Jaga Eksistensi Dongeng, Budpar Sleman Gelar Lomba Mendongeng

dongeng-300x200Sleman – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Sleman menyelenggarakan Lomba Mendongeng Anak Kabupaten Sleman Tahun 2015 di Sleman, Rabu (2/12). Kepala Bidang Peninggalan Budaya Nilai dan Tradisi Dinas Budpar Sleman, Siswanto mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk menjaga eksistensi dongeng dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Siswanto juga berharap lomba ini dapat meningkatkan kreatifitas dan aktifitas bagi guru dan siswa dalam mendongeng.

Kegiatan Lomba mendongeng  diikuti oleh 41 peserta yang terdiri dari siswa TK/SD sebanyak 23 siswa dan Guru TK/ PAUD sebanyak 18 orang. Materi lomba untuk siswa adalah mendongengkan salah satu dari tiga dongeng yaitu Asal Mula Upacara Adat, Asal Mula Gunung Jamur dan Rara Jongrang. Sedangkan materi lomba untuk guru adalah membuat cerita atau dongeng yang berkaitan dengan hewan untuk diceritakan.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman , Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM mengatakan bahwa kegiatan ini sangat strategis. Kegiatan mendongeng dinilai strategis karena umur anak-anak merupakan waktu yang tepat untuk menitipkan pesan yang terkandung dalam dongeng yang penuh dengan nilai-nilai luhur.

Menurut Ayu mendongeng merupakan bentuk komunikasi yang bisa mempererat hubungan keluarga. Pada kesempatan tersebut Ayu juga menceritakan bagaimana kebiasaannya mendongeng untuk anak-anaknya pada saat menjelang tidur. Ayu Berharap para guru di Sleman dapat mengembangkannya dalam kegiatan belajar mengajar.
Ayu menyarankan agar disela kegiatan belajar mengajar disekolah para guru dapat memberikan selingan dongeng untuk menanamkan nilai-nilai luhur kepada anak didiknya.

Ayu berharap kegiatan lomba mendongeng ini dapat dilanjutkan di tahun-tahun yang akan datang. Kegiatan ini juga diharapkan dapat dikembangkan lebih baik lagi sehingga semakin memberikan manfaat berupa penanaman nilai-nilai luhur yang sekaligus melestarikan kekayaan dongeng yang dimiliki.




KPU Sleman Dirikan Rumah Pintar

20151201_084716Sleman – Dalam rangka membantu masyarakat agar lebih cerdas dan pintar untuk menentukan pilihannya dalam Pemilu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman telah mendirikan Rumah Pintar Pemilu. Rumah pintar Pemilu yang berbentuk tenda tersebut didurikan di halaman Kantor KPU Sleman. Launching Rumah Pintar Pemilu telah dilakukan Ketua KPU Sleman, Ahmad Shidqi, kemarin.

Menurut Ahmad Shidqi, bentuk Rumah Pintar Pemilu bisa permanen dan bisa menggunakan tenda.

“Dalam rumah pintar Pemilu ada beberapa buku panduan tentang Pemilu, baik itu modul  hasil Pemilu yang  tujuannya adalah untuk mencerdaskan pemilih, menampilkan juga siapa calon Bupati dan Wakil Bupati, visi misi dan lainnya,” kata Ahmad Shidqi, Rabu (2/12).

Sementara  Komisioner KPU Sleman Devisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Humas, Indah Sri Wulandari mengatakan Rumah Pintar Pemilu merupakan konsep sosialisasi untuk memberikan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat tentang Pemilu, baik itu Pilkada maupun Pemilu secara nasional, dan akan terus berdiri selama lembaga penyelenggara Pemilu ada.‬

‪Didalam Rumah Pintar Pemilu juga disampaikan sejarah Pemilu di Indonesia, sehingga masyarakat memahami arti penting Pemilu dan sadar memiliki hak pilih.‬ ‪Indah menjelaskan, ada tiga variabel soal Rumah Pintar Pemilu, pertama pendiriannya di kantor KPU setempat yang permanen, kedua bisa didirikan menggunakan tenda untuk melakukan sosialisasi dalam berbagai kegiatan di masyarakat, dan ketiga penggunaan buku dan video untuk melakukan sosialisasi ketika diundang oleh masyarakat.‬

‪”Idenya muncul dari pilot project tentang pendidikan pemilih oleh KPU pusat, realisasinya diserahkan kepada masing-masing KPU di kabupaten dan kota,” kata Indah.