Tumbuhkan Jiwa Patriot Melalui Pengembaraan Akhir Tahun 2015

DSC_0164 (1024 x 651)Sleman – Pengembaraan akhir tahun (Barata)  XXX tahun 2015 yang merupakan kegiatan pengembaraan bagi pramuka Penegak dan Pandega Kwartir cabang Sleman sebagai agenda tahunan pada setiap akhir tahun. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya menumbuhkan jiwa patriotisme dan nasionalisme Pramuka Penegak dan Pandega Kwartir cabang Sleman. Pengembaraan akhir tahun tersebut dilaksanakan mulai Senin (28/12) sampai dengan Jumat 1 Januari 2016.

Upacara pemberangkatan itu sendiri telah dilaksanakan Senin (28/12) di lapangan Pemda, dengan Irup Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Arif Haryono SH. Pelepasan peserta Barata ditandai dengan penyematan tanda peserta oleh Kepala Dikpora, dan pemukulan gong oleh Dndim 0732 Sleman Letkol Inf Bambang Kustiwa, kegiatan Barata tersebut berupa perjalanan dengan menjelajahi berbagai tempat dengan rute gerilya Tentara Pelajar dan kegiatan perlombaan.

Sedangkan rute dalam kegiatan tersebut, star di lapangan Pemda- menuju lapangan TGP, Seyegan – menuju lapangan Pojok Pakem, selajutnya peserta menuju ke Batalyon infanteri 403 Kentungan dan kembali/finish di Gubub Pramuka Sleman.

Peserta dalam kegiatan Barata tersebut diikuti oleh pramuka Penegak dan Pandega se Kwartir cabang Sleman dengan jumlah peserta 64 sangga dengan rincian 34 sangga putra dan 30 sangga putri, dan diikuti oleh 24 pangkalan di Kabupaten Sleman, yang terdiri dari 24 sekolah, antara lain SMKN 1 Tempel, SMKN 1 Depok, SMKN 1 Godean, SMAN1 Tempel, SMAN1 Cangkringan, SMAN 1 Pakem, SMAN 1 Ngemplak, dan lainnya.

Hadir pada pelepasan tersebut antara lain Dandim 0732 Sleman, para kepala bidang di Dikpora Sleman. Pada kesempatan tersebut  Arif Haryono menyampaikan bahwa pada setiap anggota Pramuka memiliki potensi yang bisa dikembangkan, untuk itu diharapkan Pramuka mampu menempa diri untuk menuju prestasi kedepan.

Disampaikan Arif bahwa tiga potensi yang bisa dikembangkan bagi Pramuka antara lain potensi kemapuan diri, intelektual, potensi kecerdasan sosial, sikap karakter daan perilaku, serta psikomotorik, dan lainnya.

Disamping itu lanjutnya kegiatan Barata juga sebagai wadah kegiatan untuk membentuk watak dan peradaban yang bermartabat, jujur, amnah, disiplin, kerjasama jugaa cinta tanah air. Diharapkan dengan mengikuti kegiatan Barata tersebut  peserta mampu mengambil makna, yang jelas banyak hal yang dapat diambil hikmahnya.




Survey Tingkat Kepuasan Masyarakat Petugas Pelayanan Masih Kurang Ramah

Sleman – Secara umum, pelayanan administrasi kependudukan di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dianggap cukup memuaskan. Hanya saja, masyarakat masih merasakan petugas yang kurang ramah dan belum adanya standardisasi waktu dan biaya pengurusan administrasi kependudukan. 

Hal tersebut terungkap dalam ekspose survey terhadap pelayanan dokumen kependudukan  Pemkab Sleman  di Press Room Humas Pemkab Sleman, Senin (28/12). Survey dilakukan tim peneliti yang diketuai Dr Hempri Supariyatna mengambil responden sebanyak 496 tersebut yang tersebar di 8 kecamatan sebagai representasi.

Dijelaskan Hempri, survey tingkat kepuasan mengambil sasaran pelayanan KTP, akte kelahiran dan pembuatan Kartu Keluarga (KK).

“Secara umum, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan administrasi kependudukan di Sleman mulai tingkat RT, RW, Dusun, Desa, Kecamatan sampai Disdukcapil Sleman dinilai cukup bagus,” kata Hempri.

Untuk pelayanan pembuatan KTP lanjut Hempri, tingkat kepuasan masyarakat mencapai 83 persen. Pembuatan akte kelahiran dan pembuatan KK, tingkat kepuasan masyarakat hampir sama sekitar 86 persen.

Diungkapkan Hempri yang didampingi Kabag Humas Dra Sri Winarti bahwa meski tingkat kepuasan masyarakat cukup tinggi, namun masyarakat tetap saja mengeluhkan adanya sejumlah kekurangpuasan. Di antaranya keramahan petugas saat memberi pelayanan masih harus ditingkatkan. Kemudian waktu tunggu khususnya pelayanan akte kelahiran yang masih dianggap lama.

“Selain itu  kenyamanan ruang tunggu yang masih kurang,” tambah Hempri.

‪Terkait hasil survey tersebut, menurut Sri Winarti, telah disosialisasikan SKPD terkait.

“Kalau yang dalam waktu dekat, misalnya soal keramahan petugas itu langsung bisa ditingkatkan. Namun untuk kenyamanan ruang tunggu, masih butuh waktu karena terkait anggaran,” kata Sri Winarti.