Pragmatisme Harus Ditangkal dengan Revolusi Mental‬

Sleman – Ketua Seknas Jokowi, Muhammad Yamin mengatakan bangsa Indonesia dewasa ini semakin terjebak pada sikap pragmatisme, salah satunya dalam bidang ekonomi semenjak terjadi perubahan alam politik dari orde lama ke orde baru.‬

‪Situasi itu, menurut Yamin, cenderung mengabaikan revolusi mental di bawah panji-panji Trisaksi sesuai ajaran Bung Karno yang justru lebih membangun karakter bangsa, karena mencakup konsep berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, serta berkepribadian secara budaya.‬

‪”Nah, itu yang kemudian kita tuai pada hari ini, misalkan kohesifitas atau rasa persatuan kita sebagai bangsa mudah sekali dicabik-cabik, misalkan oleh isu SARA,” ungkapnya dalam agenda Sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental di Kabupaten Sleman, Sabtu (19/12).‬

‪Yamin, yang juga anggota Tim Pokja Gerakan Nasional Revolusi Mental, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan itu melanjutkan, bentuk pragmatisme lain berupa kecenderungan individu yang mudah tersulut emosi, seperti terjadinya tawuran antar pelajar. Hal itu disebabkan, tidak ada keteladanan dari para pemimpin.‬

‪Di samping itu, praktek korupsi yang melanda bangsa ini juga termasuk bentuk pragmatisme, karena ingin memiliki kekayaaan materi secara instan. Hal itu makin diperparah adanya dukungan dari lingkungan sekitar yang melakukan pembiaran.‬

‪Pembicara lainnya, Sosiolog UGM Ari Sujito mengatakan, hingga kini reformasi 1998 belum membawa hasil nyata yang bisa dirasakan masyarakat, meski pada waktu itu ada upaya dari bangsa ini yang ingin bangkit keluar dari kungkungan rezim otoriter waktu itu.‬

‪”Karena yang kita ubah baru instrumennya yaitu secara kelembagaan, sehingga terjadi liberalisasi politik dan kebebasan media, tetapi pada akhirnya hanya terjadi pembajakan disana-sini,” terangnya.‬

‪Sehingga menurutnya, yang dahulu bersikap anti demokrasi tiba-tiba sekarang mengibarkan bendera pro demokrasi, dan yang dahulu berperilaku sangat korup di era orde baru, tiba-tiba sekarang merasa sebagai penegak demokrasi. Situasi itu pada akhirnya menimbulkan ketidakpercayaan di kalangan masyarakat.‬

‪”Ini sesungguhnya bagian dari praktek sinetron politik, yang nampak itu sesuatu yang sesungguhnya tidak memberi pembelajaran bagi masyarakat,” ujarnya.




Harga Kebutuhan Pokok Merangkak Naik

Sleman – Hari raya  Natal 2015 tinggal beberapa hari lagi.  Menjelang perayaan Natal tersebut, harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Sleman mulai merangkak naik. Data yang dihimpun Disperindagkop menyebutkan, setidaknya ada tiga komoditi yang harganya cenderung naik dalam kurun sepekan terakhir yakni cabe, bawang merah, dan daging sapi. Sementara komoditi lainnya tercatat relatif stabil.

Kabid Perdagangan Disperindagkop Sleman, Slamet Riyadi mengatakan, kenaikan harga paling tinggi terpantau pada komoditi bawang merah lokal. Peningkatannya mencapai Rp per kilogram dari Rp menjadi Rp . Sementara bawang merah lokal, kenaikannya sekitar 15 persen dari Rp menjadi Rp

“Untuk cabe merah, kenaikan harganya di kisaran Rp Sedangkan daging sapi naik tipis dari Rp menjadi Rp ,” kata Slamet, Minggu (20/12).

Sebaliknya, beberapa komoditi mengalami penurunan harga meski hanya selisih sedikit. Diantaranya beras dari harga semula Rp menjadi Rp , dan telur ayam ras dari menjadi Rp

“Kendati harga cenderung naik menjelang Natal dan  masa liburan akhir tahun ini, masyarakat diminta tidak perlu panik,” tutur Slamet.




Peringatan HUT Korpri Sleman ke 44 Berlangsung Meriah

IMG_3034Sleman – Peringatan HUT Korpri Sleman ke 44  pada tahun 2015 dengan melibatkan 1000 anggota Korpri di Desa Wisata Pentingsari Cangkringan Sleman, Minggu (20/12). Acara berlangsung sangat meriah dengan nuansa pedesaan dan penuh kekeluargaan. HUT Korpri yang dikemas dengan Family Gathering tersebut juga menghadirkan MC/komedian Sugeng Iwak Bandeng dan Anang Batas hingga suasana lebih semarak dan penuh ger-geran (tawa).

HUT Korpri yang mengambil tema ”Dengan memperkokoh netralitas dan profesionalitas, Korpri siap menyukseskan program nawa cita melalui gerakan ayo kerja menuju terwujudnya kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

”Dari tema tersebut ada dua hal yang sangat penting yaitu secara internal Korpri diharapkan menjaga netralitas dalam perspektif politik, dan bagaimana mewujudkan kualitas pelayanan publik bagi kesejahteraan masyarakat, sehingga masyarakat merasakan eksistensi Korpri Kabupaten Sleman.

Pada acara tersebut semua peserta juga mengikuti senam massal hingga tempat yang tersedia meluber sampai keluar lapangan, bahkan sampai di jalan-jalan. Hadir pada acara tersebut antaraa lain Penjabat Bupati Sleman Ir Gatot Saptadi beserta Isteri, Penjabat Sekretraris Drs Iswoyo Hadiwarno.

Pada acara tersebut juga dilakukan bhakti sosial berupa donor darah dan pasar murah yang diperuntukkan 150 warga Pentingsari dan sekitarnya, dengan  menjual sembako dengan nilai Rp dijual hanya dengan harga Rp ,-. Sembako tersebut berupa Beras 1 Kg, Minyak Goreng 1 liter, Gula Pasir 1 kg, Teh 1 pak, Kecap 1 , dan Indomie 5 bungkus.

Dalam pasar murah tersebut secara simbolis diserahkan oleh Gatot didampingi Sekda, juga ketua panitia HUT Korpri Drs Pustopo yang juga Kepala Dinas Perindakop.
Dalam sambutannya Gatot menyampaikan bahwa sebagai kekuatan negara untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, anggota Korpri, harus memiliki kebersamaan dan kekompakkan didalam penyelenggaraan negara. Terlebih, tantangan Korpri kedepan, semakin tinggi.

“Oleh karena itu, saya sangat mengapresiasi kegiatan family gathering ini. Kegiatan tersebut dapat meningkatkan rasa kekeluargaan diantara anggota Korpri,” kata Gatot.

Disamping itu, melalui kegiatan tersebut Gatot  berharap dapat memberikan motivasi sehingga anggota Korpri dapat bertindak lebih profesional, transparan dan akuntabel ke depannya.

Yang jelas  kegiatan Pasar Murah dan berbagai kegiatan budaya ini memberikan dua manfaat sekaligus yaitu memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus mengenalkan potensi desa Desa Wisata Pentingsari kepada para anggota Korpri.

Menurut Gatot ditengah-tengah tuntutan peningkatan profesionalitas, Korpri juga harus mampu mengembangkan program-program yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan anggota. Dengan meningkatnya kesejahteraan, diharapkan anggota Korpri dapat lebih terpacu serta konsen untuk mengembangkan diri, meningkatkan kinerja serta profesionalitasnya

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan hadiah berupa Piala, piagam dan uang pembinaan berbagai kegiatan lomba dan pertandingan dalam rangka HUT Korpri, yaitu Lomba masak nasi Goreng kehormatan juara I Ir Gatot Saptadi, Juara I Lomba masak Nasi Goreng Sukarno SH. Sedang  untuk pertandingan  tenis meja putra juara I Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, Pertandingan Tenis Meja Putri juara I OD.

Sedangkan, Bank Sleman, pertandingan Tenis Lapangan juara I UPT. Yandik Kalasan A, Pertandingan fulsal putra juara I Dinas Hubkominfo, pertandingan futsal putri juara I DPKAD. Cabang bulutangkis juara I UPT. Yandik Depok, Catur juara I Sumaryono (SMKN I Seyegan), lomba pengucap Panca Prasetya juara I UPT. Yandik Gamping, Voli Putra juara I UPT, Yandik Depok, paduan suara juara I UPT.

Dan, Yandik Kalasan, lomba menyanyi tunggal juara I Drs.  Sudirman (UPT Yandik Tempel), pertandingan Gobak sodor juara I UPT. Yandik Moyudan, pertandingan Bakiak juara I BNN B, pertandingan Sepak Takrow juara I UPT. Yandik Gamping, pertandingan Egrang juara I Basuni (UPT Cangkringan).