Ribuan Botol Minuman Keras Dimusnahkan

IMG_3349Sleman  – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman memusnahkan ribuan botol minuman keras (miras) berbagai jenis. Pemusnahan dilakukan dengan cara menggilas botol-botol miras di Lapangan Pemkab Sleman, Selasa (22/12). Miras tersebut merupakan hasil operasi selama 6 bulan atau semester kedua tahun 2015 di berbagai daerah.

Menurut Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi, pemusnahan barang bukti miras tersebut merupakan upaya Pemkab Sleman dalam menciptakan suasana aman, nyaman dan kondusif di tengah-tengah masyarakat. Salah satu yang dilakukan adalah mengadakan operasi miras. Namun demikian, Penanganan miras jangan hanya mengandalkan jajaran kepolisian atau aparat Pol PP dan Tibmas saja yang keberadaannya sangat terbatas.

Akan tetapi agar pemberantasan minuman keras tersebut dapat dilakukan secara lebih efektif, perlu dibantu oleh semua  stakeholder, semua  lapisan masyarakat  untuk bersama-sama mewaspadai maraknya berbagai penyakit masyarakat seperti penyalahgunaan narkoba, judi, peredaran miras ilegal dan sebagainya disekitar lingkungan tempat tinggal.

“Kegiatan pemusnahan barang bukti hasil operasi penyakit masyarakat, hendaknya dilakukan secara transparan dan terbuka. Sehingga masyarakat dapat mengetahui dengan pasti berapa jumlah barang bukti hasil minuman keras yang berhasil disita dan berapa yang dimusnahkan. Jangan sampai barang bukti yang berhasil disita, justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab,” kata Gatot.

Dikatakan pula oleh Gatot kegiatan pemusnahan barang bukti hasil operasi yang dilakukan Satpol PP ini hendaknya ditindak lanjuti dengan kegiatan operasi yang lebih giat lagi. Jangan sampai operasi miras ini hanya hangat-hangat tahi ayam atau dilakukan sekedarnya saja. Laksanakanlah operasi miras dengan lebih efektif lagi sehingga peredaran miras tidak berkembang lebih luas di wilayah Sleman.

Barang bukti miras yang dimusnahkan ini merupakan hasil operasi selama 6 bulan terakhir. Ditambahkan Gatot, barang bukti yang dimusnahkan ini hanyalah merupakan sedikit bukti yang ada. Tidak berlebihan jika barang bukti tersebut hanyalah sebuah titik puncak gunung es yang secara kebetulan terlihat mata. Sedangkan kasus konsumsi minuman keras yang sebenarnya merupakan sebuah gunung sangat besar ukurannya.

Sebab banyak sekali kasus kejahatan yang diakibatkan konsumsi miras menimpa masyarakat baik yang diberitakan media massa ataupun tidak melapor polisi serta tidak dimuat di media massa. Dan, jika dicermati secara seksama maka konsumsi miras semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Berkenaan dengan hal tersebut, Gatot sangat mengharapkan peran masyarakat, terutama pemuda dalam mengantisipasi menjalarnya peredaran narkoba, miras dan bentuk kejahatan lain di tengah masyarakat. Tanpa adanya dukungan dan partisipasi dari masyarakat dalam upaya pemberantasan miras, maka pihak keamanan tidak akan berhasil dalam menuntaskan masalah-masalah kejahatan yang sering terjadi.

“Sejak dini harus dilakukan langkah-langkah antisipasi, agar peredaran narkoba, miras, perjudian dan sejenisnya bisa diredam. Terlebih ini menjelang Natal dan tahun baru, kita semua harus berupaya mewujudkan suanana yang aman, nyaman, dan kondusif di Kabupaten Sleman,” tegas Gatot.




Kantor Arsip Daerah Menjadi OPD Terbaik Sleman Tahun 2014

Sleman – Disaksikan oleh Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi dan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Drs Iswoyo Hadiwinarno sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sleman menerima apresiasi atas keberhasilannya dalam memberikan kinerja terbaik tahun 2014 yang lalu. 

Hasil penilaian kinerja OPD 2014 ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Sleman Nomor 80.3/ tentang Hasil penilaian Kinerja Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Sleman Tahun 2014 dan menetapkan 3  terbaik. Pengumuman pemenang dilakukan pada Rapat Koordinasi Pimpinan yang diselenggarakan pada Rabu (23/12) di Aula Lantai III sekretariat Daerah Kabupaten Sleman.

“Berdasarkan SK Bupati tersebut ditetapkan tiga OPD terbaik. Peringkat pertama diraih oleh Kantor Arsip Daerah di bawah kepemimpinan Retno Susiati SH MM,” kata Kabag Humas Sleman, Dra Sri Winarti di Sleman, Minggu (27/12).

Sementara menurut Sri Winarti,  peringkat kedua diraih oleh Badan Kepegawaian Daerah yang dikepalai oleh Drs Iswoyo Hadiwinarno yang saat ini juga  menjabat sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman. Sedangkan peringkat terbaik ketiga diraih oleh Satuan Polisi Pamong Praja dibawah kepemimpinan Drs Joko Supriyanto MSi.

“OPD yang meraih terbaik I, II dan III mendapatkan penghargaan berupa throphy, piagam dan notebook,” katanya.

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan pengumuman hasil evaluasi penyelenggaraan pemerintahan kecamatan berdasarkan Keputusan Bupati Sleman Nomor 96/ tentang hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Kecamatan Tahun 2015.

Peringkat pertama diraih oleh Kecamatan Berbah dengan nilai , peringkat kedua diraih oleh Kecamatan Sleman dengan nilai 497,438 sedangkat Peringkat Ketiga diraih oleh Kecamatan Minggir dengan total nilai 497,075. Ketiga kecamatan tersebut memperoleh throphy bergilir, piagam penghargaan dan barang penunjang pelayanan.




Stand Up Comedy Ramaikan Malam Tahun Baru di Kaliurang

Sleman – Pada liburan Natal dan Tahun Baru 2016 ini, destinasi wisata Sleman sungguh bakal sangat meriah. Selain keberadaan gemerlap hutan lampion di kawasan Gardu Pandang Kaliurang dalam konsep “Festival of Lights” bertema “Jurrasic & Romantic Garden Lantern”, juga diselenggarakan pesta kembang api, kirab budaya, festival penjor dan festival lampion. Bahkan stand up comedy pun akan digelar.

Berbagai daya tarik tersebut diyakini bakal menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan khususnya dari luar daerah yang berlibur di Jogja. Dengan menawarkan kemeriahan yang bernuansakan budaya, Sleman akan menjadi wisata nostalgia bagi sebagian wisatawan. Dan saat libur Natal dan Tahun Baru 2016 ini merupakan saat yang tepat untuk berkunjung ke Sleman untuk mengenang masa sekolah, masa kuliah dan masa mudanya saat di Jogja.

Demikian dikatakan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM, Rabu (23/12) saat melakukan monitoring kesiapan destinasi wisata di kawasan obyek wisata Kaliurang.

Menurut Ayu, pada saat malam pergantian tahun pada tanggal 31 Desember 2015 besok, kawasan Kaliurang akan dimeriahkan dengan atraksi pesta kembang api dan kirab budaya setidaknya dari 10 komunitas budaya di lereng Merapi.

Bahkan yang dipastikan akan dapat menyedot wisatawan khususnya kawula muda adalah diagendakannya Stand Up Comedy komunitas Anang Batas yang dipadukan dengan pagelaran musik Sound Cloud Jogja dan Indonesian Finger Style Guitar Community (IFGC) dengan MC Yusril Fahriza dan Gigih Adiguna.

Sedangkan festival penjor dan festival lampion akan diikuti oleh masyarakat Kaliurang disepanjang jalur jalan di kawasan Kaliurang mulai 20 Desember 2015 hingga malam tahun baru 2016. Terkait dengan aspek keamanan dan arus lalu lintas, dijelaskan Ayu, pihak pemerintah daerah bekerjasama dengan aparat kepolisian, pemerintah desa dan masyarakat setempat.

“Diharapkan malam tahun baru di wilayah Sleman dapat berlangsung dengan tertib dan aman, sehingga akan menciptakan kesan yang mendalam bagi wisatawan yang berkunjung ke Sleman,” kata Ayu.

Sedangkan kepada para wisatawan dihimbau untuk menjaga ketertiban dilokasi obyek wisata maupun ketertiban dijalan raya untuk menghindari terjadinya kemacetan.




Perempuan Miliki Kesempatan Jadi Pejabat Struktural

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dalam kebijakan manajemen pemerintahan, memberikan kesempatan yang sama bagi perempuan dan laki-laki berkarier dalam jabatan struktural.

“Kompetensi pegawai menjadi dasar dalam seleksi pegawai untuk menduduki jabatan struktural tersebut,” kata Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi pada Saresehan Hari Ibu di Sleman, Rabu (23/12).

Menurut Gatot, untuk sektor swasta, kebijakan yang diterapkan Pemkab Sleman yaitu setiap perusahaan atau unit usaha swasta yang berinvestasi di Sleman juga dihimbau agar berwawasan gender.

Misalnya dalam kesempatan memperoleh pekerjaan, agar tidak ada diskriminasi pada saat penerimaan tenaga kerja maupun pada saat pemberhentian kerja. Memberikan kesempatan yang sama kepada semua karyawan baik laki-laki mupun perempuan untuk mengikuti pelatihan dan menduduki jabatan.

Gatot mengatakan,”Termasuk dalam hal pengupahan, tidak ada pembedaan antara tenaga kerja pria dan wanita. Semua tenaga kerja diharapkan diikutsertakan dalam program jaminan tanpa terkecuali. Tidak ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan alasan hamil, melahirkan, gugur kandungan atau menyusui”.

“Pemberian hak cuti haid, cuti hamil dan melahirkan. Menyediakan fasilitas pojok laktasi bagi tenaga kerja wanita yang ingin menyusui bayinya serta tersedianya fasilitas kamar mandi dan ruang ganti baju antara tenaga kerja wanita dan laki-laki secara terpisah,” tambah Gatot.

Gatot juga menambahkan, tugas utama laki-laki dan perempuan sebagai orangtua dalam keluarga adalah bersama-sama bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup keluarga dalam segala aspek.

“Jangan hanya terfokus pada aspek ekonomi saja tetapi juga dalam hal pendidikan anak-anak, sosial kemasyarakatan dan juga pekerjaan-pekerjaan domestik rumah tangga, diharapkan agar peran laki-laki dan perempuan juga setara dan saling mendukung,” tambahnya.

Gatot mengungkapkan, pekerjaan tidak memiliki jenis kelamin, sehingga baik dijalankan oleh laki-laki ataupun perempuan sama saja. Harus ada saling pengertian, saling mendukung dan saling mengisi serta mengutamakan keluarga.

“Diharapkan setiap kepala keluarga tidak semata-mata menyerahkan tanggung jawab pengasuhan anak kepada kaum ibu saja, melainkan bekerjasama dalam mendidik anak-anak,” katanya.

Ketua panitia sarasehan Hari Ibu ke 87 Erna Iswoyo Hadiwarno mengatakan tujuan sarasehan tersebut untuk meningkatkan peran perempuan Indonesia dalam setiap aspek kehidupan berkeluarga, bermasyarakaat, berbangsa dan bernegara menuju pembangunan nasional yang berkelanjutan dan berkeadilan. Sarasehan diikuti 500 orang terdiri dari BPPM, SKPD, GOW, Dharma Wanita, PKK Kecamatan, PKK Desa, Forans dan masyarakat, kelompok KB pria dan wanita.

Ia mengatakan, rangkaian kegiatan Hari Ibu antara lain pemeriksaan Papsmaer 25 orang dan donor darah 80 orang.

“Selain itu juga penyerahan bantuan berupa pot di Desa Balecatur dan air bersih di Prambanan, peresmian kebun anggrek dan lainnya,” katanya.




Akhir Tahun 2015 SMA N I Sleman Terima Sertifikat ISO

ISO 1 SlemanSleman – Mengakhiri tahun 2015 dunia pendidikan Sleman mendapat kado istimewa dengan diterimanya sertifikat ISO Bagi SMAN I Sleman. Sertifikat ISO diserahkan dari PT TUV Indonesia yang diserahkan oleh Direktur PT TUV Perwakilan DIY DR Sapto kepada Penjabat Bupati Sleman yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga Sleman Arif Haryono SH selanjutnya diserahkan kepada Kepala SMA N I Sleman  Dra Hermintarsih, Rabu (23/12).

Dalam sambutannya Arif Haryono mengatakan diterimanya  sertifikat  ISO oleh SMAN I Sleman ini, maka jumlah sekolah yang telah meraih ISO menjadi 21 sekolah, terdiri dari 17 SMK dan 4 SMA. Untuk tahun 2016 akan disusul SMAN I Godean, SMAN I Pakem, SMAN 1 & 2 Ngaglik, SMAN Mlati dan SMAN Ngemplak dan target tahun 2016 ada sekitar 10 SMA/SMK Negeri yang akan menerima sertifikat ISO.

Prestasi yang telah diraih SMAN I Sleman ini, dapat menjadi pendorong  bagi sekolah-sekolah yang lain untuk segara meningkatkan kualitasnya. Diterimanya sertifikat ISO bagi SMAN 1 Sleman  ini, harus menjadi langkah awal dalam mewujudkan manajemen sekolah dengan kualitas yang lebih baik.

Sertifikat ISO ini merupakan buktipenga­kuan atas kualitas SMAN I Sleman. Namun demikian, meski telah meraih sertifikat ISO, diharapkan agar seluruh keluarga besar SMAN I Sleman  untuk tetap berusaha semaksimal mungkin dalam meningkatkan kualitas pendidikannya.

Hal ini dikarenakan tantangan yang dihadapi kedepan oleh dunia pendidikan justru semakin berat. Tantangan tersebut tidak lagi sebatas pada peningkatan kualitas proses kegiatan belajar mengajar (KBM) saja tetapi juga pada kualitas lulusannya. Dengan sertifikasi ISO, SMA harus dapat membuktikan bahwa lulusannya merupakan generasi yang mampu bersaing dengan lulusan sekolah-sekolah lainnya untuk meneruskan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi.

Acara juga dimeriahkan dengan penampilan musikalisasi puisi siswa klas 12 yang telah merah juara II tingkat nasional dengan materi Sleman Sembada serta tari burung punglor. Kepala SMAN I Sleman Dra Hermintarsih juga mengakui pekerjaan berat dalam meraih ISO telah terlampaui namun pekerjaan berat berikutnya dengan penerapan standar ISO disekolah untuk benar-benar dalam direalisasikan sehingga lebih meningkatkan mutu sekolah.

Sekolahnya saat ini berjumlah 20 klas untuk kelas 10 ada 7 kelas, 11 ada 7 kelas dan 12 ada 6 kelas pembelajaran dengan jumlah murid 680 siswa diasuh oleh 35 guru PNS dan 8 guru non PNS.