Peran Guru Makin Penting Diera Tanpa Batas

IMG_1105Sleman– Memasuki dunia era tanpa batas, peran guru semakin penting dalam menunjang pembentukan sumberdaya manusia berkualitas. Apalagi tiap tahun  pemerintah melalui Dirjen PMPTK melakukan sertifikasi guru sehingga diharapkan menjadi guru yang profesional dan bermartabat. 

Seorang guru yang profesional akan mendapatkan sertifikat sekaligus tambahan kesejahteraan. Ini sesuatu yang membanggakan sekaligus  suatu tantangan bagi seorang guru yang profesional. Demikian disampaikan Penjabat Bupati Sleman Ir Gatot Saptadi pada acara resepsi HUT PGRI ke 70 dan hari Guru Nasional 2015. Resepsi dilaksanakan di Gedung Serbaguan Sleman, Kamis (26/11).

Dikatakan Gatot, predikat sebagai guru profesional bukan ditentukan oleh tambahan kesejahteraan atau sertifikat yang diperolehnya akan tetapi ditentukan oleh kemampuan guru untuk mengaktualisasikan dan mengoptimalkan seluruh potensi mental dan intelektual yang dimiliki untuk memberikan bekal kepada anak didik dalam bertindak, belajar dan mengatur masa depan sendiri secara aktif dan mandiri.

“Guru adalah  sebagai tulang punggung  pendidikan. Oleh karena itu guru harus mampu menciptakan masyarakat yang berpendidikan (Learning Society),” kata Gatot.

Guru harus mengembangkan jati dirinya sebagai sosok guru profesional, bermartabat, berkompetensi dan memiliki komunikasi yang baik dengan anak didik serta memiliki komitmen yang kuat  terhadap profesinya. Tugas guru bukan lagi knowledge based tetapi lebih menekankan competency based yaitu penguasaan konsep keilmuan dan perekayasaan yang berdasarkan nilai-nilai etika  dan moral.

Konsekuensinya, seorang guru tidak lagi menggunakan komunikasi satu arah yang selama ini dilakukan, melainkan menciptakan suasana kelas yang kondusif sehingga terjadi komunikasi dua arah secara demokratis.




Pemkab Jalin Kerjasama dengan UPN Dibidang Pendidikan

Bertukar Berita AcaraSleman – Penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) antara Pemkab Sleman dengan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) ”Veteran” Yogyakarta telah berlangsung di Ruang Rapat Setda B Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Kamis (26/11). Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi melakukan penandatanganan naskah kesepakatan kerjasama dilanjutkan oleh Sari Bahagiarti selaku Rektor UPN ”Veteran”.

Dalam acara tersebut ikut hadir Dekan Fakultas Ekonomi, Dekan Fakultas Fisip, Wakil Dekan II Fakultas pTeknik Mineral, Ka. Prodi Informatika, Sekretaris LPPM, Ka. Pusat pengabdian masyarakat serta Kabag Kerjasama dan Alumni. Serta dari jajaran aparat Pemerintah Kabupaten Sleman, yakni Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, serta Staf Ahli Bidang Pembangunan.

Penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) antara Pemkab Sleman dengan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) ”Veteran” Yogyakarta dilakukan sebagai komitmen bersama sekaligus menjadi payung hukum bagi kedua belah pihak dalam menjalankan kerja sama.

Ruang lingkup kerjasama yang tertuang dalam nota kesepakatan meliputi, pendidikan dan pelatihan, penelitian, pengkajian dan pengembangan sumber daya, pengabdian kepada masyarakat dan praktek kerja lapangan, kuliah kerja nyata, dan atau kegiatan dengan nama lain yang sejenis.

Dalam sambutannya Gatot  menyampaikan, bahwa dengan ditandatanganinya MoU ini, Pemkab Sleman menaruh harapan besar kepada Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta sebagai salah satu universitas di wilayah Kabupaten Sleman atas kontribusinya dalam pembangunan di Kabupaten Sleman.

“Semoga pertemuan ini, menjadi momentum peningkatan pembangunan bagi Pemerintah Kabupaten Sleman dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta kedepan,” kata Gatot.

Sedang Rektor UPN Sari Bahagiarti menyampaikan bahwa kerja sama antara Pemkab Sleman dan UPN sudah berlangsung sejak lama, sehingga diharapkan dengan adanya penandatanganan kerja sama (MoU) ini dapat menjadi payung hukum bagi pelaksanaan kerja sama yang telah, sedang dan akan dilakukan.

Beliau juga menyampaikan bahwa UPN “Veteran” bertempat di Kabupaten Sleman sehingga UPN “Veteran” akan berkontribusi dalam  pembangunan Kabupaten Sleman sesuai kemampuan dan ranah/porsinya sesuai dengan tata aturan yang berlaku.




Pemkab Siapkan Relawan Untuk Hadapi Potensi Bencana

Sleman – Dalam menghadapi musim penghujan diperlukan kewaspadaan terhadap segala dampak yang mungkin ditimbulkan dari cuaca ekstrim. Untuk itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melakukan persiapan menghadapi cuaca ekstrim yang terjadi. Belum lama ini Pemkab Sleman melakukan apel siaga bencana dan Unit Operasional Penanggulangan Bencana serta unit pelaksana penanggulangan bencana di tingkat kecamatan dan desa sudah dikukuhkan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Drs Julisetiono Dwi Wasito mengatakan memang dalam menghadapi musim penghujan diperlukan kewaspadaan terhadap segala bentuk bencana dengan dampak yang mungkin ditimbulkan dari cuaca ekstrim.

“Untuk itu, dalam upaya mitigasi dan pengurangan resiko bencana dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak,” kata Julisetiono di Sleman, Rabu (25/11).

Menurut Julisetiono, Pemerintah maupun swasta, seluruh jajaran keamanan, kesehatan dan pihak terkait untuk dapat merapatkan barisan, bekerjasama dalam menghadapi cuaca ekstrim.

Dikatakan Julisetiono, di Sleman terdapat 39 komunitas dan relawan yang tersebar di semua daerah. BPBD Sleman membagi relawan berdasarakan bidang kecakapan, di antaranya kesehatan, SAR, logistik, dapur umum, komunikasi dan informasi, perlindungan pengungsian dan relawan pos komando dan kaji cepat.

Pembagian ini dilakukan untuk mengoptimalkan upaya mitigasi dan penanganan bencana. Mitigasi bencana sendiri telah dilakukan secara periodik untuk pengurangan resiko bencana.




Dalam Pilkada Masyarakat Dihimbau Gunakan Hak Pilih

Sleman – Ketua KPU Kabupaten Sleman, Ahmad Shidqi ymenghimbau masyarakat, agar menggunakan hak suara mereka dengan sebaik mungkin, pada agenda Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tanggal 9 Desember 2015  mendatang.‬

‪Untuk itu, para pemilih di wilayah Sleman diharapkan, betul-betul mencermati visi-misi serta berbagai program kerja, yang ditawarkan dua pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati, baik itu pasangan Yuni-Danang maupun pasangan Sri Purnomo dan Sri Muslimatun (Santun).‬

‪Apalagi para kontestan peserta Pilkada kata Shidqi, selain sudah melakukan kampanye tatap muka langsung dengan masyarakat, mereka juga sudah mengikuti kegiatan debat publik yang disiarkan salah satu televisi swasta lokal.‬

‪”Masyarakat agar melihat, mencermati visi-misi dan program para kandidat, untuk menentukan pilihan pada tanggal 9 Desember nanti,” kata Shidqi di kantornya, Rabu (25/11).‬

‪Terkait pelaksanaan debat Pilkada Sleman putaran pertama yang berlangsung tanggal 21 November lalu, Shidqi menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap kegiatan tersebut, karena sempat terjadi gangguan teknis ketika disiarkan salah satu stasiun televisi lokal, yang menyebabkan debat harus diulang dari awal.‬

‪”Evaluasi kami lakukan agar nanti pada pelaksanaan debat putaran berikutnya bisa berjalan dengan lebih baik lagi”, katanya.***




895 Siswa Berprestasi di Sleman Terima Beasiswa

beasiswaSleman – Sebanyak 895 siswa berprestasi SD, SMP, SMA/SMK serta Madrasah mendapatkan beasiswa dari APBD Sleman tahun 2015. Penyerahan beasiswa dilakukan di Gedung Serbaguna oleh Penjabat Bupati Sleman Ir Gatot Saptadi didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Sleman Arif Haryono SH, Selasa (24/11).

Menurut Arif Haryono sasaran pemberian beasiswa prestasi adalah siswa SD, SMP, SMA/SMK serta Madrasah dengan jenis prestasi Ujian nasional, olimpiade sains, olimpiade olah raga, lomba kompetensi siswa SMK, Festival Lomba Seni Nasional atau kreativitas siswa, MTQ, Paskibraka, Kreativitas siswa(robotik, iptek, kewirausahaan, roket air, paduan suara), pekan olah raga pelajar daerah.

Besaran beasiswa tertinggi untuk tingkat internasional juara I Rp 5 juta, Nasional tim Rp 3 juta, nasional perorangan Rp 2,5 juta, tingkat DIY untuk tim juara I Rp 3 juta, perseorangan Rp 1 juta, untuk tingkat Kabupaten juara I tim Rp 1,2 juta, perseorangan Rp 600 ribu, kejuaraan tingkat kecamatan prestasi nilai ujian sekolah siswa SD/MI juara I Rp 500 ribu dan Juara II Rp 450 ribu, anggota tim Paskibraka Rp 1 juta dan kejuaraan liga pelajar tingkat DIY juara I sebesar Rp 20 juta. Total dana yang disediakan untuk beasiswa tahun 2015 ini mencapai Rp 850 juta.

Pada kesempatan tersebut Gatot Saptadi menyampaikan penyerahan beasiswa ini merupakan bentuk apresiasi yang diberikan pemerintah atas prestasi yang diberikan anak didik di berbagai bidang. Harapannya pemberian beasiswa ini dapat dijadikan motivasi bagi para siswa untuk meningkatkan prestasinya di masa-masa mendatang. Demikian pula bagi siswa-siswa lain dapat meniru prestasi rekan-rekannya sehingga mutu pendidikan semakin baik di tahun-tahun mendatang.

“Semakin banyaknya anak-anak yang berprestasi di berbagai bidang, menunjukkan bahwa generasi muda memiliki potensi besar yang tidak kalah dibanding anak-anak di daerah lain. Satu hal yang harus dipertahankan adalah meningkatnya jumlah prestasi dari tahun ke tahun. Tanpa pendidikan yang baik dan bermutu, tidak akan tumbuh bangsa yang cerdas sehingga tidak mungkin membangun masa depan yang lebih baik,” kata Gatot.

Gatot juga mengingatkan kepada para orangtua untuk terus memberikan dorongan dan fasilitasi bagi putra-putrinya untuk meraih prestasi yang lebih baik.

“Berikan mereka perhatian dan kasih sayang yang sangat penting untuk menghindarkan mereka dari lingkungan pergaulan yang salah. Karena pada dasarnya prestasi anak didik dimulai dari lingkungan keluarga yang kondusif,” tutur Gatot.

Kecerdasan tidak hanya berupa kecerdasan akademik namun juga terkait moral dan perilaku. Di sinilah peran orangtua dibutuhkan sebagai pemberi tauladan bagi putra-putri. Terlebih lagi akhir-akhir ini sering bermunculan aksi vandalisme, dan kenakalan remaja di wilayah Sleman.

Hal ini tentunya membutuhkan perhatian lebih dari orangtua agar anak-anak  terhindar dari pengaruh negatif tersebut. Kepada anak-anak dan remaja, Gatot berpesan untuk melukan kegiatan yang sehat, ceria, baik dan yang berguna bagi masa depan kalian.

“Pergunakan waktumu untuk belajar, gemarlah membaca menuntut ilmu setinggi-tingginya dan berkreasilah agar kelak memperoleh pekerjaan sesuai cita-cita kalian. Ketiga, Berlaku sopan santun hormatilah orang tua dan hormatilah guru-guru kalian, berbuat baik dan sayang menyayangilah kepada teman,” pesan Gatot.