2.040 KK Terdampak Erupsi Merapi Sudah Tinggal di Huntap

Sleman – Workshop penghidupan masyarakat hunian tetap relokasi yang berlangsung diikuti masyarakat penghuni huntap (hunian tetap) Kecamatan Cangkringan dan Ngemplak di Sambi Resort Pakem Sleman, Selasa (24/11). Workshop juga dihadiri beberapa pejabat terkait di Kabupaten Sleman dan perangkat desa di wilayah Cangkringan dan Ngemplak.

Workshop dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Drs Kunto Riyadi mewakili Penjabat Bupati Sleman. Hadir pada kesempatan tersebut antara lain Direktur Bina Penataan Bangunan Kemetarian PU, Kepala BPPTKG DIY, Kepala PU ESDM DIY, Camat Cangkringan Edy Harmana SH, Kepala Desa Kepuharjo Hery Suprapto.

Dalam sambutan tertulisnya Penjabat Bupati Sleman Ir Gatot Saptadi menyampaikan bahwa sebanyak KK dari KK terdampak erupsi Merapi sudah bisa menempati rumah yang lebih aman terhadap resiko bencana erupsi dan lingkungan permukiman mereka juga sudah mulai tertata serta komunitasnya lebih tanggap terhadap risiko bencana.

Membangun kembali di daerah pasca bencana tidaklah mudah, selain memerlukan perencanaan matang dan dana yang besar juga menuntut keterlibatan penuh warga masyarakat yang menajdi korban.

“Berkat kerjasama yang baik melalui koordinasi dan komunikasi yang jelas dan transparan, lambat laun tumbuh rasa saling percaya, saling memperkuat dan saling memerlukan diantara para pemangku kepentingan yang terkait, termasuk teman-teman dari Rekompak, kini sebagian besar warga terdampak erupsi Merapi 2010 telah bisa tinggal di rumah yang aman dan menjalani kehidupannya seperti semula,” kata Gatot Saptadi dalam sambutan tertulisnya.

Yang jelas lanjut Gatot pekerjaan Pemkab Sleman belum usai,  masih memiliki Pekerjaan Rumah (PR) terhadap 542 KK warga Sleman yang belum bersedia direlokasi menjauh dari sumber bencana. Termasuk 103 KK yang sudah difasilitasi rumah BDR  tetapi belum konsisten mau menghuni, masih mondar mandir menempati huntap BDR Relokasi dan rumah lama yang berada di lokasi asal yang dilarang sebagai tempat untuk hunian.

Kepada SKPD teknis yang terkait dengan permasalahan relokasi, Gatot berharap tetap berkomitmen untuk menyelesaikan segala permasalahan yang masih menjadi PR terkait relokasi hunian tersebut, antara lain seperti masalah kependudukan, masalah sertifikat tanah, masalah ekonomi dan masalah-masalah lainnya. Permasalahan-permasalahan seperti tersebut sudah selayaknya untuk tetap dituntaskan.

Sebetulnya tambah Gatot,  Rekompak sudah pamit kepada kita semua pada akhir November 2014 lalu. Namun karena sebagian rumah BDR (Dana Bantuan Rumah) dan infrastruktur pendukung kehidupan (livelihood) masih ada yang berfungsi optimal, maka PU Cipta Karya sebagai pengampu kegiatan kembali memobilisasi Tim Rekompak untuk melakukan pendampingan optimalisasi fungsi aset baik yang BDR maupun yang BDL livelihood pada awal bulan Juni 2015 yang lalu.

Dinamika kegiatan pendampingan tersebut telah mendorong warga masyarakat penerima BDR dan pengelola aset livelihood untuk kembali membuat rencana kegiatan yang disesuaikan dengan permasalahan yang berkembang di lapangan.

“Syukur alhamdulillah selama 5  bulan pendampingan, tercatat ada tambahan 47 KK menghuni huntapnya (BDR) dan aset-aset BDL (Dana Bantuan Lingkuangan) livelihood hampir semuanya mulai difungsikan. Showroom, kubung jamur, rumah produksi semuanya mulai difungsikan,” tulis Gatot.

Sementara bertindak sebagai nara sumber dalam workshop tersebut antara lain dari Kementerian PU RI, Bappeda Sleman, Dinas Budpar, KBPMPP, dan lainnya. Salah satu nara sumber dari KBPMPP menyampaikan bahwa potensi perekonomian Kabupaten Sleman saat ini di sektor pertanian, IKM, Wisata dan itu perlu digarap dengan baik agar pertumbuhan ekonomi terutama penghuni huntap berkembang lebih maju.

Khusus di bidang pertanian kenyataan di lapangan bahwa alih fungsi lahan pertanian semakin berkurang, meskipun Sleman masih surplus beras selama tiga tahun, tetapi nilainya cenderung terus menurun. Pada tahun 2014 tinggal 90 ribu ton, tahun 2012 sebesar 110,5 tibu ton, dan tahun 2013 107,1 ribu ton.




Meriahnya Peringatan HUT SMA Islam 1 Gamping

IMG_3223Sleman – Selasa, 24 November 2015 merupakan momen istimewa bagi OSIS SMA ISLAM 1 Gamping. Pasalnya dihari tersebut OSIS SMA Islam 1 Gamping memperingati HUT SMA Islam 1 Gamping ke – 53.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekolah SMA Islam 1 Gamping,  Dra. Riana Hidayati menyampaikan bahwa acara milad SMA Islam 1 Gamping sepenuhnya merupakan kegiatan dari OSIS SMA Islam 1 Gamping melalui arahan pembina osis, Ibu Fitri. Dan, seluruh guru SMA Islam 1 Gamping mendukung dan memfasilitasi kegiatan tersebut, tambanya, Selasa (24/11).

Peringatan HUT SMA Islam 1 Gamping ke – 53 dimeriahkan dengan beberapa perlombaan seperti lomba garnisih yaitu lomba menghias makanan, lomba grafity, lomba mading, lomba kebersihan kelas dan taman, serta lomba permainan tradisional. Adapun lomba permainan tradisional seperti dakon, ular naga,dan tarik tambang sebagai pengingat juga melestarikan permainan tradisional yang terlupakan.

Selain perlombaan, OSIS SMA Islam 1 Gamping berkerja sama dengan ekstrakulikuler SMA Islam 1 Gamping menampilkan pentas seni seperti tari dan band. Selain pentas seni oleh siswa – siswi SMA Islam 1 Gamping, HUT SMA Islam 1 Gamping juga dimeriahkan oleh bintang tamu Trigvi band. Trigvi adalah salah satu band dari Gamping yang terbentuk ditahun 2008.

Pembina Osis SMS Islam 1 Gamping, Fitri berharap pelaksanaan kegiatan seperti peringatan milad kali ini kedepannya berjalan lancar dan tidak ada kendala serta lebih baik lagi dari tahun – tahun sebelumnya. Dan, Puncak acara HUT SMA Islam 1 Gamping ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kepala Sekolah, Dra. Riana hidayati. (wawan scout)




GKR Hemas Donasikan Gaji Bulan Desember dan Januari Untuk BKL Moyudan

Gejog LesungSleman – Wakil Ketua DPD RI, GKR Hemas mendonasikan gajinya untuk bulan Desember 2015 dan Januari 2016 kepada BKL “Mugi Waras”, Blendung Desa Sumbersari Kecamatan Moyudan Sleman. Gaji bulan Desember sebesar Rp 10 juta untuk membeli sarana prasarana kegiatan BKL yakni gejog lesung maupun pengeras suara, sementara gaji bulan Januari 2016 sebesar Rp 10 juta dialokasikan untuk pembelian keranda.

Hal tersebut dilakukan GKR Hemas setelah mendengar keluhan dari pengurus BKL “Mugi Waras” yang sangat membutuhkan sarana tersebut. Usai melihat kegiatan BKL “Mugi Waras” GKR Hemas  merasa salut dengan kegiatan lansia di  BKL “Mugi Waras”, Blendung, Sumbersari Moyudan. Karena lansia tidak merasa berhenti,  tetap produktif, tetap sehat, tetap optimis membimbing dan membantu anak cucu dan melihat aktivitas mereka.

Kegiatan kunjungan yang dikemas dalam bentuk dialog dan penyerapan informasi juga menghadirkan nara sumber dari DIY yakni Kepala Dinas PU DIY dan Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan DIY serta pejabat DIY lainnya. Kedatangan GKR Hemas disambut dengan kesenian tek-tek dan menyaksikan  kegiatan keterpaduan Posyandu lansia, senam lansia, kegiatan kerohanian seperti pengajian, pangrukti loyo muslim dan katholik, kegiatan sembahyangan.

Juga kegiatan kesenian berupa sholawatan, gejok lesung dan angklung. Kegiatan juga terintegrasi dengan kegiatan ekonomi produktif berupa UPPKS lansia dengan kegiatan bidang pertanian antara lain budidaya jamur merang, perikanan, peternakan itik, kegiatan kerajinan membuat kasur, besek, tikar dan tempe. GKR Hemas juga sempat meresmikan Mushola Al Janah yang sebagian besar untuk kegiatan lansia.

Menurut Ketua  BKL “Mugi Waras”, dengan lansia 81 orang umur 60 tahun ke atas dan dengan 59 BKL dan 15 kader, kegiatan yang juga dilaksanakan yakni home care dan day care dan kegiatan senam tiga generasi (yang juga ditampilkan dalam acara penyambutan) yaitu senam yang diikuti oleh semua anggota keluarga yang terdiri dari anak (cucu) dewasa (orangtua) dan lansia (kakek/nenek).

Senam tiga generasi ini merupakan hasil kerjasama antara BKKBN Sleman bersama dengan  FPOK UNY dibawah bimbingan Ny Fajar  dan PLKB Moyudan, tokoh masyarakat Blendung. Senam ini telah dilaksanakan setiap hari Jumat pagi di Balai Desa Sumbersari. Tujuan senam ini adalah menciptakan  keharmonisan keluarga sehat cucu, anak dan nenek/kakek.




18 Instansi Ikut Lomba Pengucap Panca Prasetya Korpri

Lomba PengucapSleman – Masih dalam rangka memeriahkan HUT Korpri ke 44 tahun 2015 pengurus Korpri Kabupaten Sleman mengadakan lomba Pengucap Panca Prasetya Korpri di Rumah Dinas Bupati Sleman, Senin (23/11). Lomba diikuti oleh 18 group dari instansi dan BUMD se Kabupaten Sleman, dan setiap group terdiri 4 orang.

Masing-masing group menampilkan kebolehannya dalam pengucapan maupun dalam menyusun formasi barisan sebelum memasuki area lomba, namun ada pula pemimpin group yang sempat lupa dalam pengucapannya maupun dalam keliru dalam berbaris.

Namun kejadian itu tidak mengurangi semangat para peserta dalam mengikuti lomba. Setelah dilakukan penilaian oleh Dewan Juri yang terdiri dari unsur Kodim Sleman, Paskibraka dan ahli bahasa UNY maka keluar sebagai juara I UPT Kecamatan Gamping, juara II  Kecamatan Cangkringan, juara III PDAM Sleman, juara harapan I Setda dan harapan II Kecamatan Depok.




‪Masih Ada Logistik Pilkada Sleman Yang Belum Sampai ke KPU‬

Sleman – Anggota KPU Kabupaten Sleman Bidang Logistik dan Keuangan, Aswino Wardhana mengatakan, hingga kini masih ada logistik untuk pelaksanaan Pilkada tanggal 9 Desember 2015  mendatang yang belum sampai ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman.‬

‪”Logistik yang belum sampai karena masih dalam proses pengadaan oleh pihak ketiga melalui mekanisme penunjukan langsung, berupa alat kelengkapan untuk tempat pemungutan suara,” kata Aswino, Minggu (22/11).‬

‪Menurut Aswino yang belum sampai ke KPU antara lain alat kelengkapan TPS, diantaranya seperti alat coblos, bantalan untuk mencoblos surat suara dan id card (tanda pengenal, red) bagi petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS).‬

‪Aswino juga menjelaskan, kebutuhan logistik yang masih dalam proses pengadaan ini, ditargetkan sampai ke kantor KPU Sleman sebelum akhir November. Sedangkan logistik yang sudah sampai ke lembaganya meliputi surat suara, tinta, segel hologram, serta buku panduan bagi petugas KPPS, di masing-masing TPS.‬

‪”Rencananya distribusi logistik bagi 1969 tempat pemungutan suara, baru akan dilaksanakan pada tanggal 7 dan 8 Desember mendatang,” tambah Aswino.