2015, Pengumpulan Zakat Di Sleman meningkat

Sleman – Sekretaris Baznas Sleman, Drs Hery Sutopo MM mengatakan  bahwa kegiatan Baznas Sleman tahun 2015 berjalan dengan baik, sampai dengan kwartal III sisa dana di Bank Sleman sejumlah Rp 1,030 miliar dan di BPD DIY Syariah Rp 40,156 juta. 

“Pada tahun 2015 juga terjadi peningkatan pengumpulan zakat, pada kegiatan zakat panutan, dari sebesar Rp 120 juta meningkat menjadi Rp 230 juta,” kata Hery, Minggu, (27/12).

Namun pada tahun 2015 telah disalurkan bantuan sebesar Rp 689,750 juta bagi 2759 orang kaum ro’is, Baznas Sleman juga mentasyarufkan dana sebesar Rp 1,347 miliar dengan rincian fakir miskin Rp 329,217 juta (24,4%), Sabilillah Rp 917,500 juta (68,1%), Ibnu Sabil Rp 3,360 juta (0,2%), dan Mu’alaf Rp 97,700 juta (7,3%).

Heri sutopo juga menyampaikan bahwa ditahun 2016 Baznas Sleman akan melaksanakan program bedah rumah 100 rumah yang bertepatan dengan 100 tahun Kabupaten Sleman.

Sementara Penjabat Sekda Sleman, Iswoyo Hadiwarno menyampaikan bahwa kegiatan evaluasi Baznas Sleman ini sekaligus proyeksi ke depan harus terus digalakkan untuk menyesuaikan dengan dinamika dan perkembangan masyarakat yang berubah.

Iswoyo berharap kedepannya Baznas Sleman lebih mampu mentasyarufkan zakat dengan lebih baik dan tepat sasaran agar para penerima zakat khususnya fakir miskin benar-benar terbantu dan  terentaskan dari kemiskinannya. Prosentase penduduk miskin di Kabupaten Sleman masih cukup tinggi, pada tahun 2014 prosentase penduduk miskin Sleman adalah 11,85% dari total penduduk Kabupaten Sleman jiwa.

Iswoyo juga berharap agar Baznas  Sleman dapat melakukan sosialisasi gerakan sadar zakat kepada masyarakat, mengingat besarnya potensi zakat di Kabupaten Sleman, tentunya dengan sosialisasi gerakan sadar zakat ini tentunya dapat meningkatkan perolehan zakat di Kabupaten Sleman.




MGM Mulai Diserbu Wisatawan

Sleman – Menyambut libur akhir tahun yang berbarengan dengan libur sekolah, Museum Gunungapi Merapi (MGM) telah melakukan persiapan. Sejumlah fasilitas tambahan telah disiapkan. Seperti gazebo untuk kios makan dan minum hingga souvenir.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) MGM, Suharno mengatakan beberapa fasilitas yang rusak juga telah dibenahi. Diprediksi, selama liburan MGM akan didatangi antara pengunjung perhari.

“Hari-hari biasa, ada sekitar 600 pengunjung yang datang. Pengunjung akan bertambah ketika akhir pekan. Kami optimis liburan ini, bisa mencapai pengunjung per hari,” kata Suharno, Minggu (27/12).

Menurut Suharno sejak libur Maulud Nabi dan Natal hingga kemarin MGM mulai dibanjiri pengunjung. Wisatawan ke MGM ini diprediksi akan terus meningkat hingga akhir tahun mendatang.

Dikatakan Suharno, MGM yang berlokasi di Hargobinagun Pakem Sleman dikunjungi wisatawan sejak pagi sampai sore. Terkait kondisi tersebut Suharno optimis jumlah pengunjung museum pada liburan Natal dan tahun baru, akan mencapai lebih sepuluh ribu orang.

Obyek yang banyak diminati pengunjung di MGM, selain tentang  karakter  dan sejarah Gunung Berapi, juga  fasilitas Theater, peraga tsunami, kegempaan maupun infomasi wisata yang disajikan dengan perangkat tehnologi  informasi.

Sementara soal keluhan pengunjung tentang minimnya jumlah pemandu, menurut Suharno, karena pemandu yang ada  baru berjumlah dua orang. Sehingga  belum mampu  melayani secara memadai rombongan pengunjung yang jumlahnya relative banyak.

“Untuk peningkatan pelayanan wisatawan, kedepan akan dilakukan penambahan. tenaga pemandu hingga lima orang,” kata Suharno.

Untuk para pengunjung MGM pada liburan Natal saat ini,  hampir seluruhnya  berasal dari luar kota. Terlihat dari plat nomor kendaraan yang diparkir rata-rata dengan plat nomor Jakarta, Surabaya, dan Bandung bahkan dari Sumatera serta Bali.***




350 Ribu Wisatawan Ditargetkan Berlibur di Sleman pada Musim Libur Natal – Tahun Baru

Sleman – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman menargetkan kunjungan 350 ribu wisatawan dalam libur akhir tahun ini. Target tersebut terhitung selama liburan akhir tahun mulai 20 Desember 2015 hingga 3 Januari 2016. Kepala Disbudpar Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM mengatakan hal tersebut, Minggu (27/12).

Menurut Ayu target itu ditetapkan berdasarkan capaian kunjungan wisatawan dalam periode yang sama mencapai 398 ribu wisatawan. Capaian tersebut melebihi target di tahun 2014 sebesar 325 ribu wisatawan.

“Meski di tahun sebelumnya kunjungan wisatawan 122,64 persen dari target, di tahun ini kami tidak mau muluk-muluk dengan target kunjungan,” kata Ayu.

Wisawatan yang berlibur di Sleman dikatakan Ayu  tersebar di sejumlah destinasi. Dari jumlah tersebut, kunjungan terbanyak di Candi Prambanan, kemudian di destinasi lain seperti Kaliurang, Volcano Tour Cangkringan, dan Situs Ratu Boko 12 ribu.

“Selain itu, di Sleman juga banyak wisatawan yang berlibur di desa wisata. Pada liburan akhir tahun lalu, kunjungan mencapai wisatawan,” tambah Ayu.

Pada liburan akhir tahun ini, Ayu memprediksi Candi Prambanan, Kaliurang dan Volcano Tour Merapi masih menjadi destinasi unggulan.

Selain itu, destinasi wisata edukasi seperti Monumen Jogja Kembali (Monjali) dan Museum Gunungapi Merapi (MGM) diprediksi juga akan kebanjiran wisatawan mengingat libur akhir tahun bertepatan dengan libur semester sekolah.

“Sejumlah event telah kami persiapan guna menjelang libur akhir tahun. Di Kawasan Kaliurang telah kita siapkan kirab budaya Lereng Merapi, festival lampion, festival penjor hingga pesta kembang api di tiga titik,” tutur Ayu.***