Estetika Budaya Lokal Jadi Unggulan Sleman di Sekaten
Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman pada 2015 menonjolkan estetika budaya lokal dalam pameran di Pasar Malam Perayaan Sekaten di Alun-alun Utara Jogja. Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) yang berlangsung selama 20 hari dibuka sejak Jumat tanggal 4 Desember 2015.
“Anjungan Sleman menggunakan material bambu sebagai upaya pemanfaatan produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) sebagai salah satu unggulan di Kabupaten Sleman,” kata Kepala Bagian Humas Kabupaten Sleman, Dra Sri Winarti dikantornya, Selasa (8/12).
Menurut Sri Winarti, dalam anjungan Sleman ditampilkan beberapa UKM kerajinan dan industri makanan olahan, tak ketinggalan makanan khas jadah tempe Kaliurang serta desa wisata.
Saat peninjauan stand usai pembukaan PMPS, sejumlah tamu yang mengunjungi anjungan Pemkab Sleman juga disuguhi makanan khas Kabupaten Sleman seperti legondo, pisang buntal, jadah bakar, dan juga minuman khas lereng Merapi.
Untuk mengisi anjungan, Pemkab Sleman menggandeng asosiasi yang ada di Sleman, antara lain Ikapim, Aspartan, Asosiasi Batik Mukti Manunggal, dan Aspika.
“Selama mengikuti PMPS asosiasi akan memamerkan produk-produk anggotanya sebagai upaya pengenalan produk-produk UKM yang tergabung dalam asosiasi dan juga sebagai bentuk pemberdayaan kreativitas anggota-anggota asosiasi,” kata Sri Winarti.
Ditambahkan pula upaya untuk memperkenalkan motif batik khas Sleman, Asosiasi Batik Mukti Manunggal juga mengisi anjungan Sleman dengan produk-produk batiknya berupa Parijotho Salak dan Gajah Kombinasi Parang Rusak Barong.
Sementara itu anjungan Pemkab Sleman dihijaukan Kampung Flory dan Anggrek dari Asosiasi Aspartan dengan berbagai tanaman buah, tanaman hias, dan anggrek yang mampu menambah nilai estetika penampilan anjungan.
“Kampung Flory sendiri merupakan kampung di Jugang, Pangukan, Sleman yang kegiatan utama warganya bergerak di bidang pembibitan tanaman hias dan buah unggul,” tutur Sri Winarti.
Estetika Budaya Lokal Jadi Unggulan Sleman di Sekaten
Sleman, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten Sleman pada 2015 menonjolkan estetika budaya lokal dalam pameran di Pasar Malam Perayaan Sekaten di Alun-alun Utara Jogja. Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) yang berlangsung selama 20 hari dibuka sejak Jumat tanggal 4 Desember 2015.
“Anjungan Sleman menggunakan material bambu sebagai upaya pemanfaatan produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) sebagai salah satu unggulan di Kabupaten Sleman,” kata Kepala Bagian Humas Kabupaten Sleman, Dra Sri Winarti dikantornya, Selasa (8/12).
Menurut Sri Winarti, dalam anjungan Sleman ditampilkan beberapa UKM kerajinan dan industri makanan olahan, tak ketinggalan makanan khas jadah tempe Kaliurang serta desa wisata.
Saat peninjauan stand usai pembukaan PMPS, sejumlah tamu yang mengunjungi anjungan Pemkab Sleman juga disuguhi makanan khas Kabupaten Sleman seperti legondo, pisang buntal, jadah bakar, dan juga minuman khas lereng Merapi.
Untuk mengisi anjungan, Pemkab Sleman menggandeng asosiasi yang ada di Sleman, antara lain Ikapim, Aspartan, Asosiasi Batik Mukti Manunggal, dan Aspika.
“Selama mengikuti PMPS asosiasi akan memamerkan produk-produk anggotanya sebagai upaya pengenalan produk-produk UKM yang tergabung dalam asosiasi dan juga sebagai bentuk pemberdayaan kreativitas anggota-anggota asosiasi,” kata Sri Winarti.
Ditambahkan pula upaya untuk memperkenalkan motif batik khas Sleman, Asosiasi Batik Mukti Manunggal juga mengisi anjungan Sleman dengan produk-produk batiknya berupa Parijotho Salak dan Gajah Kombinasi Parang Rusak Barong.
Sementara itu anjungan Pemkab Sleman dihijaukan Kampung Flory dan Anggrek dari Asosiasi Aspartan dengan berbagai tanaman buah, tanaman hias, dan anggrek yang mampu menambah nilai estetika penampilan anjungan.
“Kampung Flory sendiri merupakan kampung di Jugang, Pangukan, Sleman yang kegiatan utama warganya bergerak di bidang pembibitan tanaman hias dan buah unggul,” tutur Sri Winarti.
