus meningkatkan kesadaran masyarakat dengan terus memfasilitasi dengan menambah kemudahan pembayaran PBB P2.

“Terlebih saat ini masyarakat telah terbiasa dengan berbagai kemudahan keuangan dengan fasilitas e-banking, e-pay dan berbagai layanan yang berbasis teknologi,” kata Gatot.

Disampaikan bahwa saat ini telah ada dua bank yang telah bekerjasama dengan Pemkab Sleman dalam pembayaran PBB P2 diantaranya Bank BPD DIY dan Bank BRI Syariah. Melalui penandatanganan kerjasama dengan Bank Mandiri ini diharapkan mempermudah masyarakat dalam membayarkan pajak PBB nya.

Yang jelas lanjut Gatot, potensi PBB Kabupaten Sleman dari waktu ke waktu mengalami peningkatan. Pada tahun 2013 yang lalu, penerimaan PBB-P2 mencapai Rp 57,6 Miliar atau 128% dari target yang ditetapkan sebesar Rp 45 miliar sedangkan tahun 2014, realisasi penerimaan PBB sebesar Rp 59,5 miliar atau 112% dari target yang ditetapkan yaitu Rp 53 miliar.

“Pada tahun 2015 ini target yang ditetapkan adalah Rp 58 miliar. Hingga akhir bulan September 2015 ini realisasi peneriman PBB sebesar Rp 50,24 miliar atau    86,6 % dari target yang telah ditetapkan,” kata Gatot.

Melalui kerjasama tersebut  Gatot berharap realisasi penerimaan PBB P2 Kabupaten Sleman dapat terus ditingkatkan di masa-masa mendatang hingga mencapai target yang telah ditetapkan.

Diharapkan pula bantuan tersebut dapat menjadi awal dari kerjasama antara Bank Mandiri dengan Pemkab Sleman dalam upaya membangun masyarakat Sleman menuju masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya saing.




Sleman Dapat Jatah Asuransi Sawah 6.000 Hektare

TanamSleman – Program asuransi untuk lahan pertanian, khususnya lahan tanam padi di Kabupaten Sleman akan segera direalisasikan oleh pemerintah. Rencana tersebut merupakan terusan program nasional yang direalisasikan tahun 2015 ini.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan (DPPK) Sleman, Ir Widi Sutikno MSi di Sleman, Senin (2/11). Menurut Widi, program pemerintah pusat tersebut akan direalisasikan pada November ini. Melalui asuransi tersebut, petani memiliki jaminan saat mengalami gagal panen.

“Sleman diberi jatah hektare dari total sekitar hektare lahan tanam padi. Ada kriteria tertentu lahan yang akan dimasukan dalam asuransi,” kata Widi.

Asuransi tersebut tambahnya akan diberikan melalui kelompok petani namun polish yang diberikan menyasar lahan perorangan Widi menambahkan pihaknya masih mensosialisasikan program tersebut kepada petani terkait dengan mekanisme dan pelaksanaan program.

“Saat ini masih kami sosialisasikan terkait pelaksanaan program tersebut agar petani dapat memahami pentingnya asuransi ini,” ujarnya.

Dijelaskan Widi melalui program ini petani yang mengalami gagal panen akan mendapatkan ganti rugi Rp 6 juta. Namun klaim asuransi tersebut berlaku apabila lahan yang rusak mencapai 75 persen.

Dalam pelaksanaanya, polish yang dibayarkan oleh petani sebesar 20 persen, sementara 80 persen sisanya akan dipihaki oleh pemerintah. Polish tersebut akan dibebankan kepada perorangan. Di bawah itu tidak dapat dilakukan klaim.

“Ini merupakan persyaratan yang disampaikan oleh pihak rekanan,” tutur Widi.

Asuransi tersebut diberikan dengan beberapa kriteria seperti lokasi sawah yang dekat dengan irigasi. Asuransi ini diterapkan untuk masa tanam Oktober hingga Maret. Namun realisasinya dilaksanakan pada November ini.




Peserta MTQ Sleman Naik 200 Persen

penutupan mtqSleman  – MTQ tingkat Kabupaten Sleman untuk tahun 2015 pesertanya meningkat 200 % dari tahun lalu, yakni diikuti 405 kafilah sementara untuk tahun lalu hanya 170 kafilah. Hal tersebut disampaikan Drs Hery Suptop MM, Kabag Kesra Sleman saat pembukaan MTQ tingkat Kabupaten Sleman yang diselenggarakan di Balai Desa Bokoharjo Prambanan, Minggu (1/11). Hadir membuka MTQ penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi.

Gatot dalam sambutannya mengatakan Penyelenggaraan MTQ ini menjadi begitu penting maknanya bagi kaum muslimin, karena Al Qur’an merupakan sumber ilmu pengetahuan yang tak habis-habisnya untuk digali dan dikaji.

“Untuk itu kajian-kajian Al Qur’an perlu digiatkan dilingkungan masyarakat kita, menuju pada pemahaman yang utuh dan benar, serta memerlukan bimbingan dari para ulama yang berkompeten dibidangnya. Dalam Al Quran terkandung nilai-nilai akhlaqul karimah yang seharusnya menjadi perilaku setiap muslim,” kata Gatot.

Gatot juga mengajak kepada seluruh pihak untuk memberikan perhatian serius terhadap pengembangan dan pemasyarakatan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.  Terutama dengan meningkatkan  fungsi dan peranan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Tingkat Kecamatan, menyusun program dengan baik, bukan hanya  bisa membaca tapi bisa memahami serta mampu mengimplementasikan dan mengembangkannya melalui peningkatan kualitas.

Pembukaan MTQ ditandai dengan pelantikan dewan Hakim yang diketuai oleh Drs H Sagimin A Hasbi, MPdi oleh Kepala Kantor Kementrian Agama Sleman dan pemukulan Bedog oleh Penjabat Bupati di dampingi Kabag Kesra dan Kepala KanKementrian Agama Sleman serta Camat Prambanan. Sementara pentupan oleh Kabag Kesra Hery Sutapa dilanjutkan penyampaian hadiah berupa piagam, trophy dan uang pembinaan.

Adapun yang menjadi juara umum yakni Kecamatan Prambanan juara I ada 7 kejuaraan  disusul Kecamatan Tempel juara I  ada 5 kejuaraan dan Ngaglik juara I ada 3 kejuaraan.