Korpri Sleman Gelar Lomba Paduan Suara

IMG_9703 (1024 x 683)Sleman – Korpri Kabupaten Sleman menggelar lomba paduan suara dalam rangka peringatan hari jadi ke – 44 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (17/11). Lomba paduan suara diikuti oleh 18 peserta dari SKPD, Sub unit Korpri SKPD, dan UPT Kabupaten Sleman.

Dasar penyelenggaraan Surat keputusan ketua dewan pengurus Korpri Kabupaten Sleman Nomor 32/DP Kab. Slm/IV/2015 tanggal 29 September 2015 Panitia Ulang Tahun Korpri hasil rapat pleno dan technical meeting 13 oktober 2015.

Sekretaris Dewan Pengurus Korpri, Endang Kusmawati, menyampaikan lomba paduan suara dimaksudkan untuk meningkatkan apresiasi bagi peserta terhadap musik, meningkatkan persaudaraan antar anggota korpri, dan menumbuhkan rasa kegotongroyongan dalam paduan suara.

Sedangkan Ketua panitia Drs. Pustopo mengatakan paduan suara sebagai salah satu kegiatan untuk memeriahkan HUT Korpri. Dewan Juri lomba paduan suara khusus didatangkan dari luar Sleman untuk penilaian yang optimal.

Adapun juri lomba paduan suara ialah Dra. Yonana Lilik S, Drs. Langgeng Sumuyut, Retno Pujiwati, yang didatangkan dari Sekolah Menengah Musik (SMM) Yogyakarta. Dan untuk juara lomba paduan suara akan mendapatkan penghargaan untuk tampil dalam acara Dialog Sembada di TVRI pada 27 November 2015 dan mengisi grand opening Mars Korpri.




Pengurus Korpri Kunjungi Anggotanya Yang Sakit

ketika menyerahkan tali asihSleman – Dalam rangka HUT Korpri ke 44 tahun 2015 pengurus Korpri Kabupaten Sleman  mengadakan anjangsana ke rumah PNS yang sakit, Selasa (17/11). Kegiatan ini menurut Pengurus Korpri Sleman Djoko Handoyo SH merupakan bentuk kepedulian dan perhatian kepada anggotanya yang sedang mengalami musibah untuk dapat tetap bersemangat dan segera sembuh dari sakitnya sehingga dapat melaksanakan tugas sehari-hari seperti biasa.

Kegiatan ini dibagi dalam 3 kelompok, untuk kelompok Barat dipimpin oleh Djoko Handoyo Assek III Bidang Administrasi disertai Suyono SH Inspekutr Kabupaten Sleman, Dra Retno Wisudawati Staf Ahli Bupati mengunjungi  rumah Mujiono pegawai RSUD Sleman dan Diono pegawai Dinas Pasar Sleman.

Sementara itu Penjabat Sekda Drs Iswoyo Hadiwarno memimpin rombongan ke wilayah Timur bersama Drg Intriati Yudatiningsih MKes Kepala Bappeda, Drs Pustopo Kadin Perindustrian mengunjungi Endang Suswati Guru SMP 5 Depok dan Herman Yosep Hermanto pegawai Dinas Pasar.

Sedang untuk kelompok 3 dipimpin Dra  Endang Kusmawati beserta jajaran pengurus Korpri mengunjungi Afeb Maulana Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Sleman dan Irawati pegawai BPMPPT, yang  akan dilaksanakan Rabu, (18/11). Dalam kesempatan ini juga disampaikan uang tali asih masing-masing Rp 1 juta.




Pemkab Terus tingkatkan Kualityas Pelayanan Masyarakat

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik dapat ditunjukkan pula dengan peningkatan ketertiban masyarakat dan menciptakan stabilitas keamanan.

“Kesadaran masyarakat terhadap tertib administrasi kependudukan selama lima tahun semakin baik. Hal tersebut terlihat dari kesadaran untuk mencatatakan administrasi kependudukanya. Cakupan penerbitan KTP tahun 2014 sebesar 98,00%, sedangkan cakupan pelayanan KK tahun 2014 mencapai 100%,” kata Asisten Bidang Administrasi Sleman, Djoko Handoyo SH disela-sela menerima studi banding dari DPRD Kabupaten Tambrauw Provinsi Papua Barat di Pemkab Sleman, Senin (16/11).

Dikatakan Djoko Handoyo bahwa Pelayanan terhadap akta kependudukan dan pencatatan sipil terus diupayakan. Jumlah pelayanan kependudukan Kebijakan pemerintah dengan pengembangan KTP elektronik, dilakukan dengan mempersiapkan infrastruktur dan sistem pengelolaanya. Perekaman data dalam sistem e-KTP mencapai 98,54% dari data penduduk wajib perekaman.

Upaya yang dilakukan selain sosialisasi juga dengan sistem jemput bola bagi warga yang rentan fisik. Proses ini berjalan cukup baik, didukung dengan sistem pelaporan dan data base kependudukan Kabupaten Sleman yang telah dilakukan dengan sistem online di semua kecamatan.

Disampaikan pula bahwa misi memantapkan pengelolaan prasarana dan sarana, sumberdaya alam, dan lingkungan hidup ditujukan untuk mewujudkan ketersediaan prasarana dan sarana publik, dan meningkatkan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup yang lestari.

Untuk pengembangan kehutanan di Sleman lebih diorientasikan untuk perlindungan dan konservasi sumberdaya alam. Hal ini karena konsekuensi wilayah Sleman sebagai wilayah resapan air.

Kebijakan yang diambil adalah pemulihan lahan kritis, mengintensifkan penghijauan dengan berbagai gerakan di masyarakat dan memperbanyak pembuatan ruang terbuka hijau. Luas lahan kehutanan selama kurun waktu 5 tahun (2010-2014) berhasil ditingkatkan sebesar  25,58% dari 5,05 ribu ha menjadi 6,34 ribu ha.

Adapun upaya-upaya untuk pemulihan lahan kritis juga menunjukkan hasil yang cukup signifikan terutama pasca Erupsi Merapi tahun 2010. Lahan kritis yang telah dipulihkan pada tahun 2010 seluas  ,17 ha meningkat menjadi ,51 ha pada tahun 2011 . Keberhasilan ini disebabkan karena partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan kehutanan secara berkelanjutan serta pemberdayaan masyarakat dan kelompoktani kehutanan dalam pembangunan.***




12 Tim Ikuti Sepak Bola Pelajar

Tendang BolaSleman – Sebanyak 12 tim ikut sepak bola pelajar SMP, SMA dan SMK tingkat Kabupaten Sleman. Kejuaraan tersebut secara resmi dubuka di Stadion Tridadi Sleman, Senin (16/11) dan dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah Drs Iswoyo Hadiwarno mewakili Bupati Sleman. Hadir pada acara tersebut Ketua Koni, Pengurus PSSI, Kadinas Pendididkan, Guru olah raga dan peserta lomba.

Dalam laporannya Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga  Kabupaten Sleman, Arif Haryono SH mengatakan pertandingan sepakbola pelajar tersebut diikuti oleh 6 Tim dari SMA/SMK  dan 6 Tim dari SMP. Untuk pertandingan Tim SMA/SMK di stadion Tridadi Sleman dan untuk Tim SMP bertempat di Lapangan Pendowoharjo, Sleman.

Pertandingan diselenggarakan setengah kompetisi, serta sudah diawali pertandingan pada tanggal 15 November 2015, Tim SMK Muh Moyudan VS SMK Diponegoro Depok dimenangkan SMK Diponegoro dari Depok 2-0.

Menurut Arif, tujuan pertandingan  sepak bola pelajar  SMP/SMA/SMK  ini untuk menyeleksi tim sepak bola Kabupaten Sleman baik SMP maupun SMA/SMK  untuk  mewakili kejuaraan tingkat Provinsi DIY. Sekaligus mencari bibit  atlet sepak bola yang handal serta  ajang silaturahmi  pelajar pemain sepak bola.

Sementara Iswoyo dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa penyelenggaraan kejuaraan olah raga ini seyogyanya merupakan media bagi para peserta untuk dapat menyalurkan dan menggali bakat serta potensi yang dimiliki serta menjadi ajang penempaan mental. Kegiatan ini juga menjadi media seleksi dan pembentukan calon-calon atlet khususnya pada bidang sepakbola, sekaligus menjadi media mempererat silahturahmi dan persaudaraan antar siswa sekolah di Kabupaten Sleman.

“Keberhasilan pembinaan atlet-atlet tidak hanya dipengaruhi faktor latihan dan sarana-prasarana latihan saja, namun juga adanya kesempatan untuk bertanding dan berkompetisi guna mempraktekkan ilmu dan wawasan yang telah diperoleh guna menambah pengalaman dan mema­tangkan teknik dan strategi yang telah diberikan pelatih,” kata Iswoyo.

Dengan seringnya mengikuti berbagai kejuaraan maka men­tal para atlet akan terlatih dalam menghadapi berbagai tekan­an, baik dari lawan maupun para suporternya. Sehingga akan membentuk  mental yang kuat dan tangguh, maka seorang atlet akan le­bih fokus dalam menghadapi strategi lawan dan pertandingannya. Iswoyo mengharapkan kepada para pemain sepakbola agar dapat mempersembahkan performa terbaiknya dalam kejuara ini.

“Semoga melalui kegiatan ini dapat membuka peluang kesempatan yang lebih besar kedepannya. Dan  menghimbau kepada adik-adik peserta kejuaraan sepak bola tingkat Kabupaten Sleman untuk dapat menjaga nama baik sekolah masing-masing, mengingat adik-adik sekalian merupakan duta sekolah, bertandinglah secara sportif dan maksimal,” pesan Iswoyo.




Sleman Gelar Apel Siaga Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana

DSC_9506bernasSleman – Sebagai daerah rawan bencana Kabupaten Sleman perlu selalu meningkatkan kesiapsiagaan bencana. Kondisi cuaca di wilayah Sleman saat ini masuk musim pancaroba dengan gejala alam yang menonjol yakni hujan deras, petir, dan angin kencang.

Hal itu menurut Drs Julisetiono Dwi Wasito,  Kepala BPBD Sleman yang mendasari diadakannya Apel siaga di lapangan Pemkab Sleman, Sabtu (14/11). Apel siaga diikuti oleh personil dari BPBD Sleman, Kodim, Polres, SKPD terkait, Kecamatan, desa, PMI, Tagana, relawan dari 39 komunitas, Basarnas, RSUD.

Bertindak selaku Pembina apel Penjabat Bupati Sleman Ir Gatot Saptadi yang sekaligus mengukuhkan Unit Operasional Penanggulangan Bencana dan unit pelaksana penanggulangan bencana ditingkat kecamatan dan desa, yang ditandai dengan penyematan kartu identitas relawan.

Sampai saat ini terdapat 39 komunitas dan relawan dan terbagi dalam 9 klaster berdasarkan kecakapan masing-masing yakni klaster kesehatan, SAR, Logistik, dapur umum, komunikasi dan informasi, perlindungan pengungsian, pendidikan, relawan pos komando dan kaji cepat.

Dalam sambutannya Gatot Saptadi mengatakan dalam menghadapi musim penghujan ini perlu mewaspadai segala macam dampak yang mungkin timbul dari perubahan cuaca ekstrim. Perlu perhatian untuk mengantisipasi masalah banjir, kemungkinan tanah longsor di daerah bukit atau lereng, pohon tumbang, angin kencang serta penyebaran penyakit yang sering muncul pada musim penghujan.

Untuk itu diperlukan pula upaya untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam meningkatkan kualitas lingkungan, terlebih pada masyarakat yang bermukim di daerah-daerah yang rawan banjir dan tanah longsor melalui sosialisasi maupun himbauan dalam penjagaan kelestarian lingkungan dan kesiapsiagaan masyarakat.

Berkaca dari dampak yang ditimbulkan oleh bencana pada tahun-tahun lalu, menjadi tanggungjawab bersama untuk dapat mengantisipasi kemungkinan resiko bencana yang mungkin terjadi pada tahun ini, untuk itu diperlukan kesiapsiagaan semua jajaran, baik pemerintah, swasta dan tentu saja masyarakat dalam upaya pengurangan resiko bencana.

Melalui apel siaga kesiapsiagaan ini seluruh pihak dapat mengoptimalkan upaya mitigasi bencana bukan hanya pada masa terjadinya bencana namun juga secara periodik sebagai upaya pengurangan resiko bencana di Kabupaten Sleman.

Dalam upaya mitigasi ini diperlukan kerjasama dan langkah-langkah konkrit dari seluruh pihak, baik institusi Pemerintah, maupun swasta, baik yang berada ditingkat Kabupaten, Kecamatan maupun Desa, seluruh jajaran keamanan, kesehatan dan SKPD terkait untuk dapat merapatkan barisan.

Serta meningkatkan koordinasi secara terencana, terpadu, dan berkesinambungan, agar semua pihak mampu bekerjasama dan berperan secara maksimal sesuai dengan kapasitasnya masing-masing dalam menghadapi cuaca extrim sebagai upaya memberikan perlindungan masyarakat dari ancaman dan dampak bencana yang mungkin akan terjadi.

Usai apel dilanjutkan dengan peninjauan peralatan dan kendaraan operasional yang sering digunakan untuk penanggulangan bencana yang dipamerkan di lapangan pemkab Sleman seperti sepatu, peralatan kerja, senso, tenda pengungsi, ambulan, kendaraan dapur umum dan lainnya.