Tahun Baru, Pelayanan Perizinan Pindah ke Gedung Baru

Gedung Baru BPMPPTSleman – Mulai hari Senin 4 Januari 2016 Pelayanan Publik yang dilakukan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) pindah ke gedung baru tiga lantai seluas  dengan luas tanah  di bekas SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) di Beran Lor, Tridadi, Sleman.

Kepindahan tersebut dimaksudkan agar pelayanan kepada masyarakat dapat lebih maksimal, mengingat kantor yang lama sudah kurang representative dengan semakin tingginya kuantitas pelayanan perizinan kepada masyarakat.

“Dengan menempati gedung kantor BPMPPT yang baru, diharapkan akan lebih memberikan kenyamanan bagi masyarakat,” kata Kepala BPMPPT Kabupaten Sleman, Purwatno Widodo SHCn saat dijumpai diruang kerjanya, Selasa (29/12).

Lebih lanjut disampaikan Purwatno bahwa BPMPPT yang terdiri satu Sekretariat dan  lima bidang yaitu Bidang Penanaman Modal, Bidang Pendaftaran, Informasi dan Pengaduan Perizinan, Bidang Perizinan Pertanahan, Bidang Perizinan Bangunan dan Bidang Perizinan Gangguan Usaha dan Jasa, dengan jumlah pegawai 65 orang akan menempati gedung baru berlantai tiga yang lebih representatif.

Menurut Purwatno, akses menuju Kantor BPMPPT dari jalan Magelang arah selatan sebelum lampu merah Beran Lor belok ke kiri akan tampak jelas gedung baru tersebut.

Sementara bagi masyarakat yang dari arah utara jalan Magelang bisa belok kanan di perempatan lampu merah Beran Lor – menuju Jalan Parasamya dan diutara Balaidesa Tridadi belok  kiri, sedang bagi masyarakat yang dari arah Kabupaten Sleman (jl. Parasamya) bisa ke utara dan di pertigaan utara Balai Desa Tridadi masuk ke kanan.

Diakui Purwatno  memang letak gedung yang baru tersebut agak kedalam, namun demikian untuk memudahkan akses masuk ke kantor tersebut akan diberi petunjuk jalan. Untuk lebih memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang datang ke Kantor BPMPPT, para tahun 2016 akan dilakukan penataan akses masuk baik untuk pengunjung yang melalui Jl. Magelang, maupun yang melalui Jl. Parasamya.

“Yang jelas  Pemeritah Kabupaten Sleman berupaya untuk memberikan pelayanan perizinan yang lebih baik karena semua pelayanan perizinan ada di satu tempat. Bagi kaum difabel meskipun belum semuanya fasilitas tersedia, tetapi disamping ada tangga juga ada jalan khusus bagi kaum difabel,” tambah Purwatno.

Untuk pelayanan tanggal 30-31 Desember 2015 tersebut BPMPPT hanya melayani setengah hari/hanya sampai jam WIB karena dalam proses perpindahan berbagai sarana/prasarana perkantoran, hingga masyarakat diharap maklum, namun mulai bulan Januari 2016 nanti pelayanan sudah normal seperti biasa.

Yang menarik di komplek gedung yang baru tersebut akan tersedia berbagai fasilitas, seperti ruang tunggu, tempat bermain anak-anak, ruang laktasi, Mushola dan lainnya.




Penyerahan Bedug Kepada Takmir Masjid Agung

Penyerahan BedugSleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menyelenggarakan kegiatan Pengajian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini dilaksanakan  di Masjid Agung dr. Wahidin Soedirohoesodo, Selasa (29/12). Kegiatan ini bertujuan sebagai sarana silaturahmi antara pejabat Pemkab Sleman dengan masyarakat dan jamaah Masjid Agung.

Selain itu juga untuk memberikan pembinaan rohani pegawai di lingkungan Pemkab Sleman. Pengajian diikuti lebih dari 300 orang yang terdiri dari pejabat di lingkungan Pemkab Sleman, karyawan-karyawati yang beragama Islam, anggota TNI Kodim 0732, anggota Polisi Polres Sleman, calon penerima bantuan Baznas, masyarakat dan jamaah masjid.

Pengajian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini mengambil tema Melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, kita jadikan Sleman sebagai pusat pelestari budaya Islam, demi terwujudnya Kabupaten Sleman yang Sembada.

Dalam Sambutannya Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi mengajak jamaah yang hadir untuk merenungkan kembali makna peringatan Maulid Nabi. Menurut Gatot secara subtansial perayaan Maulid Nabi adalah sebagai bentuk upaya untuk mengenal akan keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa ajaran agama Islam dan juga sebagai bukti cinta manusia sebagai umatnya kepada Rasulullah.

“Dalam memperingati kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW, sudah seyogyanyalah kita mengingat kembali ajaran-ajaran yang beliau sampaikan kepada kita untuk menjadi pedoman hidup terutama dalam menghadapi era globalisasi dan teknologi informasi saat ini,” kata Gatot.

Pada kesempatan peringatan Maulid Nabi  juga diserahkan beduk “syahadatain” dari Pemkab Sleman kepada Takmir Masjid Agung Dr. Wahidin Soedirohoesodo. Beduk yang diyakini memiliki kualitas terbaik ini dibuat di sentra industri alat musik tradisional di Kadilangu Demak Jawa Tengah dengan harga Rp 50 juta.

Selain menyerahkan beduk, juga  dilaksanakan pentasyarufan dana Baznas Sleman. Total dana yang diserahkan sebesar Rp 100 juta yang ditasyarufkan kepada takmir masjid, takmir mushola, majelis taklim, fakir miskin dan mualaf. Sementara itu Pengasuh Pondok Pesantren Kali Opak Drs KH Jadul Maula yang memberikan tausyiah menyambut baik diadakannya pengajian memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Menurut Jadul Maula peringatan Maulid Nabi Muhammad merupakan tradisi yang memang tidak ada di jaman Nabi Muhammad, namun demikian tidak berarti kegiatan ini bi’dah. Dengan peringatan Maulud Nabi bisa mengambil banyak manfaat dengan mengingat ajaran-ajaran yang disampaikan Nabi Muhammad SAW.